Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
menghilang


__ADS_3

kepergian, Sania, dari hidup Adryan. membuat


nya sadar akan sakit nya kehilangan, Sania kini sudah dua tahun tinggal di Thailand,dan kuliah nya pun sudah selesai, Sania, yang berjanji. untuk mengirimkan tiket pesawat pada ketiga sahabat nya itu, tidak juga di lakukan, karena Sania takut keberadaan nya akan bocor ke pada Adryan, mereka semua selalu menunggu Sania kembali, walau sesekali dia menghubungi, sahabat nya itu lewat telepon seluler.


tapi ada satu hal yang mereka tidak ketahui, Sania kini memiliki anak yang berusia,lima belas bulan, walau pun kesulitan, mengurus nya dan membagi waktu dengan pekerjaan nya dia tetap tidak mau anak semata wayangnya itu kekurangan, kasih sayang.


Gavin Stevano Anderson, adalah anak, Dari Adryan, dan Sania, yang tidak di ketahui oleh siapapun.sania di bantu oleh Erick, sang sahabat, di kampus nya dulu di Thailand, kebetulan Erick, memiliki ibu seorang janda, tidak memiliki anak lain selain Erick, yang bernama Debora. sebenarnya mereka pun bukan penduduk asli Thailand, mereka berasal dari Italia, Bibi Debora, sama-sama merantau di sana setelah suami nya meninggal.beberapa tahun lalu, dan kini dengan kehadiran, Sania di kehidupan mereka menambah kebahagiaan, apalagi Gavin si bayi gembul yang sangat tampan perpaduan wajah Adryan dan Sania, Gavin sangat,di prioritaskan oleh Bibi Debora,


walau pun mereka tidak tinggal satu atap tapi rumah mereka cukup berdekatan jarak nya.


kalo ada yang bertanya siapa ayah dari Gavin maka Erick lah yang akan lebih dulu menjawab nya, bahwa dia adalah ayah dari Gavin, dan kekasih Erick sendiri tidak merasa keberatan, untuk ikut menyayangi Gavin, sebagai mana, iya telah menganggap, Sania sebagai adik nya.


"sayang nya mommy, kamu sudah makan belum Nak?,, ini mommy bawakan, makan kesukaan kamu"


ucap Sania yang berbicara pada, Gavin yang sedang di Gendong, oleh nenek angkat nya ya itu Debora, Sania berbicara mengunakan bahasa Indonesia karena Debora, sudah mengerti bahasa dari negara asal Sania, karena dulu Debora pernah berwisata ke Bali dan dia juga, menyukai bahasa di negara tersebut.


"Sudah mommy, aku sudah makan"


walau pun terdengar lucu tapi, Sania cukup mengerti kesulitan mengucapkan bahasa pasti di alami Waga asing seperti nya yang juga kesulitan bahasa Thailand.iya lebih suka menggunakan bahasa Inggris.


Di Amerika, tepat nya Mension, yang di tempati, Adryan,dan juga Amelia beserta ibu dan adik nya.


"Adryan, mommy mau tanya sesuatu, apa kau serius dengan pernikahan mu dengan perempuan miskin itu?,,"


tanya Tias sang ibu.


"Adryan, serius momm,,, kapan Adryan, main-main ya walaupun dulu aku berniat mendekati nya untuk membalas kan dendam mommy pada nya, tapi aku sadar semua salah aku kalah aku lah yang salah menilai semua nya,Aku jatuh hati momm hingga rasa sakit kehilangan ini membuat ku semakin tidak kuat menahan nya.


"astaga, jadi Kaka selama ini menikahi Sania hanya untuk balas dendam, tega sekali kalian apa kalian pikirkan gimana kalo itu semua terjadi padaku, dan pantas saja Sania pergi dari hidup mu kamu itu seorang bajingan,dan mommy, adalah ratu dari segala masalah aku benci kalian, asal kalian tahu Sania tidak lah semakin yang mommy pikir dia adalah milyarder, tanpa nama.


Yeslin, langsung pergi meninggalkan mereka di kamarnya, iya bahkan me bereskan barang-barang nya iya sudah tidak tahan dengan, sikap sang ibu dan kakak yang selalu tidak punya pendirian.


"Yeslin, mau pergi kemana kamu?,,!"


tanya sang ibu pada nya .


"Aku sudah muak tinggal bersama dengan orang yang tidak punya hati dan saudara yang seperti boneka .


"Apa maksudnya Yeslin, apa kau pikir dengan pergi dari ku kau bisa hidup di luar"


ucap sang ibu lagi.


"tentu saja, aku bisa bahkan tanpa uang dari mommy pun aku masih punya uang dan harta yang Deddy beri untuk ku, malang nya Deddy ku mengasihi orang yang tidak punya hati untuk nya dan hanya di manfaatkan untuk balas dendam, ingat mommy Deddy akan segera tahu ini semua dan aku akan minta bantuan Deddy untuk mencari Kaka ipar berserta keponakan ku!"


ucap Yeslin, yang mengejutkan semua orang di sana.termasuk Amelia yang sedari tadi bagai kan cicak putih nemplok di dinding, pilar besar di Mension tersebut.


"Yeslin, tunggu apa kau tahu sesuatu kenapa kau bilang keponakan mu apa Sania hamil saat pergi dari ku?"


tanya Adryan, yang sedang penasaran.


"ya KA Sania,sempat menghubungi Sandi dan aku mendengar nya,kala itu sandi langsung memutuskan sambungan telepon nya dan dia bilang padaku kalau saudara nya sedang mengandung"


tutur Yeslin, lagi.


"mommy, aku mohon izin kan aku pergi mencari Sania bareng anak ku, dan aku ingin hidup bersama nya"


kata Adryan memohon.


"Baik lah, Yan kamu memang berhak untuk bahagia maaf kan mommy, yang telah menjerumuskan mu pada, kesalahan yang mommy buat!"

__ADS_1


Tias kini sadar seperti mendapatkan sebuah tamparan keras, dari sang putri, kata-kata Yeslin telah menyadarkan nya.


"mommy, apa mommy akan ikut aku ke Belanda, untuk tinggal bersama Deddy, apa mommy tidak kangen pada nya setelah lama tidak bertemu"


ucap Yeslin, yang mendapat anggukan dari Tias .


"kau benar anak ku, aku telah lama meninggal kan suamiku, seburuk apapun dia tetap suamiku!"


bukan tanpa alasan,Tias meninggalkan suaminya itu karena dia tidak punya perasaan pada ayah dari anak perempuan nya Yeslin, hingga kerap kali mendapatkan kekerasan,pisik karena sering menolak, untuk tidur bersama.


tapi kini dia sadar semua adalah kesalahan nya.


mereka pun memutuskan untuk pergi ke Belanda, tanpa mengajak Amelia, karena Amelia tidak di ajak pun selalu menempel bagai benalu, yang hinggap di pohon, itu lah dia dengan tidak tahu malu nya.mengikuti Adryan.


Di Belanda, sandi baru saja mendapat telpon kalo Sania akan segera pulang ke tanah air untuk mengurus perusahaan nya di sana dan meminta mereka juga untuk ikut kembali ke kampung halaman, yang sudah lama mereka tinggal kan, dan akhirnya yang mengurus bisnis restoran di Belanda di serahkan pada Rebecca sampai saat nanti Derry datang membenahi semua, bisnis nya.sania kini sedang berpelukan, di Airport,dengan Bibi Debora, yang tidak berhenti menangis karena tidak rela di tinggal oleh Sania dan juga Gavin.


"Bibi maaf kami tidak bisa lagi tinggal di sini, tapi bibi bisa kunjungi kami kapan pun itu dan kalau mau aku punya rumah di Belanda, juga sebuah restoran yang kini di pegang oleh orang kepercayaan ku usia nya sama dengan mu nanti kalau kau berminat ke sana rumah itu bisa kau tinggali bersama bibi Rebecca, kalian pasti tidak akan kesepian dan kau juga bisa memasak jadi kau bisa jadi koki di sana aku sudah rindu tanah air, tapi sesekali aku akan kesana juga!"


ucap Sania panjang lebar dia sebenarnya ingin membawa serta Debora, tapi Erick menolak karena dia belum menikah tapi setelah menikah, itu terserah ibu nya.


"Baik lah sayang Bibi hanya bisa berdo'a semoga kalian baik-baik saja"


ucap bibi Debora pada Sania dan juga Gavin yang tidak henti-henti nya di cium oleh nya.


🌹💖💖💖🌹


Bandara Sukarno Hatta, Sania, dan Gavin,di jemput oleh sang ayah dan Bunda nya yang sudah menunggu nya di ibukota selama dua hari, tepat nya di rumah sang Eyang, rencana nya setelah kedatangan nya Sania akan langsung bergegas ke kampung halaman nya yang begitu iya rindukan.


"sayang Bunda, kamu baik-baik saja kan nak dan siapa ini, anak tampan yang kamu gendong jangan bilang!"


Andara terkejut karena Sania tidak memberitahu kan apa pun tentang Gavin, ayah dan bunda Sania begitu antusias saking senangnya mendapatkan cucu pertama nya mereka berteriak di bandara hingga banyak orang yang menatap mereka tapi tidak sedikit pun di perduli kan.


"sayang, kamu apa kamu tidak kewalahan mengurus dia sambil kuliah?"


tanya sang bunda.


"tidak Bunda, dia sangat penurut, dan di sana iya ada nenek angkat nya yang berasal dari Italia"


jawab Sania, sambil merem saking lelahnya karena di pesawat dia tidak pernah tidur barang sebentar pun karena takut sang anak kenapa-napa sekarang dia merasa lega karena anak nya ada yang pegang.


"Bunda, aku ngantuk, jadi sesi tanya jawab nya nanti saja ya!"


kata Sania.


"tidur lah sayang, ku kau sudah pasti lelah, biarkan saja Buda mu bicara sendiri,"


ucap sang ayah.


"ye,,, kamu mah gitu yah masa aku di suruh ngomong sendiri yang benar saja"


Andara pura-pura merajuk dan kini ia fokus ke sang cucu yang sedang tidur di pangkuan sang kakek, persis seperti Sania dulu lebih manja pada sang ayah sekarang pun masih tuan putri ayah nya itu, mungkin tidak akan pernah berubah karena begitu lah cinta tulus sang ayah yang baik.


setibanya di rumah besar, Sania yang tertidur pulas di mobil di pindah oleh sang ayah ke kamar nya beruntung sang ayah biar pun sudah paruh baya tapi masih perkasa, karena rajin berolah raga angkat beban,di tempat fitness di rumah nya itu. Sania masih tertidur sementara sang cucu tengah di mandikan oleh Andara di lantai bawah Gavin benar-benar tidak rewel iya minum dan makan di urus oleh sang nenek yang di panggil Nini dan Aki sengaja panggilan untuk kake nenek di kampung.


Dua hari pun berlalu sandi Ari dan Rido juga Siti sudah tiba di kampung halaman nya,kini ia tengah melepaskan rasa rindu mereka bersama Sania dan kampung halaman nya.


mereka semua berkumpul di bukit, yang tetap terjaga keindahannya, karena Sania membiayai semua pengurusan bukit dan tebing yang ada di kampung sebelah tempat sandi tinggal karena itu adalah sejarah,masa kecilnya di sana.


"sandi, besok kita ngadain Event cross di sini yuk,,, aku juga sudah tidak sabar ingin beraksi"

__ADS_1


ucap Sania, pada sandi.


"Minggu depan saja ya kalo besok aku mau istirahat, di tebing apa kabar nya tempat rahasia kita bertiga dulu, aku ingin berkemah di sana"


jawab sandi.


"ide bagus "ucap Rido yang di ikuti oleh Ari ,


"boleh ajak Siti gak nih?"


tanya Ari,


"ya boleh lah sekarang Siti juga Time kita"


jawab Sania dengan cepat sambil tiduran di pangkuan sandi Sania manja dengan sandi tidak pernah hilang sedari kecil hingga kini setelah punya anak.


"sandi pangeran di hati ku bagaimana perkembangan, hubungan mu dengan Yeslin?"


tanya Sania .


"Ya gitu lah tuan putri ku dia masih di atur oleh ibu nya jadi sulit untuk bersama, tidak jauh berbeda dengan mu"


jawab sandi , sontak perkataan itu membuat Sania sedih terlihat dari wajah nya yang murung seketika.


"Maaf,Ratu ku aku tidak bermaksud membuat mu sedih!"


kata sandi lagi.


"Gak papa-papa ko, santai saja pokonya mulai hari ini kita happy-Happy, sebelum seminggu lagi tugas kalian membantu aku di kantor!"


Rido langsung bertanya.


"kantor mu di mana Mitha,"


tanya Rido.


"Masih di ibukota ko tapi aku hanya akan sesekali ke sana karena aku bekerja di rumah,aku bisa mengendalikan semua, dan sesekali aku juga akan mengurus kantor pusat"


jawab Sania.


"Baiklah, terus aku ngapain?,, tanya sandi.


kamu bakalan tetap menjadi manajer restoran, bersama dengan Ari karena restoran di ibukota, punya Bunda ada dua, tapi khusus,Rido bakalan jadi asisten pribadi ku di kantor, kita pindah ke ibu kota saat nanti sudah beres merenovasi ruangan ku karena sesekali aku akan membawa Gavin, kesana kalau Bunda, datang ke sana dengan Gavin, Apa kau tidak apa-apa pangeran ku kalo aku tidak menempatkan mu di kantor?,,,"


tanya Sania pada sandi.


"Tidak apa-apa Ratu ku aku malah bersyukur kau tidak menempatkan aku di sisi mu nanti kau tidak akan bekerja yang ada kau akan seperti ini setiap hari nya hahaha"


sandi tergelak.


"Ih dasar,awas aja kalo kangen aku"


kata Sania lagi.


Begitu lah mereka kalau sudah bertemu dan bercanda tak akan ada ujungnya.sania pun kembali ke rumah besar karena sudah setengah hari tidak berjumpa sang buah hati, dan benar saja saat Sania datang iya langsung di sambut Isak tangis sang putra mahkota. Gavin, berjalan kearah nya walau sedikit kesulitan, sambil menangis memeluk sang ibu yang sengaja, merentangkan tangannya dari jauh.


"owh sayang nya mommy kangen ya maaf tadi mommy ada rapat di bukit sebentar bersama ayah sandi ayah Ari dan juga Ayah Rido, kamu mau bertemu mereka bertiga bukan, besok kita ketemu ya.


kata Sania, menenangkan sang putra di pelukan nya di pandangi oleh sang ayah Bunda yang berurai air mata, karena tidak terbayang begitu sulit nya hidup yang di jalani oleh mereka berdua di negri orang.

__ADS_1


__ADS_2