
hari ini hari di mana Sania, harus kembali kerumah eyang nya, namun ia justru meminta izin untuk, pergi menemui sang kakak, yang sudah di temukan, keberadaan nya, yang tak lain adalah di kediaman Amelia, tunangan nya Adryan, sang paman bersikukuh tidak mengijinkan, Sania menjemput sang kakak, karena dia tahu, bahwa keluarga Amelia, bukan lah orang biasa, ayah Amelia adalah seorang, pengusaha licik, yang sulit untuk di ajak kerjasama, dalam hal yang menyangkut pribadi nya, diketahui dia bahkan, tidak segan untuk menghabisi, siapa pun yang mengusik kehidupan nya, bahkan saking liciknya dia sering mengelabuhi, pihak berwajib,agar kejahatan nya tidak terbongkar,dan dia bisa aman dengan kelicikan nya itu, mungkin bukan jago sih tapi belum tercium, bangkai dari kejahatan nya,
"paman, gimana dengan KA Sonya, kalau ternyata yang jadi suaminya itu orang jahat,"
"hukum alam berlaku sayang, wanita tidak baik akan di pasang kan dengan orang jahat"
sahut Derry di dalam mobilnya,
"Oya bidadari Om, hari ini Om, mau menemui Bunda mu,apa kau mau ikut menjemput nya?.."
"tidak Om, hari ini aku harus pergi ke restoran, Adryan,aku masih terikat pekerjaan, dengan nya"
"owh ternyata kamu seperti Bunda mu yang selalu bertanggung jawab,ok baiklah kalo itu keputusan mu Om, berangkat dulu takut kemalaman sampai di sana nya"
"baiklah Om, aku juga pamit mau kesana dulu , Hati-hati,di jalan ya Om,..."
"iya bidadari ku,kau juga ingat Om, kembali besok dengan Bunda mu,kau sudah harus menyambut kami"
"Asiaappp... hehehe..om tenang saja aku pasti laksanakan, apa yang Om, perintah kan," jawab Sania sambil memberikan hormat seperti sedang upacara bendera saja..
"Anak baik,ya sudah nanti gak habis-habis "
Derry pun berlalu pergi meninggalkan Sania yang tadi ia antar ke restoran,sambil sesekali an memberitahu keberangkatan nya ke desa, tempat Sania dan sang adik tinggal.
sesampainya di dalam restoran,Sania, langsung mendapat kan panggilan dari Adryan, untuk meminta nya mengikuti ke ruang kerja nya.
"Sania,kau kemari lah mulai hari ini kau asisten pribadi ku di sini,"
"Baik lah bos..."
kata Sania yang tersenyum ke arah nya Adryan,dan Adryan, yang melihat itu langsung bergegas menarik nya masuk ruang an tersebut,
"Bos, jangan kaya gitu aku malu"
"kenapa harus malu sayang kamu itu pacar ku"
"iya tapi tak ada siapapun yang tahu itu di sini lagian kan masih rahasia,"
"Ok, Ok terserah nyonya Bos saja yang penting kamu senang,"
"kalo begitu aku mau bekerja seperti biasa nya jadi pelayan, itu baru aku senang, gimana yang"
"gak ada kaya gitu an kau tidak boleh jadi pelayan di sini bisa-bisa aku tidak dapat restu dari keluarga mu, kalau aku mempekerjakan mu, sayang, "
"ya gak bakalan lah sayang, keluarga ku itu orang yang pemaaf,"
"Aku tak suka di bantah sayang ku,kamu harus tahu itu,lebih baik kamu kerjakan ini saja agar nantinya kalau kamu, pegang perusahaan , kamu dah langsung bisa, sayang gimana"
Adryan berusaha membujuk Sania, agar tidak lagi bekerja sebagai pelayan"
"baik lah yang... terserah kamu saja"
"gitu dong itu baru sayangnya aku"
"bukan, nya sayang nya kamu itu Amelia ya" Sania langsung mencabik kan bibir nya
"hemmm ada yang cemburu nih hehe.."
Adryan, menggoda Sania yang memasang wajah kesalnya.
"siapa juga yang cemburu ih ge er...deh,udah ah aku mau pulang aja"
kata Sania lagi.
"jangan gitu dong ko pulang, katanya mau bantuin aku kerja"
"habis si kamu bikin aku hmmm..."
tiba-tiba saja mulut Sania di bungkam dengan ciuman... yang memabukkan oleh Adryan,
sampai Sania hampir kehabisan nafas nya dia langsung mendorong dada bidang,milik Adryan, Sania, yang kini wajah nya berubah merah,iya memalingkan wajahnya saat itu juga, setelah melepas kan dekapan dari Adryan, Sania langsung duduk di sofa ruang itu
"aku lelah karena semalam suntuk aku bahkan tidak bisa memejamkan mata ku"
"ya sudah istirahat lah di sana ada tempat istirahat"
Adryan menunjukkan, sebuah ruangan untuk beristirahat,di dalam kamar yang ada di ruangan kerjanya itu.
"tapi aku gak enak itu pasti tempat nya bos besar istirahat, iya kan"
"iya sih itu ruangan ibu mertua mu sayang"
"hmmm, baiklah kalau nanti dia marah karena tempat nya di gunakan oleh ku,kau harus bertanggung jawab,ok"
"ok nyonya Adryan, muachh..."
Adryan, mengecup bibir Sania yang sudah bagai candu untuk nya .
__ADS_1
Sania pun bergegas menuju kamar tersebut iya yang benar-benar lelah, seketika itu langsung tertidur dengan pulas nya, Adryan, yang disibukkan dengan tugas kantor dan restoran tersebut, iya bahkan sudah menyelesaikan, pekerjaan, nya tepat pas jam makan siang, iya bergegas menuju kamar mandi, untuk mencuci wajah nya yang sudah sangat lelah , di pun langsung masuk kedalam kamar, tempat Sania tidur, saat ini, melihat kekasihnya masih tertidur lelap, iya tak tega untuk membangunkan nya, tapi mau bagaimana lagi, Adryan, ingin makan bersama Sania yang juga belum makan siang,
"sayang bangun ini sudah siang, sudah jam makan siang, waktu nya kita makan,"
namun yang dibangun kan tak kunjung bangun, Adryan,pun naik keatas ranjang iya berbaring menyamping, memeluk Sania,lalu mengecup setiap bagian wajah nya, baru lah iya membuka mata nya...
"hemmm masih ngantuk nih..cicit Sania,"
"ayo makan dulu nanti bobo lagi kalo masih ngantuk ok"
"kamu saja yang makan nanti aku nyusul"
"enggak pokonya sekarang, kita makan buruan,aku dah gak tahan sakit mag ku kambuh lagi gimana?.."
"Baiklah, setidaknya, biarkan aku memberikan wajah ku dulu"
"ok sayang ingat jangan lama-lama aku tunggu di luar"
"iya iya bawel"
seru Sania,dari dalam kamar mandi.
tak sampai 10 menit Sania pun keluar kamar iya senyum-senyum sendiri melihat tingkah Adryan, yang sedang menyiapkan makanan di meja.
"ko kamu sendiri sih yang yang nyiapinnya,emng yang lain kemana"
"owh itu mereka lagi sibuk, jadi aku inisiatif sendiri,tak apalah sekali-kali siapin makanan buat istri ku yang cantik ini"
"hmm makasih tapi masih pacar ya bukan istri"
"tapi segera, gak akan lama lagi"
"terserah deh"...
"berarti sudah siap donk kalo kita nikah sekarang"
Adryan, meyakinkan.
"eh siapa yang bilang, begitu aku kan hanya mengingatkan, saja"
"iya mengingat kan bahwa kamu sudah siap nyonya Adryan, muachh"
lagi-lagi Adryan, mengecup bibir Sania.
"kebiasaan deh kamu nih tar kalo ada orang gimana"
"terserah lah kata mau makan kalo kita ngobrol terus kapan makan nya"
"iya, iya sayang, habis lihat kamu gemeusss deh jadi pengen cepat-cepat nikahin kamu,biar secepatnya aku bisa makan kamu hehehe"
🌹💖💖💖🌹
setelah pulang dari restoran, Sania tidak pulang ke kosan atau pun ke rumah sang Eyang, tapi Adryan, membawanya menemui Sonya. di kediaman, keluarga Amelia, setelah menempuh perjalanan 3 jam yang sangat melelahkan, Sania dan Adryan, sampai di kediaman Amelia, sebelum turun, Sania sudah di wanti-wanti oleh Adryan, agar tidak gegabah,dan Adryan sendiri tetap datang sebagai tunangan, Amelia.
"ingat sayang jangan gegabah,dan jangan jauh-jauh dari aku,ok... muachh"
Sania terdiam ada rasa takut kehilangan kekasih nya itu.
"kenapa diam saja sayang,ayo turun tenang saja kau aman bersama ku"
"iya baik lah sayang"
setelah mereka turun kedua nya melewati pemeriksaan, di rumah tersebut di jaga ketat salah seorang bodyguard yang, sudah mengenal Adryan, adalah tunangan anak dari Bos nya tersebut, dia menghampiri Adryan,
"maaf tuan Adryan, datang dengan siapa ya"
"owh dia asisten ku, oya nyonya Sonya nya ada,..? aku kemari juga untuk memberikan hadiah untuk ibu dari calon istri ku"
Adryan, berbicara tanpa ragu sedikitpun, dia bahkan sudah tau kalo, Sonya sulit untuk di temui,
"ada tuan tapi tuan besar tidak mengijinkan siapa pun untuk menemui nyonya"
kata si bodyguard itu.
"tapi Amalia nya ada kan,"
"ada tuan dia sedang istirahat kaya nya kan baru pulang dari London"
"bisa saya temui sekarang" saya kangen dengan nya,"
"tuan silahkan masuk tapi nona ini harus tunggu di sini"
"
itu peraturan nya"
"iya gak bisa gitu dong saya juga butuh dia di dalam kan dia asisten saya"
__ADS_1
"nanti saya tanyakan sama nyonya muda dulu"
"ok baiklah"
Adryan pun menunggu di teras depan dengan Sania,
"dasar kurang ajar kenapa kau perlakukan, tunangan ku seperti orang asing"
tiba-tiba saja bodyguard, yang tadi menyuruh nya menunggu di tendang nya keluar oleh seorang gadis yang tidak lain adalah Amelia.
"Hay... Hanny, apa kabar kamu, malam ini, maaf menunggu lama "
"iya Hanny tidak apa-apa, yang penting sekarang sudah bisa ketemu kamu , sudah bahagia deh aku hehehe..., Oya..kamu apa kabarnya seluruh keluarga, juga"
Adryan ber basa-basi untuk mengelabuhi, Amelia, sementara wanita itu bergelayut manja di samping Adryan, yang masih berjalan memasuki ruang keluarga,karna di sana Adryan, sudah di anggap keluarga,
yang tidak di sadari oleh siapapun , tangan Adryan, yang sebelah nya lagi menggenggam tangan Sania di belakang, yang berjalan mengikuti nya sedari tadi,
sesampainya di ruang keluarga Sania langsung di persilahkan duduk di sofa singgel, sementara Adryan, duduk berdua dengan Amelia, yang tak pernah lepas menempel di dada bidang ,sang tunangan, tapi Adryan tidak menunjukkan, rasa jijik nya pada Amelia, iya menahan sekuat hati, ada rasa yang tidak nyaman, karena perbuatannya,di lihat, jelas oleh kekasihnya itu.
"Oya sayang apa bisa aku menemui mommy muda mu, Aku punya sedikit hadiah untuk nya,
"owh , apa itu , tapi aku tanya Deddy dulu ya sayang"
"oke baiklah aku menunggu"
tak lama setelah itu Amelia datang bersama sang mommy tiri nya, mungkin dia sudah mendapatkan izin dari ayah nya yang super, arogan itu.
Sania yang rindu setengah mati dengan kakak nya itu tiba-tiba iya berurai air mata,
begitu juga dengan Sonya yang syok.. melihat sang adik berada di hadapan nya,
Sonya, pura-pura tidak mengenal nya, mereka hanya bisa berkata dalam hati.
"Sania adiku...aku rindu padamu, tapi aku harus merelakan untuk tidak memeluk mu atau hanya sekedar menyapa mu,maaf kan aku Ade ku percaya lah Kaka menyayangi mu." suara batin Sonya,...
"Kaka ku tersayang aku sangat merindukan mu, Aku ingin mengatakan aku mencintaimu dan ingin memeluk mu tapi aku harus bisa menahan nya,demi bisa melihat mu"
kata batin Sania mereka duduk bersebrangan, terhalang meja besar itu,
"maaf ibu mertua saya ingin memberikan hadiah langsung pada mu, maaf kalo aku mengganggu waktu anda,"
ucap Adryan lantang,tanpa ragu karena sudah sering bersandiwara jika sedang di rumah itu.
"owh tidak apa-apa..aku juga baru selesai membaca, Oya apa yang ingin kamu berikan , Adryan, dan siapa wanita cantik ini yang datang bersama mu"
"oh dia asisten pribadi ku ,Sania ayo berikan hadiah, yang sudah ku siapkan itu,"
"oh iya maaf saya lupa, ini nyonya hadiah nya"
Sania memberikan satu set perhiasan,ber tahta kan berlian,..
yang sudah terselip surat untuk nya tanpa sepengetahuan, Amelia yang sudah di alihkan perhatian nya dengan ciuman dari Adryan,
Sonya yang kala itu langsung memasukkan surat tersebut ke kantong celananya dia pun mengucapkan terimakasih,pada Adryan, yang baru selesai,bercumbu,di depan mereka berdua.
"Adryan saya ucapkan terima kasih banyak untuk hadiah nya, semoga semua nya lancar kata Sonya,neng kode"
"iya sama,ibu mertua, oya Amelia, sayang aku juga ada sesuatu untuk mu"
"benarkah sayang, kukira kau lupa pada calon istri mu ini"
"tentu tidak sayang, itu akan menjadi hadiah terakhir sebelum kita menikah"
"maksud mu apa sayang,"
"iya kan sebentar lagi kita akan menikah jadi sebagai kekasih mu itu yang terakhir aku berikan untuk mu, kamu pasti suka deh"
"owh makasih sayang ini hadiah yang paling aku ingin kan ini skinker terbaru limited edition, yang baru tadi aku pesan nya tapi katanya stok terakhir, sudah terjual tidak ada lagi,dan ternyata kamu yang berikan untukku, owh Hanny terima kasih, muachh"
Amelia pun mengecup bibir Adryan, dia begitu senang dengan, hadiah nya itu.
"oh ya sayang karena ini sudah larut Malam aku pulang dulu ya ,oh iya ibu mertua kapan-kapan kita ke temu lagi dah sayang"
"dah Hanny aku sayang banget deh aku juga tidak sabar mencoba nya"
Sonya, yang kala itu mengantarkan sampai depan pintu iya sempat berbisik,
"tunggu Kaka pulang, maaf untuk semua nya "
kata Sonya, ...
"jangan memeluk ku di rumah ini dinding pun bisa mendengar kan sayang"
kata Sonya, lagi
"setelah pamit mereka pun masuk mobil,dan bergegas pergi, Sonya, langsung masuk kedalam kamar nya,lalu dia masuk ke kamar mandi dan mengunci nya berharap suaminya tidak cepat pulang,agar ia bisa membaca pesan yang berupa surat tersebut
__ADS_1
sementara itu Sania,di dalam mobil hanya terdiam, iya tidak berkata sedikit pun rasa sedihnya, sekaligus rasa kecewa nya, dengan tontonan, malam ini.