Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Sayang Emily


__ADS_3

setelah,satu Minggu berlalu, Maxim,kini tinggal di Colorado Amerika serikat.


lain halnya dengan Emily, yang sedang asik berlibur di kampung dengan, pemandangan pedesaan yang masih sangat asri dan satu hal lagi udara yang sejuk, Emily, Sandra dan sandrina,kini tengah duduk di saung yang terletak di tengah persawahan, yang terlihat sangat indah dengan padi yang mulai menguning.


Danang, dan Sania kini sedang berada di sebelah nya di Empang, sengaja memancing ikan, untuk Emily yang baru di Desa Tersebut.


sandi dan Ari Pun ikut memancing saat ini karena mereka masih merasa kangen dengan adik bungsu nya itu.


sampai, saat ponsel Sania berbunyi di samping Adryan, yang sedang bekerja dengan laptop nya tersebut,ia menghentikan tangan nya yang sedang sibuk dengan keyboard laptop tersebut.


"Sandra, Daddy minta tolong dong berikan itu pada mommy, Daddy sedang sibuk"kata Adryan.


"baiklah Daddy" ucap Sandra.


sementara itu Emily, sedang asik dengan permainan boneka, yang terbuat dari kayu ukiran kayu jati, yang di buat oleh Danang saat Sania masih sangat kecil dulu.


tidak lama, Sania dan Sandra pun kembali ke saung bambu tersebut, dengan berkata.


"Emily ini Daddy Maxim ingin bicara" kata Sania.


"mommy,,, aku kangen Daddy" ucap nya sambil langsung mengambil ponsel ibunya itu.


"halo, Daddy,I Miss you so much" ucap Emily yang kini sedang berdiri di samping, ibunya yang sedang duduk di saung tersebut.


"halo Hanny Miss you to, kamu sedang berlibur dengan mommy, apa itu benar hmm,, iya Daddy lihat saja ini namanya saung dan ini namanya sawah ada nasi yang sering Emily makan Daddy,di sini di tanam oleh aki,,," Emily.. berceloteh tentang banyak hal yang di temui nya di sana, sementara Maxim tersenyum bahagia, Maxim tau dia menitipkan Emily pada keluarga yang tepat.


"Emily,,,tolong kasih ponsel nya sama mommy Daddy, ingin bicara" ucap Maxim.


"baik lah Daddy" ucap Emily yang memang sudah puas berceloteh dengan Daddy nya.


"Halo,max..ada apa hmm?" tanya Sania.


"Aku, mungkin akan lama tidak menjenguk Emily,ku harap kau bisa paham aku haru pergi kenegara bagian, untuk langsung memantau lokasi pengeboran minyak di sana, kira-kira dua bulan, lagi baru aku kembali,di karena kan baru memulai nya" ucap Maxim, menjelaskan.


"tidak apa-apa, jangan jadikan itu sebagai beban anak kita baik-baik saja ko jadi dia akan selalu bersama dengan ku, tidak sehari pun aku tinggal, karena aku sangat bahagia setiap saat bersama dengan nya, kamu tenang aja lebih baik kamu, hati-hati dalam bekerja kami semua menunggu mu kembali kemari" ucap Sania.


"thanks, Hanny kamu memang yang terbaik" ucap Maxim memuji.


telpon pun terputus.


"sayang, kamu sedang mengerjakan apa kelihatan nya serius banget sih" tanya Sania pada Adryan.


"aku sedang, menyelesaikan pekerjaan ku saja yank.. tidak seserius itu ko hanya sedang melihat,saham, yang ada di Hongkong"jawab Adryan.


"Daddy, jangan terlalu lelah bekerja, kamu harus jaga kesehatan, berhenti lah bekerja saat kita sedang berlibur seperti ini" ucap Sania mendekat dan mengecup pipi suaminya itu.


"sayang, jangan menggoda ku,ini di saung, aku tidak mau lepas kendali, lagian ada anak-anak juga" ucap Adryan.


"owh ya ampun, aku tidak sedang menggoda mu Hanny, ayo simpan laptop nya, kita bantu ayah bakar ikan" ajak Sania.


"udah ada mang Ujang, ngapain repot-repot sudah tidur lah di sini biar kakak mu yang dua itu yang membantu Ayah aku ingin bersama mu dan ketiga putri kita" ucap Adryan,sambil membawa Sania dalam dekapan nya.


sementara ketiga putri nya itu sibuk bermain boneka, bersama-sama padahal Sandra dan sandrina sudah sembilan tahun usia nya saat ini, tapi mereka seperti anak usia lima tahun jika sedang bersama dengan Emily,adik nya itu.


setelah ikan bakar dan nasi liwet nya selesai kini mereka membawa semua makanan tersebut ke saung yang sengaja di bangun sangat luas itu, dan ada satu hal yang menambah rasa nikmat mereka saat ini berkumpul Siti Yena dan Ari kini juga sandi Danang dan Andara semua berkumpul makan bersama menggunakan alas daun pisang, yang sudah tersusun rapi dan bersih,ini adalah hal yang tidak pernah di lakukan oleh Adryan, tapi dia sangat menikmati nya.

__ADS_1


mereka makan dengan lahap nya berbeda dengan Danang yang sedari tadi sibuk menyuapi kelima cucunya itu yang selalu menunggu giliran untuk di suapin.


sungguh keluarga yang berbahagia,di atas segala kemewahan yang mereka punya, mereka memilih hidup dalam kesederhanaan, dan ada satu hal yang membuat hati Adryan bangga terhadap kedua mertua nya, yaitu rasa sayang yang begitu besar, yang mereka miliki bahkan tidak pernah pandang bulu, terhadap siapa pun.


semua begitu menikmati makan ikan bakar dengan berbagai lalapan dan satu ciri khas lagi sambal super pedas yang kini di hadapan Adryan.


"Hanny, bibir ku ke pedesaan cium aku " ucap. Adryan manja.


"hmm,, baik lah muachh" Sania tidak mau kejadian dulu terulang lagi, Adryan marah gara-gara, Sania tidak mau mencium bibir Adryan saat dia ke pedesaan.


Danang langsung tertawa melihat tingkah anak dan menantunya itu, saat ini bahkan ada banyak orang di saung tersebut.


"sayang, kamu jangan makan sambal lagi kalau tidak kuat, nanti perut mu bisa sakit" kata Sania.


setelah selesai makan, dan momen itu semua di abadikan oleh mang Ujang, sebagai tukang foto, mereka pun pergi menuju rumah, mereka masing-masing, kecuali Adryan dan Sania yang masih tinggal di rumah besar tersebut, karena memang Sania di larang buat rumah toh kalo kedua orang tua nya sudah tidak ada pun rumah itu masih milik Sania warisan dari eyang nya.


"Sania, datang lah ke butik aku ada yang mau di tunjukkan" ucap Yena.


"hmmm,,, baiklah-baik, nanti sore mungkin aku kesana"ucap Sania, sebelum menaiki mobil bersama kelima ke enam orang yang sangat di cintai nya.


tidak sampai sepuluh menit mereka sudah sampai di rumah, mereka, semua orang pergi membersihkan diri termasuk Danang yang kini tengah membantu Andara memandikan ketiga cucunya itu.


"kalian sudah selesai mandi sekarang ikut aki, untuk memakai baju" ucap Andara.


"baik Nini" ucap mereka kompak.


semua kebahagiaan, yang Sania rasakan saat ini, tidak luput dari kedua orang tua nya, semua berkat do'a dan juga kerja keras mereka, berdua.


kiini tiba lah Adryan harus kembali lebih awal ke Jakarta.


sore hari setelah Adryan berangkat di kawal beberapa bodyguard nya dengan dua mobil seperti biasa nya, Sania pun memenuhi janjinya, terhadap Yena untuk menemui nya di butik, saat itu sandi masih berada di restoran, jadi di butik hanya ada Sania dan Yena.


"Yena butik mu lumayan kumplit juga, kamu juga buat gaun pengantin, wow,, selamat kau memang berbakat" puji Sania.


"Sania, kamu bisa aja ya tapi Alhamdulillah usaha ku selama hampir dua tahun ini lancar bahkan aku, sangat sibuk dengan beberapa pesanan untung Siti mau membantu aku sekali-kali di sini" ucap Yena.


"kenapa tidak merekrut karyawan yang banyak sih,,kan kamu juga bisa gajih mereka sekaligus buka lowongan kerja bagi pengangguran di kampung sini" ucap Sania.


"itu dia Sania, aku masih butuh banyak modal untuk, membesarkan usaha ku ini sementara kakak ku Joe,sibuk mencari keberadaan mu, saat itu dan sampai sekarang,ini dia berada di Amerika, karena dia menemukan petunjuk, keberadaan mu, mungkin tadi malam baru kembali ke Australia, karena sudah tau kamu kembali dengan selamat" ucapan Yena membuat jantung Sania berdebar kencang, Sania pun berusaha untuk menenangkan diri nya saat ini.


"kau bilang Joe, mencari ku, kenapa dia tidak menyerah juga sih,,, aku sudah punya suami dan anak-anak ku" ucap Sania.


"hmm,,, andaikan saja, Sania cinta bisa di atur kapan ia akan berlabuh dan kepada siapa dia harus di berikan, mungkin kakak ku tidak akan semenderita saat kau di nyatakan hilang dalam kecelakaan mobil yang kamu alami, Joe seperti kehilangan arah dia bahkan tidak memperdulikan diri nya sendiri diam-diam dia mencari keberadaan mu dia mengerahkan orang-orang kepercayaan nya, dan Joe sangat yakin kalian masih hidup, makanya entah dari mana dia tau kau di bawa ke Amerika saat itu, dia bahkan membuka cabang perusahaan baru di sana agar sekalian bisa mencari informasi tentang mu" ucap Yena yang kini bicara panjang lebar.


"aku tidak tau itu Yena tapi aku bingung harus bagaimana, menghadapi nya, Yena di satu sisi aku tidak bisa menerima cintanya tapi di sisi lain aku juga tidak tega untuk hal itu, cinta nya begitu besar untuk ku" ucap Sania lirih.


"ah sudah lah, jangan jadikan itu sebagai beban, semua orang tahu kalau cinta tak harus memiliki, setidaknya perlakuan dia dengan baik saat nanti kalian bertemu,itu sudah membuat nya bahagia" ucap Yena.


"aku tidak pernah memperlakukan dia buruk hanya saja aku tidak mau memberikan harapan palsu pada nya saat ini,dan sampai kapan pun" ucap Sania.


"tak terasa hari sudah mau Magrib aku pulang dulu dan sorry ya besok kita sambung lagi ngobrol nya" ucap Sania Sambil beranjak dari duduknya, saat Sania akan keluar Yena memberikan sebuah kotak,kecil persegi panjang di balut pita .


"Sania, ambilah ini, hanya di titipkan kepada ku setahun sebelumnya" ucap Yena sambil memberikan kotak tersebut ke tangan nya.


"baik lah terimakasih, aku pergi dulu ucap Sania sambil menuju ke dalam mobilnya dan tidak lama iya tancap gas.

__ADS_1


sesampainya di, rumah, Sania langsung bergegas pergi menuju kamar nya membawa kotak yang tadi di bawahnya, dari Yena kebetulan suasana rumah nya sedang sepi saat ini, dia pun langsung masuk kamar sesampainya di kamar dia duduk di sofa, dan melepaskan pita tersebut di buka nya kotak tersebut Sania kaget isinya kalung berlian yang sangat, cantik kalung itu berliontin kan huruf s yang artinya Sania.


Sania juga membaca surat Yang ada di dalam kotak tersebut.


"Hay... Hanny selamat ulang tahun, aku sangat mencintaimu,maaf kado nya biasa saja tapi aku harap kamu bisa memakai nya, walau kau tidak pernah membalas cinta ku setidaknya jangan pernah membenci aku dan semua yang aku berikan kepada mu, aku bahagia bisa mencintai mu saat ini walau tidak pernah terbalaskan, dan aku berjanji pada mu akan selalu menjaga mu sampai kapan pun, oya Hanny, andai kamu tahu rasa cinta ini begitu besar untuk mu,mungkin kau akan merasa tidak nyaman tapi ingat lah Hanny hanya melihat senyum mu saja sudah merasa bahagia apa lagi bisa memiliki pemilik senyum Tersebut dan dia selalu tersenyum untuk ku, mungkin aku akan lebih bahagia, tapi aku sadar semua itu tidak akan mungkin, hanya satu permintaan ku Hanny, tetap lah bahagia, dan jangan lupa tersenyum untuk ku jika kita bertemu itu sudah lebih dari cukup,,,ingat Joe yang selalu mencintaimu" ucap Joe dalam surat nya.


ada rasa sakit yang Sania rasakan saat ini ia tau rasanya cinta tak terbalas kan, tapi dia harus sadar, semua itu tidak mungkin Sania tidak akan mungkin membuat Joe kecewa juga tidak mungkin meninggalkan Adryan orang yang dia cintai selama ini, Sania hanya berharap, Joe segera move on dari nya.


kalung itu adalah kado dari Joe maka Sania memakai nya bukan berarti dia membalas cinta Joe.


Sania tersenyum ternyata kalung itu sangat indah saat di kenakan oleh nya Sania sangat suka,ia pun langsung tertidur karena rasa lelah nya, hingga pagi menjelang Adryan, menelpon dirinya sebelum pergi ke kantor saat ini.


"📱hallo, sayang kamu sedang apa hmm?"


""📱 aku baru saja bangun tidur Hanny, kamu sedang apa hmm,,, baru satu malam aku sudah merindukan mu"


"📱aku sedang sarapan sayang sebetar lagi, aku mau berangkat ke kantor sayang ku"


"📱hmm,,,gitu ya kapan kemari lagi,aku belum mau pulang tapi aku juga sangat rindu kamu"


"📱hmm,, istri ku yang cantik ini, seperti nya sedang ngidam ya, manja nya,,, tapi aku suka,I love you so much Hanny.. muachh, aku berangkat dulu ya sayang, baik-baik di sana ya ingat jangan cape-cape"


"📱Love you to Hanny, muachh, kerja nya jangan sampai larut ingat jaga kesehatan mu Hanny jangan sampai sakit"


telpon pun berakhir Sania langsung bangun dan mandi setelah itu Sania langsung turun untuk melihat ketiga putri nya itu.


sesampainya di bawah Sania kaget' ia melihat seorang laki-laki yang lama tidak berjumpa dengan nya,ya dia adalah Joe, yang langsung pergi ke kampus dari Australia setelah Yena memberitahu kan pada nya satu hari sebelum nya, kebetulan suasana rumah sepi karena Danang dan semua nya sudah pergi ke sawah untuk panen raya.


"Joe,,, kamu di sini"ucap Sania mematung.


"Hay,,, Hanny apa kabarmu"Joe langsung memeluk dan mencium bibir Sania iya berurai air mata, mungkin karena bahagia bisa melihat wanita yang sangat di cintai nya masih hidup.


"Joe jangan lakukan itu tidak baik kita" ucapan Sania terpotong saat Joe membungkam bibir Sania dengan bibir nya secara tidak sadar Sania membalas nya, begitu lembut sampai dia sadar lalu mendorong dada bidang Joe hingga mundur satu langkah.


"Joe,, ini keterlaluan ini benar-benar salah Joe " ucap Sania sambil menangis mengusap bibirnya, dia merasa sangat bersalah.


"tidak salah Hanny anggap saja itu ucap selamat datang, aku tidak akan mengganggu rumah tangga mu sampai kapan pun kamu akan tetap bersama dengan nya, tapi izin kan aku hanya sekedar memeluk mu, aku sangat merindukan mu" ucap Joe yang terlihat begitu tampan saat ini.


"hanya, pelukan tidak lebih" ucap Sania.


"baik lah" Joe langsung memeluk Sania sangat erat.


"Hanny,,, aku sangat mencintaimu, tapi aku tau cinta ku takkan pernah terbalaskan"ucap Joe yang menatap sendu pada wajah Sania.


"maaf Joe, kamu tau sendiri alasan nya" ucap Sania.


"ya aku tahu Hanny, asal kau masih bisa tersenyum untuk ku itu sudah cukup" ucap Joe yang kini duduk di sofa.


"aku mau sarapan apa kau sudah sarapan?" tanya Sania.


"baik lah aku akan menemani mu sarapan, sayang" ucap Joe.


"Joe, jangan biasakan kata-kata itu, tidak baik panggil saja nama ku" pinta Sania.


"hanya ada kita saja aku memanggil mu begitu jadi tidak perlu khawatir" ucap Joe.

__ADS_1


Sania mengangguk tapi bukan berarti dia membalas perasaan Joe hanya saja dia menjaga perasaan Joe agar tidak terluka.


__ADS_2