
Adryan, sudah sampai di Hongkong, saat ini dia langsung bergegas menuju mansion, milik nya, yang, selama dua Minggu ini ditempati oleh Sandrina dan juga cucu nya itu.
sesampainya di sana, Adryan, tidak melihat siapapun, mungkin karena week end, Sandrina, membawa cucunya pergi berjalan-jalan, walaupun kenyataannya nya, tanpa bekerja pun, dia tidak akan pernah kekurangan uang, hingga saat ini, Adryan, selalu mengisi kartu milik anak nya semua biarpun mereka sudah memiliki bagian nya masing-masing maklum kehidupan nya lebih dari Sultan.
sementara sambil menunggu keduanya pulang dia menghubungi istri tercinta nya itu.
"Hay, honey, apa kabar nya kamu hari ini, apa semua baik-baik saja"ujar Adryan.
"Daddy, nelpon apa interogasi sih nanya nya cepat amat"ujar Sania.
"heummm, maklum sayang aku sangat merindukan mu, rasanya nyesel gak bawa kamu kemari"ujar Adryan lagi.
"Daddy, memang nya mau tinggal berapa lama paling juga satu Minggu, jangan lebay deh, pantas saja Gibran, seperti ini ternyata aku baru sadar kalau semua itu turun dari Daddy,nya "ujar Sania.
sementara yang dibicarakan, saat ini, dia tengah duduk di sofa bareng pujaan hati nya yang kini saling menyuapi buah ya, Gibran terlalu posesif terhadap Michael dia bahkan tidak pernah perduli dengan wanita lain,selain Michael, dan mommy nya juga kakak nya.
Gibran, selalu mengikuti kemana pun Michael , pergi, selain pergi ke kamar mandi.
Sania, dan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala, begitu juga Michael, dia kadang kala sampai menangis,saking jengah menghadapi sikap Gibran yang terlalu posesif.
Gibran, saat ini sudah lulus S1, dan lanjut S2 nya,tapi dia tetap ingin satu kampus dengan Michael, bahkan duduk saja harus berdekatan, itulah kenapa Adryan, harus mengurus berbagai keinginan Gibran.
sementara itu di Hongkong, Sandrina, saat ini baru kembali dari jalan-jalan bersama putranya itu, Adryan, langsung memeluk kedua nya bergantian, namun yang paling membuat Adryan, saat ini adalah, melihat tubuh putri nya yang semakin kurus.
Sandrina, menangis di pelukan Daddy, nya setelah beberapa detik ia mencoba menahan kesedihannya saat ini dan akhirnya tangis nya pecah.
"Sayang, kamu masih punya Daddy, tapi kenapa tidak kembali ke rumah"ujar Adryan.
"Aku tidak ingin membuat Daddy,sedih"ujar Sandrina.
"Daddy, lebih sedih melihat mu seperti ini, kamu pergi membawa luka, dan anak mu sendiri benar-benar sendirian, apa Daddy, sudah tidak berguna lagi heeuh, kenapa selama ini kamu tidak pernah bilang sama Daddy??"ujar Adryan.
Adryan, langsung beralih melihat cucunya itu dia langsung memeluk dan mencium seluruh wajah Rayendra, saat itu juga, bahkan dia tidak ingin melepaskan nya dia begitu pedih mendengar anak seusianya, terus menerus membicarakan Daddy, nya di saat rumah tangga anak nya itu,di ambang kehancuran.
"sayang boleh Daddy, bertanya"ujar Adryan.
"Tanyakan, Daddy"ujar Sandrina.
"Apa semua sudah final"ujar Adryan.
"Aku tidak tau Daddy, apa??... aku, sanggup setiap kali dia menanyakan tentang Daddy, nya seperti saat ini, hanya kebohongan yang selalu jadi jalan keluar, sebagai jawaban nya"ujar Sandrina.
"Biarkan dia tinggal bersama dengan Daddy, kamu bisa jalani hidup mu kembali dengan lebih baik lagi, saat ini , lupakan dia jika kamu benar-benar sudah siap, sayang"ujar Adryan.
"Tidak Daddy, dia hanya akan tinggal bersama dengan ku, hanya dia obat luka , walaupun terkadang dia mengingatkan aku pada nya"ujar Sandrina.
"Baiklah, tapi Daddy, mohon, hidup lah dengan baik lupakan dia, mulai lah hidup baru dan ingat Daddy, selalu ada untuk mu"ujar Adryan, Sandrina hanya bisa mengangguk.
"istirahat lah Daddy, juga mau istirahat, nanti kita bicara lagi"ujar Adryan.
di Indonesia, Riyan, saat ini tengah mabuk berat, dia bahkan tidak sadar kalau wanita yang saat ini bersama nya, adalah mantan kekasih nya itu, hingga mereka melakukan hubungan terlarang itu saat ini bahkan bukan cuma satu kali tapi berkali-kali, Riyan, menabur benih nya di sana.
sementara wanita itu tersenyum puas, setelah itu dia bahkan tidur dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Riyan.
Adryan, yang mengetahui hal itu, dari beberapa anak buah nya, dia sangat geram, bahkan tidak perlu Sandrina, yang meminta cerai, tapi dia sendiri yang akan memisahkan mereka, Adryan, meminta pengacara nya itu untuk mengurus perceraian putri nya itu.
__ADS_1
siapa yang tidak akan terluka, jika melihat anak menantu nya itu, tengah berkhianat bahkan terpangpang nyata.
Adryan, menyimpan bukti tersebut, dia tidak ingin putri nya itu,tau tentang bukti tersebut cukup lah dia yang tau.
Adryan, kembali ke Indonesia, dia bahkan tidak memberitahu Riyan, tentang kedatangan nya saat ini, Adryan, langsung datang ke rumah Riyan, yang kini tengah duduk termenung di sofa, bagaimana tidak dia sedang di tuntut untuk bertanggung jawab, saat ini.
Adryan, tanpa bicara terlebih dahulu dia langsung menghajar Riyan, hingga hampir tewas, setelah itu dia langsung di larikan ke rumah sakit, Riyan, hanya pasrah bagaimana pun, semua adalah salah nya.
"Sayang, maafkan aku"lirih nya, disaat dirinya juga terluka luka fisik, yang kini tengah di alami nya.
"Nak, mommy, tidak tahu harus bagaimana lagi, sudah mommy, bilang jangan pernah berhubungan lagi dengan wanita ****** itu kamu sih tidak bisa di kasih tau begini kan jadinya, bahkan saat ini menantu kesayangan mommy, dan cucu mommy, pergi entah kemana, kenapa sih kamu tidak bisa menahan nya "ujar Riyana, menyalahkan putra semata wayangnya itu.
"mom... aku sangat merindukan nya, aku mencintai nya, tapi dia selalu meminta ku untuk kembali pada nya"ujar Riyan.
"Dia meragukan cinta ku momm"ujar Riyan lagi.
"sudah sekarang sebaiknya kamu istirahat, setelah pulih minta ampun pada mertua mu, dan apapun keputusan nya, nanti kamu harus terima, karena semua itu hasil dari perbuatan mu"ujar Riyana lagi.
Riyana, adalah wanita yang sangat baik, dia adalah ibu yang bijak, dia bukan orang yang kolot, hanya saja dia membenci wanita itu karena mantan tunangan Riyan, adalah wanita penggoda, dan Riyana,tau semua nya, semua rahasia dari nya.
Riyana, juga menerima keputusan Adryan, apa pun itu, dia tau putra nya salah bahkan dia sendiri juga, sangat kesal, karena melakukan putra nya itu.
sementara itu di rumah sakit yang sama tempat Riyan, dirawat Sandra tengah berjuang melahirkan putri nya, yang selama sembilan bulan ini di tunggu-tunggu oleh semua nya.
Sandra, dan Steven, saat ini tengah di dalam ruang persalinan, bahkan Steven, lihat sendiri proses kelahiran putri nya itu, Steven, bahkan dia sangat merasa sakit hati melihat Sandra bertaruh nyawa, untuk melahirkan buah cinta mereka, dan Steven, begitu sedih, saat mengingat cinta Sandra yang setia mendampingi nya, saat wanita itu diduakan oleh nya saat itu.
"Sayang maafkan aku, maaf kan aku selalu menyakiti mu, aku janji mulai saat ini aku akan berusaha lebih baik lagi"ujar Steven, yang mencium puncak kepala istrinya itu berkali-kali.
"Steven, anak kita cantik"ujar Sandra.
"Baiklah Daddy, sayang"ujar Sandra.
"Anak kita cantik karena mommy nya juga cantik"ujar Steven.
Sandrina, melakukan panggilan Vidio saat ini dia mau mengucap selamat untuk kakak nya itu, saat ini, tapi seketika Sandra,sadar adiknya saat ini tidak sedang di negara nya, tapi Mension,itu Sandra,kenal itu di Hongkong.
"Kak, Sandra selamat ya, atas kelahiran keponakan ku yang cantik ini, andaikan saja dekat, aku sudah menculik nya"ujar Sandrina.
"Sandrina, pulang , kakak, tidak ingin tau pokonya kembali sekarang juga"ujar Sandra, yang saat ini bisa membaca mimik wajah adiknya yang tengah terluka, dan jika Sandrina, akan pergi ke luar hanya untuk berlibur, Sandrina, selalu bilang, atau selalu mengajak nya.
🌹💖💖💖🌹
Putri, Sandra, yang kini telah di beri nama Sasa Stevani Anderson.
dia benar-benar bak ratu sejagad, saat ini di kelilingi kasih sayang dari seluruh keluarga besar mereka, saat ini bahkan ibu Steven, hadir saat ini, setelah mereka berdamai bukan hanya itu, Steven, juga memperkenalkan putra pertama nya, pada keluarga besar Adryan, beruntung Sania, adalah seorang penyayang, dia menerima semua nya.
sementara itu Gilang dan Riko, berkali-kali, ditarik oleh Adryan, saat ini karena mereka ingin mencium pipi Sasa, yang sangat menggemaskan bagaimana tidak bayi putih montok itu dia berambut hitam legam dan bibir merah Semerah darah,bak dongeng putri salju yang selalu di dengar oleh anak-anak kecil .
Riko, dan Gilang saat ini merajuk bahkan mereka tidak ingin di ajak ngobrol, namun. sesaat kemudian Sandra,bicara dan mengizinkan untuk mencium putri nya itu dengan catatan dari jauh, tapi akhirnya mereka kembali merajuk, semua orang yang melihat kejadian itu mereka tertawa lepas, berbeda dengan Adryan, yang saat ini merasa sedih dari keluarga nya, putri kedua nya tidak ada di sana .
semua nya berkumpul di kediaman Anderson, saat ini mereka merayakan kelahiran Sasa, saat ini.
sementara itu di Hongkong, Sandrina, hanya bisa berdoa, sambil mengelus-elus puncak kepala putra nya itu, saat ini, dia berharap putra nya bisa segera mengerti, dengan perpisahan kedua orang tua nya saat ini, Sandrina, sangat sedih ketika Rayendra, bertanya dimana Daddy, nya kenapa Riyan, tidak pernah ada di sisi mereka.
Sandrina, hanya bisa berusaha untuk tetap tegar dan tersenyum dia harus bisa menjelaskan bahwa saat ini Riyan, sedang bekerja di luar negeri dan akan lama, Sandrina, sangat merasa bersalah jika dia harus terus membohongi putra nya itu.
__ADS_1
"Rayendra, mommy minta maaf jika mommy selalu membohongi mu, mommy, tidak tau harus berkata apa, saat ini, mommy tidak ingin kamu membenci Daddy,mu cukup mommy, yang merasakan rasa sakit ini, mommy, tidak ingin kamu tau tentang semua yang terjadi saat ini"gumam Sandrina, lirih.
Sandrina, mengecup puncak kepala putra nya, itu yang kini tengah terlelap dalam mimpi indah nya, Sandrina pun mencoba untuk memejamkan mata nya sambil memeluk tubuh mungil putra nya itu.
akhirnya Sandrina, memejamkan mata nya saat ini hingga pagi hari.
sementara itu di pagi hari Riyan, yang kini sudah kembali pulang ke rumah nya, dia hanya mengurung diri di kamar nya, bahkan Riyan, sulit untuk di temui, dia menghabiskan waktu nya, dengan cara melamun sendiri bahkan tidak sedikit pun dia menyentuh makanan yang di kirim pelayan nya.
"Sayang, aku mohon maaf kan aku, jangan hukum aku, seperti ini aku ingin kamu, hanya kamu sayang bukan dia, aku akui, aku salah benar-benar salah karena telah menghadirkan kisah masalalu di tengah pernikahan kita, aku baru sadar setelah, kamu rela mengandung buah hati kita saat itu, aku baru bisa menyadari bahwa aku butuh kamu bukan dia, dan saat ini aku sangat merindukan mu aku jatuh cinta pada mu"ujar Riyan, lirih.
Riyana, hanya bisa menatap pintu kamar putra nya itu saat ini, dia bahkan tidak bisa menolong putra nya itu, saat ini dia bahkan tidak mungkin memohon kepada Adryan, untuk membatalkan perceraian putra mereka yang saat ini hampir selesai, tanpa sepengetahuan Riyan.
"semoga, kamu bisa kuat nak, mommy tidak bisa membantu mu, saat ini semoga kamu tidak melakukan kebodohan saat tau semua telah usai"ujar Riyana.
lain Riyan,lain juga Gibran, yang tiba-tiba mengamuk parah, hingga semua orang heran melihat nya saat ini.
"Gibran, aku tidak melakukan apa-apa dengan nya, aku hanya mengerjakan tugas kelompok ku, apa aku salah jika aku melakukan hal itu"ujar Michael, tapi Gibran, tidak perduli dengan kata-kata wanita cantik itu, dia melempar semua nya saat ini di dalam kamar nya, semua hancur berantakan.
"stop Gibran, aku tidak tau lagi harus berkata apa, sikap mu ini sungguh keterlaluan, aku seperti wanita ****** saat ini, sebaiknya aku pergi saja jika kamu tidak pernah menghargai ku "ujar Michael, sambil menangis dan pergi, saat semua orang tidak ada yang berani membela nya, karena percuma saja, jika ada orang yang berani membela nya, saat ini bisa-bisa Gibran, akan semakin menggila.
Michael, pergi berlari keluar bukan menuju kamar nya, selama ini,tapi dia kembali ke rumah para pelayan itu saat ini, Michael, sangat terluka, dengan sikap Gibran, yang sama sekali tidak menghargai nya,di depan seluruh keluarga nya.
Gilang yang melihat itu, hanya bisa menarik nafas, karena tidak ada siapapun yang berani menolak atau membuat Gibran , marah karena Gibran, memiliki darah mafia , yang mengalir di tubuh nya, saat ini bahkan pria yang tadi menggoda Michael, sudah tewas saat itu juga,di tangan Gibran, hingga Adryan, harus meminta bantuan Gavin, putra pertama nya untuk membereskan semua nya.
di sini lah Michael, saat ini dia tengah melamun di balkon kamar ibunya itu, sambil menatap sunset, saat ini dia tengah berpikir untuk pergi jauh dari tempat itu.
perlahan, Michael, turun dari kursi kayu tersebut, dia mengambil tasnya saat itu juga, dia mengambil beberapa,baju nya yang sempat ia simpan di kamar nya, dan ijazah nya, saat ini surat-surat penting milik nya, dia berencana pergi saat itu juga, tidak perduli jika harus berjalan jauh, untuk keluar dari pulau tersebut.
Michael, membawa koper kecil nya, dan ransel milik nya, dia berlalu begitu saja, setelah bicara pada ibunya untuk kembali ke kampung halaman nya, saat ini ibu Michael, hanya bisa pasrah dia memberikan sedikit uang untuk Michael, yang bahkan tidak membawa kartu yang Gibran berikan kepada nya sedari dulu.
Michael, sudah berjalan jauh, hingga sampai gerbang masuk pulau itu dia hendak membuka gerbang itu, tapi sebuah tangan menghentikan langkahnya, saat ini, dia adalah Gibran, yang beberapa menit lalu mencari nya di kediaman pelayan, tapi tidak mendapati nya, Gibran, langsung menghidupkan mobil sport nya itu, untuk mengejar Michael, yang ia tau Michael, hendak pergi.
"lepas Gibran, kamu mau apa lagi, aku harus pergi"ujar Michael.
"pergi, siapa yang mengizinkan mu pergi, katakan pada ku"ujar Gibran.
"Aku, Gibran, aku sudah tidak punya hak untuk tinggal di sini, aku bukan siapa-siapa di sini, bahkan aku sudah tidak berharga lagi di mata mu, aku bahkan mungkin aku tidak pernah berharga di mata mu"ujar, Michael, yang kini membuang pandangannya ke arah lain, dia tidak ingin Gibran, melihat Air mata nya saat ini.
saat, Michael, hendak melepaskan genggaman tangan Gibran, Gibran, menarik nya kedalam dekapannya saat ini Gibran, bahkan dia mencium bibir Michael, dengan rakusnya saat ini.
Michael, bahkan hanya bisa pasrah, Gibran, adalah pria tampan yang memiliki sikap tegas dan dingin, saat ini dia bahkan tidak pernah bisa di ajak bercanda oleh orang luar, bahkan dengan keluarga nya pun, hanya seperlunya saja.
"Michael, sampai dunia ini kiamat pun, aku tak akan pernah membiarkan mu, pergi ninggalin aku, apa kamu paham itu??"ujar Gibran.
"Tapi, Gibran aku sudah tidak bisa lagi untuk tinggal di dekat mu, jika pun aku masih harus tinggal di sini, aku hanya akan tinggal di rumah belakang, tidak lagi tinggal bersama mu, dan aku akan bekerja seperti seharusnya anak pelayan"ujar Michael.
"Tidak, aku tidak izinkan itu, aku tidak akan membiarkan mu menjadi pelayan di sini ini adalah rumah mu juga, kamu bukan anak pelayan, kamu hanya anak"ucapan Gibran, terhenti, Gibran tidak ingin menyakiti Michael, dengan mengungkit masa lalu Michael.
"bekerja sebagai pelayan atau aku tetap akan pergi, aku tidak perduli, bagaimana cerita masalalu ku, yang pasti saat ini aku hanya anak pelayan, dan aku sudah seharusnya membayar kebaikan nyonya Sania"ucap Michael.
"mommy, Michael, dan kamu adalah calon istri ku, itu fakta tidak bisa di ganggu gugat ingat itu Michael"ujar Gibran tegas.
"Anda, bukan calon suami saya, tuan anda adalah majikan sa"ucapan Michael, lagi-lagi terhenti.
"jangan pernah bicara itu lagi, Michael dengarkan aku kita akan segera menikah"ujar Gibran, yang di tanggapi gelengan kepala oleh Michael, Gibran , hanya bisa di lawan oleh Michael,bagi Gibran, Michael adalah kelemahan nya.
__ADS_1
"Baiklah jika untuk itu pun aku tak mendapat hak aku akan tetap pergi"ujar Michael, yang melepaskan diri dari Gibran.