Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kebersamaan yang sangat singkat


__ADS_3

dua hari berlalu kini mereka sudah kembali dari rumah sakit, dan Emily, pun memutuskan untuk beristirahat di rumah untuk sementara waktu, saat ini Gavin, selalu setia menemani nya dan tidak pernah jauh dari Emily selain mandi dan berganti pakaian.


"sayang kamu mau makan apa hari ini biar aku buatkan"ucap Gavin, lembut.


"apa saja yang penting aku bisa merasakan masakan kamu kak!!"seru Emily yang kini tengah berada di walk in closed.


"baiklah Hanny tunggu di sini setelah selesai aku akan langsung membawakan nya kemari aku pastikan kamu akan menghabiskan nya.


"iya sudah sana"ucap Emily lagi.


kira-kira satu jam Gavin pun selesai memasak dengan beberapa hidangan terlezat yang spesial ia buatkan untuk Emily.


Gavin, pun langsung bergegas menuju kamar Emily saat itu juga dan membawa serta masakan yang di buat nya saat itu.


"Hanny, semua sudah siap ayo kita makan"ucap Gavin.


"heumm... kelihatan nya sangat lezat"ucap Emily sambil mendekat ke arah balkon Gavin sedang sibuk menata makanan yang di bawakan oleh nya.


"kakak... kapan kakak, belajar memasak seperti nya wanita yang akan menjadi istri kakak, akan sangat bahagia, memiliki suami yang jago masak"ucap Emily sambil tersenyum.


"apa?? maksud mu Emily"ucap Gavin yang kini tiba-tiba menatap tajam kearah nya.


"apa aku salah bicara?"ucap nya sambil menunduk, rasanya terlalu menyakitkan di tatap tajam oleh orang yang sangat di cintai nya.


"Emily, aku tidak suka kamu bicara seperti itu aku hanya akan menikah dengan mu"ucap Gavin yang kini melempar garpu begitu keras keatas meja tersebut.


"hiks hiks hiks, aku minta maaf"ucap Emily sambil menunduk dan meneteskan air mata Emily benar-benar sakit hati dengan sikap Gavin, saat ini.


"sudah lah lupakan saja, makan lah aku akan pergi dulu"ucap Gavin sambil membalikkan tubuhnya dan pergi melangkah Emily semakin terisak, saat ini.


"aku, tidak mau berharap banyak jika memang kamu tidak di takdir kan untuk ku"ucap Emily, lirih.


Gavin tidak menghiraukan itu dia sangat merasa marah dengan sikap Emily yang pesimis.


"aku tidak ingin melihat mu seperti itu"ucap Gavin yang kini berada di lantai bawah dia bahkan menangis sambil menundukkan kepalanya di meja makan.


sementara Emily tidak sedikit pun menyentuh makanan nya, dia langsung bergegas menuju kamar mandi, dia menangis sesenggukan di sana, keduanya begitu terluka saat ini.


tiba-tiba,ada serombongan para bodyguard di pimpin oleh Adryan datang ke hadapan Gavin saat ini Adryan duduk di sofa memandang putra nya lekat.


"ada apa Daddy datang kemari??"ucap Gavin,sambil berdiri.


"pulang sekarang, juga atau Daddy akan memutuskan hubungan dengan, Emily"ancaman Adryan tidak main-main, saat itu Emily baru saja menuruni anak tangga menuju kelantai bawah.


"Daddy,,,,,"ucap Emily yang kini bercucuran air mata.


"Emily,mana janjimu??"ucap Adryan sambil menatap kearah Emily, sebenarnya Adryan tidak tega melihat putri nya saat ini tapi dia harus melakukan itu.


"Daddy, aku sudah berusaha untuk itu, tapi jika Daddy masih tidak puas juga Emily pasrahkan sama Daddy, saja silahkan putus kan hubungan di antara kita anggap saja Emily tidak pernah hadir di kehidupan kalian, Emily hanya punya Daddy max, sampai kapan pun, karena hanya dia yang selalu menyayangi ku di keadaan apapun"ucap Emily yang langsung berlari pergi menuju kamar nya dia langsung mengunci pintu, tangis nya pecah saat ini Gavin yang hendak menyusul langsung di bekap menggunakan kain yang sudah di beri obat bius.


saat itu Maxim baru kembali dari kantor nya saat ini dia begitu terkejut kala mendengar putri nya menangis sesenggukan hingga saat ini, Maxim langsung bergegas mengetuk pintu kamar Emily saat itu juga.


"Hanny buka pintu nya ini Daddy kamu sedang apa kenapa kamu menangis heuhh,ayo buka"ucap Maxim.

__ADS_1


pintu pun terbuka dan saat itu juga Emily langsung menghambur ke pelukan Daddy nya itu, saat ini.


"sayang ada apa kenapa kamu menangis seperti ini, dimana Gavin?"tanya Maxim.


"Daddy, mulai saat ini kita sudah tidak punya hubungan apa pun, dengan mereka semua,tuan Adryan, sendiri sudah memutuskan hubungan di antara kita Daddy, kita harus bisa menerima semua itu"ucap Emily.


"tidak usah khawatir sayang tanpa mereka pun kita bisa bahagia"ucap Maxim.


"Daddy, aku ingin tinggal di Kanada saja,ayo kita pindah"ucap Emily.


"tidak di sana sayang kita akan pergi ke London saja kita menetap di sana sampai kamu selesai kuliah atau selamanya pun Daddy tidak masalah asal kamu bahagia, kita akan hidup bahagia di sana"ucap Maxim.


satu Minggu berlalu, kini Gavin tengah di persiapkan untuk bertunangan dengan putra dari rekan bisnis Adryan, Sania sebenarnya tidak tega tapi semua itu mereka lakukan demi kebaikan.


sementara itu,kini Emily sudah mulai masuk kuliah di kampus paling bergengsi di sana, saat ini Emily bukan lagi gadis yang kesepian mulai saat ini dia bahkan sudah memiliki begitu banyak teman, hari-hari nya di habiskan dengan mereka sementara itu Maxim yang kini memindahkan kantor pusat nya di London dia tengah di sibukkan dengan pekerjaan nya saat ini.


Emily pergi pagi pulang larut dia habiskan waktu pulang kuliah nya hanya untuk sekedar jalan-jalan, atau makan bahkan tidak jarang ia habiskan malam di club malam yang sering ia kunjungi bersama teman-teman nya.


Maxim tidak pernah membatasi pergaulan Emily baginya asal putri nya baik-baik saja, dan pulang dengan selamat dia sudah sangat senang apalagi dia mempercayakan penjagaan Emily pada pengawal bayangan nya.


hari-hari berlalu kini Emily tengah sibuk mempersiapkan diri untuk ikut acara pencarian bakat mewakili kampusnya, dia adalah seorang gadis yang memiliki suara merdu, Emily punya bakat terpendam selama ini.


kompetisi pun sudah di mulai dari satu Minggu lalu, Emily bahkan sudah mengalahkan ratusan saingan nya.


sementara itu, tepat acara final di gelar,acara tersebut bahkan di tayangkan di televisi internasional, saat ini penampilan Emily begitu sempurna, dan satu lagi Emily sangat beruntung,ia memenangkan kejuaraan tersebut, hadiah nya yang begitu pantastis itu kini di berikan pada sebuah yayasan panti sosial yang selalu di kunjungi nya bersama dengan para sahabat nya setiap akhir pekan.


Emily, adalah gadis yang baik, dia selalu menyisihkan uang jajan nya untuk mereka yang kurang beruntung seperti dirinya yang tidak memiliki keluarga utuh tapi Emily merasa lebih beruntung memiliki Daddy seperti Maxim, yang siap berkorban jiwa raga untuk nya hingga saat ini.


🌹💖💖💖🌹


"Nona, muda Anda di sini?"ucap Damian asisten ayah nya tersebut.


"iya, apa Daddy ada uncle"ucap Emily sambil tersenyum manis.


"tuan,ada di ruangan meeting mungkin setengah jam lagi dia akan segera selesai"ucap Damian sambil mengantar Emily ke dalam ruangan Milik Maxim.


"terimakasih uncle, aku tunggu di sini saja"ucap Emily.


Emily pun duduk di sofa dia melihat sekeliling ruangan Daddy nya itu dia tersenyum melihat foto kebersamaan nya dengan Daddy nya saat dia kecil hingga dewasa kini foto yang begitu besar, terpajang di dinding belakang sofa, yang kini ia tempati tepat terlihat dari arah kursi kebesaran Maxim.


Emily yang sangat kelelahan saat ini dia akhirnya tertidur pulas di sofa tersebut, karena satu jam lebih Maxim baru selesai rapat tidak sesuai prediksi dari Damian.


saat Maxim, masuk kedalam ruangan nya saat ini, dia tersenyum dan langsung menghampiri putri semata wayangnya itu, dan mencium kening nya.


"princess Daddy kapan kamu datang nak"ujar Maxim yang kini mengelus puncak kepala putri nya itu dengan Sayang.


Emily pun langsung mengerejap kan mata nya kala mendengar suara yang ia rindukan dua hari ini ya Emily, tidak bertemu Maxim saat pulang kerumah, karena Maxim dan Emily begitu sibuk di luar.


"Daddy,I Miss you..."ucap nya sambil memeluk erat Maxim.


"Miss you too, Hanny maaf Daddy, terlu sibuk akhir-akhir ini"ujar Maxim sambil mencium pipi putri kesayangan nya itu.


"Daddy, kapan Daddy, menikah lagi, aku ingin memiliki Mommy"ucap nya langsung.

__ADS_1


"heumm... sayang maafkan Daddy, kamu pasti sangat kesepian, Daddy janji akan selalu meluangkan waktu untuk mu Hanny tapi Daddy, mohon jangan minta itu, Daddy tidak ingin putri Daddy terluka lagi gara-gara perempuan lain"ujar Maxim yang sedikit trauma dengan pernikahan nya, karena mantan istri nya lah Emily mengalami masa-masa sulit hingga sekarang.


"baiklah Daddy, aku tidak akan memaksa Daddy lagi untuk menikah, asalkan Daddy selalu bahagia"ucap Emily lembut yang kini memeluk Daddy nya itu dengan sangat erat.


"putri Daddy sayang, Daddy sudah lebih bahagia memiliki mu, urusan wanita Daddy sudah tidak menginginkan itu, bagi Daddy kebahagiaan mu lah yang paling terpenting, Daddy akan buktikan cinta yang Daddy berikan pada mommy mu itu adalah cinta tulus, dengan cara membahagiakan putri Daddy satu-satunya"ucap Maxim, yang kini tersenyum di hadapan Emily.


"Daddy, apa Daddy tidak sibuk, aku ingin mengajak Daddy untuk makan malam"ucap Emily.


"tentu saja Sayang sesibuk apapun Daddy pasti akan meluangkan waktu untuk putri Daddy tersayang"ucap Maxim yang kini bangkit dan menyuruh asisten nya membereskan tas kerja nya dia pun langsung menggendong putra nya itu seperti koala, saking sayangnya pada gadis yang malang itu.


Maxim kadang, menitikkan air mata nya, saat mengenang begitu tega nya keluarga kandung nya sendiri memutuskan hubungan dengan putri nya itu, Maxim tidak ingin Emily, kembali terluka maka dari itu dia membawa nya pergi jauh dari keluarga nya.


kini semua pegawai memberi hormat pada Maxim yang keluar dari lift khusus Presdir,sambil menggendong putri kesayangan nya itu bak babby koala.


"Daddy, aku malu dilihat mereka, aku sudah besar masih di gendong"ucap Emily.


"bagi Daddy, sebesar apapun dirimu, kamu tetap lah putri kecilnya Daddy sampai kapan pun itu"kata Maxim.


sampai lah mereka di mobil milik Maxim, asisten nya langsung membuka kan pintu untuk mereka berdua setelah Emily di pastikan duduk dengan nyaman di mobil itu barulah Maxim masuk dan langsung menyuruh asisten nya menuju restaurant, yang sangat mewah ia ingin memanjakan putri nya itu.


sesampainya di sana, mereka pun langsung masuk dan memesan menu yang termahal setelah sebelumnya sang asisten memesan meja untuk nya.


saat dua orang pelayan datang menghampiri nya, tiba-tiba Maxim terkejut pasalnya, salah satu pelayan itu, memiliki wajah yang sama dengan mendiang, Eren, istri nya itu.


"Eren...."gumam Maxim , yang kini bangkit berdiri dan menatap pelayanan tersebut dengan, tatapan rindu.


"mommy"kata Emily,namun sayang wanita tersebut tidak merespon sama sekali hanya tersenyum dan menata hidangan di meja dan mempersilahkan mereka berdua untuk makan pesanan nya tersebut.


"tunggu sebentar Nona"ucap Maxim.


"ya tuan apa ada yang bisa saya bantu"ucap keduanya kompak.


"sayang ingin bicara dengan Nona,di sebelah kiri apa anda punya waktu"tanya Maxim.


"maaf tuan ini masih jam kerja jadi saya harus mematuhi peraturan"ucap wanita yang bernama Megan ,tersebut.


"kalau begitu bisa saya meminta nomor ponsel anda saya ada hal yang harus di bicarakan"ucap Maxim.


"heumm,ya boleh ini no ponsel saya"ucap Megan,sambil memberikan sebuah kartu nama.


"terimakasih Nona"ucap Maxim yang kini langsung mengajak Emily menikmati makan nya yang tadi mereka pesan.


"Daddy, apa mungkin mommy, masih hidup, ataukah itu adalah kembaran nya?"kata Emily.


"sayang, mommy mu, meninggal saat usia mu tiga tahun, jadi Daddy, membiarkan mu di urus oleh mereka sementara Daddy mendonorkan jantungnya kepada Sania, tapi ah... sudah lah mungkin semua sudah takdir tuhan, yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan mu"ucap Maxim lembut.


"seandainya itu mommy mungkin hidup kita akan lebih bahagia lagi Daddy"ujar Emily yang tidak melepaskan pandangannya nya pada wanita yang sedang sibuk melayani,tamu di restaurant tersebut.


satu tahun berlalu,kini Emily, masih di sibukkan dengan kegiatan harian nya selain perkuliahan yang menyita waktu, dia juga mendirikan klub para dermawan, dia juga mendapatkan berbagai dukungan dari pengurus setempat Emily, sebagai ketua klub tersebut kini selalu di sibukkan dengan kunjungan nya ke panti-panti asuhan, atau pun panti sosial lainnya, dia dan teman-temannya, begitu antusias untuk berbagi rejeki dan juga kebahagiaan,kini Emily menjadi penyanyi terkenal dan sering menghadiri undangan dari berbagai stasiun televisi, dan berbagai acara dan sebagain uang hasil jerih payahnya dia selalu sumbangkan untuk mereka yang kurang beruntung.


tidak hanya itu, Emily juga begitu mengutamakan, pendidikan dia tidak menghadiri undangan jika, berbenturan dengan kuliah nya.


Emily, yang sangat terkenal di saat ini dia bukan gadis yang sombong dan tidak pernah bersikap egois, dia selalu mengikuti saran sang Daddy yang menurut nya Maxim adalah separuh nyawanya.

__ADS_1


dia begitu menyayangi Daddy nya itu, hingga dia bermaksud menjodohkan Maxim dengan Megan.


__ADS_2