
Saat ini Gibran, tengah duduk di ruang tengah, Michael, masih terdiam di dalam kamar nya, tatapan matanya sendu menatap bingkai foto, mendiang suaminya saat ini.
"Sayang aku sudah tidak tahan lagi, kenapa kamu tidak membawa ku pergi saja, aku tidak kuat"ucap Michael lirih.
Gibran, yang kini tengah duduk termenung di sofa dia merebahkan tubuhnya yang lelah saat ini, dia mencoba memejamkan mata nya, bayangan kejadian itu terlintas di benak nya.
iya, langsung membuka mata nya saat itu dia pun bangkit dari rebahan nya,tak terasa hari sudah gelap, Gibran, yang hendak pergi ke hotel saat itu, tapi sebelum pergi dia ingin melihat Michael terlebih dahulu.
Gibran, mengetuk pintu kamar, dan menunggu untuk bisa bertemu Michael, mungkin cukup sulit tapi Gibran, tidak akan pernah menyerah.
Michael, masih setia dengan tatapan dan obrolan, nya dengan foto mendiang suaminya itu, Michael tidak menghiraukan panggilan Gibran, hingga akhirnya, Gibran , berkata lantang.
"Honey,buka pintu nya, aku ingin bicara, baik'lah jika kamu tidak ingin lagi melihat ku setelah ini, aku hanya ingin minta maaf, jika aku punya salah, tapi aku mohon izinkan aku untuk bertemu dengan Merry, setidaknya biarkan dia mengenal ku, sebagai Daddy nya, walaupun akhirnya nanti aku akan pergi jauh untuk selamanya dari mu aku ikhlas.
"honey aku mohon, sekali saja temui aku untuk yang terakhir kalinya, aku mohon sayang, aku akan pergi jauh dari hidup mu, dan putri kita, aku hanya ingin dia tahu kalau aku adalah Daddy nya, dan bilang juga aku, adalah suamimu"ujar Gibran.
Michael,mau tak mau langsung membuka pintu, dan dia memalingkan pandangan nya ke arah lain.
"Ikut lah dengan ku sebetar saja aku ingin bicara serius,"ujar Gibran, yang kini menuntun tangan Michael, berjalan perlahan menuju ke bawah.
"Apa lagi yang harus di bicarakan"ujar Michael.
"Honey, aku ingin ngobrol dengan kepala dingin, setelah itu, apa pun keputusan mu, aku akan terima"ujar Gibran.
mereka pun sampai di ruang tamu saat ini, Gibran, duduk di hadapan Michael, setelah Gibran, membantu Michael, duduk di sofa itu.
"Bicaralah"ucap Michael, yang masih membuang muka.
"Sayang, aku tau kamu membenci ku, bisakah kamu melihat ke arah ku, setidaknya untuk yang terakhir kali"ujar Gibran.
"Tuan, Gibran yang terhormat, apa jika aku menatap wajah mu, benarkah ini untuk yang terakhir kali, kalau benar , sebaiknya kamu langsung pergi, tidak perlu berbicara dengan ku lagi, karena semua nya percuma saja, tidak ada gunanya"ujar Michael, yang kini tengah menahan tangisnya, jujur Michael, tidak rela kehilangan pria yang ada di hadapannya saat ini, tapi dia juga tidak bisa memaafkan nya.
terlalu banyak kenangan terindah, bersama pria itu, tapi untuk menggapai nya, Michael, hanya bisa bermimpi, karena terlalu banyak perbedaan di antara mereka.
"Michael, aku ingin bertanya satu kali lagi, apa masih ada aku, saat ini di hati mu"ujar Gibran.
"Tidak ada"ujar Michael.
"Baik lah, Michael, tepat nya nyonya Piter"ucap Gibran lantang.
Deg.....
jantung Michael, terlalu sakit saat ini mendengar ucapan dari seorang pria, yang telah merenggut hati dan kesucian nya itu hingga, mereka mengandung anak pertama mereka, tanpa pernikahan.
"Ini, adalah untuk tanggung jawab ku, sebagai Daddy nya Merry, dan jika kamu berkenan tolong beri tahu dia bahwa aku adalah ayah kandungnya"ujar Gibran, yang menyodorkan sebuah kartu tanpa batas pada Michael.
Gibran beranjak dari duduknya, yang saat ini terasa sangat berat untuk melangkah kan kakinya, namun Michael , langsung menghentikan langkahnya saat itu juga.
__ADS_1
"Tunggu, tuan Gibran, yang terhormat tolong bawa kembali uang mu itu Merry, tidak membutuhkan itu semua, dan aku tidak akan pernah memberitahukan kepada Merry, bahwa anda adalah ayah kandung nya, karena percuma saja, semua itu hanya akan melukai hati nya"ujar Michael yang kini berjalan meninggalkan Gibran, yang mematung di tempatnya.
derai air mata dari kedua insan yang sama-sama terluka kini telah mereka pun berpisah tanpa tau apa yang sebenarnya ada di hati mereka masing-masing, Gibran, berangkat kembali menuju Indonesia, saat itu juga sementara Michael, mengurung dirinya di dalam kamar nya.
hingga satu tahun berlalu, Gibran, benar-benar membuktikan ucapannya, saat ini dia tidak lagi mencari Michael, apa lagi memaksa Michael untuk kembali lagi pada nya.
Di sebuah taman belakang Mension, yang sangat indah, Mension, yang selama ini wanita beranak empat itu tempati setelah habis melahirkan delapan bulan yang lalu, wanita itu kini tengah berada di bawah pohon rindang, tepat nya di kursi kayu jati yang sengaja di tempat kan di sana.
wanita itu kini sedang memandang putra putri nya yang kini tengah bermain sambil belajar, meski wanita itu saat ini hanya bisa beraktivitas, dengan menggunakan kursi roda nya, tapi dia mampu mengurus semuanya sendiri, beruntung Jason, membantu nya membeli kursi roda yang lumayan canggih itu saat ini.
Ya, wanita tersebut adalah Michael, dia dinyatakan lumpuh satu tahun yang lalu, setelah dia mengalami kecelakaan, mobil saat hendak menyusul Gibran, menuju bandara, Michael, bahkan hampir kehilangan kedua putranya saat itu, beruntung banyak orang yang begitu peduli dengan nya, saat itu sehingga Michael, dapat tertolong, dan juga kedua putranya itu.
Michael, tidak pernah putus asa, karena anak-anak nya adalah sumber kekuatan nya selama ini, bahkan dia menjadi semakin bersemangat untuk sembuh, saat melihat putranya yang selalu ingin di gendong oleh Nya.
"Tunggu mommy sembuh sayang, mommy janji, sebetar lagi mommy, akan terus memanjakan kalian"ujar Michael, Sambil menatap kearah kedua putranya yang kini tengah merangkak.
sementara Merry dan Alice, tengah belajar bersama-sama lebih tepatnya kini Alice, sedang membantu Merry, mengerjakan pekerjaan rumah nya.
Merry, saat ini sudah tidak lagi menanyakan keberadaan Piter, karena Michael, sudah memberitahu bahwa Piter, sudah berada di surga, awalnya Merry, menangis meraung-raung, saat mengetahui Daddy, sambung nya itu sudah tidak ada lagi di dunia ini, tapi lama-kelamaan Merry, akhirnya menerima itu semua.
satu PR, lagi yang kini membebani pikiran nya saat ini, yaitu bagaimana menjelaskan hal itu pada Mike Piter, dan Miki Piter , setelah mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki ayah, seperti orang normal lainnya, meski pun Jason, bilang dia lah pengganti Daddy, mereka meski Jason, tidak harus menikah dengan Michael.
beberapa orang pelayan Mension, tersebut selalu membantu mengawasi Mike Piter dan Miki Piter, selama ini bahkan salah satu dari mereka, khusus untuk membantu Michael, bergerak.
wanita yang sangat tangguh itu berjuang untuk bisa sembuh demi ke empat anak nya hingga saat ini,hari hari nya di lalui dengan terapi dan mengurus putra-putrinya itu.
Gibran menggila karena hingga saat ini dia bahkan, tidak mengetahui keberadaan,atau kondisi Michael, sejak awal kecelakaan, sebenarnya Gibran, masih berada di Jerman, karena masih tidak percaya dengan apa yang Michael katakan hingga, saat dirinya kembali ke tempat itu,dua hari kemudian, seorang pelayan mengatakan bahwa Michael, tewas dalam kecelakaan, Gibran yang tak percaya menyusul ke tempat kejadian perkara dua hari yang lalu, karena tidak percaya dia bersama dengan para bodyguardnya , menurut polisi setempat memang terjadi kecelakaan di jalan tersebut yang menimpa wanita yang sedang hamil tua, menurut perkataan polisi, dia tewas saat di larikan ke rumah sakit.
Gibran, saat itu langsung pergi mencari Jason,di markas,di kantor bahkan di kediaman nya langsung, tapi tidak menemukan siapa pun, saat itu, seorang penjaga rumah mengatakan bahwa Jason, berada di Paris berlibur sambil perjalanan bisnis.
Gibran, harus menelan pil pahit itu, kembali setelah berbulan-bulan, Michael benar-benar tidak ditemukan, hingga di pemakaman, akhirnya, Gibran, menemukan sebuah makam, yang bertuliskan nama Michael, dan tanggal kematian nya sama, tapi tanggal lahir nya berbeda, Gibran, sejujurnya bingung tapi dia melihat, Jason, datang ke makam itu dan terlihat sangat bersedih tidak seperti rekayasa.
semenjak itu Gibran, merasa lebih hancur dari sebelumnya,kalau benar Michael, meninggal kenapa Merry, dan Alice, juga ikut hilang, dan Jason, berkata bahwa anaknya tengah sekolah di Paris, sementara Merry,di bawa oleh saudara jauh dari Michael, walaupun sempat Jason ,tolak tapi Merry, adalah ahli waris keluarga Michael.
🌹💖💖💖🌹
Michael, saat ini tengah terapi, dia juga sedang latihan berdiri, walaupun hanya kuat beberapa detik, dia sudah terjatuh, dengan tangis nya, selain teramat sakit, dia juga merasa, sangat putus asa, tidak ada penguat di sisi nya,selain bayangan tentang ke empat putra nya, yang selalu berputar di otak nya,ya karena saat ini dia tengah berada di Amerika, untuk melakukan pengobatan, dia di sana bersama asisten Jason, yang selama ini menjaga dan mengawasi nya.
Andaikan, pria itu adalah Piter, mungkin Michael, tidak akan pernah, sesakit saat ini, tapi sayang bahkan dalam mimpi pun, Piter, sudah tidak pernah hadir lagi, di dunia ini.
Michael, menghentikan langkahnya saat ini dia sudah menyerah dan pasrah, mungkin ini jalan hidupnya yang harus di habiskan dalam keadaan lumpuh total.
padahal dokter, sudah menyatakan jalan satu-satunya adalah melakukan operasi, untuk memperbaiki saraf yang rusak, tapi Michael, tidak ingin itu dilakukan, lebih tepatnya Michael, tidak ingin kemungkinan buruk terjadi, setelah koma berbulan-bulan, hingga melahirkan tanpa sepengetahuan nya, karena saat itu, terpaksa dokter, mengeluarkan kedua bayinya saat usia kandungan tujuh bulan,itu artinya saat setelah koma selama dua bulan, saat itu, Michael, dinyatakan meninggal dunia, pasca operasi.
tapi tuhan memberikan keajaiban, beberapa jam kemudian, Jason meminta kedua putra Michael,di yang sedang dalam ruang perawatan khusus,di per temukan dengan ibunya, sebelum jenazah di semayamkan, keajaiban besar itu terjadi, saat itu tiba-tiba, jari tangan Michael, bergerak tiba-tiba, setelah beberapa menit kemudian, Michael, membuka mata, dokter dan perawat yang menyaksikan itu, tidak percaya di hadapan nya terjadi sebuah keajaiban, yang benar-benar nyata.
dan, saat itu juga Michael langsung, dibawa ke ruang perawatan, setelah di tangani Michael, memang sudah kembali, tapi dia dinyatakan lumpuh.
__ADS_1
Jason, terus menerus melakukan yang terbaik untuk Michael, hingga dokter, menyarankan Michael, untuk kembali melakukan operasi, setelah usia satu tahun, lebih awal, sebelum syaraf nya benar-benar mati, dan tidak berfungsi, tapi dokter, juga menyarankan untuk melakukan terapi, medis.
selama,satu tahun ini, Michael, harus rela duduk, dan beraktivitas dengan menggunakan kursi roda, itupun di bantu oleh para pelayan Mension, peninggalan Piter, saat ini.
Michael, tengah menangis, di taman rumah sakit tersebut, dia begitu putus asa saat ini, tapi pilihan yang lain pun, memberatkan dia, yang dia takutkan adalah, dia tidak bisa bangun lagi setelah operasi di lakukan,lalu bagaimana dengan nasib anak-anak nya,itu selalu jadi pikiran Michael, hingga saat ini.
tanpa Michael, sadari, sepasang mata kini tengah menatap dirinya, dari kejauhan, dialah Sania,ibu dari Gibran, yang sudah hampir satu Minggu, dirawat di sana karena sakit yang di deritanya, saat ini walaupun bukan penyakit berbahaya, Sania,di bawa ke negara itu untuk berobat.
"Tuhan, benarkah apa yang sedang aku lihat"ucap Sania lirih, dia memperhatikan lebih dekat, hingga Michael, dibawa oleh asisten nya, untuk pergi dari tempat itu, sebelum, Sania, mendekati nya, tapi Sania, yang merawat Michael, sejak kecil, insting nya, cukup kuat, dia bahkan mengenali tanda lahir di bagian leher belakang Michael, dan bisa di pastikan bahwa itu adalah Michael, semakin kuat lagi dugaan Sania, saat mendengar kabar dari putra bungsu nya satu tahun yang lalu.
"Michael, maafkan mommy, yang tidak bisa menyatukan kalian berdua, tapi mommy, janji mulai saat ini mommy, tidak akan pernah menyerah, mommy, akan meyakinkan Daddy"ujar Sania.
Sania, langsung bergegas menelpon Gibran, dia memberitahu putra nya itu, bahwa dia melihat Michael, di rumah sakit tersebut, dan jangan ditanya bagaimana ekspresi Gibran saat ini, dia langsung menyiapkan penerbangan ke negara tersebut, tepat, saat Michael, akan keluar dari rumah sakit, pagi hari itu Michael, berpapasan dengan Gibran, yang hendak masuk, bahkan Gibran,saking terburu-buru, nya, menabrak kursi roda yang di gunakan oleh Michael, yang di dorong oleh asisten pribadi nya, tepat di depan resepsionis Gibran, yang sigap bertanya pada resepsionis, tentang nyonya Piter, seperti yang ibunya beritahu kan , pihak resepsionis mengatakan bahwa nyonya Piter, sudah pulang tepat beberapa menit yang lalu.
Gibran, langsung berlari menuju ke luar pintu masuk rumah sakit, saat ini hingga menuju tempat parkir dan meminta anak buah nya mengecek seluruh Cctv, rumah sakit tersebut, dengan cepat , saat ini.
namun Gibran, sudah terlambat, Michael, sudah pergi dengan taksi, yang di tumpangi nya saat ini bersama asisten nya itu, Michael, sengaja menggunakan taksi, sebagai alat berpergian nya, karena tidak ingin terlalu banyak menyusahkan asisten nya itu, walaupun, saat ini Jason, menyediakan pasilitas lengkap untuk dirinya.
Gibran, hanya bisa melampiaskan kemarahannya, pada dinding gedung rumah sakit tersebut, berkali-kali, dia menonjok dinding tersebut hingga tangan nya berdarah, saat ini, tapi ia tidak perduli.
hingga seorang anak buah nya menunjukkan plat nomor taxi yang di tumpangi oleh Michael, dari sanalah keberadaan Michael, bisa di lacak.
........
tepat di depan gedung apartemen, Gibran, berdiri, dia meretas Cctv, gedung hunian tersebut, hingga, dia tau dimana Michael,kini berada, Gibran langsung menuju unit milik Michael, wanita yang sangat di cintai dan sangat ia rindukan, meskipun satu tahun yang lalu, dia pernah berjanji tidak akan menggangu Michael, lagi tapi rasa cinta nya terhadap Michael, tidak pernah bisa ia hilang kan dari hati terdalam nya, Michael, masih bertahta di sana.
Gibran, langsung masuk ke dalam hunian yang kini di tempati oleh Michael, tanpa izin, dan dengan mudah nya, Gibran masuk dengan bantuan anak buah nya yang sangat cerdas itu.
"Honey, kamu dimana"teriak Gibran.
Michael, begitu kaget, saat mendengar suara orang yang selalu ada di hati dan pikiran nya, selama hidupnya, walaupun dia sudah berusaha untuk melupakan pria itu, tapi wajahnya tercetak jelas,di wajah Merry, putri nya.
Michael, yang baru saja mandi, dengan bantuan asisten wanita yang sedang menyisir rambut nya, dia langsung berusaha meraih, kursi roda nya, dia sedang berusaha untuk berpindah tempat duduk tepat saat Gibran,masuk kedalam kamar nya saat ini.
"kenapa......?? kenapa tidak pernah bisa sekali saja bergerak, aku sudah tidak kuat lagi tuhan, aku lelah"ucap Michael, yang kini menangis memukul-mukul paha nya itu, Michael, tidak perduli, dengan orang yang kini, menatap nya dengan lelehan air mata.
Gibran, benar-benar tidak kuasa melihat cinta nya, sangat menderita seperti sekarang ini.
"Honey, kenapa kamu bisa begini, kenapa sayang, kenapa tidak pernah memberi tahu aku kenapa....??"ujar Gibran, yang kini memeluk erat Michael, yang masih berusaha untuk pindah ke kursi roda, tapi Gibran, menghentikan gerakannya itu.
"Untuk apa.... dan apa dengan aku memberitahu kamu, aku akan bisa berjalan lagi, tidak kan, jadi apa gunanya aku memberitahu mu, hiks hiks hiks, bahkan kau bukan siapa-siapa, kamu bukan "kata-kata Michael, terhenti saat Gibran, membungkam bibir nya dengan ciuman penuh kerinduan, dan seakan merasakan hal yang sama, aneh nya Michael, membalas ciuman itu tanpa sadar.
beberapa detik kemudian"Aku suamimu, dan itu tidak akan pernah bisa di ubah,kau adalah istri ku, seumur hidup ku, bahkan hingga dunia ini berakhir pun kau akan tetap menjadi istri dari Gibran Stevano Anderson, tidak akan ada yang berubah"ucap Gibran, tegas,lalu ia membawa Michael,ala bridal style, dan mendudukkan nya di ranjang.
Gibran, langsung menyuruh Sania, menyiapkan pernikahan nya dengan Michael, saat itu juga tentunya dengan bantuan anak buah, Gibran, hanya ibunya yang menjadi saksi pernikahan itu dan para bodyguard, Gibran.
pernikahan singkat itu sengaja Gibran, lakukan bukan karena ia tidak mampu mengadakan pesta, saat ini tapi karena dia ingin menghalalkan Michael, untuk dirinya, sebelum Michael berubah pikiran.
__ADS_1