
dua hari setelah, kembali ke Mension milik Adryan, Sania kini tengah sibuk mengurus putra bungsu nya yang sesekali di bantu oleh Derren dan juga Andara, yang belum juga kembali ke kampung.
Sania begitu telaten mengurus anak bungsu nya itu yang kini sudah tidak menggunakan inkubator lagi, pertumbuhan dari hari ke hari, Gibran Stevano Anderson, semakin cepat, apa lagi ASI eksklusif yang di berikan oleh Sania sehari semalam full di setiap kali dia menginginkan, tidak seperti kakak-kakaknya yang tigga itu semua hanya enam bulan merasakan ASI eksklusif dari Sania setelah itu berlanjut dengan susu formula.
sementara itu Adryan yang kini menangani, perusahaan nya dengan milik Sania.
Adryan kembali saat larut, Sania menunggu nya hingga tertidur di sofa, saat ini.
Adryan yang melihat itu kini dia langsung, menghampiri, Sania dan duduk di sebelah sofa lalu mengecup bibir istrinya itu.
"muachh, Hanny bangun ayo pindah ke kamar" ucap Adryan yang langsung membuat Sania terbangun.
"Daddy, kamu baru pulang, aku tadi sudah menyiapkan makan malam, untuk mu,biar aku hangatkan lagi" ucap Sania yang kini beranjak dari duduknya.
"tidak usah sayang, aku sudah makan tadi di kantor, aku mau langsung istirahat Saja setelah mendi" ujar Adryan yang sudah sangat lelah.
"baiklah Hanny, aku juga sudah ngantuk" ucap Sania, Adryan pun langsung menggandeng tangan pinggang Sania, saat ini lalu pergi berdua menuju kamar nya.
Adryan pun langsung bergegas menuju kamar mandi, dan membersihkan diri sementara itu, Sania merebahkan diri nya,di atas ranjang, empuknya, dan di susul oleh Adryan saat ini.
"Hanny, mulai besok jika aku belum kembali dari kantor sebaiknya, kamu tidur lebih dulu, tidak usah menunggu ku, istirahat lah, kamu sudah lelah seharian mengurus putra bungsu kita dan juga, mereka bertiga, kamu harus banyak istirahat,agar tubuh mu vit..." ucap Adryan sambil membelai, rambut Sania penuh cinta, dan Sania langsung memeluk suaminya, mereka tertidur dengan saling memeluk.
malam, pun berganti pagi, Sania bangun lebih, awal dan langsung bergegas menyiapkan sarapan setelah lebih dahulu membersihkan diri, Sania menggunakan dress rumahan, saat ini,lalu dia memasak sarapan.
setelah selesai ia membangun kan, suaminya, saat ini dia langsung menyiapkan, baju kerja untuk Adryan, dan membangunkan nya, dengan sangat lembut.
"Daddy, bangun ini sudah pagi, nanti telat sarapan nya, aku mau pergi ke, kamar Gibran, dulu Sayang ayolah" ucap Sania.
"morning, Kiss,dulu Hanny" ucap Adryan.
"muachh, Hanny ayo bangun"ucap Sania langsung bergegas menuju ke kamar Gibran.
Sania, mampir dulu kekamar putra pertama nya, dilihat nya Gavin sudah bangun, dia bahkan baru keluar dari kamar mandi.
"sayang, sudah mandi ternyata, kamu, sudah bangun, mommy ke kamar adik mu dulu" ucap Sania.
"baik momm.." ucap Gavin.
Sania, langsung masuk ke kamar, sandrina dan Sandr,ia membangunkan putri kembarnya, saat ini.
"sayang mommy,ayo bangun donk, jangan malas-malasan Sayang kalian berdua,bentar lagi sakola, sayang" ucap Sania sambil mencium pipi kedua putrinya itu.
"baiklah momm..." ucap mereka berdua kompak
Sania menyiapkan seragam sekolah putri nya itu karena ini adalah hari kedua mereka sekolah lagi di Jakarta.
hingga terakhir Sania memasuki kamar,putra bungsu nya dia menyeka tubuh si kecil karena mau menemui suaminya,di bawah, Andara pun sudah membantu sandrina dan Sandra, saat ini . setelah semua selesai membersihkan diri, Sania dan Gibran turun ke bawah dan menunggu Adryan yang belum juga turun setelah lima menit berlalu akhirnya Adryan turun membawa tas kerja nya dan kini duduk di sofa, bersama dengan istrinya sambil memangku, Gibran dan mengajak nya berseda gurau Adryan begitu bahagia saat ini, bagaimana tidak,kini keluarga nya, sudah berkumpul di Mension milik nya.
"Daddy,mari kita sarapan" ucap Sania setelah menyiapkan kopi untuk Adryan dan menyiapkan sarapan Adryan semua nya kini sudah duduk di meja makan, Adryan langsung memimpin do'a seperti biasa.
setelah selesai sarapan pagi semua orang bergegas menuju tujuan nya masing-masing, termasuk sandrina dan Sandra yang di antar oleh Gavin sang kakak, setelah itu dia pergi ke kampus nya.
sementara itu Adryan mencium seluruh wajah Sania sebelum pergi setelah sebelumnya mencium bayi mungil tersebut.
"Daddy, pergi kerja dulu ya do'akan,biar semua nya lancar, Daddy akan usaha kan pulang cepat hari ini untuk mengajak mu bermain" Gibran tersenyum dalam tidurnya bayi itu seperti mengerti, dan Sania mengusap-ngusap kepala Gibran yang tertidur lelap.
"hati-hati di jalan Daddy, ingat jangan terlalu lelah"ujar Sania.
__ADS_1
"baiklah Hanny,dah asalamualaikum" ucap Adryan.
"wa, Alaikum salam, Daddy cepet kembali ya Daddy Gibran, kangen Daddy" ucap Sania, yang tiba-tiba, membuat Adryan berbalik badan.
"yang kangen itu Gibran apa mommy nya hmm" ucap Adryan yang langsung mencium bibir Sania.
"dua-duanya Daddy,hmm kalo begini terus siap telat deh" ucap Sania.
"makanya mommy, jangan menggodaku terus kamu tidak tahu rasanya begitu berat Hanny menahan rindu padamu"ucap Adryan.
"maaf Daddy hanya tiga Minggu lagi kok,," ucap Sania.
"tega sekali, bilang hanya"ucap Adryan,sambil bergegas pergi tanpa menoleh Sania hanya tersenyum, saat ini.
Sania pun membawa Gibran untuk berjemur di halaman belakang kebetulan mentari pagi baru menyinari, bumi dan itu adalah saat yang tepat untuk berjemur, Sania mengikuti arahan, Dokter anak nya.
Sania kini sedang bercanda gurau dengan anak nya yang terbangun karena silaunya cahaya matahari pagi, menyinari tubuh mungilnya yang mulai gembul, saat ini.
Adryan, sedang sibuk berkutat dengan laptop nya memeriksa pekerjaan nya yang menumpuk satu persatu ia, memeriksa nya dengan teliti saat ini, Adryan bukan bos yang selalu, melimpah kan pekerjaan nya pada asisten nya dia adalah bos yang bertanggung jawab.
semua, memiliki tugas nya masing-masing saat ini, Adryan tidak ingin menambahkan beban pekerjaan nya pada sang asisten karena Adryan tau asisten nya lebih,sibuk lagi dari nya.
tiga Minggu berlalu kini Adryan, pulang cepat dia ingin menagih janji nya pada sang istri, saat ini dia sudah tidak tahan menahan rasa rindu nya saat ini.
bagaimana tidak, sudah hampir dua bulan dia tidak berhubungan intim dengan Sania, istrinya yang, sudah menemani hidup nya .
Adryan, langsung bergegas menuju kamar nya, saat ini dia langsung bergegas menuju kamar mandi, sementara, Sania langsung bergegas menuju kamar nya karena dia tahu Adryan sudah kembali.
"Daddy, tumben pulang cepat " tanya Sania saat ia melihat Adryan dengan, lilitan handuk di kepala nya.
Adryan, tidak mau mengakhiri pergulatan nya saat ini, dia begitu Rindu, dengan istrinya itu, Sania yang sudah kelelahan, saat ini minta berhenti namun Adryan masih menahan tubuh, nya.
"Daddy, sudah dulu Ok,,, aku sudah sangat lelah besok lagi kan bisa Hanny" ucap Sania lembut sambil memeluk erat tubuh Adryan.
"Hanny, please aku saja yang memimpin saat ini kamu hanya boleh, mendesah saja"kata Adryan.
"tidak mau Daddy aku lelah" ucap Sania.
Adryan pun mau tak mau harus menahan hasrat nya yang masih menggebu-gebu, Adryan pun memeluk istrinya tidur bersama.
Sania, pun terlelap saking merasa lelah sementara itu di Amerika kini Joe sedang berkutat dengan, laptop nya,ia bekerja lembur menghabiskan waktu nya mencoba menyibukkan diri,agar dia bisa melupakan Sania, saat ini.
tidak hanya bayangan Sania yang terlintas dia melihat sifat Eren yang tumbuh dalam diri Sania, entah kenapa tapi Sania, tidak pernah menolak,nya dengan keras, Sania menolak nya dengan sangat lembut, entah apa yang di rasakan oleh Sania padanya saat itu.
"Hanny, sesakit ini kah, mencintai tanpa bisa memiliki mu, kalau aku bisa menghentikan waktu,aku ... ingin, menghentikan nya saat kita sedang bersama dalam pondok itu, aku akan memiliki mu seutuhnya"gumam Joe.
Joe, tidak pernah bisa move on, dari rasa, cinta pada Sania.
sementara itu, Kasandra masuk ke ruang baca milik Joe saat ini, dia membawa teh hijau dengan, cheese cake.
Kasandra,tau Joe belum makan dari siang hari.
"sayang,ini minum lah dulu, kamu jangan dulu bekerja, istirahat lah dulu tidak baik untuk kesehatan mu" ucap Kasandra.
"hmm" jawab Joe.
Joe, akhir-akhir ini tidak banyak bicara dengan Kasandra,entah karena kesibukan atau pun karena, dia memang enggan untuk mengobrol dengan istri nya itu.
__ADS_1
padahal saat ini Kasandra, tengah mengandung anak nya, setelah pulang bulan madu.
"sayang, tidur lah lebih dahulu, aku akan membereskan pekerjaan ku dulu agar besok kita bisa kembali ke Indonesia, bukan nya kamu kangen dengan ibu dan ayah" ucap Joe berusaha untuk berkata lembut pada Kasandra agar dia segera istirahat.
Joe, tidak ingin menunda lagi pekerjaan nya, saat ini, karena ingin segera pulang ke Indonesia untuk,menemui Sania yang baru saja melahirkan satu bulan yang lalu, Joe sudah sangat rindu, dengan wanita cantik tersebut, entah perasaan itu datang nya dari mana setelah Joe mengenal Sania saat di kampung Joe malah, semakin jatuh cinta pada wanita empat anak itu.
Joe, sengaja pura-pura tidak, mengenal Emily, padahal sesekali dia memeluk dan mencium nya, bagaimana pun ia begitu bahagia,buah hati nya, saat itu karena Emily berada dalam pengasuhan Sania.
lain Joe, lain pula Natalie yang selalu merasa bersalah atas perbuatan nya di belakang Maxim, ternyata Maxim begitu baik dan iya begitu berlapang dada, menerima anak nya hasil hubungan gelap nya dengan kekasih nya.
Natalie semakin merasa bersalah dengan max.. dia berkali-kali minta di ceraikan karena malu tapi Maxim tetap mempertahankan pernikahan nya saat ini, dia tidak mau berpisah karena bagi Maxim pernikahan,itu bukan lah permainan jika Maxim ingin main-main dia tidak perlu menikah dengan Natalie.
seperti saat ini Maxim malah seddang asik bermain dengan anak nya yang kini berusia tiga bulan.
Natalie, bisa melihat dan merasakan betapa tulusnya, cinta yang Maxim berikan kepada anak nya itu.
"max.. maaf kan aku, aku tidak pernah bisa menjadi istri yang baik untuk mu, bahkan aku telah mengkhianati cinta mu, aku merasa malu denganmu aku begitu lupa diri sehingga tidak sadar dari mana aku berasal" ucap Natalie.
"Hanny, aku tidak mau dengar itu lagi, aku sudah pernah katakan, anak yang di berikan di tengah pernikahan kita maka dia adalah anak ku, dan aku tidak mau kau menyebut, dia adalah milik orang lain, dia adalah putra ku, pewaris tahta ku.
"aku tau itu maafkan aku,hiks hiks hiks" ucap Natalie sambil memeluk erat tubuh Maxim dari belakang.
Maxim pun, langsung berbalik badan dan mencium bibir Natalie dengan lembut.
"aku tidak pernah menyalahkan mu justru ini adalah takdir terindah yang pernah tuhan berikan untuk ku, kita bisa merawat dan membesarkan anugerah terindah yang Tuhan berikan" ucap Maxim penuh kelembutan.
"I Love you max... kamu adalah pria yang paling tampan bagiku di dunia ini, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan pernah lagi mengkhianati cinta kita" ucap Natalie.
"I Love you to Hanny" ucap Maxim.
Maxim, pun pamit karena saat ini ada meeting penting bersama dengan klien dari luar negeri
Maxim pun mencium bibir Natalie kembali setelah itu dia pergi.
Maxim pergi dengan asisten wanita nya yang selalu mendampingi nya jika rapat bareng turis asing karena wanita ini menguasai berbagai bahasa asing.
di Indonesia, Adryan kini tengah menjemput Sania dari salon kecantikan, setelah ia meminta nya melakukan perawatan untuk tumbuh nya yang baru melahirkan itu, Adryan ingin memanjakan istri nya itu.
karena bagaimanapun jika istrinya bahagia, dia akan ikut merasakan nya, Sania memang masih sangat cantik walaupun tanpa pergi kesalon pun tapi Adryan ingin istrinya itu, seperti wanita lain yang sesekali tidak hanya fokus dengan keluarga, tapi juga harus bisa membahagiakan diri nya.
"Daddy, aku baru saja akan pulang" ucap Sania yang baru keluar dari tempat spa.
"tinggalkan mobilnya,biar nanti aku suruh sopir, yang akan mengambil nya"ucap Adryan yang langsung membawa Sania dalam pelukan.
"Daddy,ini tempat umum" ucap Sania.
"tidak masalah kita bukan pasangan di luar nikah" ucap Adryan.
"tapi Daddy tetap saja aku malu" ucap Sania.
"sudah ya, jangan pikirkan itu, aku akan mengajak mu makan malam romantis malam ini" ucap Adryan berbisik.
Adryan pun membawa istrinya itu masuk kedalam mobil dan pergi ke sebuah butik ternama, tempat selebriti papan atas, berlangganan, dia langsung di sambut oleh pelayan butik tersebut dan kini Adryan menunggu di sofa ruang tunggu, sementara Sania tengah berkeliling butik mencari gaun yang cocok untuk nya, saat nanti makan malam bersama dengan orang yang sangat ia cintai.
sesekali Adryan melirik ke arah Sania yang sibuk melihat-lihat gaun cantik di hadapan nya itu, dan Adryan pun berdiri melangkah kan kaki menuju tempat istrinya berdiri kini.
"sayang beli lah semua yang menurut mu bagus aku masih bisa membelikan mu semua nya bahkan jika perlu dengan butik nya sekalian" ucap Adryan yang sedikit geregetan melihat tingkah Sania yang kebingungan.
__ADS_1