
"Apa??... sayang aku sedang cek email yang masuk dari asisten pribadi ku"ucap Rio.
Rio kini sudah mempunyai perusahaan sendiri, walaupun tidak sebesar perusahaan milik Daddy nya, pria itu tidak ingin bergantung pada Ayah nya, karena selama ini Rio,tau di luar sana dia miliki saudara lain ibu bahkan ada tiga, laki-laki yang bisa dibilang kakak, karena mereka terlahir dari istri pertama ayahnya itu.
ternyata bukan ibunya saja yang telah di hianati oleh ayahnya,ada istri pertama dan ibunya yang kedua dan Aruna yang ketiga.
Rio,tau harta Daddy, nya bersumber dari mommy nya, tapi bukan tidak mungkin suatu Saat mereka akan menuntut hak,waris dari Daddy nya itu.
Alice,kini mendongak ke arah Rio masih duduk bersandar di kepala ranjang.
"kak...."ucap Alice lagi.
"apa ??.....Honey"jawab Rio.
"Aku tidak bisa tidur" ucap Alice.
" kok bisa??..."tanya Rio.
"aku ingin pulang"ucap Alice sambil menatap kearah Rio .
"Tidak sayang ini sudah malam, bahaya gini aja kamu tidur aku peluk ya" ucap Rio.
"gak mau kak, aku mau pulang"ucap Alice.
"Sayang ini malam terakhir kita bersama loh... apa kamu tidak ingin menghabiskan waktu bersama ku, nanti kan kamu pergi"ucap Rio, sambil menatap lekat wajah cantik yang kini sedang mencari jawaban.
"tapi kak aku tidak bisa tidur" ucap Alice.
ucapan itu terhenti saat,dering ponsel milik Alice, berbunyi dan di lihat oleh Rio, terpanggang nyata di layar handphone tersebut.
"Arkan"ucap Rio tidak percaya siapa yang menghubungi wanita nya itu.
"S sayang dia bukan siapa-siapa, dia hanya pengawal yang ingin bertanya kabar"ucap Alice,berkilah karena tidak mungkin dia bilang bahwa dia adalah seorang pria yang sudah satu tahun lebih mengejar nya.
"itu tidak mungkin jawab yang jujur atau"ucapan Rio kesal.
Alice, berusaha untuk pergi dari dalam kamar itu, tapi Rio menarik nya.
"Jawab jujur atau aku buat kamu menyesal telah membohongi ku"ucap Rio tegas.
"kak, dia hanya....di dia hanya orang iseng yang ingin jadi pacarku"ucap Alice.
"Owh, begitu jadi selama ini kamu selingkuh"ucap Rio marah.
"kak , kamu sudah salah paham, aku tidak mencintai nya,aku juga tidak pernah bertemu dengan nya, seperti dengan kakak, dia hanya selalu menghubungi ku karena dia ada di Jerman, dia teman sekolah ku dulu"ucap Alice.
"Owh jadi itulah alasan mengapa kamu ingin segera kembali"ucap Rio berapi-api, entah kenapa rasanya dia begitu kesal saat ini.
"Aku tidak ingin itu jika kamu tidak bersamanya saat di kafe dan satu lagi kemana saja selama dua tahun ini gak pernah memberikan ku kabar ujar Alice.
__ADS_1
"Alice, aku sibuk dan satu lagi ponsel ku bilang kamu pasti tahu itu kan sudah aku jelaskan"ucap Rio.
"banyak cara untuk menghubungi ku jika kamu berniat tapi kamu tidak pernah mau berusaha, aku bahkan hampir menyerah"ujar Alice.
"Kalau begitu batalkan niatmu untuk pergi ke Jerman, aku akan membawa mu tinggal di London"ucap Rio,
" tidak kak, rumah ku di Jerman"ujar Alice.
"tidurlah,besok kita bicarakan"ucap Rio.
"Besok aku pergi"ujar Alice, lagi tidak ada yang mau mengalah akhirnya Rio kesal dia mencium bibir Alice, dengan rakus hingga Rio menggigit bibir bawahnya Alice, hingga Alice,memekik, setelah itu dia langsung memukul-mukul dada bidang Rio,agar Rio melepaskan ciumannya tapi bukan nya lepas Rio, semakin memperdalam ciuman tersebut.
Rio, tidak melepaskan Alice, dia ingin memiliki nya, seutuhnya saat itu juga biar tidak akan ada yang mengambil Alice, darinya sampai saat Rio, hendak melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan sebelum mereka menikah, dering ponsel milik Alice, dan gelang di tangan nya menyala, Alice berteriak minta di hentikan, karena selain belum,siap dia juga tidak ingin Rio,mati saat ini, karena itu adalah sinyal bahaya.
"kak, aku harus segera menjauh dari tempat ini tolong lepaskan aku,ini bahaya kakak, harus baik-baik saja"ujar Alice,sambil langsung memunguti pakaian yang berserakan di lantai, Alice langsung menggunakan nya saat itu juga, tanpa harus merasa canggung karena terburu-buru setelah mematikan sinyal di gelang tersebut.
"Alice, jangan pergi sayang kita hadapi semua nya berdua"ucap Rio menahan Alice.
"tidak kak,ini demi keamanan mu, aku tidak ingin kamu terluka, beruntung belum terjadi apapun tadi,maaf kak, aku harus pergi "ucap Alice,sambil mengecup bibir Rio, dan Rio, langsung menahan nya.
"Cukup kak"ucap Alice.
"sayang, aku rela mati untuk mu jika itu memang yang mereka inginkan tapi please jangan pergi"ucap Rio , tapi semua sudah terlambat Alice, sudah berlalu dengan mobilnya di jalan Alice, menelpon Jason untuk memberikan kabar bahwa dia baik-baik saja jadi Jason , tidak perlu berbuat apa-apa saat ini.
Alice, mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan tinggi saat ini, dia tidak perduli dengan keselamatan nya sendiri Alice, merasa sakit karena dia harus pergi meninggalkan orang yang sangat di cintai nya itu saat ini juga, karena orang-orang Jason saat ini sudah berada di bandara dan barang-barang nya pun sudah di sana tepat di dalam jet pribadi nya.
sesampainya di sana, Alice, langsung di sambut oleh para pengawal nya dia berjalan menuju pintu masuk pesawat dengan pengamanan ketat saat ini.
Jason tidak memberikan Rio, pelajaran atas perbuatan nya yang hampir merenggut kegadisan putri nya itu, karena permohonan Alice, Jason,tau putri nya mulai jatuh cinta, dan dia tidak ingin mengecewakan hatinya.
langkah kaki,itu kian pasti setelah perjalanan panjang akhirnya Alice tiba di Jerman,pada malam hari waktu setempat, Alice langsung dibawa ke rumah utama tempat dia dulu tinggal.
sesampainya di sana setelah bertemu dengan Jason, Alice, pergi ke kamar nya, dan langsung menjatuhkan tubuhnya yang terasa lelah tetesan air mata kembali terjatuh dari sudut mata nya.
Alice, bertanya-tanya apa Rio, baik-baik saja saat ini, sedang kan yang dia pikirkan saat ini masih di villa tersebut sambil menenggak minuman keras yang ia beli beberapa jam lalu ada lelehan air mata,rasa sakit yang teramat karena harus berpisah dengan paksa bahkan tidak memberi salam perpisahan.
🌹💖💖💖🌹
Dua tahun berlalu, waktu terasa begitu berat bagi keduanya, Merry pun kini sudah kelas 1smp dia tumbuh menjadi gadis yang cantik perpaduan Gibran dan Michael, Merry, begitu merindukan sosok sang kakak yang kini jauh dengan nya, bahkan Jason pun sempat meminta Merry, untuk sekolah di Jerman,agar Alice,tak kembali ke Indonesia, sementara itu Rio, menjadi seseorang yang sangat gila kerja sampai saat ini dia tidak ingin memikirkan kepedihan nya yang sudah di tinggal sang kekasih kembali ke negara nya itu.
Rio, sekarang masih berada di London Inggris, dia sudah memiliki kekasih baru tepat nya pelarian Rio, untuk melupakan rasa sakit nya yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata, karena cinta yang begitu besar untuk Alice, selama ini.
Rio, hanya menjadikan nya sebagai pemuas nafsu nya,dikala ia mengingat Alice, dengan tubuh nya yang molek.
Rio, menjadi seorang yang dingin dan tak bisa di ajak main-main.
perusahaan Rio, yang bergerak di bidang tekstil saat ini tengah melambung pesat, Rio, yang seorang pekerja keras, tidak bisa di remehkan, terutama oleh rekan bisnis di mana pun.
berbeda dengan Alice, Alice memegang bisnis properti milik Daddy nya y, Alice, hanya menghabiskan waktu untuk kuliah dan bekerja, selebihnya dia akan mengunjungi Piter yang kini tinggal di Mension, bersama istri barunya, entah kapan ia menikah, dengan wanita yang selama ini menjadi perawat nya itu.
__ADS_1
Piter, meminta Jason, untuk mengambil hak asuh kedua putranya itu, tapi Jason tidak ingin menyakiti Michael, karena dia tidak bersalah dalam hal ini, takdir lah yang sudah mempermainkan mereka.
Sampai saat ini Michael dan Merry tidak mengetahui bahwa Piter, masih hidup, sehingga mereka masih dalam kondisi baik-baik saja, tapi entah nanti.
apa lagi Piter, berencana mengambil alih hak asuh atas kedua putranya itu, mungkin kah Michael bisa menerima atau kah iya akan mempertahankan mereka untuk tetap bersama dengan nya.
sementara itu Gibran, sudah tau itu sejak lama, hanya dia tidak ingin ketenangan rumah tangga nya, yang ia bangun dengan susah payah benar-benar dari nol, untuk mendapatkan cinta sejati nya itu kembali dalam pelukan nya, dia tidak ingin Michael, kembali tersakiti.
"Daddy, apa Daddy, tidak merindukan Merry, saat ini"ujar Alice, bertanya kepada Piter.
"Daddy, juga rindu dia tapi dia bahkan sudah tidak mengingat Daddy lagi"jawab Piter.
"kata siapa Daddy, justru Merry, selalu menyimpan Daddy,di hati nya hingga saat Alice, pulang pun dia ingin kembali ke mari untuk mencari Daddy, menurut instingnya nya Daddy masih hidup hingga sekarang dan dia benar mungkin karena ikatan batin di antara kalian"ujar Alice.
"Jangan bicarakan mereka, saat ini kehidupan mu sudah berubah sekarang kamu hanya milikku dan calon anak kita, biarlah putra mu hidup bersama dengan ibunya, karena saat dia hamil pun kamu tidak ada bersama nya"ujar Karolin, istri Piter yang sama egois nya dengan ibu sambung Alice.
"kenapa aunty, mommy tidak salah apa-apa, dia bahkan tidak tahu kalau Daddy, masih hidup kalau dia tau dia akan lebih baik mati daripada harus kembali pada orang yang telah merebut kebahagiaan nya itu"ucap Alice, marah Piter, langsung mengelus puncak kepala putri nya itu.
"Sabar sayang Daddy,tau ko"ucap Piter.
"lalu apa kabar dengan kekasih mu, saat ini"ucap Piter , lembut.
"Alice, tidak punya pacar Daddy, dia sudah bersama dengan yang lain, selama ini mungkin benar seiring berjalannya waktu dia sudah melupakan aku"ucap Alice, Sambil menatap ke arah lain.
Alice, tidak ingin memperlihatkan kesedihan nya itu, dihadapan orang banyak.
Alice langsung pamit pulang, saat ini dia tinggal di apartemen milik Michael, walaupun dia sendiri memiliki unit yang sama.
Alice, menghapus tetes air mata nya selama di perjalanan, saat tiba di lobi gedung tersebut dia langsung membelalakkan matanya, ketika melihat Arkan, tengah berdiri menghadangnya .
"Kau mau apa??.... tuan Arkan, aku tidak punya waktu untuk menemani mu bicara"ucap Alice.
"Aku tidak ingin tau kalau kamu punya waktu atau tidak, yang jelas saat ini kita harus bicara,ini penting"ucap Arkan, Sambil menarik tangan Alice, tapi para pengawal Alice, langsung menangani Arkan,di seretnya dia menjauh dari Alice, sementara Alice, hanya senyum dan geleng-geleng kepala sambil berlalu pergi.
sesampainya di kamar Alice, langsung menjatuhkan diri di kasur, dan mencoba untuk memejamkan mata nya saat ini, Alice, tidak ingin memikirkan nya, sementara itu Jason dan Piter, yang saat ini tengah berunding dia akan membiarkan Alice, dengan pilihannya.
namun Alice, sudah merasa lelah biarlah waktu yang akan menjawab semua nya, Alice, tetap fokus pada pekerjaan dan juga kuliah nya saat ini, dia ingin mempercepat kuliah nya, setelah itu dia ingin tinggal di Indonesia bersama mommy nya itu.
di Indonesia, saat ini Michael, tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan, untuk menemani kedua putranya bermain dan membelikan apa yang mereka inginkan, tanpa sadar seseorang memotret dirinya dan kedua anak nya saat ini, dia tidak lain orang suruhan Serry, yang kini sudah, lama di campakkan oleh Gibran.
Serry, ingin Michael lenyap untuk selamanya dari dunia ini, hingga Gibran bisa kembali ia miliki, tapi itu,sangat sulit untuk di wujudkan, karena orang yang mengambil gambar tersebut, sudah di bereskan oleh anak buah Gibran, yang sedari tadi mengintai nya.
Miki dan Mike sedang sibuk bermain di tempat permainan anak-anak sudah hampir satu jam lebih saat ini mereka tengah sibuk bermain capit boneka.
Michael, bisa melihat wajah kedua nya begitu bahagia, Michael yang sudah berusia hampir empat puluh tahun itu saat ini tengah tersenyum ke arah mereka.
"Mommy, sudah tua sayang semoga kelak jika mommy, sudah tidak ada kalian bisa hidup dengan baik, mommy sayang kalian"ucap Michael lirih.
di kantor, Gibran kini tengah meeting bersama dewan direksi yang sedang membahas, tentang perkembangan perusahaan mereka saat ini Gibran akan membuka cabang di desa kelahiran mommy nya, sesuai yang beliau ingin kan sebelum nya, Sania kini sudah semakin tua walaupun masih terlihat segar dan cantik, keinginan nya hanya satu bisa kembali ke kampung halaman nya , setelah Gio,kuliah nanti, saat ini Gio, sudah masuk kelas satu SMA.
__ADS_1
Sania, tidak ingin membebani Michael, karena sikap Gio,sangat sulit di atur.
sementara Adryan, ingin tetap di pulau as, untuk menghabiskan sisa hidupnya di sana.