
setelah menempuh perjalanan jauh akhir nya, Yena dan Yendra, juga Joe saat ini tengah berada di sebuah rumah, mewah milik Joe saat ini, mereka pun istirahat karena lelah nya saat ini Yendra dan Yena tidur di kamar yang sama, Yena sedang rebahan dan tanngan nya mengelus puncak kepala, anak laki-laki nya itu.
saat ini, Yena menitikkan air mata nya, saat terkenang masa bahagia nya bersama sandi, yang kini hidup dengan mantan istri nya tersebut.
"kak, andaikan kau tidak pernah datang dalam kehidupan ku mungkin cerita nya akan lain tapi kenapa kau tidak pernah mencari kami barang sekali saja aku tidak berharap kau mencari ku tapi anak mu butuh diri mu, saat ini" gumam Yena dalam hati.
dua bulan berlalu, saat ini seorang wanita tengah menata Gaun dan barang-barang lain nya,di dalam butik yang berukuran sedang seorang anak laki-laki, selalu mengikuti wanita itu kemanapun ibunya pergi.
"momm... aku cape bisakah mommy duduk sebentar saja?" kata bocah bernama Yendra tersebut.
"sayang mommy lagi merapihkan barang kenapa kau selalu mengikuti mommy, duduklah di sofa,sambil nonton film atau makan makanan mu dan segera habis kan" ucap Yena.
"baiklah,momm... tapi aku mau bantuin mommy tadi nya, ya sudah jika mommy tidak mau di bantu" ucap nya sedikit sedih.
"terimakasih, sayang sebelum nya anak mommy yang ganteng tapi, sekarang belum saatnya, nanti kalau kamu sudah besar baru bisa bantu mommy Ok, makanya sekarang ayo di makan makanan nya,biar secepatnya tubuh besar" kata Yena yang menyemangati anak nya.
"baik lah momm... aku akan makan"ucap Yendra saat itu juga langsung duduk manis di sofa tersebut dan langsung melahap makanan nya.
tidak lama beberapa pengunjung datang Yena melayani,para pembeli di butik nya itu sendirian, karena belum memiliki pegawai tetap walaupun Joe sudah menawarkan bantuan untuk merekrut pelayan di butik tersebut.
Joe, ingin Yena tidak terlalu bekerja keras, karena dia tahu Yena punya penyakit jantung setelah di cek satu bulan yang lalu jadi tidak boleh banyak pikiran atau terlalu kelelahan, walau masih gejala ringan tapi tetap saja semua itu sangat lah berpengaruh, untuk hidup nya.
"mommy,,, apa mommy lelah, aku lihat mommy tidak sedang baik-baik saja" tanya Anak yang kini berusia 3 tahun itu, Yendra melihat ibunya meringis menahan sakit.
"tidak sayang mommy baik-baik saja, mommy hanya butuh duduk dan minum saja Sayang kamu bisa kan bantu mommy tolong ambilkan tas mommy dan air yang ada di botol itu" tanya Yena pada sang anak.
benar saja dengan sangat cepat Yena langsung meraih tas yang di pegang oleh anak nya saat itu juga,lalu dengan tangan gemetar ia meraih kotak obat yang ada di tas nya tersebut dan langsung menelan nya setelah itu,ia membaringkan tubuhnya di sofa tersebut, beruntung Joe segera pulang dari kantor nya saat ini dan karena pirasat yang gak enak di alami nya tadi jadi iya buru-buru bergegas pulang.
Joe adalah teman Yena sedari kecil iya selalu menjaga Yena sedari dulu namun Joe sempat pindah ke negara ini dan dia tidak tahu lagi perkembangan atau kabar apapun tentang Yena, dan saat Joe berlibur di Bali,baru dia bertemu kembali dengan Yena, orang yang selama ini sudah seperti adik baginya maklum saja Joe hidup sebatang kara ia adalah anak yang tumbuh di lingkungan panti asuhan, dan dekat dengan kompleks perumahan Yena, mereka bah, sering main bersama Yena dan ibunya sudah seperti keluarga nya sendiri, saat Joe masuk SMA, dia di adopsi oleh seorang pria paruh baya dan istr muda nya, mereka sengaja ingin menjadi kan Joe anak angkat untuk bisa mewarisi perusahaan nya kelak yang bergerak di bidang, properti saat itu.
Joe juga menjadi anak kesayangan di keluarga yang tidak pernah punya keturunan itu, sekolah nya, saja pindah ke tempat Elite dan kuliah di London,Joe yang dulu malang kini tengah menjelma jadi seorang milyarder, dengan beberapa aset kekayaan yang begitu banyak,namun ia tidak seberuntung itu tentang percintaan, dia terlalu lemah.
Joe, sempat menikah tapi istrinya selingkuh, dan hanya ngabisin duit setiap hari nya Joe di jadikan ATM berjalan oleh wanita itu, dia bahkan sering di tipu oleh nya bukan nya dia tidak,tau tapi Joe ingin tahu sampai di mana istrinya itu ngelakuin hal yang sangat menjijikan.
__ADS_1
sampai satu ketika Joe memergoki, istri sedang bercinta di rumah nya sendiri, Joe yang murka langsung menceraikan nya dan dia langsung, membuat mereka berdua di penjara hingga saat ini Joe tidak mau lagi berurusan dengan wanita.
"Yena,,,,, kamu kenapa, aku kan sudah bilang jangan terlalu kecapean ini lagi sudah ku bilang jangan telat minum obat nya, kamu itu tidak sayang dengan nyawa mu apa, setidaknya lihat lah Yendra yang masih sangat membutuhkan mu" Joe yang panik langsung membopong, Yena ke tempat istirahat nya saat itu juga.
"Joe, aku baik-baik saja, hanya saja hari ini aku ada sedikit lelah dan karena ada pelanggan baru tadi lumayan banyak jadi aku sibuk dan lupa minum obat nya, maafkan aku Joe" ucap Yena yang terlalu lemas saat ini.
"sudah sebaiknya sekarang kamu makan dulu setelah itu tidur lah,biar aku menyuruh asisten ku buat nanganin butik ini" ucap Joe yang terlalu khawatir pada Yena.
"Daddy Joe, mommy dari tadi tidak bisa diam jadi, aku ikutin mommy karena takut mommy kenapa-napa " ucap malaikat kecil yang polos itu Joe yang melirik nya saat ini ia langsung mengelus puncak kepala Yendra.
"Yendra sayang Daddy mau beli makanan dulu di restoran depan Yendra jagain mommy, nya dulu Ok, Daddy hanya sebentar saja ko" ucap Joe lembut.
"baiklah Daddy, sesuai yang Daddy mau"ucap Yendra.
"anak pintar,"ucap Joe.
Joe pun pergi membeli makanan di restoran depan sengaja ia beli langsung karena biar cepat, menurut nya dan setelah mendapat yang dia beli dia langsung bergegas menuju butik bahkan dia buru-buru masuk ke tempat istirahat nya, Yena saat ini beberapa kantong makanan iya bawa saat itu langsung di buka dan segera menyuapi Yena dengan tangan nya sendiri tentunya menggunakan sendok.
"Joe aku bisa makan sendiri, gak usah di suapin,biar kita sama-sama makan bareng"ucap nya.
🌹💖💖💖🌹
sementara di Hongkong, sandi yang semakin hari semakin merindukan anak dan istri nya, yang sudah pergi selama empat bulan lamanya, dia semakin merasa sedih tidak seorang pun yang tau dimana Yena, sandi tidak pernah melupakan anak dan istrinya itu, dan mencari nya kemana-mana, namun nihil semua usaha nya tidak membuahkan hasil, hingga satu malam sandi yang sudah tidak tahan dengan rasa rindu nya kini dia menelpon Sania meminta bantuan dari nya saat itu ia memohon agar Sania membantu nya mencari Yena.
sebenarnya, Sania bukan tidak ingin membantu tapi dia sedang bimbang antara sandi dan suaminya, Adryan yang kini memilih diam tak berbuat apapun, Sania sedikit merasa tidak enak hati kalau dia lagi-lagi meminta bantuan pada Adryan, meski penyebab kepergian Yena adalah Yeslin dan Adryan yang membiarkan semua itu terjadi.
"Daddy, aku ingin bicara soal sandi"ucap Sania
"ada apa lagi dengan dia"jawab Adryan.
"Daddy, apa maksud mu dengan ada apa lagi, Daddy tau kan kalo sandi selama empat bulan ini tidak sedang baik-baik saja, dan kenapa Daddy hanya diam berpangku tangan, sementara adikmu yang membuat ulah" kata Sania dengan nada sedikit tegas.
"Maksudnya nya, apa ya, kamu bisa ngomong seperti itu, pada suami mu sendiri" tanya Adryan, dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Adryan, tidak sedikit pun merasa bersalah saat ini karena dia kembali terpengaruh oleh keadaan, yang seperti dulu Adryan tidak ingin Yeslin kehilangan kebahagiaan nya saat ini,demi kesembuhan nya padahal bukan itu alasan yang sebenarnya, Adryan tau Yeslin sudah di nyatakan sembuh dari depresi yang pernah dia alami dulu, hanya saja Adryan dan Yeslin Bekerja sama untuk memiliki sandi sendiri dan dengan polos nya sandi mau menerima Yeslin kembali, saat ini.
"aku hanya ingin kau membantu Kakak ku Daddy, dia itu sudah begitu menderita saat ini" jawab Sania sambil menatap wajah suaminya yang tidak di kenali nya saat ini ya Adryan memiliki sifat mirip dengan Tias, sedikit keras kepala, tidak mau kalah padahal Adryan yang dulu ia kenal selalu sabar dan mau mengalah walaupun itu masih untuk ambisi ibu nya sendiri.
"aku tidak akan membantu dia kali ini kalo kamu tidak suka itu urusan kamu suruh siapa dia lemah dan membiarkan anak dan istri nya pergi" kata Adryan benar-benar tidak perduli.
"Adryan yang terhormat aku sendiri bahkan sudah tidak mengenal diri mu lagi selama empat bulan ini, kemana suami ku yang katanya bisa ngelakuin apa saja,buat aku entah lah yang pasti aku sudah kehilangan dirimu saat ini" ucap Siena yang pergi begitu saja dari hadapan suaminya, Sania pergi membawa tas kecil milik nya ia keluar dari Mension tersebut sambil berurai air mata, saat ini dia benar-benar sudah tidak sanggup menghadapi sikap nya, Sania pergi dengan mobil pribadi nya saat itu juga menujju rumah miliknya, Sania merasa sudah tidak lagi di hargai saat ini.
sesampainya di rumah tersebut, Sania langsung di sambut tiga orang asisten rumah nya, yang bertanya tidak biasanya ia datang sendiri ke situ.
Sania pun pergi ke kamar nya, iya termenung di sana bahkan sudah empat bulan ini dia mengambil alih lagi perusahaan milik nya karena merasakan perubahan sikap Adryan yang sangat besar, Sania lebih gila kerja untuk mengalihkan pikiran nya, yang selalu bertanya-tanya tentang Adryan yang tidak seperti dulu lagi.
Sania menangis di dalam kamar nya saat ini hingga, otaknya mengingat sesuatu, iya ingat dengan Allan yang mungkin bisa membantu nya saat ini.
Sania pun menghubungi sang mertua dan dia langsung di sambut dengan baik oleh Allan, dari sebrang telpon.
Sania bercerita dari awal kejadian hingga akhirnya seperti sekarang ini, bahkan perubahan suaminya pun di cerita kan nya dengan gamblang, Allan pun sangat marah dengan Adryan yang lebih mementingkan ambisi adiknya itu, ketimbang istri dan keluarga nya yang telah mereka lukai perasaan nya saat ini.
Allan hanya butuh waktu beberapa jam setelah itu ia kembali menghubungi, Sania Allan memberitahu kan keberadaan Yena yang kini tinggal di Australia bersama pengusaha properti yang bernama Joe, bahkan Allan mengabarkan kondisi Yena yang sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Allan, menyuruh Sania segera memberitahu pada sandi kabar itu dan menyuruh nya menyusul ke sana dengan perlindungan yang telah di berikan Allan saat ini, jadi sandi tidak perlu takut akan terjadi apa-apa pada nya dan Yena,ya... Allan sangat menyayangi Sania jadi dia tidak akan membela kesalahan Adryan, apa lagi ini tentang Yeslin yang jelas tidak ada hubungan darah dengan nya bahkan Allan tidak pernah menyukai sifat Yeslin yang keji melebihi binatang, dia saja yang hidup di dunia gelap tidak pernah membunuh keturunan nya, sekali pun mereka buat masalah, tapi Yeslin berani membunh anak kandung nya sendiri, dalam keadaan sadar sepenuhnya, sungguh keji Allan tidak pernah suka dengan sikap iblis itu.
"Yena sebaiknya kita ke, rumah sakit saja saat ini dari pada kau terus menerus menahan sakit saat ini, lihat lah wajah mu semakin pucat" Joe tidak meminta persetujuan Yena iya langsung menyuruh Yendra mengikuti nya yang kini menggendong Yena menuju mobilnya untuk segera kerumah sakit.
sesampainya di rumah sakit Joe memanggil dokter dan mereka langsung bergegas membawa Yena untuk segera di periksa sementara Joe membawa Yendra ke pangkuan nya menunggu Yena yang sedang di periksa saat ini.
"Yendra,lain kali segera hubungi Daddy jika mommy, bandel lagi agar tidak terjadi lagi seperti ini"ucap Joe, pada Yendra dan Yendra pun mengangguk.
tidak sampai lima belas menit dokter pun keluar dari, dalam ruangan, tempat Yena di periksa saat ini.
" Dokter, bagaimana keadaan adik saya" tanya Joe pada sang dokter.
"keadaan nya sedikit buruk seperti nya selain paktor ke kelahan itu juga di sebabkan karena ia terlalu banyak pikiran, jadi keadaan nya melemah beruntung anda tidak terlambat membawa kemari jadi masih bisa di atasi, kedepan nya sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi menjaga adik anda" kata sang dokter yang menangani Yena.
__ADS_1
satu Minggu dari kejadian itu,kini sandi tengah berada di, sebuah butik yang di beri nama Ys itu sandi tersenyum,ada sedikit lega di hati nya setidaknya, sandi masih ada di hati Yena istrinya itu.
"maaf tuan butik nya sudah satu Minggu ini tutup, karena pemiliknya di rawat di rumah sakit karena penyakit jantung nya" ucap seorang pegawai yang kini tengah membersihkan butik, tersebut dan berniat untuk membuka nya karena mulai beroperasi lagi.