Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
cinta Yena 2


__ADS_3

setelah mendengar kabar mengejutkan itu sandi langsung bergegas menuju rumah sakit tempat istrinya di rawat saat ini.


sandi turun dari mobil nya saat ini langsung bergegas masuk menuju resepsionis untuk bertanya di mana ruang rawat istrinya saat ini, setelah mendapat kan keterangan kini sandi tengah berjalan mencari kamar VVIP yang di maksud dan sandi pun sampai di situ.


sandi langsung masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu saat ia membuka pintu iya sangat kaget dengan melihat keadaan Yena yang, masih menggunakan alat bantu pernapasan,da beberapa alat menpel di tubuh nya Yena yang saat ini baru sadar pun iya langsung berderai air mata, kedua nya saling memanggil nama mereka dan sandi langsung memeluk, istrinya itu, kebetulan Joe saat ini tengah mengantar, Yendra yang baru masuk sekolah dan di jaga oleh orang kepercayaan nya saat ini, dia tau ada seseorang yang menginginkan hidup mereka berakhir.


"sayang, kamu kenapa heuhhhhh kenapa bisa seperti ini, aku sudah mencari mu ke mana-mana tapi tidak di temukan juga, terakhir kali aku melacak keberadaan mu di Bali dan saat aku ingin menjemput kalian sudah tau tidak ada" ucap sandi sambil berderai air mata.


"aku tidak ingin merepotkan mu jika pun aku pergi, kamu tidak perlu menangisi ku, kamu hanya bisa melupakan aku karena saat ini mantan istri mu lebih membutuhkan mu" ucap Yena yang kini menahan sesaknya akibat menahan tangisnya.


"tidak sayang kalian berdua lebih berarti untuk ku, aku hanya di jebak sayang Adryan kini tidak seperti Adryan yang dulu Sania bahkan lebih menderita lagi, dengan kejadian itu dia kehilangan sosok yang di cintai nya, karena telah berubah derastis Adryan jadi pria Egois dan sangat arogan, Sania pergi meninggalkan nya saat ini.


"sudah lah sayang jangan bahas masalah itu lagi lebih baik sekarang kamu cepat pulih agar kita bisa terus bersama-sama dan aku ingin kau, tetap di samping ku apa pun yang terjadi jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang aku mohon, hiks hiks hiks hiks... aku tidak akan. sanggup lagi bertahan tanpa dirimu sampai kapan pun" kata, sandi sambil memeluk istrinya itu.


tiba-tiba seseorang datang membuka pintu.


"ada tamu rupanya" ujar Joe yang baru masuk, Joe adalah orang yang sangat bijaksana, dia tidak pernah menyuruh Yena untuk melupakan sandi bahkan ia selalu berharap sandi akan datang melindungi mereka jika suatu hari nanti dia tidak bersama dengan nya lagi, karena Joe harus, melanjutkan hidup dan mencari orang yang tepat untuk dirinya, walau pun Yena adalah gadis yang baik, tapi Joe hanya menyayangi nya sebagai adik jadi akan tetap seperti itu.


"Joe, dia suamiku,kak sandi ayah dari Yendra" ucap Yena.


"Joe,maaf kalau selama ini aku merepotkan mu aku tidak tahu anak istri ku dalam penjagaan mu, hingga kami tidak bisa menemukan kalian tapi Daddy Allan bersedia membantu aku jadi secepatnya aku menemui kalian di sini saat ini" ujar sandi.


"Wow,,,kawan kau punya Daddy yang sangat hebat, dia adalah mafia kelas kakap yang banyak di segani karena sifat nya bukan karena kekejaman nya, aku juga belajar dari nya,cara menata hidup di masa sulit seperti sekarang ini" ucap Joe yang sudah lama mengagumi Allan.


"dia bukan Daddy ku tapi dia adalah mertua adik ku, yang memiliki seorang putra, dari wanita" ucapan sandi sudah di tebak duluan oleh Joe.


"wanita yang sangat menyedihkan, hingga mati masih tergila-gila dengan cinta pertama nya itu, dan saat ini putri nya, hidup dengan mu orang yang sama-sama mengalami gangguan mental itu mantan istri mu , dan saat ini bisa di pastikan dia sedang mengincar Yendra anak kita" ucap Joe .


ya Joe memang sangat menyayangi keponakan nya itu, dan ia menganggap dia sebagai anak nya sendiri, Joe bahkan melindungi Yena dan Yendra dengan segenap jiwa nya.


" kak, dimana Yendra" tanya Yena .


"dia sedang sekolah, hari ini adalah hari pertama dia masuk dan kamu tenang saja dia aman ada orang ku yang menjaga nya saat ini" jawab Joe.


"syukur lah" Yena bisa tenang sekarang.


"kapan aku bisa pulang aku sudah tidak betah di sini terus" tanya Yena lagi.


"tenang lah sayang, nanti aku tanyakan pada dokter dulu" ujar sandi.

__ADS_1


"sebenarnya, penyakit yang kau alami ini masih terbilang sangat ringan, hanya saja kau yang sangat bandel, kamu selalu tidak bisa menjaga diri mu sendiri dan terlalu banyak pikiran, dengar kan aku Yena,buang semua beban di hati mu jalani dan syukuri apa yang Tuhan berikan ke kamu, kamu ingin apa lagi coba kamu punya usaha dan punya anak tampan yang sangat baik, sekarang bahkan suamimu telah membuktikan kesetiaan nya pada mu, aku tidak habis pikir suami mu menjalankan perusahaan orang lain yang jelas-jelas telah mengkhianati nya, sementara semua potensi ada di diri kalian berdua ayolah mau sampai kapan kau terus. seperti ini bangkit dan raih masa depan cerah kalian berdua" kata Joe yang sangat panjang kali lebar.


"itu adalah rencana ku setelah Yena sembuh nanti kami akan membangun usaha dari nol dan saat itu terjadi kami ingin kau selalu ada bersama dengan kami Joe untuk selalu mendukung kita nanti" ucap sandi.


"itu pasti brother... kau adalah suami dari adikku jadi sudah sepantasnya aku mendukung kalian berdua, dan tolong jangan kecewakan adikku lagi,jaga dia karena aku tidak mungkin selama nya, bersama dengan nya, aku harus melanjutkan hidup dan memiliki banyak keturunan agar aku memiliki generasi penerus" ujar Joe antusias.


"sejak kapan kamu se semangat ini untuk menikah lagi" tanya Yena.


"sejak aku melihat Yendra, yang kini memanggil ku Daddy, aku sangat menyayangi nya,tentu aku harus memberi dia seorang adik, iya kan heuhhhhh benar tidak" tanya balik Joe.


" kau benar Joe, anak ku membutuhkan adik saat ini dari kita berdua,maka segera lah menikah atau kau ingin aku cari kan gadis desa oleh ku seperti Siti dan Sania" kata, sandi.


"hmm... Sania, seperti nya aku tertarik mendengar kan namanya" ucap Joe.


" hus..buang jauh-jauh pikiran mu untuk memiliki Sania dia adalah menantu kesayangan Daddy Allan, jadi jangan berani berpikir yang tidak-tidak" kata sandi mengingat kan.


"hmm... tapi tadi kau yang merekomendasikan nya pada ku" ujar Joe.


"dia itu hanya contoh Joe di kampung aku masih punya adik, kandung yang tidak kalah cantik, dan jago motor cross, kamu pasti terpana melihat nya" kata sandi lagi.


"hmm... sangat menarik, kapan kamu bisa perkenalkan dia padaku, hmm.."


obrolan pun berlanjut di iringi gelak tawa dari ketiga nya.saat itu.


🌹💖💖💖🌹


Jakarta, saat ini Sania, tengah berkutat dengan pekerjaan nya yang begitu menyita waktu nya dari hari ke hari, bahkan perusahaan nya saat ini sudah lebih maju lagi Sania kini tengah memfokuskan diri pada proyek pembangunan perumahan yang ia bangun di luar kota saat ini.


Sania di bantu oleh direktur keuangan nya ya itu Om nya sendiri, yang sedari dulu setia dengan perusahaan itu meski sudah berumur tapi dia tidak pernah mau berhenti bekerja, katanya ia membutuhkan itu untuk mengisi hari tua nya.


Sania meeting, saat ini di temani oleh asisten pribadi nya yang iya rekrut nya dua bulan yang lalu dia bernama David, yang kebetulan bekas asisten Bryan Adams, karena Bryan memiliki dua asisten pribadi jadi ia memberikan David secara cuma-cuma.


"David, aku akan langsung pulang saat ini kau juga kalo mau pulang-pulang saja langsung rapi tolong pastikan kalau, semua semua nya sudah rapi, dan jangan lupa kunci ruangan ku" perintah Sania.


"baik Nona" jawab David.


setelah berpamitan Sania, langsung pergi dengan mobilnya, sementara David pergi ke kantor untuk memastikan semua nya tidak ada masalah, Sania pulang kerumah lama nya saat ini dan dia langsung bergegas menuju kamar, setelah sampai beberapa menit kemudian rasanya sangat lelah dan Sania langsung meminta asisten rumah nya saat ini untuk mengisi bathtub nya dengan air dan sabun aroma terapi, dia benar-benar lelah setelah seharian ini Aktivitas yang sangat padat.


setelah semua siap Sania langsung bergegas masuk ke kamar mandi, dan melepaskan semua pakaiannya nya di sana, iya langsung berendam di air hangat dengan aroma terapi yang sangat kuat, saat ini, ia bahkan sempat memejamkan mata nya saat ini bahkan selam lima belas menit kurang lebih Sania tertidur di sana dengan posisi, sekujur tubuh terendam air hingga leher hanya saja betapa milik nya itu di desain khusus memiliki bantalan untuk merubah kan kepalanya di atas sana.

__ADS_1


setelah tiga puluh menit iya pun bangun untuk membersihkan sisa sabun di tubuh nya itu dengan guyuran air shower yang sangat deras ha butuh waktu lima menit saja Sania sudah selesai, dan keluar dari kamar mandi nya saat itu juga matanya membelalak kaget dengan apa yang di lihat nya Adryan berada di tempat tidur nya saat ini ia terlentang, seperti dia mabuk berat.


Sania yang masih menggunakan kimono mandi nya dan handuk yang melilit, rambut basah nya kini, ia membetulkan posisi tubuh Adryan, dan saat ini, ia melepaskan, sepatu yang masih menempel di kaki nya saat ini, Sania langsung membuka kemeja yang di kenakan oleh Adryan benar saja bau alkohol menyengat di bibir dan kemeja nya.


sebenarnya, Sania tidak tega melihat keadaan suaminya seperti ini, dia sengaja pergi dari, suaminya agar Adryan sadar dengan semua itu.


setelah selesai membuka semua pakaian yang di kenakan Adryan dia membersihkan tubuh Adryan, dengan kain, basah dan air hangat.


setelah itu ia menyelimuti, tubuh polos Adryan saat ini, iya kembali ke room closed, untuk memakai piyama tidur nya saat ini.


Sania, tidak tahu kalau Adryan sudah sadar saat ini, dia membuka mata nya, dan mengalihkan pandangannya keseluruh ruangan saat ini.


Adryan pun bangkit dan duduk bersandar di tepi ranjang saat Sania keluar dari room closed ia langsung bertatapan dengan suaminya tersebut, dan Adryan hanya memandangi istrinya itu yang terlihat kurus, dan wajah nya yang semakin kelihatan Titus saat ini,ada rasa sesak di dada nya, untuk ke ber kian kalinya ia kembali menyakiti istrinya itu.


"kamu sudah bangun tuan" ucap Sania yang kini, tengah berdiri di depan cermin sbil mengoleskan skincare nya, dengan cueknya Sania menyisir rambut nya itu dan setelah selesai Sania keluar dari kamar nya itu, sebenarnya rasa sesak di dadanya saat ia bertatapan dengan, suaminya itu yang terasa seperti orang asing.


Sania kini tengah makan malam sendirian, tanpa mengajak suami nya itu yang ternyata kini, sudah mengenakan baju, nya Adryan turun menuruni tangga dengan mengunakan piyama tidur yang senada dengan sang istri, saat ini.


"kau bahkan sudah melupakan suami mu saat ini, sampai kau lupa menawariku makan nyonya Sania" Adryan menekan kan kata- kata nya saat ini.


"aku baru tahu kalau aku memiliki seorang suami,kalau kau tidak mengingat kan aku" ucap Sania cuek...


"benarkah,kau tidak ingat bagaimana kau merebut ku dulu dari, seseorang" kata Adryan yang sontak membuat Sania seperti di timpuk batuan besar saat ini.


"owh, begitu ya aku rasa aku tidak merebut mu kau yang datang sendiri padaku, bahkan aku sudah merelakan mu menikah dengan istri tercinta nya saat itu" kata Sania tegas.


"tapi semua karena kamu selalu mengikuti ku kemanapun kau pergi, saat itu kau bahkan menjadi kan adikku Yeslin, sebagai teman mu untuk memperlancar rencana mu " kata-kata Adryan adalah fitnah yang sangat kejam, yang langsung menusuk jantung Sania.


"hey...dengar kan aku tuan Adryan yang begitu puya rasa percaya diri yang tinggi, aku kesana sudah lama di rencanakan oleh eyang ku dulu, untuk sekolah di tanah kelahirannya, dan kau jangan keterlaluan, Yeslin sendiri yang mengajak ku untuk berteman. dengan nya, dan aku tidak pernah mengejar mu kau sendiri yang mengejar ku, saat itu, untuk membalas dendam yang tidak jelas atas kesalahan-kesalahan siapa, aku sudah sering kau korbankan dengan ambisi balas dendam mu itu dan saat ini kau bahkan memanfaatkan kami berdua aku dan kakak ku sandi, coba kau pikir sendiri, siapa yang berbuat kesalahan, dan siapa yang harus menanggung nya semua itu, kamu sendiri yang tau, dan saat ini juga, aku minta cerai dari mu".... Sania tidak melirik wajah Adryan yang tiba-tiba merah padam karena marah mendengar kan kata-kata keramat itu, Sania pergi menuju kamar nya ia membanting pintu dengan sangat keras, Sania menangis sesenggukan di samping ranjang hati nya benar-benar merasakan, sakit yang teramat sangat, dia pikir Adryan datang untuk menyesali perbuatannya, tapi nyatanya semua hanya dugaan semata.


Sania, masih menangis saat Adryan datang mencekal lengan nya dengan sangat kuat.


"aku minta cabut kata-kata terakhir mu saat ini juga, aku tidak mau mendengar nya, lagi karena sampai kapan pun, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku, kamu tidak akan pernah bisa lepas Sania bahkan sampai mati pun"ucap Adryan tegas.


"kalau begitu kau bunuh saja. aku saat ini agar kau puas, aku tidak pernah bisa, mencabut kata-kata ku itu, akan segera terwujud aku akan segera menggugat cerai dirimu secepatnya Adryan" ucap Sania yang menatap wajah suaminya dengan sangat tajam.


"silahkan kau lakukan itu jika kau ingin melihat orang-orang, yang kau sayangi pergi untuk selamanya dari dunia ini"ancam Adryan,pada Sania.


"owh, hanya itu kemampuan yang kau bisa kau hanya bisa mengancam ku tapi kau tidak sadar bahwa kau sedang mengancam diri sendiri, kita lihat saja nanti" Sania bukan nya Taku tapi dia malah menantang,balik, dan Adryan sangat murka, dan saat ini dia langsung melempar Sania ke atas ranjang dan menindih tubuh istrinya itu, kemarahan Adryan,di akhiri dengan pemerkosaan terhadap Sania.

__ADS_1


__ADS_2