Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
istri kesayangan


__ADS_3

suasana pantai yang sunyi, Joe merasa tenang sendiri, duduk, di tepi pantai, dengan pasir putih, dan pemandangan, yang sangat cantik terpangpang jelas, ciptaan Tuhan yang suguh sempurna.


"Hanny, aku ingin kembali kemari dengan mu,suatu saat nanti kita bisa melihat pemandangan, indah ini bersama-sama kita bisa bersama bermain,air" Joe pun memejamkan mata nya serasa Sania ada di samping nya.


satu tahun berlalu, Joe tidak pernah lagi mengunjungi, Yena dan Indonesia, perusahaan nya yang berada di negara tersebut di pegang oleh orang kepercayaan nya, saat ini.


Joe, sedang sibuk di Amerika, mengurus cabang perusahaan yang sudah di bangun selama dua tahun,kini di samping Joe ada asisten wanita yang cukup handal dalam bekerja bahkan hingga, saat ini dia masih sibuk dengan urusan pekerjaan.


Joe menemukan Natalie,di kampus, saat ia mengadakan seminar di sana,bagi para pekerja magang yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata dia akan di pekerjakan untuk menjadi asisten CEO, perusahaan tersebut, dan Natalie mampu melakukan itu.


tanpa Joe sadari Natalie adalah asiten rumah tangga Maxim yang,ia sekolah kan secara gratis karena cinta-cita Natalie,ingin bekerja dan membahagiakan orang tua nya, Maxim mengerti dengan semua yang Natalie rasakan hingga dia pun mempasilitasi biyaya pendidikan nya untuk kuliah.


sementara itu, Natalie kini rela memberikan apa saja yang Maxim ingin kan jika memang Maxim meminta balasan pada nya,namun Maxim tidak mau,terpuruk untuk kedua kalinya cukup lah Eren, seorang yang menggantung perasaan nya dulu,max.. tidak ingin mencintai tanpa di cintai lagi sudah cukup dulu, baginya masih banyak yang tidak menghapkan cinta asal ada uang ya Maxim kini lebih berpikir, realistis ketimbang terjun kedalam rasa cinta tidak terbalas.


Maxim, tidak pernah lagi bertanya, pada Natalie walaupun dia tinggal satu atap karena Maxim akan membiarkan dia tinggal di sana sampai kapan pun Natalie mau.


"tuan ini kopi Anda hari ini maaf aku pulang telat gara- harus ikut meeting dadakan bersama dengan bosku di kantor"ucap Natalie menjelaskan.


"tidak masalah santai saja, apa kau sudah mendapatkan gaji seperti yang kau inginkan"ucap Maxim bertanya.


"hmm,,, belum sih tuan tapi aku pasti akan mendapatkan nya" jawab Natalie


"Natalie, apa pertanyaan ku waktu itu boleh aku ulang" ucap Maxim.


"pertanyaan yang mana, tuan" ucap Natale.


"apa kau mau menikah dalam waktu dekat ini" Ucap Maxim.


"aku sudah menyerahkan seluruh hidup dan mati ku pada Tuhan apa lagi soal menikah, aku akan pasrah jika pun ada pria yang baik hati mau menerima ku, apa adanya" ucap Natalie.


"bagaimana kalau kita menikah saja apa, kau bersedia" ucap Maxim, tulus.


"baik lah terserah tuan saja, aku akan ikut keinginan mu" ucap Natalie.


"apa kau tidak terpaksa atau kau tidak merasa aku memaksa mu, aku tidak ingin itu" ucap Maxim.


"aku tidak keberatan tuan semua sudah takdir dan kehendak Tuhan, sampai kapan pun aku akan tetap setia kepada mu" ucap Natalie tulus.


"walaupun kau harus berhenti bekerja?"tanya Maxim.


"apa pun itu tuan" ucap Natalie.


"walaupun kau tau aku sudah memiliki seorang putri"ucap Maxim sekali lagi.


"ya tuan aku terima keputusan apa pun dan aku terima kamu apa adanya" ucap Natalie.


Maxim pun langsung memeluk, Natalie dan mencium bibir nya sekilas.natalie yang mendapat serangan tiba-tiba, wajah nya kini memerah bak kepiting rebus.


mulai saat ini kau harus memanggil ku suamiku, dan mulai besok kita akan siap kan pernikahan megah untuk kita, aku akan menyiapkan semuanya kau tidak perlu khawatir kau hanya perlu duduk saja Hanny, muachh-muach.

__ADS_1


satu Minggu kemudian, Natalie dan Maxim pun sudah siap untuk menikah Sania Adryan dan Emily pun sudah hadir di sana namun si kembar tidak ikut.


hari pernikahan pun di gelar Sania sudah di dandani dengan cantik oleh mua yang di persiapkan oleh Maxim, Sania adalah ibu kedua untuk Emily, jadi Maxim ingin Sania juga ikut, merasakan kemegahan pesta itu.


sementara itu Natalie yang memang berwajah cantik dan sangat terpukau dengan balutan gaun pengantin, yang sangat indah dan glamor.


Sania dan Adryan kini berdampingan menjadi pengantar pengantin pria, yang kini berjalan memasuki,aula pernikahan, dengan Emily yang berjalan paling depan membawa buket bunga untuk calon mommy baru nya itu.sania dan Adryan pun hanya mengantar sampai depan setelah itu ia dan Adryan kembali ke luar altar karena itu bukan lah tempat untuk orang muslim, Sania hanya menghargai Maxim dia hanya menunggu di hotel yang akan di adakan acara resepsi pernikahan nanti sedang kan untuk permata, yang saat ini sedang berlangsung Sania tidak ikut menyaksikan nya.


sampai lah pada acara resepsi pernikahan,kini Maxim, sudah berganti jas dan begitu pun Natalie yang telah sah di persunting oleh Maxim, ia menggunakan gaun ter megah di tahun ini,gaun berwarna merah marun yang di penuhi, ribuan desain bunga mawar dari atas hingga bawah, sampai sepanjang dua meter tersebut Natalie nampak sungguh sangat cantik elegan, glamor semua terpangpang jelas di setiap tamu undangan yang memberikan ucapan selamat untuk mereka.


sementara itu, Sania yang kelelahan dia, duduk di kursi tamu undangan bersama dengan Emily, dan Adryan, ternyata banyak dari mereka yang mengenal Adryan, pebisnis handal yang memilik banyak cabang perusahaan saat ini.


Adryan kini sibuk berjalan kesana kemari,menyambut tamu yang juga ternyata adalah kolega bisnis nya.


Sania, saat ini merasa ingin buang air kecil ia pun bermaksud pergi tapi sebelum itu,ia menitipkan Emily pada Nanny nya.


Sania pun bergegas menuju toilet,di hotel tersebut, saat ia berjalan dengan sangat terburu-buru tiba-tiba ada sebuah tangan melingkar di pinggang nya dari belakang, saat ini, Sania langsung kaget saat tau ada orang bau parfum yang sangat ia kenal.


"Joe ini beneran kamu" ucap Sania tanpa menoleh.


"Hanny, kamu masih mengenaliku, syukur lah"tiba-tiba Joe mencium punggung Sania yang terbuka karena Desain gaun dengan punggung terbuka, Joe berkali-kali mengecup bagian itu.


"Joe, aku sedang buru-buru untuk ke toilet,tolong lepaskan Joe disini ada banyak cctv aku tidak ingin semua ini terlihat oleh orang lain nya" ucap Sania menghentikan aksi Joe entah kenapa sulit sekali rasanya Sania menolak perlakuan Joe,Joe kini hanya tersenyum puas.


"pergilah, aku akan menunggu mu" ucap Joe yang langsung menelpon asiten nya, membawakan kado ulang tahun yang sudah di siapkan nya sejak lalu, yang ia bawa pergi ke mana pun.


kamar hotel nan sunyi dan sepi bahkan Joe sudah meretas cctv di kamar hotel tersebut agar bisa mematikan nya, Sania kini, tengah terduduk di sebuah ranjang empuk milik, Joe yang di sewa nya, Joe datang dengan dua gelas wine di tangan nya, memberikan nya pada Sania.


"Joe aku tidak minum alkohol" ucap Sania.


"itu hanya sirup Hanny minumlah kamu tidak akan pernah mabuk...." ucap Joe pada Sania.


"Joe aku harus segera kembali kalau tidak Adryan akan,mencari ku" ucap Sania sambil turun dari atas ranjang.


"Hanny,, eummm ahhh eummm sayang, aku hanya ingin.memberikan kado ulang tahun ini untuk mu sayang ku, maaf kan aku jika aku berlebihan aku sangat merindukan mu, dan cinta ku padamu tidak pernah sirna" ucap Joe.


"makasih Joe tapi kuharap ini untuk yang terakhir kali nya kamu mencium ku,ingat Joe ini sangat salah aku sudah punya suami"ucap Sania.


"maaf Hanny , aku tidak bisa menahan nya, aku selalu terbawa suasana, muachh muachh muachh,maaf" ucap Jo sambil mendorong Sania ke arah ranjang hingga Sania terpelanting ke atas ranjang tersebut.


"Hanny biarkan seperti ini dulu" ucap Joe Sambil memeluk Sania dari atasan nya Joe membenamkan wajahnya di dada Sania, Sania merasa hancur ia menangis sesenggukan.


" kenapa kau menangis baiklah-baiklah menangis, semua nya aman, aku sudah mematikan cctv di sini, dan aku tidak akan melakukan hal yang lebih Hanny aku ingin melepas rindu padamu.


ucap Joe sambil beralih ke samping.tiba- tiba kamar hotel Joe di ketuk Sania pun langsung bangkit dan merapihkan penampilan nya, saat ini begitu juga Joe Sania langsung masuk kamar mandi.


saat,kamar hotel di buka pintu, nya Adryan masuk dan menanyakan Sania dia tau Sania ada di sana.


"Joe dimana istri ku?" ucap Adryan.

__ADS_1


"aku di sini Sayang, ada apa hmm aku numpang ke toilet Joe tadi di sana penuh" ucap Sania yang langsung bergelayut manja di lengan Adryan.


"aku hanya takut kamu kenapa-kenapa syukur lah kalo kamu baik-baik saja" ucap Adryan sbil mulai berjalan merangkul pinggang Sania dengan posesif.


"terimakasih Joe untuk tumpangan nya"ucap Adryan.


"sama-sama" ucap Joe sambil tersenyum.


"sayang, jangan pernah pergi jauh dari jangkauan ku lagi aku tidak ingin ada pengganggu mendekati mu" ucap Adryan.


"hmm,, tentunya Hanny, aku ingin segera pulang sayang" balas Sania.


"baiklah setelah acara ini selesai kita akan kembali" ucap Adryan.


mereka pun kembali memasuki tempat resepsi pernikahan itu di gelar,Sania pamit pulang pada Maxim dengan alasan sangat lelah.


dan Maxim pun mengiyakan nya Maxim menyuruh Sania pulang ke Mension nya untuk sementara waktu, sebelum kembali keu Indonesia.


sementara itu Joe kini tengah tersenyrum, karena dia berhasil memberikan sebuah gelang yang memiliki alat pelacak di dalam nya.


Sania, langsung bergegas menuju kamar yang Maxim sediakan untuk nya saat ini, karena dia sudah hapal dimana letak kamarnya.


mereka berdua pun beristirahat malam ini,sangat melelahkan untuk mereka Joe pun merebahkan diri di atas ranjang empuk nya, dengan senyum mengembang di bibirnya lagi-lagi Joe bisa memeluk dan mencium bibir wanita pujaan nya.


Joe bahkan bertekad untuk memiliki Sania suatu hari nanti, dia langsung berbicara dengan seseorang,di sambungan telepon bahwa saat ini dia tengah bahagia karena berhasil mencium wanita yang di cintai nya saat ini.


sementara itu di kampung Yena tersenyum, bahagia karena kakak nya sedang bahagia Yena tau siapa wanita itu dia bahkan, menginginkan hal yang sama dengan Joe ia ingin membalas dendam atas rasa sakit yang dulu di deritanya akibat ulah Adryan dan Yeslin.


apa kabar dengan Yeslin sekarang, dia bahkan menikah dengan wanita tua, dan memiliki seorang putri berusia satu tahun.yeslin lebih bahagia terlihat saat ini, dia sudah bisa melupakan sandi dan juga Bryan Adams.


wanita itu,memang membutuhkan sosok lebih dewasa dari umurnya untuk membimbing nya dan bisa memberikan rasa aman kepada nya.


berbeda, dengan Bryan Adams, dia kini telah bahagia dengan hidup nya walau baru memiliki kekasih seorang yang baru satu tahun di temui nya di Bali,ya dia adalah gadis yang pernah di tolong oleh Joe hingga saat ini ia tidak pernah lagi bertemu dengan Joe padahal sudah berkali-kali, ke Mension nya,penjaga Mension bilang dia sedang berada di Amerika.


Bryan, Adams, adalah sosok pria yang lembut, terlihat dari saat ia rela merawat Sania saat ia hilang ingatan, saat itu.


di saat semua orang tegah bahagia berita, duka datang dari keluarga Adryan,ibu tiri Adryan meninggal, dunia saat pergi bersama dengan Gavin Stevano Anderson,cucu kesayangan nya.


mobil yang di tumpangi nya di tabrak orang dari belakang, saat ini karena orang itu adalah musuh bebuyutan Allan, Adryan yang mendengar kabar tersebut, saat ini juga langsung bergegas ke Italia Karena anak pertama nya kini mengalami kecelakaan dan keadaan nya keritis Sania bahkan berkali-kali pingsan, karena takut kehilangan putra semata wayangnya.


"sayang tenang lah kata Daddy,Gavin baik-baik saja, hanya luka ringan" ucap Adryan.


"tidak mungkin mommy saja sampai meninggal apa lagi putra ku yang masih sangat kecil ya Allah tolonglah selamat kan putra ku " ucap Sania dia pun kembali pingsan


Adryan merasa sesak di dadanya bagaimana kalau Sania melihat keadaan Gavin, yang sedang koma saat ini ia takut istri nya terkena serangan jantung lagi, Adryan sangat ketakutan.


sayang nya berita itu Sania duluan yang mengetahui nya, Gavin masih kritis saat ini Allan bahkan tidak kuasa menerima duka ini di satu sisi istri tercinta nya telah pergi ke pangkuan sang Holik, dan Gavin,cucu laki-laki satu-satunya,kini dalam keadaan koma Allan benar-benar murka saat ini dia bahkan mengerahkan, seluruh anak buah nya di berbagai negara, untuk menemukan musuh nya yang kini tengah melarikan diri, Allan akan membuat perhitungan dengan tangan nya sendiri, siapa pun orangnya harus mati di tangan Allan.


sesampainya Adryan dan Sania saat ini ia langsung di sambut tangis Allan, yang benar-benar sangat berduka Adryan memeluk ayahnya erat sementara Sania berlari menuju kamar di Mension tersebut yang di khususkan untuk merawat sang buah hati, Sania langsung memeluk putra semata wayangnya, yang kini terbaring lemah di atas ranjang Tersebut dengan berbagai alat bantu pernapasan.

__ADS_1


__ADS_2