
setelah, hampir satu pekan Sania berada di kampung halaman nya, tanpa suaminya, karena Adryan harus bekerja sementara itu Joe pun sudah kembali ke Australia.
Joe tidak jadi menetapkan hati nya pada Shandra Karena ia melihat sifat Shandra yang tak jauh seperti istri nya yang dulu yang menikahi nya yang hanya ingin uang miliknya saja, Joe harus menata kembali perasaan nya saat ini.
sementara itu Joe malah memikirkan sosok wanita yang baru di kenal nya selama satu pekan itu, ya dia adalah Sania.
sementara itu Sania kini sedang berbahagia, Sania bahagia karena kedua anaknya Sandra dan sandrina, Sania saat ini di sibukkan kembali, dengan hidup yang dia inginkan, menjadi ibu dan istri yang sempurna, Sania memulai dari malam hari dia menyambut dan melayani suami nya yang baru pulang bekerja, hingga Adryan makan malam Sania yang memasak semua itu.
Adryan yang memakan itupun merasa bahagia saat ini, karena istri nya seperti berbahagia melebihi bahagia nya dulu.
Sania seperti seorang wanita yang baru terlahir kembali, hari nya di penuhi senyuman seperti pagi ini, dia langsung menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suami nya saat ini.
Sania langsung pergi membersihkan diri,Sania bersiap untuk mengantarkan kedua putrinya pergi ke sekolah baru aku saat ini, Sania datang dengan mobil sport nya, memasuki gerbang sekolah, nya saat ini semua orang menatap Sania yang begitu cantik dari ibu-ibu yang berada di sekolah elit itu.
ya tadi nya Sania ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri yang sederhana karena ia tidak ingin menerapkan hidup glamor Adryan pada kedua anak nya,hanya saja Sania tidak mau membuat suaminya malu dengan seluruh aset kekayaan yang mereka miliki, saat ini.
Adryan ingin sekolah yang terbaik untuk kedua putrinya saat ini untuk menebus rasa bersalah nya selama ini yang tidak pernah ikut andil dalam tumbuh kembang kedua putrinya selama ini, Adryan ingin menebus masa-masa itu.
Sania menunggu anak nya sambil mengerjakan pekerjaan nya di dalam mobil Adryan sudah melarang nya untuk bekerja tapi dia kekeuh memaksa, kan kehendak nya, Sania mencoba bekerja tanpa mengganggu kesibukan nya sebagai seorang istri dan ibu untuk mereka bertiga hingga bel sekolah istirahat berbunyi, Sania langsung bergegas keluar mobil membawakan,bekal makanan saat ini.
kedua anak nya tersenyum dan memeluk nya.
"mommy, mommy masih di sini." ucap keduanya.
"tentu saja Sayang, demi kalian mommy akan lakukan apapun" ucap Sania langsung mencium bibir kedua putrinya saat ini.
"mommy,,, laper.." ucap sandrina dan Sandra kompak.
"ini mommy sudah siapkan sedari tadi Sayang, silahkan makan, tapi cuci tangan kalian dulu" ucap Sania.
"thanks momm..' ucap mereka kompak.
setelah, selesai makan siang kedua putrinya kini kembali masuk sekolah nya lagi, setelah itu Sania masuk kembali ke dalam mobilnya dan ia pun memakan makan siang nya, saat ini sambil memangku laptop nya dan mulai bekerja kembali.
Sania fokus mengerjakan pekerjaan nya saat ini sampai ketukan pintu, menghentikan fokus nya saat ini.
"sayang, kamu di sini" ucap Sania pada suaminya.
"ya, sayang aku hari ini sedang sedikit santai saat ini, aku ingin mengajak kalian untuk pergi jalan hari ini" ucap Adryan.
"sayang, kamu masih bekerja, kenapa tidak berhenti saja aku sudah mempekerjakan orang kepercayaan ku untuk mengurus perusahaan mu, kenapa masih bandel Sayang hmm..." ucap Adryan.
"aku hanya bekerja, alakadarnya sayang tidak banyak"jawab Sania.
"hmm.. baik lah sayang terserah saja yang pasti aku tidak ingin kau kelelahan nanti" ucap Adryan.
"tidak akan Sayang"ucap Sania.
bel.. pulang pun berbunyi, tanda jam sekolah telah berakhir, saat ini Sania dan Adryan bersiap untuk pergi saat kedua anak nya telah mendekat kearah mobil Adryan membuka pintu mobil nya, saat ini.
"Daddy ,,, Daddy juga ada di sini saat ini" ucap Sandra, antusias sementara itu sandrina hanya tersenyum pada Daddy nya.
"apa kalian siap, hari ini Daddy ingin mengajak kalian, jalan-jalan sepuasnya sekarang juga.
"thanks, Daddy" ucap kedua nya.
"sama-sama sayang" ucap Adryan.
mereka pun pergi ke Mall taman anggrek saat ini mereka bermain dengan sangat puas, saat ini mereka bermain dan berbelanja saat ini.
sampai sore Akhirnya mereka kembali ke rumah nya, saat ini Sania sangat bahagia melihat, mereka tersenyum puas dengan mainan nya masing-masing saat ini.
__ADS_1
"sayang, apa kamu senang" tanya Adryan pada Sania.
"sangat sayang, apa kamu juga bahagia" tanya Sania.
"tentu saja Sayang, aku sangat bahagia" ucap Adryan.
"kalian pergi lah kekamar saat ini mandi lah dan terus, istirahat lah.
"sayang, aku juga mau istirahat,ayo ikut aku ke kamar Hanny"ajak Adryan.
"baiklah sayang, tapi hanya istirahat Ok" ucap Sania.
"iya sayang, aku hanya ingin di temani" ucap Adryan.
Sania dan Adryan pun pergi ke kamar nya saat ini, mereka tidur bersama sore ini karena lelah.
sementara itu Joe yang sedang sibuk mengerjakan tugas nya selama ini, yang lama ia tinggal kan satu pekan itu hanya saja ada asisten kepercayaan nya selama ini.
Joe kurang fokus, saat ini karena dia selalu ingat dengan senyuman Sania yang sangat manis di saat Sania bermanja-manja di pangkuan sandi, ya Sania memang sangat serasi jika orang tua tidak tahu mereka berpikir sandi dan Sania adalah pasangan kekasih karena Sania, kelihatan sangat manja, pada sandi.
Sania,saling menyayangi sandi sebagai seorang pelindung karena dia lah yang selalu melindungi nya selama ini, Sania adalah ratu di hati sandi dan ibu nya dulu sandi selalu teringat amanat, dari ibunya selama ini,bahwa apa pun yang terjadi, sandi tidak boleh meninggalkan nya.
sandi ibarat pasangan hidup Sania selama ini tapi mereka hanya di takdir kan, untuk menjadi kakak beradik angkat saja.
selama ini mereka sangat dekat dan tidak ada lagi celah di antara mereka saat ini, mereka seperti adik kakak kandung.
selama ini Danang lah yang selalu melindungi sandi setelah kedua orang tua nya saat itu, hingga Sania tumbuh menjadi gadis manis di usia putih abu-abu,ibu Sania pun memutuskan untuk pergi ke kota ia tidak ingin terus tersakiti kalau terus menerus tersakiti, oleh mantan suami dan istri nya yang selalu mencari keributan dengan nya.
sandi pun tinggal bersama dengan Sania sejak saat itu di rumah besar itu hingga ibu sandi kembali ke kampung sandi kembali lagi tinggal bersama dengan ibunya.
saat ini pun sandi kembali memilih tinggal dengan Danang sang ayah angkat .
"sayang, aku lapar saat ini" ucap Sania.
"suruh saja pelayan mebawa makanan nya saat ini, juga aku tidak mau kau keluar aku masih ingin memeluk mu saat ini" ucap Adryan.
"sayang, aku harus melihat kedua putri kita saat ini, apa mereka sudah makan malam saat ini atau belum" ucap Sania.
"mereka sudah ada yang mengurus nya jadi saat, ini kamu hanya boleh menemani ku" ucap Adryan saat ini.
"baik lah sayang ku" ucap Sania mengalah.
Sania, yang kini tengah makan bersama Adryan di sofa saat ini, dengan lahap nya sesekali. Adryan, pun menyuapi Sania dengan kasih sayang nya saat ini.
satu tahun berlalu kini Adryan dan Sania hidup dengan bahagia, sesekali Sania dan Adryan pun menjenguk anak nya yang berada di Italia bersama dengan Allan saat ini.
sementara usaha sandi saat ini sangat berkembang pesat saat ini, Yena dan Siti membuka butik nya dengan kesuksesan, sementara Joe, saat ini tengah berada di kampung halaman nya dulu ia menengok ibu panti, saat ini dan ternyata Joe tidak tahu bahwa beliau telah lama meninggal Joe hanya bisa mengelus batu nisan itu dengan sangat sedih.
sementara, ibu Yena, saat ini tidak di kampung bersama dengan sandi saat ini.
Sania, Sangat bahagia hari-harinya di lalui dengan senyum dan cara tawa dengan anak dan suaminya seperti saat ini.
Sania duduk di pangkuan Adryan dan mengelus wajah, halus milik suami nya saat ini tapi tiba-tiba Adryan menggigit jari, tangan Sania gigitan manis yang membuat wajah Sania saat ini, Sania di angkat tinggi-tinggi oleh Adryan, saat itu Sania berteriak karena takut, terjatuh.
saat ini Sania memeluk Adryan dengan erat ia mengalungkan tangannya di leher suaminya
saat ini Adryan langsung ******* bibir Sania istrinya itu, dengan lembut saat ini hingga berakhir, dengan percintaan panas nya saat ini Sania bahkan terhanyut di dalam nya saat ini.
ke esokan pagi nya seperti biasa Sania beraktivitas seperti biasa, dan anak-anak nya selalu tersenyum bahagia bersama dengan kedua orang tuanya yang saat ini sedang mengantar mereka ke sekolah nya saat ini Sania seperti biasa menunggu di sana dengan mobil yang atapnya terbuka saat ini,sambil memangku laptop nya seperti biasa dia bekerja di sana.
Sania, melirik seperti seseorang yang sangat ia kenal dan dia adalah Joe yang baru selesai meeting, saat ini di cafe samping sekolah nya saat ini.
__ADS_1
"Joe"pangil Sania.
"Sania,ini beneran kamu" ucap Joe yang mendekat ke arah Sania.
"Joe, kamu sedang apa di sini" tanya Sania.
"aku habis meeting, di cafe tadi" jawab Joe sambil ikut masuk ke mobil Sania Joe duduk dengan santai nya.
"Sania, apa kau bahagia dengan hidup mu saat ini" tanya Sania.
"apa maksudnya,tentu saja aku bahagia" jawab Sania yang saat ini menatap heran pada Joe yang kini tengah menatap nya.
"Sania aku mau tanya boleh tidak?" ucap Joe.
"tanyakan saja" jawab Sania.
"Sania jika ada seseorang jatuh cinta pada mu saat ini dengan sangat besar pada mu, apa yang akan kau lakukan?" ucap Joe.
"itu tidak mungkin Joe, aku sudah menikah dan memiliki anak malah anakku sudah tiga saat ini, aku tidak pernah memikirkan semua itu" jawab Sania.
"hmm... tapi bisa saja kan Sania, karena semua itu sah-sah saja, saat ini ia kan" ucap Joe.
sementara itu Sania berusaha mencerna ucapan Joe hati Sania tiba-tiba merasa kalau orang itu adalah Joe.
"Joe, apa itu kamu" ucap Sania.
"ya, itu aku Sania, aku mencintaimu entah lah kapan datang nya perasaan ini tapi aku sendiri tersiksa dengan semua ini" ucap Joe jujur.
"tidak Joe kau mungkin keliru, kamu hanya kesepian jadi kamu terbawa suasana saat ini" ucap Sania.
"apa bisa di bilang keliru, setelah satu tahun lamanya hingga saat ini" ucap Joe.
"aku bisa mengerti Joe, tapi kamu salah orang aku sudah punya suami" jawab Sania.
"itu tidak masalah Sania izin kan aku tetap memiliki rasa ini" kata Joe.
"terserah kamu, saja Joe tapi maaf aku tidak bisa, membalas nya maaf" jawab Sania.
"aku tidak ingin mengganggu hidup mu tapi bisa kah kau selalu tersenyum saat aku bertemu dengan mu, semua itu sudah cukup bagi ku" ucap Joe yang kini menggenggam erat tangan Sania.
"Joe, aku " ucap Sania terhenti saat Joe mengecup keningnya Sania.
"Kau boleh marah pada ku, tapi itu pertama dan terakhir aku lakukan, untuk cinta ku" ucap Joe yang langsung beranjak pergi dengan mengusap air mata nya,ya.. Joe sangat sedih' saat ini, dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan, Joe berjanji mulai saat ini ia akan hidup sendiri, dan tidak ingin menikah lagi.
"maafkan aku Joe, aku tidak bisa membalas nya, karena cinta ku hanya untuk suamiku saat ini" gumam Sania pelan.
sementara itu kedua putrinya saat ini ternyata sudah keluar kelas saat ini ia langsung bergegas membawa kotak bekal untuk kedua anaknya itu, sementara itu Joe menatap sendu melihat wanita yang sangat ia cintai, Sania yang manja saat ini dia tengah melakukan kewajiban nya, sebagai seorang ibu.
sifat Sania lah yang membuat Joe jatuh cinta, wajah cantik nya dan seluruh yang ada di dalam diri Sania.
"Sania Sayang, aku sangat mencintaimu, maafkan aku jika aku lancang saat ini" ucap Joe.
tidak ada yang tau dengan perasaan Joe selain Sania yang tadi mengakuinya langsung pada orang nya.
hari pun berlalu berganti dengan malam malam ini Adryan tidak pulang karena mendadak ia harus pergi ke Hongkong dengan alasan pekerjaan di kantor cabang miliknya di sana yang dulu,di urus oleh sandi Sania hanya bisa berdoa semoga suaminya akan baik-baik saja dimana pun ia berada saat ini.
Sania tidur di kamar nya sendiri, dia bahkan tidak bisa lupa dengan ucapan Joe dan Sania sempat melihat Joe mengusap air mata nya, membuat hati Sania tak tega saat ini.
"Joe, maaf kan, aku... aku sangat menyayangi suamiku, dan kau harus bahagia walau tanpa aku ya kuharap kau bahagia kedepan nya sampai kapan pun, maafkan aku maaf" gumam Sania.
perlahan mata Sania terpejam saat ini dan Sania bermimpi Joe menyentuh nya, saat ini dan dia menikmati sentuhan itu,semakin lama sentuhan itu berubah menyakitkan,Sania menjerit saat ia kesakitan.
__ADS_1