Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kembali ke Indonesia


__ADS_3

Maxim,,, benar-benar orang yang sangat baik,ia menuruti permintaan Sania saat ini, dia membawa, Sania kembali ke Indonesia, dengan sangat telaten dia mempersiapkan semua nya sendiri meski di bantu oleh para bodyguard nya, Maxim memperlakukan Sania layaknya seperti menjaga istrinya, Sandra dan sandrina pun sudah lama sembuh dari terauma akibat kecelakaan tersebut.


mereka semakin bahagia, karena Sania saat ini sudah baik-baik saja, Sania tersenyrum tulus pada Maxim, saat ini karena dirinya sangat kagum dengan kebaikan nya Maxim yang menolong nya,sepenuh hati tanpa berpikir panjang, siapa orang yang ia tolong.


bahkan Maxim tidak menolong Sania setengah-setengah dia melakukan segala yang terbaik untuk nya dan kedua putrinya tersebut, Sania sangat berterima kasih kepada nya bahkan jika seluruh kekayaan nya bisa menebus hutang nyawa nya, dia akan berikan itu semua, saat ini juga, Namun itu tidak akan mungkin bisa menebus semua hutang Budi pada Maxim.


"Sania, aku juga punya anak berusia tiga tahun, dia, tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, karena kecelakaan yang dialami oleh istri ku, saat itu,ia baru berusia satu bulan, jadi masih sangat kecil, istri ku koma selama dua tahun sebelum kamu datang saat itu pernikahan kami sudah berusia lima tahun, tapi kami baru di karuniai seorang anak, yang sangat cantik, seperti ibunya saat dia masih hidup"ucap Maxim terlihat sedih saat bercerita.


"dia dimana saat ini,max.. apa aku boleh bertemu dengan nya" tanya Sania.


"tentu saja, dia di asuh oleh ibu mertua ku yang bahkan beliau juga sudah sering sakit-sakitan, dan aku sudah mencoba meminta nya kembali, namun dia tidak memberikan izin, katanya aku harus fokus mengurus istri ku, bahkan dia tidak pernah menerima kalau putri nya benar-benar sudah tiada,miris memang tapi itu lah takdir yang harus aku jalani, makanya aku tidak mau ada siapapun yang mengalami hal seperti ku" ucap Maxim sambil mengusap air mata nya yang tiba-tiba jatuh di sudut mata nya.


"boleh aku memeluk mu" tanya Sania.


"tentu saja, aku bahkan tidak punya siapa-siapa, untuk berkeluh kesah, saat ini" ucap Maxim yang mendekat ke arah Sania.


"max... dengar kan aku, mulai saat ini kau boleh mencurahkan isi hati mu pada ku meski kita baru saling mengenal meski kita bukan suami istri, mulai saat ini kau akan menjadi bagian dari hidup kami entah kamu menganggap ku sebagai apa, tapi aku akan selalu ada untuk mu kapan pun kau butuh pelukan.


"Sania, aku mungkin baru mengenal mu tapi aku tahu kau wanita yang paling baik, yang pernah ku temui selain istri ku jika kau sudah memiliki suami, aku akan menganggap mu sebagai adik ku tapi jika kau seorang singgel mungkin aku akan menikahi wanita secantik dan sebaik dirimu,satu lagi Sania, permintaan ku, apa kau bersedia menjadi ibu sambung bagi anak ku meski kita tidak ada hubungan apa-apa bisakah kau menganggap mu seperti anak mu sendiri, aku yakin dia akan langsung cocok dengan mu" pinta Maxim.


"tentu saja max,,, dengan senang hati bahkan tanpa di minta pun aku akan melakukan itu" ucap Sania.


percakapan mereka di dalam pesawat hingga beberapa jam lamanya, Sania ingin mengenal max,,lebih dalam lagi bukan karena ia jatuh cinta tapi dia sangat kagum dengan kebaikan max,,.


Sania, tidur lah, kamu masih dalam masa pemulihan, apa posisi mu sudah nyaman saat ini, ucap max,, memastikan.


"ini sudah sangat nyaman max... terimakasih, seharusnya kamu yang banyak istirahat kamu sudah terlalu repot mengurus kami dan juga, perusahaan mu" ucap Sania lembut sambil mengelus punggung tangan max,, dengan lembut.


"aku sudah terbiasa Sania, setiap hari nya aku hanya tidur dua, atau tiga jam saja semenjak istri ku mengalami koma" ucap max..


"max,,, mulai saat ini aku, ingin kau perbaiki pola hidup mu,,,bukan nya aku ingin ikut campur masalah pribadi mu, tapi aku tidak ingin pria sebaik dirimu, cepat musnah dari dunia ini, mulai saat ini aku ingin kau mengikuti aturan hidup yang ingin aku berikan kepada mu, mulai saat ini tinggal lah di Indonesia kita bisa sama-sama mengurus putri mu yang sekarang menjadi putri ku dan aku juga akan mengurus mu, aku pastikan itu" ucap Sania yakin.


"Sania perusahaan utama ku ada di Colorado, dan aku tidak mungkin bisa menetap di Indonesia, karena aku akan lebih sibuk dengan urusan ku nanti" ucap max...


"baiklah, begini saja putri kita tinggal bersama dengan ku, tapi aku ingin memberikan asisten pribadi untuk mengurus mu sesuai anjuran ku dengan menyesuaikan jadwal kau bekerja, aku mohon berikan aku kesempatan untuk mengurus mu seperti kau merawat ku satu tahun ini" ucap Sania mengangkat kedua tangan nya sambil memohon.


"baiklah,baik kamu memang sangat imut mulai saat ini aku akan mengikuti semua yang kau berikan pada ku,ok apa kamu senang"ucap max..


"hehehe,,, tentu saja,max.." ucap Sania.

__ADS_1


mereka pun akhirnya tiba di Indonesia setelah 24,jam lamanya.


di kediaman, keluarga Sania di rumah Sania tepat nya, mereka tengah menunggu kedatangannya Sania, karena anak buah Maxim sudah, memberitahu kan pada Danang sebagai kepala keluarga, sementara Adryan yang di beritahukan dia langsung ingin menjemput nya langsung tapi, Maxim tidak mengijinkan nya, dia punya prinsip dia yang membawa maka dia juga yang mengembalikan nya.


setelah mendarat di bandara Sukarno Hatta, saat ini mereka langsung di sambut oleh sopir max,, yang membawa mobil super mewah nya dan langsung membawa kedua putrinya itu dan Sania masuk kedalam mobil tersebut sementara bodyguard nya mengikuti dari belakang.


"Daddy, terimakasih untuk semua nya"ucap sandrina dan Sandra yang selalu kompak.


"tentu saja Sayang, Daddy juga sangat berterima kasih selama ini kalian hadir di hidup Daddy yang kesepian, mengobati semua rasa sepi, Daddy harap kalian terus ingat dengan Daddy, saat setelah lama di sini, Daddy juga titip,adik kalian tolong sayangi dia" ucap max..


"tentu saja Daddy kami senang akan memiliki Ade cantik" ucap mereka bersama an.


sesampainya di depan rumah, Sania langsung di sambut mereka dengan jerit tangis kerinduan, dimulai dari Danang, Andara dan juga semua nya, termasuk Adryan yang paling terakhir memeluk Sania yang kini mencium nya.


"sayang, jangan, pernah pergi lagi, aku hampir mati, karena berita kecelakaan itu, aku sangat takut kehilanganmu hiks hiks hiks "ucap Adryan.


"maaf kan aku sayang, aku tak seharusnya pergi dari mu saat itu, hingga aku terkena serangan jantung, dan mobilku jatuh dari jembatan, untung,max...ada di situ saat itu" ucap Sania sambil memeluk erat suaminya itu.


Adryan langsung memeluk Maxim, dan berkali-kali, mengucapkan terima kasih, bahkan Adryan bersedia memberikan sebuah perusahaan miliknya,di Amerika sana jika Maxim mau, tapi Maxim tidak mau.


🌹💖💖💖🌹


"nyonya dan tuan, aku minta maaf pada kalian, karena baru kali ini aku bisa menjumpai, bukan nya, aku tidak mencari tahu tapi keadaan yang tidak memungkinkan, saat tranplantasi jantung Sania langsung mengalami koma, dan aku sibuk mengurus kedua putri ku yang cantik ini, menghilang kan trauma akibat kecelakaan tersebut" ucap Maxim dengan tulus.


"tidak anak ku kamu sudah melakukan yang terbaik, untuk mereka aku sangat berterima kasih, bahkan aku sangat berhutang nyawa pada kamu, terimakasih hanya itu yang ayah bisa ucapan kan, jika ayah bisa membantu mu apa pun itu, ayah akan lakukan apapun" ucap Danang.


"ada satu hal tuan, aku ingin Sania menjadi ibu untuk putri ku satu-satunya, walau kita tidak memiliki hubungan apa pun, anak ku tidak pernah merasakan kasih sayang,ibu nya karena ibunya sudah tiada saat ini dan jantung nya, aku donor kan pada Sania" ucap Maxim.


"tentu saja, tanpa kamu minta pun ayah akan bersedia menyayangi nya, seperti cucu ayah sendiri"ucap Danang.


"aku akan menjadi Daddy nya, saat ini juga, jika kau mengijinkan nya"ucap Adryan.


"tentu saja, terimakasih untuk semua"ucap Maxim.


"Daddy,,, aku rindu padamu" ucap anak kecil yang langsung berlari dari pegangan tangan pengasuh nya, semua terpana melihat kecantikan seorang putri Maxim, yang sangat cantik, dan lucu.


"sayang, Daddy juga merindukan mu, apa kamu tau Daddy membawa mommy mu saat ini?" ucap Maxim.


"apa mommy, kembali dari surga Daddy" deg pertanyaan gadis kecil berusia tiga tahun itu, menghentikan detak jantung semua yang ada di sana saking kagetnya akibat kepolosan, dari Emily Jacob.

__ADS_1


"hmm,, bisa di bilang begitu sayang" ucap Maxim Jacob.


"Hay.. sayang mommy, kemari lah nak peluk mommy mu ini maaf mommy belum bisa menyambut mu dengan baik hanya karena mommy baru kembali dari surga" ucap Sania, yang sengaja mengimbangi pemikiran Emily yang teramat polos nan suci tersebut.


"tidak apa-apa mommy Emily, sayang mommy, muachh,,, Emily sangat merindukan mommy, Miss you momm... End I love you so much" ucap Emily yang langsung memeluk dan mencium bibir Sania.


"love you to, Hanny, muachh muachh muachh"Sania langsung memeluk tubuh mungil tersebut, dan langsung menangis karena tak kuasa menahan haru, betapa sakit nya melihat ketidak beruntungan Emily,, yang bahkan belum mengerti masalah kematian.


"mulai dari sekarang, mommy yang akan menjaga mu Hanny, kamu adalah, hidup mommy dan Daddy, ini rumah Emily dan mommy,,, saat ini sementara Daddy masih harus mengurus perusahaan di, Amerika sana, tapi Emily jangan sedih ada Daddy Adryan, yang akan sama-sama menyayangi Emily, seperti Daddy max..ok Hanny" kata Sania meyakinkan.


"baiklah mommy, tapi apa Daddy Adryan akan memberikan aku mainan seperti Daddy max.. ucap Emily,polos.


"tentu Hanny apa pun itu akan Daddy berikan, Daddy juga akan sering mengajak mu dan kakak twins s jalan-jalan ok" kata Adryan sambil memeluk, Emily penuh kelembutan, Maxim yang melihat itu menitikkan air mata tidak salah Maxim menemukan orang baik saat itu, hingga ia berjodoh dengan Putri nya itu.


"Danang membawa Maxim ke meja makan dan Maxim mengikuti nya mereka pun makan bersama di meja makan itu seluruh keluarga kecuali Sania yang masih memeluk Emily bahkan anak itu, tertidur pulas di pangkuan Sania saking nyaman nya.


sementara itu pengasuh Emily yang berusaha menggendong Nya saat ini di larang oleh Sania, dia ingin Emily merasakan apa arti pelukan Sania saat ini, sebagai seorang ibu tentunya.


dua hari sudah Maxim, bertemu di rumah milik Sania, seluruh keluarga menyambut nya dengan sangat baik, Maxim pun menemukan kehangatan keluarga Sania yang memang alami dan tidak di buat-buat.


"Sania, aku pamit kembali ke sana, jika ada apa-apa hubungi aku saja langsung, tolong jaga putri ku, maksud ku putri kita, aku percaya padamu dan ingat selalu jaga kesehatan mu, terimakasih atas kehangatan keluarga yang kamu berikan untuk ku" ucap Maxim tulus.


"max,, aku harap kamu bisa mendengar kan saran dari ku aku mohon janga kesehatan mu jangan terlalu banyak bekerja, ingat ada kami yang selalu menunggu kamu kembali, dan kami berharap kau selalu baik-baik saja" ucap Sania sambil memeluk Maxim, begitu pula dengan Maxim, yang balas memeluk, Sania.


"kau adalah ibu dari putri ku aku harap kamu juga, menjaga kesehatan mu,demi kami, aku akan sangat merindukan kalian, dan mulai saat ini, aku bisa beristirahat, setidaknya sedikit normal dari biasanya" ucap Maxim lagi.


"bukan sedikit,max..tapi harus senormal mungkin ingat jangan sampai kamu sakit, karena aku tidak mengizinkan nya" ucap Sania.


"tentu, Sania" max mencium Sandra dan sandrina, juga Emily.


"putri Daddy tersayang, Daddy harap kalian akan selalu baik-baik saja, Ok,,, Daddy janji kalau Daddy ada waktu Daddy akan kemari untuk menjenguk kalian dan membawa hadiah begitu banyak, Ok" ucap Maxim,sambil mengelus dan mencium ketiga nya.


Maxim pun pergi saat itu juga dengan mobilnya semua orang yang ada di rumah itu, ikut mengantar ke depan rumah.


"Maxim,,, terimakasih kau sudah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga ucap Danang, yang kini berdiri sambil mengelus puncak kepala Emily.


"Emily, sayang,yu ikut aki...aki akan tunjukkan sesuatu pada Emily" ucap Danang sambil menuntun langkah Emily.


sesampainya di ruangan tersebut Emily sangat kagum dengan foto-foto, Sania yang kini sedang di perlihatkan oleh Danang, Sania dengan berbagai penampilan nya, hingga hobi bermotor nya saat itu, Emily sangat antusias dan, saat itu Emily berceloteh banyak Adryan memangku Emily, saat ini Sabil mengelus puncak kepala nya dengan Sayang, Adryan bisa melihat anak nya tumbuh dengan baik selama satu tahun jauh dari nya saat ini Adryan sangatlah berterimakasih kepada Maxim, karena berkat dia kini keluargganya kembali utuh.

__ADS_1


__ADS_2