Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Berlibur di Bali#


__ADS_3

"Michael, kamu di panggil CEO,ke ruangan nya "ujar teman satu devisit, Michael, sesaat setelah Michael pergi hampir semua orang bertanya-tanya, apa yang terjadi hingga Michael,di panggil ke sana, apa Michael, ada main dengan CEO, tampan itu.


bisik-bisik, orang-orang seisi lantai tersebut, sesampainya di ruangan tersebut, Michael,di sambut oleh sekertaris Jason, saat ini dia langsung dipersilahkan masuk.


saat dia masuk ke ruangan itu untuk pertama kalinya, Michael, terdiam sesaat saat seorang wanita yang sangat cantik itu kini tengah menatap tajam pada nya.


"owh,ini wanita yang selama ini menemani putri ku Alice"ujar nya, wanita itu adalah istri dari Jason.


"maaf tuan , apa ada yang bisa saya bantu "ujar Michael, sopan.


"duduk lah Michael"ujar Jason, sambil menunjuk ke arah sofa.


"Baik tuan"ujar Michael.


"Minggu ini,aku akan pergi ke Indonesia, untuk urusan bisnis, tapi putri ku, ingin ikut, dia ingin berlibur ke Bali, kamu berasal dari negara itu bukan, jadi mungkin kamu bisa jadi tour guide untuk putri ku"ujar Jason.


"Baik tuan"ujar Michael, dia langsung setuju, setidaknya, Bali, bukan tempat tinggal Gibran, saat ini Michael, memang tidak tau, semenjak Serry melahirkan putra nya, yang berusia tiga bulan tersebut, Gibran memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dia berharap Michael, tinggal di negara itu, tapi ternyata tidak.


Ya.. Gibran, masih melakukan pencarian terhadap Michael , diam-diam hingga saat ini.


"kamu, tidak usah memikirkan biyaya pengeluaran karena saya yang menanggung nya"ujar Jason, yang sempat melihat Michael, sedang melamun.


"Baiklah tuan kalau begitu saya permisi dulu"ujar Michael.


"silahkan"jawab Jason.


Michael pun kembali ke tempat nya, dan melanjutkan pekerjaannya saat ini dia tidak ingin meninggalkan pekerjaan nya, hingga saat dia kembali akan menumpuk.


Michael menghela nafas, setelah semua nya selesai dia membereskan meja nya,lalu mematikan laptop nya, dan bergegas pergi untuk pulang ke apartemen nya saat itu juga, sesuai dengan apa yang di pinta Jason saat dia di panggil, Michael, harus berangkat lebih dulu, bersama putri dan asisten nya, juga seorang pelayan untuk mengurus segala kebutuhan Alice, walaupun Michael,mampu melakukan semua nya, tapi Jason, tidak ingin Michael, kerepotan.


Bali, tepat pukul sebelas malam, Michael sudah tiba di bandara, mereka langsung di jemput oleh pihak hotel tempat nya akan menginap, Michael,memangku gadis kecil yang kini tengah tertidur pulas.


Michael pun ikut terlelap di dalam mobil tersebut, karena rasa ngantuk mulai menyerang, Alice, bahkan masih tertidur hingga pagi menjelang, Michael pun sama, kedua wanita berbeda generasi itu, tidur berpelukan bagai ibu dan anak.


Pukul, sepuluh siang, mereka kini tengah memakan sarapannya yang sudah terlambat ,mereka mengobrol dengan asyik hingga Michael tidak sadar ada seseorang yang mengenali dirinya.


"Michael,ini beneran kamu??"ujar seorang wanita, seusia nya, wanita itu adalah teman kerja nya dulu saat ia memutuskan untuk keluar dari pulau pribadi milik Adryan itu.


"Rani...!!"seru Michael, sambil langsung menghampiri Rani , dan memeluk nya erat.


"iya, Michael kamu pergi kemana, selama ini dia masih mencari mu, hingga setiap kali bertemu dengan ku dia selalu bertanya tentang apa kamu pernah memberikan kabar pada ku"ujar Rani, sambil tertunduk, Rani, tidak tega jika harus memberitahu bahwa saat ini Gibran sudah memiliki anak, Rani, kembali menatap kearah Michael lalu tersenyum.


"Tidak usah khawatir, aku baik-baik saja, dan aku tidak ingin tau kabar apapun lagi tentang nya, dia pasti akan selalu bahagia, karena ada dia dan anak nya"ucap Michael menebak.


"darimana kau tau dia sudah memiliki putra"ujar Rani,kaget.


"Itu sudah bisa di tebak, karena itu tujuan mereka menikah untuk cinta dan kebahagiaan, sudah lah RAN, tidak perlu lagi di bahas, aku sudah tau, saat ini aku sudah melupakan semua nya"kata Michael, sambil meneguk air mineral dari gelas nya.


"Oh.. iya kenalkan ini Alice, dia putri ku"ujar Michael, Rani, langsung kaget.


"kamu sudah nikah??"ujar Rani kaget.


"Ya, dia putri ku, namanya Alice dan dia suamiku"ucap Michael masih menggunakan bahasa Indonesia, Michael berpikir bahwa Piter, tidak akan mengerti apa yang dia ucapkan tapi sedetik kemudian, Piter, menjabat tangan Rani, dan memperkenalkan diri nya sebagai suami Michael, Michael, sempat tergagap ,tapi kemudian dia mencoba bersikap tenang.


"Maaf tuan aku kira"ujar Michael setengah berbisik.


"kenapa, Nona, tidak bilang kalau sedang butuh bantuan"ujar Piter, berbisik lagi, Rani, yang sedang memeriksa handphone nya, setelah diam-diam memotret Michael, dan langsung mengirimkan pesan berisi foto itu pada Gibran.


Michael,tau Rani, melakukan itu, tapi dia tidak ingin ambil pusing, karena, Gibran tidak akan berbuat apa-apa, saat ini karena dia sendiri sudah memiliki kebahagiaan nya sendiri, tapi Michael,salah Gibran, yang menerima pesan tersebut, saat itu juga dia datang menggunakan jet pribadi nya bersama orang kepercayaan nya,tak lupa anak buah nya.

__ADS_1


"Rani, hari ini kami mu main di pantai, kamu bisa ikut gabung dengan kami"ujar Michael.


"Owh, tidak usah , aku masih ada kepentingan"ujar Rani.


"Michael, Alice dan Piter,kini tengah berjalan-jalan bersama di pantai bak sebuah keluarga kecil, kenapa tidak, Piter, adalah pria tampan, berusia tiga puluh tahun, dia memiliki paras yang rupawan dan tubuh yang kekar.


mereka asik bermain air, bahkan Michael, sudah seperti kekasih nya sendiri, saat ini atas permintaan Michael, agar mereka dekat selama di luar mereka harus berinteraksi, layaknya suami istri, walaupun tidak ada sentuhan yang berarti saat ini.


saat ini matahari sudah hampir tenggelam, Michael, memutuskan untuk kembali ke hotel bersama mereka berdua tapi saat melangkah Michael, tidak melihat di hadapan nya saat ini ada pria yang saat ini tidak ingin ia temui lagi,tapi kenapa takdir lagi-lagi mempertemukan mereka.


"sayang, akhirnya aku menemukan mu"ujar Gibran, menatap sendu pada Michael, yang kini sedang menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"Piter, sayang, kenalkan dia tuan Gibran, mantan majikan ku"ujar Michael, menghindari kata-kata yang keluar dari mulut Gibran.


"Owh, kenalkan saya , suaminya "ujar Piter.


tiba-tiba Gibran, mendarat kan bogem mentah pada Piter, dia tidak suka ber basa-basi, saat ini.


"Gibran, apa yang kamu lakukan, hentikan"ujar Michael, yang kini mencoba menghalangi Gibran, yang hendak memukuli Piter, sontak pengawal bayangan yang di tugaskan Jason, untuk menjaga mereka pun keluar dan menghadang orang-orang Gibran.


"Minggir, Michael, apa kata-kata ku saat itu kamu anggap main-main, tidak Michael, aku akan menghabisi pria maupun yang berani mendekati mu"ujar Gibran.


"Gibran, kita sudah tidak memiliki hubungan apapun, saat ini, dan kamu sudah memiliki dia anak dan istri mu itu, kamu sudah hidup bahagia,jadi aku harap kamu tidak mengusik kehidupan ku lagi, kamu sudah bahagia dengan nya, Gibran, hiks hiks hiks, untuk apa lagi kamu lakukan ini semua, kamu egois, kamu egois"ujar Michael, yang kini terduduk di atas pasir, tangis nya pecah, Michael tidak tau harus bagaimana lagi.


"Sayang, aku sangat mencintaimu"ujar Gibran.


"Bohong, kamu bohong, aku tau itu hanya kebohongan belaka, aku tau semua nya, aku tau aku tau Gibran....... aku tau kamu begitu mencintai nya!!!"""ucap nya.


"Aku tidak bohong sayang, aku bisa buktikan"ujar Gibran.


"kamu bilang kamu tidak mencintai nya, tapi saat setelah ia menjadi istri mu kalian bahkan langsung menikmati malam pertama kalian, apa itu yang di katakan tidak mencintai ia Gibran,jawab aku!!!.... bahkan saat ini bukti cinta kalian telah hadir di dunia ini, hehehe lucu kau sangat lucu "ujar Michael sambil mengusap air mata nya kasar dia langsung bangkit, dengan langkah gontai berjalan melewati Gibran , sementara Alice, tidak lepas dari genggaman tangan nya saat ini.


"Michael, sayang kamu salah paham, aku bisa jelaskan semuanya, aku mohon kembali Michael!!"""seru Gibran, yang langsung mencekal lengan Michael saat itu juga.


Michael melepaskan cengkraman tangan Gibran, dengan kasar dia berjalan tanpa menghiraukan panggilan Gibran, yang saat ini tengah mengikuti nya, mencegah langkah nya, tapi Michael, tetap berjalan tidak perduli.


"momm...itu Daddy"ujar Alice,polos gadis itu tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, Jason, mendekat dengan para pengawal nya, saat ini,lalu mengangkat tubuh gadis kecil itu kepangkuan nya.


"Michael, kita kembali sekarang juga"ujar Jason.


"Tentu"ujar Michael, yang tersenyum manis.


"Tidak, dia akan tetap di sini"ujar Gibran, mengatakan hal itu dengan bahasa yang sama dengan mereka.


"Anda, siapa??"ujar Jason, bertanya.


"Saya su"ucap Gibran terpotong"dia bukan siapa-siapa"potong Michael, sambil berjalan lebih cepat dari tempat mereka berdiri saat ini.


"Michael, walaupun kau menyangkal nya, seluruh dunia tetap tau bahwa kamu hanya milikku,hanya milikku kau dengar itu"ujar Gibran.


"Sadarlah Gibran, jangan kan dunia, orang terdekat mu saja, sudah tidak bisa kamu bantah apa lagi dunia, kembalilah sebelum mereka datang untuk menghabisi nyawa ku lagi, aku tidak ingin mati sia-sia hanya untuk pria plin-plan seperti dirimu, akui saja pada dirimu sendiri bahwa kamu sudah bahagia jangan pernah menyangkal nya"ujar Michael, yang kini memberanikan diri memegang tangan Jason, meminta perlindungan.


"Tuan, aku tidak tau apa yang terjadi pada kalian berdua, tapi dia adalah wanita ku, saat ini jadi tidak ada yang bisa menyakiti nya, atau aku akan bertindak lebih jauh"ujar Jason.


tapi Gibran, hanya tersenyum devil, ucapan Jason, saat ini terdengar menggelikan di telinga Gibran.


"sungguh menggelikan, dia bilang dia suaminya dan sekarang dia bilang dia wanita mu, apa Michael, begitu putus asa, saat aku menikah hingga berhubungan dengan dua pria sekaligus"sorot mata tajam terlihat di hadapan nya kini Michael, hanya menunduk dia tau ini adalah situasi yang sangat berbahaya bagi kedua pria itu.


Michael, langsung berbisik pada Jason untuk pergi terlebih dahulu, membawa Piter, bersama nya.

__ADS_1


Jason, awal nya menolak karena khawatir dengan Michael, tapi sedetik kemudian Michael, meyakinkan nya.


mereka pun pergi kini tinggallah Michael, seorang diri di hadapan Gibran.


"Habisi mereka"ujar Gibran, pada anak buah nya, tapi kata-kata itu langsung di hentikan oleh Michael.


"berani kamu menyentuh nya, aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidup ku"ujar Michael, berteriak keras.


"Sebegitu berartinya kah mereka untuk mu, hingga kamu tidak pernah perduli dengan ku lagi, apa pria itu yang telah membuat mu melupakan ku,ia, katakan Michael!!!"bentak Gibran, yang sedang di selimuti amarah.


Michael, tertunduk saat ini dia tidak menjawab dia tidak, berkata sedikit pun hanya lelehan air mata yang kini mengalir deras di pipinya, Michael kemudian berjalan menuju ombak yang besar itu, dia benar-benar, sudah tidak ingin hidup lagi,rasa cinta itu hanya akan membunuhnya secara perlahan, mungkin dengan cara ini, dia akan menghentikan konflik yang selama ini membelenggu dirinya.


"Mau apa kamu Michael, hentikan, Michael berhenti, Michael aku bilang berhenti, Michael, apa kamu tidak mendengar ku, Michael !!!" Gibran, memeluk erat tubuh wanita rapuh itu yang saat ini sudah hampir tenggelam.


Gibran, menarik paksa, Michael, yang kini berontak minta di lepaskan, tapi Gibran, tidak melepaskan nya dia membawa nya, hingga keu bibir pantai.


"kamu Gila, sayang apa yang ada di otak mu saat ini, bagaimana kalau kamu benar-benar mati, kamu benar-benar membuat ku gila!!!"teriak Gibran meluapkan emosi nya, Gibran, benar-benar takut wanita yang di cintai nya, itu mati, jika saja dia tadi sampai terbawa arus.


Gibran, membawa Michael,ke hotel saat itu juga dia bahkan mengganti baju Michael, sendiri tanpa bantuan siapapun, dengan tatapan sendu kearah wanita yang sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun, saat ini Michael, seperti mayat hidup dia tidak merespon kata-kata Gibran, ataupun siapapun yang menghampiri nya.


Gibran, memeluk erat tubuh wanita yang sangat di cintai nya itu, saat ini dia benar-benar ketakutan dengan keadaan Michael, yang kini membisu, tatapan nya kosong dan hampa Gibran tidak tahu harus berbuat apa pada wanita yang kini tertidur membelakangi nya.


Gibran, memeluk nya dari belakang sambil berkata"Sayang aku tau aku sangat bersalah pada mu, tapi aku mohon jangan hukum aku seperti ini, aku janji setelah ini berakhir kita akan pergi jauh, tapi ada satu hal yang mungkin tidak akan pernah ku tinggalkan dia adalah putra ku, apa kamu tau seharusnya kamu adalah ibunya, tapi tuhan menginginkan dia terlahir dari rahim wanita lain"ujar Gibran.


tapi kata-kata itu sama sekali tidak di respon oleh Michael, saat ini Michael entah sedang berada di mana, yang Gibran tau raganya berada di dalam pelukan nya.


sementara itu handphone, Gibran, berbunyi terus menerus, sampai ratusan panggilan yang ia abaikan siapa lagi jika bukan dari Adryan, dan Serry.


Michael, bangkit berdiri dari ranjang, dia berjalan menuju pintu kamar mandi, Michael hendak buang air, kecil, masih dengan tatapan jiwa yang hampa, dia kembali setelah nya, iya melihat Gibran, sedang menerima telepon dari seseorang, Gibran, melirik ke arah nya, dan tersenyum manis saat ini tapi Michael tidak merespon nya sama sekali, Michael, kembali tertidur di ranjang, tanpa menggunakan selimut.


"sayang, maafkan aku"ujar Gibran, sambil membenarkan selimut yang kini menyelimuti tubuh wanita rapuh itu.


Gibran, mengecup puncak kepala Michael,lalu kembali berbaring di samping Michael sambil memeluk erat cinta nya itu, pelukan itu terasa hangat, dan mereka posisi nya kini saling berhadapan.


Michael, membuka mata nya, saat pagi hari, dia melihat di depan nya saat ini ada pemandangan indah yang dulu, sering menghiasi, dikala ia bangun pagi,ya pria tampan itu kini berada di hadapan nya dan itu bukan lah mimpi.


perlahan tapi pasti, jari-jari lentik itu, membeli wajah tampan itu, dia tersenyum sambil menitikkan air mata,sebagus apapun pemandangan di hadapan nya saat ini, dia hanya di pinjam kan atau mungkin mencuri nya dari orang lain, karena sejatinya pria itu saat ini adalah suami orang.


"Kamu, sudah bangun sayang"ujar Gibran.


"Gibran mari kita akhiri semua ini"ujar Michael.


"Tidak, sayang tidak akan pernah ada yang berakhir di antara kita, kamu hanya milikku begitu juga dengan ku"ujar Gibran.


"Apa, kamu bisa memenuhi permintaan ku??"ujar Michael, yang kini menatap serius ke arah Gibran.


"ya, sayang apa pun itu, akan aku penuhi"ujar Gibran.


"Bunuh anak dan istri mu"jdar..... seketika itu ucapan Michael, mengejutkan Gibran.


"Tidak sayang , jangan pernah meminta itu"ujar Gibran, dia tidak percaya dengan ucapan Michael saat ini.


"Aku, sudah tau itu,maka dari itu aku akan pergi jauh dari mu"ujar Michael, sambil bangkit dan berjalan menuju pintu keluar.


"Michael, sayang jangan pergi, aku akan mengabulkan permintaan mu asal jangan hal itu"ujar Gibran.


"Gibran, aku tidak ingin yang lain nya, jika kamu tidak memenuhi syarat itu, aku juga tidak akan mau bersama dengan mu, karena aku tau cinta mu bukan untuk ku, kamu mencintai nya Gibran, kamu mencintai mereka lebih dari apapun di dunia ini, hingga aku sudah tidak berharga lagi di mata mu, aku sudah tidak berarti apa-apa Gibran"ujar Michael, sambil membelakangi pintu kamar hotel tersebut hendak membuka nya tapi tangan Gibran menghentikan nya.


"Michael, kamu adalah jiwa ku, sampai kapan pun aku tak akan pernah membiarkan mu pergi"ujar Gibran.

__ADS_1


"kamu hanya ingin melihat mayat ku, saat itu baru kamu sadar akan kesalahan mu"ujar Michael, yang kini sudah mengacungkan pistol di pelipis nya saat ini.


Alice


__ADS_2