
Setelah kepergian, Adryan dari rumah Sania, dari saat itu Sania tidak pernah bertemu dengan nya atau pun mendengar kabarnya lagi
Sania, hanya bisa berharap dalam hati semoga, Adryan, baik-baik saja, Sania kini sudah mulai terbiasa, menjalani hari-hari nya tanpa kabar dari nya dia hanya bisa me ngikhlaskan segala nya, walau sakit.
hari-hari nya kini di jalani dengan kesibukan perkuliahan, tugas yang selalu banyak dari kampus bahkan iya sering begadang, untuk mengerjakan nya.
"Sania, besok aku harus pulang dulu ke kampung, orang tua ku sakit apa kamu tidak apa-apa aku tinggal"
kata Sandi.
"pergilah, orang tua itu lebih penting dari segala nya, jadi jangan di sia-siakan, oya, nanti aku pesan kan tiket pesawat nya, sebaiknya kamu siap-siap dulu,titip salam ku untuk keluarga di sana, semoga semua cepat membaik, oya satu lagi salam kenal buat Siti"
ucap Sania, panjang lebar, dan terakhir nya ingat Siti juga.
"hahaha,,,, masih ingat Siti juga padahal, sudah dua tahun, kita tidak bahas Siti itu si Ari yang punya"
jawab sandi sambil tertawa lepas.
"Terus kalian berdua apa tidak mau menengok kampung halaman, kalian siapa tahu kangen Siti juga, jangan sampai Siti di kawinkan, tanpa kehadiran mu Haha,"
tawa Sania pecah di karena kan, mengingat candaan mereka tentang siti,.
"Aku pulang nya nanti saja kalau kau sudah selesai kuliah, kalau kita bertiga pulang bareng tar siapa, yang akan menjaga mu"
ujar Rido, sambil memberikan kode pada Ari yang sebenarnya mereka juga rindu kampung halaman.
"Tidak usah pikiran aku sebaiknya, kamu pikirkan, keluarga di kampung mungkin mereka rindu berat pada mu, karena sudah dua tahun lebih kamu gak pulang"
kata Sania lagi.
"ya udah "Sania, jika kau mengijinkan Aku juga ingin pulkam dulu, bersama mereka, tapi kamu harus janji jaga diri baik-baik,dan ingat jangan sampai kelelahan"
kata Ari, yang merasa tidak tega, karena harus meninggalkan, sahabat yang mereka jaga dan sudah seperti keluarga sendiri, di mana pun mereka selalu bersama.
"Nona, tuan-tuan makanan sudah siap,mari silahkan"
ucap Bibi Rebecca, yang tidak pernah berubah sikap formal yang selalu ia tunjukkan kepada mereka berempat, walau mereka sudah melarang nya untuk jangan bersikap formal lagi
karena bagi mereka Rebecca, sudah seperti ibu kedua,di tempat. mereka tinggal sekarang.
"yu kita makan sekaligus,buat perpisahan, sebelum kalian pulang besok"
ujar Sania, yang sebetulnya merasa berat harus berpisah walau hanya sementara.
"Jangan bilang perpisahan, kita berpisah cuman dua Minggu,ko gak terlalu lama kan "
ujar sandi
"Iya,dan Kita tetap bakalan bisa vc setiap malam, saat kau sudah di rumah, jadi kita gak jauh"
kata Rido.
nanti kita,vc bareng Siti, Ok"
kata Ari, yang sontak membuat, semua yang di sana tertawa, Rebecca, yang sudah mengerti apa yang di bicarakan mereka pun
tertawa terbahak-bahak hingga lari ke toilet,saking kelamaan tertawa.
"Oya Sania semua keuangan, sudah aku setor kan pada Om Derry , dia bahkan, akan menyuruh orang kepercayaan nya untuk, menggantikan kami sementara waktu"
ucap Rido, lagi, karena Rido bekerja di restoran tersebut sebagai, manajer. restoran tersebut, karena dia Yang paling mengerti, karena dulu iya sempat kuliah, walau hanya beberapa semester, karena terkendala biyaya, saat itu Kaka sandi meningal, di Saudi Arabia, yang bekerja sebagai koki di sana, karena kecelakaan jadi otomatis, biyaya, yang biasanya di tanggung sang kakak, sudah tidak ada lagi, dia pun terpaksa berhenti kuliah, saat itu saat Sania baru lulus SMA, karena Rido Ari dan Sandi adalah Kaka kelas Sania.
"ya sudah tidak apa-apa, yang penting kalian cepet kembali, dan soal pekerjaan,gajih kalian selama dua Minggu, nanti tetap di bayar dan tiket pesawat semua nya geratisan di tanggung oleh ku"
kata Sania lagi.
"terimakasih, Sania"
ucap mereka berbarengan.
"satu lagi setelah sampai di sana tolong kirimkan foto bukit tempat kita singgah dulu kalau bisa sih jangan ada yang berubah, harus tetap sama, sampai aku pulang nanti"
kata Sania, yang merindukan kampung halaman, terutama keluarga nya walau sebenarnya dia bisa bolak-balik ke tanah air namun, Sania, bukan tipe orang yang mementingkan diri sendiri, dia lebih berpikir luas, untuk masa depan, Nya, bagi nya rasa rindu pada keluarga nya bisa sedikit terobati, dengan, melakukan video call setiap malam sebelum tidur, begitu pun sang ayah yang selalu mengunjungi nya setahun sekali, hanya rasa rindu pada Adryan, saja yang tidak ada obat nya Yeslin,pun menghilang entah kemana, tanpa kabar berita, bahkan pihak kampus tidak membocorkan, kemana Yeslin pindah.
malam pun larut, Sania yang sudah membantu mereka berkemas, kini memasuki kamar nya iya menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk itu, tak lama setelah nya iya terlelap dalam mimpi.
ke esokan pagi nya Sania sudah bangun lebih awal , pagi ini sebelum kuliah dia mau mengantar, ketiga, teman nya, ke airport.
__ADS_1
"kalian sudah siap ayo kita sarapan dulu"
ucap Sania.
"ya kita sudah siap, ayo mari kita nikmati sarapan kita"
mereka pun sarapan bersama, setelah itu, Rebecca,membawa mobilnya yang berisi barang-barang mereka bertiga, sementara, mobilnya Sania, yang baru di beli satu bulan lalu, membawa ketiga temannya itu.
"Sania, kuharap kamu bisa jaga diri baik-baik di sini sebelum Kita kembali,dan ingat harus tetap semangat,"
kata sandi,
"baik lah pangeran ku kalau kau rindukan aku jangan nangis ya kau bisa menghubungi ku nanti Hehehehe,"
jawab Sania sambil cengengesan,
"ingat Sania, kita berpisah cuman dua Minggu, jadi jangan ingat Siti, tapi ingat aku"
ujar Ari serius, seperti tidak merasa bersalah.
"hadeuh, kalian ini, sebaiknya kita berdoa semoga Sania dan kita semua akan baik-baik saja amiin,,,,"
ujar Rido tak terasa, mereka pun sampai di airport dan langsung bergegas masuk karena penerbangan tinggal beberapa menit lgi mereka pun berpelukan sambil menitikkan air mata Sania mendapatkan kecupan di puncak kepala, dari ketiga temannya itu,
"muachh baik-baik di sini ya tunggu aku kembali"
kata sandi.
"iya kau juga harus hati-hati pangeran ku"
ujar Sania, julukan masa kecil itu masih melekat hingga kini"
kini giliran Rido.
"Mitha, ingat kamu harus janji jadi lah wanita tangguh kembali sebelum kita kumpul lagi,ingat satu hal lagi jangan pernah buang air mata hanya untuk, orang yang tidak pantas, muachh, aku akan merindukan mu dua Minggu ini.
"kau tidak mau memelukku, aku bahkan sudah janji pada mu untuk mengenal kan mu pada Siti ku, "
ucap Ari sambil menahan tangisnya nya karena iya laki-laki yang paling cengeng.
"baik lah, baik lah,,,,,aku peluk tapi janji, kamu harus kembali kemari, setelah itu,aku menunggu mu di sini,bawa foto Siti yang sedang berduaan bersama mu"
setelah kembalinya dari Airport, Sania, merasakan kesepian, yang teramat sangat, tidak biasanya, iya merasakan ada ketakutan,di lubuk hati nya,ada rasa yang hampa, iya pun bergegas ke kampus, karena hari ini ada, kuliah siang, Sania,kini tidak lagi di antar oleh Rebecca, karena Rebecca, yang memegang restoran, tersebut, dia adalah orang kepercayaan Derry.
di sebuah, Mension di Amerika, tepat nya di new York city,,, seorang, wanita paruh baya,sedang memarahi,sang anak karena memintanya, untuk kembali ke Belanda,dan berkuliah di sana,dia adalah Yeslin,adik dari Adryan,satu ibu beda ayah, karena orang tua Adryan, bercerai,saat ayahnya memergoki sang istri tengah berselingkuh, dengan ayah dari Yeslin,tapi Adryan, tidak pernah membenci mommy, nya dia bahkan anak yang penurut, selalu melakukan, perintah ibunya, iya juga menyayangi adik tiri nya itu.
"sekali,ku bilang tidak ya tidak, Yeslin, kenapa kau jadi anak pembangkang sekarang, suruh siapa kau ikut campur, dengan urusan, Kaka mu"
ujar sang ibu marah.
"Tapi momm, apa kau tidak kasihan, melihat Kaka, menderita, dengan ke egois an mommy, tidak kah kau pikir kan betapa,Kaka sangat sedih, dengan merelakan Sania, untuk menjauh dari Nya"
kata Yeslin, yang bermaksud, mengingat kan sang ibu,tapi malah tamparan yang di dapat.
"rasakan itu anak kurang ajar, kamu berrani melawan mommy mu sendiri demi membela wanita miskin itu"
suara keras, yang sangat memekakkan telinga, Yeslin, memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan keras dari sang ibu.
"mommy jahat mommy tidak punya perasaan, mommy egois,,,,,"
Yeslin pergi ke kamar nya.
beberapa, menit kemudian, Adryan, datang bersama sang istri iya,baru saja pulang mengantar, istri nya dari salon.
"Aku pulang, mommy Yeslin,"
kata Adryan, yang masih memegang paper bag
berisi belanjaan istri itu.
"owh kalian sudah pulang, bagaimana apa jalan-jalan nya menyenangkan sayang"
tanya, Tias pada sang menantu.
"lumayan, momm, hari ini aku puas bisa kemana-mana berdua suamiku tidak sibuk bekerja"
"Mommm,,, Yeslin, mana tadi dia pesan sesuatu pada ku tapi dia tidak ada di sini, padahal aku sudah menyempatkan untuk membelinya"
__ADS_1
tanya Adrian, pada ibunya.
"Dia, tadi ke kamar nya mungkin dia sudah tidur"
jawab Tias pada Adryan.
"Tumben,jam segini sudah tidur,ya sudah aku langsung ke kamar nya saja"
kata Adryan, lagi.
Adryan, pun bergegas menuju kamar sang adik, iya bahkan tidak mengetuk pintunya langsung masuk begitu saja.
"Yeslin,ini barang yang kamu minta belikan"
Adryan,kaget saat melihat sang adik tengah menangis sesenggukan sambil memegang pipi kiri nya, yang mendapat kan tamparan dari sang ibu.
"Yeslin, kamu kenapa, apa yang terjadi dengan pipi mu dan kenapa kau menangis"
Adryan,panik iya tidak pernah melihat Yeslin menangis karena Yeslin, anak yang sangat ceria.
"mommy, kejam dia sudah keterlaluan, aku benci mommy, dia seperti,ibu tiri ketimbang ibu kandung mommy, selalu memaksakan kehendak, nya pada kita, bahkan sekarang aku tidak mengenal nya"
jawab Yeslin, sambil memeluk sang kakak.
" sudah-sudah, sebaiknya, kamu bersihkan wajah mu nanti Kaka oles salep biar gak bengkak"
"aku hanya ingin kembali kuliah lagi di Belanda,tapi mommy malah, memarahi ku, dia bilang, katanya gara-gara aku ikut campur antara hubungan, Kaka dengan, Sania jadi dia memindahkan aku kuliah di sini,tapi aku gak betah di sini KA aku sudah nyaman di Belanda"
kata Yeslin, yang masih sesenggukan.
"Sania, apa dia pernah menghubungi mu setelah satu Minggu kau di sini, apa dia baik-baik saja saat kau tinggal"
Adryan, bertanya tanpa Jedah.
"dia, cukup baik karena tugas kampus yang sedang banyak-banyak ya dia terlihat fokus, bahkan jarang gabung bareng, karena Sania bilang, kuliahnya di percepat ingin segera kembali ke kampung, katanya"
jawab Yeslin.
"jadi berapa, lama lagi kuliahnya"
tanya, Adryan, lagi .
" mungkin tujuh bulanan lagi"
jawab Yeslin.
"Kaka Aku mohon bujuk mommy,agar aku bisa kembali kuliah di sana"
kata Yeslin memohon.
"baik lah aku coba"
kata Adryan, lagi.
"Eh,,,,bentar deh KA aku dapat pesan dari Sania"
"Yeslin, kamu di mana, aku saat ini sedang kesepian, kau pergi dari kampus bahkan tidak meninggalkan jejak dan tidak ada satu pun yang membocorkan, kemana kau pergi, hari ini sebelum, aku ke kampus,aku mengantar kan ketiga saudara ku ke Airport, mereka pulang, karena rindu kampung halaman, aku juga rindu sebenarnya, ingin pulang tapi melihat, kondisi nya tidak memungkinkan,dan aku tidak kuat kalo harus kesana terlalu banyak kenangan, di tempat itu aku bahkan tidak berani untuk sekedar membayangkan nya, kamu tau, aku kehilangan, orang yang sangat aku cintai, di sana,dan di sana pula kenangan terindah ku bersama nya, rasanya sakit sekali , Yeslin, aku tidak akan bertanya kenapa, kamu pindah secara mendadak karena, aku sudah paham, dengan keadaan saat ini aku juga sudah berusaha, melupakan, apa yang bukan untukku lagi, setidaknya,ini pesan terakhir dari ku untuk mu, maaf kalau gara-gara kamu berteman dengan ku kamu jadi harus pergi meninggalkan kampus impian mu,aku sengaja, menyelesaikan kuliah ku dengan cepat, aku akan pergi ke tempat di mana tidak ada seorang pun yang akan mengenaliku dan harus menjauh karena, aku sudah seperti kuman yang sangat menjijikan"
sekali lagi, maaf kan aku, semoga kamu hidup bahagia bersama dengan keluarga, mu.
selamat tinggal, Sania."
Adryan, meneteskan air mata, iya tau bahkan waktu pun tidak bisa menghapus kenangan nya bersama, Sania,dan mereka juga tidak pernah,bisa saling melupakan, hati mereka sudah tenggelam di samudera cinta yang paling dalam,
"Aku akan terbang ke Belanda besok, jika mommy bertanya, tolong bilang aku sedang mengurus, perusahaan di tanah air,"
malam pun berlalu,di gantikan, dengan pagi, Adryan, pagi-pagi sekali, berangkat,ke Airport, iya akan terbang ke Belanda, saat itu juga.
sementara di Belanda, Sania,baru akan, beristirahat setelah mengerjakan tugas kuliah nya, karena perbedaan waktu yang cukup jauh,
Sania pun memejamkan mata nya iya terlelap, dalam mimpinya kala itu dia yang selalu gelisah, di kala mimpi itu datang, Sania selalu terbangun,di kala mimpi sudah tidak terkendali, yang Sania, lakukan hanyalah menangis.
pagi yang cerah Sania bangun dari tidur nya iya, sedang menikmati sarapan nya saat. ini tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri dan memeluk nya dari belakang,
"Sayang, maaf kan aku karena tidak memberikan kabar, padamu, bukan nya aku tidak mencintaimu atau merindukan mu, aku terpaksa, sayang"
kata Adryan,
__ADS_1
"kau datang dan pergi sesuka hati mu, kamu pikir aku ini apa heuh apa kau pikir aku ini halte tempat menunggu, sudah lah pergilah aku tidak mau berdebat dengan mu, aku mau pergi sebentar lagi, silahkan lakukan apapun yang mau kau lakukan,aku tidak akan pernah perduli lagi.