Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
hari pernikahan


__ADS_3

setelah rangkaian,adat di lakukan kini hari pernikahan pun,di gelar sandi merasa,sangat bahagia karena semua keluarga memberikan support, bagi nya dan Yena.


semua orang terpana saat, melihat pengantin perempuan yang sedang berjalan menuju, tempat ijab tersebut di dampingi oleh ibu nya dan bibi Yena kecantikan seorang gadis, yang begitu terpancar maklum saja, dia adalah gadis yang tidak pernah berdandan menor layaknya wanita malam yang bekerja di sebuah club.


Yena hanya menggunakan mekup tipis sehari-hari nya itu pun cuma pelebab dan bedak tabur bayi, serta lipstik tipis.


sandi yang begitu terpesona dengan calon istri nya itu menatap tanpa berkedip sedikit pun.


acara ijab Kabul pun di mulai dengan satu tarikan nafas, sandi menyelesaikan nya,ini rasanya baru pertama kali, iya melaksanakan, pernikahan secara resmi, dengan doa dari sanak keluarga, karena pernikahan sebelumnya hanya, iya laksanakan berdua itu pun dengan orang asing. karena Yeslin tidak membawa wali pernikahan, pernikahan memang resmi tapi bedanya, mungkin saat ini dan dulu adalah kehadiran keluarga juga ada, serangkaian acara adat, yang biasa di lakukan, seperti sekarang ini.


setelah melakukan ijab kabul dan sekarang mereka resmi menjadi suami istri,acara resepsi pernikahan pun di gelar secara besar-besaran Adryan sengaja mengundang rekan bisnis nya sekaligus memperkenalkan, sandi yang baru-baru ini mengambil alih perusahaan, miliknya di Hongkong.


acara semakin meriah karena di hadiri para artis ibu kota, yang sengaja di undang oleh, Adryan saat ini.


sementara itu di Belanda, seorang wanita tengah menyesali keputusan nya, karena telah mencampakkan seorang lelaki yang baik hati, semua kabar mengenai sandi setiap hari bermuculan kehadapan nya,mulai dari penampilan sandi yang begitu tampan dan berwibawa dan sangat di gemari cewek cantik di sekitar nya pengusaha sukses, yang di gadang-gadang, bakal menjadi, pebisnis terkaya di masa depan, dengan segala ketekunan nya, ya semua kabar itu yang menyampaikan nya adalah Adryan melalui kaki tangan nya untuk membalas perbuatan sang adik yang tidak menyenangkan.


setelah acara selesai pada pukul satudini hari semua orang,kini telah kembali ke kamar nya masing-masing, termasuk sandi dan Yena.


Yena yang masih merasakan sedikit ke canggungan dia hanya duduk berdiam di samping ranjang sementara itu sandi yang baru selesai membersihkan diri kini, dia mendekati Yena.


"sayang mandi lah dulu setelah itu kamu bisa istirahat" ucap sandi mendengar kata-kata, manis dari bibir laki-laki yang kini telah resmi menjadi suami nya, wajah Yena langsung merah seperti kepiting rebus.


"mas, boleh gak aku minta tolong?" ucap Yena.


"minta tolong apa? katakan saja"jawab sandi.


"aku masih belum terbiasa seperti saat ini, aku harap mas bisa sabar agar aku beradaptasi dengan keadaan ini, dan aku belum siap untuk itu" ucap Yena yang sedikit merasa bersalah karena, dirinya, bukan gadis suci lagi.


"mas mengerti sudah jangan di pikiran, sekarang sebaiknya kamu mandi dulu, dan bersiap lah kamu pasti lapar bukan, kita bisa pesan makanan, saat kamu mandi Sayang" ucap sandi.


"maaf ya mas sekali lagi, aku janji setelah aku siap aku akan memberitahu mu" Yena, meminta maaf terus menerus, karena ia tidak bisa memberikan itu saat ini padahal ini adalah malam pertama mereka.


"sudah mas bilang mas bisa menunggu santai aja, Ok,..."


cup..


sebuah kecupan singkat di bibir Yena yang di lakukan oleh sandi berhasil membuat wajah Yena merasakan malu yang teramat sangat, hingga wajahnya,merah seperti kepiting rebus.


Yena pun kini pergi ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri, dan setelah tiga puluh menit, dia baru keluar, menggunakan piama tidur nya, ternyata Yena mengganti baju nya di sana.

__ADS_1


"sudah selesai, mari kita makan dulu,ini sudah hampir pagi tapi tidak apa-apa yang penting perut tidak keroncongan, dan bisa tidur dengan nyenyak" ucap sandi.


mereka pun menikmati makan malam yang sudah terlewat itu.


sementara di kamar lain, Sania dan Adryan, tengah asik bercinta hingga saat ini belum ada yang menyerah, rasanya seperti mereka yang melakukan malam pertama, saja padahal pengantin baru nya tidak melakukan apa-apa,hmmm nasib-nasib.


ke esokan pagi nya semua berkumpul, untuk sarapan setelah itu rencananya mereka akan segera kembali ke ibukota sementara Danang dan Andara, akan kembali ke kampung halaman nya,membawa,cucu kesayangan nya pulang, jujur saja Sania sangat merasa kesepian karena ketiga anaknya tidak ada satu pun yang ikut dengan nya.


ketiga anaknya,di ambil alih dari nya, oleh ayah mertua dan kedua orang tuanya.


sandi pun langsung pergi meninggalkan Indonesia saat itu juga, karena perusahaan di Hongkong masih sangat membutuhkan nya.sekalian hitung-hitung berbulan madu di negara tersebut, setelah berpamitan pada semua keluarga nya, terutama ayah kandung nya, sandi juga tidak lupa memberi sejumlah uang, kepada sang ayah dan ibu mertua nya dengan jumlah yang begitu besar, dan sama rata, menurutnya biar adil.


ayah sandi awal nya menolak iya ingin sandi menggunakan uang itu sebagai bekal untuk,biyaya hidup di Hongkong nanti karena, ayah nya tidak pernah tahu bahwa sandi telah sukses,berkarir di sana meski hanya menjadi wakil CEO,uang gajih yang di terima oleh sandi begitu besar, dan dia sudah punya tabungan yang cukup untuk membina rumah tangga nya, nanti dan menghidupi, anak-anak nya kelak.


sandi sangat berterimakasih, kepada Adryan dan Sania, saat ini berkat mereka dan keluarga iya bisa meraih kesuksesan.


mereka pun kembali berempat seperti kemarin bersama Ari dan juga Siti.


sesampainya di Hongkong tepat di tempat tinggal nya kini sandi membawa, Sang istri masuk, kedalam kamar pribadi nya, yang mulai saat ini, jadi milik mereka berdua, Yena bahkan tidak di perbolehkan mengurus rumah, dan memasak, karena semua itu, akan ada yang melakukan nya,ya sandi telah menyiapkan, asisten rumah tangga di apartemen mewah milik nya itu.


seperti saat pagi hari ini, Yena hanya boleh membantu sandi menyiapkan, segala keperluan nya, seperti menyiapkan baju dan merapikan dasi yang di kenakan nya, saat ini.


sandi selalu bersabar, untuk satu hal itu.


hari demi hari kini telah mereka lalui, Yena masih belum juga memberikan, kewajiban nya sebagai istri.namun sandi tidak menuntut itu ia tau istrinya mengalami trauma yang sangat besar yang sangat menyiksa.


🌹💖💖💖🌹


tepat,jam tujuh malam, sandi baru pulang dari kantor, iya langsung masuk ke dalam apartemen, tanpa menekan bel iya berjalan masuk,ke dalam melewati beberapa ruangan yang cukup luas ya, apartemen yang sandi tinggali saat ini,sangat lah besar dan mewah.


saat akan menaiki tangga, sandi melihat istrinya, tengah tertidur di sofa ruang TV, mungkin dia ketiduran saat menunggu sandi pulang.


"sayang, kamu ko tidur di sini sih kamu pasti nungguin aku yank,,, maaf aku tadi sibuk jadi gak sempet menelpon bahwa akan pulang telat" kata sandi sambil mengangkat tubuh Yena, yang terasa sangat ringan, saking ramping nya tubuh istrinya itu.sandi menggendong Yena ala bridal style,menuju kamar nya.


saat sandi akan membaringkan tubuh Yena, tiba-tiba dia membuka mata, dan begitu terkejut karena wajah mereka saat ini hampir saling menyentuh.


"yank... kamu sudah kembali?" tanya Yena.


"iya sayang,maaf tadi aku tidak mengabari mu,kalo aku pulang telat" jawab sandi sambil duduk di pinggir ranjang dan menghadap ke hadapan Yena.

__ADS_1


"yank, aku sekarang sudah siap maaf baru memberitahu mu, setelah satu bulan kita menikah, aku tau semua ini sangat keterlaluan, tapi aku ..." ucapan Yena terhenti saat bibir nya di bungkam oleh ciuman yang memabukkan dari sandi saat ini, sandi sangat rakus ******* bibir istrinya itu, perlahan turun ke leher jenjang Yena, dan Yena yang sangat terbuai iya sedikit mendesah.


"yank sebaiknya kamu mandi dulu setelah itu kita bisa lanjut kan" ucap Yena di tengah ******* kecil nya.


sandi pun menurut tapi ia tidak pergi sendiri ke dalam kamar mandi, iya mengangkat tubuh istrinya yang saat ini, tengah meronta-ronta minta di lepaskan.


"sayang, diam nanti jatuh" ucap sandi yang langsung di turuti oleh Yena.


"sayang aku sudah mandi untuk apa aku di bawa ke kamar mandi hmmm...mau apa cob?"


ucap Yena.


"temani aku mandi please" pinta sandi memohon sambil mencium bibir Yena lagi tanpa melepaskan nya, kini mereka tengah melakukan malam pertama nya di dalam kamar mandi, tepat nya di semua sudut yang ada di sana maklum saja mereka bukan gadis dan bujangan, kedua nya pernah merasakan surga dunia, walau posisi. Yena karena di paksa.


setelah hampir dua jam berada di dalam kamar mandi, dengan melakukan aktivitas, yang mereka lakukan berdua kini mereka keluar dengan tubuh yang sama-sama kelimis tapi segar karena langsung memberikan diri mereka, saat itu juga.


sekarang, sudah jam sembilan malam.mereka makan malam berdua di jam yang sudah terlewat,saking asik nya bertempur di kamar mandi, yang menghabiskan waktu dua jam lamanya, maklum saja pengantin baru.


"sayang lain kali jangan menunggu ku kalau lapar makan lah terlebih dahulu, dan ingat, jangan tidur di sofa, saat aku tidak ada bagaimana kalau orang asing yang masuk melihat tubuh mu yang seksi ini aku tidak mau itu terjadi,tubuh mu hanya milikku" kata, sandi yang mulai posesif, maklum saja, seorang pria normal yang sudah merasakan belaian dari, pasangan nya, tidak akan rela kalau melihat pasangan nya di kagumi oleh yang lain nya.


"iya, sayang aku janji, tapi mana ada orang lain yang akan masuk kemari kalau aku, tidak buka pintunya" jawab Yena yang sedikit di barengi senyuman.


"sayang jangan menggoda ku aku belum selesai makan" ucap sandi yang,sangat, terganggu dengan senyum manis dari bibir istrinya yang teramat cantik bagi nya itu.


"yank, kamu itu kenapa lebih mesum saat ini,sih kemaren-kemaren biasa saja" kata Yena sambil kembali tersenyum, tiba-tiba sandi menggeser kursi nya dan mencium bibir istrinya yang saat ini sudah menjadi candu bagi nya.lagi-lagi itu terjadi di meja makan tersebut, maklum yang baru kembali merasakan surga dunia, untuk saja di sana sepi dan asisten rumah tangga nya sedang di liburkan karena, besok adalah hari libur, seperti peraturan pemerintah yang selalu di terapkan di negara itu, bahwa setiap tenaga kerja harus di bebaskan dari tugas nya di hari Minggu,mau itu asisten rumah tangga atau apapun pekerjaan nya.


tak terasa sudah jam sepuluh malam kini sandi dan Yena sudah pindah ke dalam kamar nya, dalam keadaan lelah mereka kini tertidur pulas sampai pagi.


weekend pun tiba, hari ini sandi mengajak, istrinya untuk berkunjung ke rumah Ari milik Adryan, yang kini di tempati Ari,ya Adryan tidak membelikan rumah untuk mereka karena di Indonesia mereka sudah memilki rumah dan juga apartemen, yang kini di kosongkan, karena mereka,berada di Hongkong.


beralih ke Rido, saat ini Rido tengah di sibukkan menemani kedua anak kembar nya, yang sudah mulai masuk, sekolah TK, usia mereka memang baru tiga tahun tapi Rido, sengaja menyekolahkan mereka,agar mereka bisa beradaptasi, dengan lingkungan baru di temani kedua baby sitter nya, yang selalu mengurus mereka, tepat nya membantu Amara, yang kini tengah hamil tua sebelum kehamilan nya, Amara mengurus anak kembar nya itu sendiri tanpa ada asisten yang membantu nya karena ia tidak ingin melewatkan masa-masa, pertumbuhan sang buah hati, saat ini terpaksa ia melakukan itu, karena iya mulai kesulitan bergerak bebas, anak yang di kandung nya kini lagi-lagi anak kembar namun saat ini jenis kelamin bayi nya perempuan dua-duanya.


Amara, merasa heran padahal di kedua keluarga tidak ada yang memiliki riwayat keturunan kembar, tapi mungkin ini adalah keajaiban yang Tuhan berikan pada mereka berdua, Rido juga merasa kebahagiaan yang teramat sangat, berlimpah, pasalnya perusahaan yang di pimpin oleh nya saat ini,makin berkembang pesat, dan anak nya juga sudah mau empat, benar-benar anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk nya.


Rido, yang sedang bermain di taman belakang rumah nya yang sangat luas itu, iya menemani, kedua jagoan nya bermain bola, dan sang istri duduk manis di kursi yang ada di taman belakang rumah tersebut, suasana nya cukup indah di pandang benar-benar impian hidup yang sangat sempurna.


Rido, berhenti sejenak karena ada asisten yang datang berkunjung ke sana dan kini ia menyerahkan beberapa berkas laporan yang harus di tanda tangani oleh nya, iya pun duduk dan berdampingan dengan sang istri, iya mengecup bibir Amara sekilas, dan langsung menandatangani berkas tersebut, karena sang anak yang protes karena Rido menghentikan permainan nya, saat ini.


"sayang, apa kamu bahagia" tanya Rido.

__ADS_1


__ADS_2