Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#kembali ke desa#


__ADS_3

setelah,hari itu Sandra, memutuskan untuk kembali ke desa, tempat dimana dulu ia dibesarkan oleh kakek dan nenek nya.


sesampainya di sana semua orang menyambutnya bukan hanya Sandra, tapi sandrina juga ikut kali ini dia ingin berlibur dengan suaminya, Riyan .


Sandi dan Ari, begitu antusias, menyambut mereka, saat ini di rumah besar tersebut, dia bahkan langsung menyuruh mang Ujang untuk mengambil ikan di Empang, Sandi tau kedua keponakan nya itu sangat suka ikan bakar, dan di susul oleh Gavin, dan Emily, dengan dua anak kembar nya itu, yang kini berusia lima tahun lebih.


sementara, itu keadaan di pulau as, milik Adryan dan Sania, Gibran, sedang uring-uringan pasalnya Michael, harus, pergi bersama dengan ibu angkat nya ketempat kelahiran ibunya itu walaupun hanya beberapa Minggu, tapi Gavin, seakan kehilangan sebagian dari nyawa nya.


"Daddy, please, jemput Michael, aku sangat rindu, aku tidak mau dia jauh lagi dari ku"ujar Gavin, yang di tanggapi senyum oleh Adryan, dia mengerti perasaan putra bungsu nya itu.


"Daddy, tidak tau mereka pergi ke mana sayang"ujar Adryan,sambil menepuk pundak putra nya itu.


"ah Daddy, bohong Daddy, pasti tau semua nya momm...bantu Gibran,dong jangan diam saja cinta Gibran pergi,hiks hiks hiks hiks"Gibran, tidak malu sedikit pun dengan rengekan nya itu, membuat Sania, menahan tawa tapi akhirnya Sania, memeluk putra nya yang kini sedang menangis.


"sudah SMA, juga masih cengeng, kamu sudah bisa bawa helikopter, sendiri, kenapa masih nyuruh Daddy"ujar Adryan.


"Daddy, jangan mulai deh"sela Sania, yang takut putra nya itu pergi benar-benar menggunakan helikopter di cuaca buruk seperti sekarang ini.


"Daddy, bercanda"ujar Adryan.


"ide bagus tuh Daddy, aku pergi sekarang, katakan di mana alamat rumah Michael"ujar Gibran.


"tidak-tidak kesayangan mommy, tidak boleh pergi dalam keadaan cuaca seperti sekarang ini,nanti bukan nya ketemu Michael, tapi malah nemuin malaikat maut"ujar Sania, yang memeluk erat putra nya itu.


"tapi momm... aku sangat merindukan nya"ujar Gibran.


"baru satu hari sayang,sabar lah dua Minggu bukan lah waktu yang lama itung-itung latihan kalo, suatu saat nanti kalian harus berpisah untuk kuliah "ujar Sania.


"aku mau kuliah bareng dia titik"ujar Gibran.


"iya mommy tau sekarang sebaiknya kamu istirahat besok kamu coba hubungi dia ok"ujar Sania.


"momm... aku gak bisa tidur sebelum ketemu dia"keluh Gibran lagi.


"sayang, foto Michael,kan ada kamu bisa lihat dia sepuasnya setelah itu kamu pasti bobo"ujar Sania, lagi mencoba membujuk putra nya itu.


"aku coba deh"ucap Gibran, sambil berjalan menuju kamar nya, sementara itu Adryan, langsung berbisik di kuping, Sania.


"dia begitu mirip dengan ku, saat kau pergi dulu"ucap Adryan.


"jelas beda, keadaan nya Daddy, punya dia yang sangat di cintai, sementara Gibran"ucapan Sania, terhenti saat Adryan, mencium bibir nya dengan sangat rakus.


"aku tidak ingin bahas masalalu lagi, aku sangat mencintaimu sedari dulu, ingat itu.


"ya... aku tau cinta yang berulang kali di khianati"jawab Sania.


"Sani, jangan mulai, aku sangat mencintaimu dan lupakan semua nya"ucap Adryan.


Sania, terdiam, dia tau, suasana hati suami nya tidak sedang baik-baik saja, karena Adryan, sudah memanggil nama nya.


Sania, bangkit dari sofa, hendak pergi ke kamar tapi Adryan, langsung mencekal lengan nya, dan Sania, kaget' Adryan sedikit kasar perlakuan nya saat ini.


"kita bisa bersama selama ini apa bukti cinta ku masih kurang heuhhhhh"ujar Adryan, berapi-api.


"Daddy,ada apa kenapa kamu seperti ini, aku tidak mengerti,ini sudah larut ayo istirahat"ujar Sania.


"kamu yang buat aku begini, Sania, kamu meragukan lagi cinta ku padamu selama ini"ujar Adryan,penuh penekanan.


"Daddy, kamu salah paham sudah lah semua tidak penting lagi"ucap Sania, berusaha menenangkan suaminya saat ini, Sania, melihat, sikap mertua nya yang telah tiada ya itu Tias, yang memiliki gangguan kejiwaan,kini nampak jelas di wajah Adryan.


"aku tau aku pernah menyakiti hati mu, tapi asal kamu tahu aku terpaksa melakukan itu demi mewujudkan dendam mommy, tapi hati ku sudah benar-benar jatuh cinta pada mu!!""teriak Adryan.


"Sania, langsung membungkam bibir Adryan, saat itu juga dengan ciuman panas nya,agar Adryan ,tak lagi mengamuk,benar saja Adryan, sedikit tenang setelah Sania, melakukan itu.


"Daddy, aku pun sangat mencintaimu kamu tau itu kenapa aku selalu memaafkan semua salah mu, sudah lah jangan bahas apa pun di masa lalu yang akan menyakiti hati kita,ok percaya lah aku Sania, sangat mencintai tuan Adryan, Stevano muachh,forever love"ujar Sania, yang kini memeluk Adryan.

__ADS_1


"maaf kan aku sayang, aku tak sengaja membentak mu"ujar Adryan, yang mulai sadar dan tenang, dari gangguan kepanikan nya saat ini.


"aku tau, kamu tidak sengaja ayo kita istirahat sayang"ucap Sania, yang kini menggandeng pinggang suaminya itu, dan Adryan, bertubi-tubi mengecup puncak kepala istrinya itu.


lain, Sania, lain pula Sandra, saat ini dia tengah menyendiri sambil menatap bintang, malam ini dia begitu merindukan seseorang yang pernah ada dalam hidup nya, meskipun selama mereka bersama hanya ada luka yang tertoreh di sana, tapi rasa cinta itu tidak pernah bisa menghilang.


"Steven, kamu dimana, apa sebahagia itu kah kalian, setelah kepergian ku, hingga, saat aku koma pun kamu tidak pernah hadir di sisi ku"ujar Sandra, lirih.


derai air mata membasahi pipinya, Sandra, hanya bisa menangis sendirian saat ini bahkan luka di hati nya saat ini tidak mampu membuat nya melupakan cinta pertama nya itu.


hari demi hari Sandra, lewati dengan kegiatan bersama keluarga nya, saat ini dia mencoba untuk melupakan kesedihan nya, dengan kembali beraktivitas, seperti sedia kala saat di desa.


"Sandra, hari ini kakak, dan Kakak,ipar mu harus segera kembali ke Kanada, apa kamu mau ikut dengan kami"ucap Gavin, sang kakak.


"lain kali saja, Kak, aku berkunjung ke sana, aku ingin menghabiskan waktu di sini saja, rasanya mereka masih ada bersama dengan ku saat ini"Sandra, menunjukkan foto, kakek dan nenek nya.


"baiklah sayang tapi ingat jangan terlalu larut dalam kesedihan, kakak tidak ingin kamu terus terpuruk bangkit lah kakak tau ini berat tapi kakak, yakin kamu bisa lebih kuat dari kakak, ingat pesan kakek"ujar Gavin, sambil memeluk erat tubuh Sandra,ada rasa sakit di hati Gavin, melihat keadaan adiknya, yang berusaha mencoba berpura-pura tegar di hadapan semua orang.


"kakak, tidak usah khawatir, aku bisa kok, percaya lah jangan pernah ragukan adik mu ini"ujar Sandra,sambil tersenyum di paksakan.


"sandrina, juga kak, rasanya sandrina ingin membawa dia pergi keliling dunia agar dia tau pria di dunia ini bukan hanya dia saja, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena hati, bukan bola bergulir"ujar sandrina yang kini berada di samping mereka dan memeluk keduanya.


🌹💖💖💖🌹


Sandra, beruntung di saat ia sedang terpuruk masih ada orang-orang yang memberikan dia semangat saat ini.


setelah kepergian Gavin, bersama keluarga kecil nya,kini sandrina juga pamit pulang karena Riyan, harus segera kembali ke perusahaan nya saat ini.


suasana sedikit sepi tapi Sandra, masih bertahan dia masih punya Gilang dan Riko, yang selalu ada untuk nya saat ini.


hari ini rencananya Sandra akan pergi menjelajahi hutan bersama dengan tim nya yang terdiri dari anak trail dan juga club panjat tebing, rencana nya mereka akan kemping bersama, di pegunungan yang katanya indah itu.


"kak, kamu sudah siap??"tanya Riko.


"sudah donk...ayo berangkat mungkin mereka sudah menunggu kita"ujar Sandra.


setelah selesai mereka pun mulai berangkat, cuaca nya lumayan sangat mendukung, hingga seluruh kegiatan hari ini sudah setengah berjalan, mereka berhenti di sebuah sungai yang lumayan deras untuk membersihkan tubuh, yang sudah bercucuran keringat sekaligus, beristirahat sejenak untuk makan siang yang sedikit terlewat karena,saking asyiknya menjelajah dengan motor mereka.


"sayang, kamu sedang apa bukan nya makan malah asyik sendiri"ujar Gilang.


"aku sedang menikmati alam"ujar Sandra.


"ayo makan dulu, setelah itu kita berangkat keburu malam sampai di puncak"ujar Gilang , sementara Riko,sibuk menyiapkan makan siang mereka bertiga saat ini.


"Gilang,kak, Sandra ayo makan"ujar Riko.


mereka berdua pun langsung bergabung dengan yang lain, saat ini mereka begitu kompak bahu membahu satu dengan yang lain nya.


"sayang duduk lah,ini sudah bersih"ujar Gilang.


"tidak usah berlebihan Lang ini alam kita harus bisa beradaptasi dengan nya, aku justru sangat suka bisa bermain kotor-kotoran dan menikmati perjalanan kita"ujar Sandra, sambil tersenyum, tanpa sadar jepretan kamera di setiap momen.


"ayo makan lah keburu ketinggalan"ucap Riko, Sandra dan yang lain pun menikmati makan siang mereka saat ini, hingga tandas , setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka saat ini melewati kali kecil dan ada beberapa yang terjebak di sana tapi mereka selalu saling membantu, hingga waktu menujukan pukul empat sore, mereka akhirnya sampai di puncak gunung tersebut, tanpa hambatan berarti karena mereka kompak saling bahu membahu.


sesampainya di puncak sana mereka ber foto bersama dengan berbagai macam jenis kamera mereka begitu kompak,ada kebahagiaan tersendiri di hati Sandra, saat ini setidaknya dia bisa sedikit melupakan kesedihan nya.


mereka membersihkan rerumputan untuk mendirikan tenda di tempat yang lumayan lapang tenda mereka sudah selesai di dirikan tiba saatnya untuk menyiapkan makan malam kebetulan di atas sana tersedia air jernih yang mengalir alami di bawah pohon rindang yang sejuk banget mereka jadikan tempat itu untuk membersihkan diri, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar, mereka tidak buang sampah sembarang.


magrib tiba dengan menggelar alas seadanya mereka melakukan kewajiban nya untuk menghadap sang pencipta, Salat berjamaah pun mereka lakukan sambil memohon perlindungan, setelah selesai mereka pun menghidupkan api unggun, yang lumayan besar dan di kelilingi oleh mereka yang bernyanyi dan menari bersama mengelilingi api tersebut hingga pukul dua malam setelah api benar-benar padam mereka pun kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat, dan mereka menggunakan penerangan dari baterai yang mereka sediakan.


Sandra, tidur di tengah Gilang dan Riko tidur di samping Sandra, kebetulan tenda mereka cukup besar, hingga muat untuk mereka bertiga.


malam berganti pagi yang cerah mereka bersama-sama menyediakan sarapan pagi mereka, setelah melakukan salat mereka kembali menghidupkan api di tungku untuk memasak air , berbagai jenis roti dan kudapan lain mereka sediakan untuk sarapan pagi bersama, saat ini, Sandra, duduk termenung di bawah pohon rindang, dia menikmati pagi, dengan mengabadikan foto dan video kebersamaan mereka, setelah itu dia duduk bersandar di pohon tersebut.


"sayang ini waktunya sarapan"ucap Gilang , yang kini memberikan segelas susu hangat dan roti sandwich, kemasan.

__ADS_1


"makasih Gil..."ujarnya sambil meminum susu tersebut.


"apa kamu suka"ujar Gilang.


"suka banget" ,ucap Sandra, yang langsung memeluk Gilang.


"kapan-kapan kita kesini lagi kalo kamu suka"ujar Gilang.


"aku mau pinjam helikopter milik Daddy,suatu hari nanti"ujar Sandra.


Riko, tersenyum bahagia melihat Sandra, yang mulai ceria saat ini.


tak lupa dia mengabadikan momen tersebut.


kak, aku mau gabung bareng anak pendaki saat ini kamu mau ikut hanya beberapa jam kok, setelah itu kita kembali, lumayan bukan buat cari pengalaman baru"ujar Riko.


"ya baik'lah"ujar Gilang dan Sandra kompak.


setelah itu mereka langsung bersiap, menjelajah hutan dengan berjalan kaki,ada berbagai macam jenis tumbuhan unik yang mereka temukan saat ini dan memotret nya, tapi tidak menggangu nya.


mereka bahkan menemukan beberapa gubuk reyot mungkin bekas orang-orang yang mendaki Sandra, dan yang lain nya mengabadikan momen kebersamaan mereka, saat ini padahal Tim,panjat tebing tidak kalah seru nya, saat ini mereka tengah menuruni tebing kokoh dengan segala peralatan yang sudah di siapkan sebelum nya.


Riko, pun meminta Tim, pendakian untuk bergabung dengan tim panjat tebing saat ini kebetulan tidak terlalu jauh dari sana hanya melewati air terjun yang cukup indah saat ini.


Gilang, tidak pernah jauh dari kedua saudara nya iya bahkan tak jarang menuntun Sandra, saat berjalan melewati jalan yang terjal .


di saat Sandra, sedang asik dengan kegiatan nya itu di Hongkong, Steven, tengah menjalani perawatan, karena dia mencoba mengakhiri hidup nya lagi, dengan meminum obat hingga over dosis .


"Steven,nak mau sampai kapan kamu terus menerus seperti ini, mommy tidak ingin semua ini terjadi, tapi mommy, juga tidak ingin kamu kembali bersama dengan nya, dia bukan wanita yang tepat untuk mu, mommy, mohon, sadarlah"ujar ibu Steven.


entah apa yang membuat dia keras kepala agar Steven, tidak kembali dengan Sandra.


ternyata dendam masalalu antara dirinya dengan Adryan,ibu Steven, adalah mantan selingkuhan Adryan, sebelum Sandra lahir kala itu wanita tersebut, sangat mencintai Adryan, tapi cinta Adryan, sungguh kuat untuk Sania, hingga wanita tersebut, kembali pada mantan suami nya,yaitu ayah dari Steven.


sementara Steven, masih belum sadarkan diri saat ini, dan iya sangat beruntung berulang kali mencoba bunuh diri tapi nyawa nya selalu berhasil di selamat kan, walaupun berkali-kali dalam keadaan keritis.


"sayang.... aku sangat mencintaimu kembali lah"gumam Steven, saat ini di bawah sadar nya.


"nak kamu sudah sadar??"ucap sang ibu.


"Sandra, sayang aku tak ingin hidup lagi jika aku harus kehilangan mu"ujar Steven, masih di bawah sadar.


ibunya Steven, saat ini sudah menyerah dia, tidak bisa berbuat apa-apa saat ini , jika Steven,sadar dia akan mengalah dengan ego nya saat ini.


satu Minggu berlalu akhirnya, Steven, pun sadar , dan ia sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.


"momm... dimana Sandra?"ucap Steven.


"dia tidak ada di sini, segera lah sembuh, mommy, tidak ingin melihat mu bertindak bodoh lagi, mulai saat ini mommy, menyerah dengan keras kepala mu"ujar sang mommy.


"terimakasih momm.. doakan agar Sandra, secepatnya mau kembali ke sisiku "ujar Steven.


"terserah kamu saja, tapi mommy, tidak ingin bertemu dengan nya, sampai kapan pun, kalian boleh tinggal di Indonesia, tapi anak mu tetap di sini bersama kami, dan istri mu"ujarnya.


"itu tidak jadi masalah, aku akan buktikan sama mommy,kalau mommy, salah menilai Sandra, selama ini"ujar Steven.


dua hari kemudian, Steven, dinyatakan sembuh dan di perbolehkan pulang, saat itu juga Steven, langsung berkemas di bantu oleh asisten pribadi nya, semua barang milik nya, sudah siap, dengan beberapa koper besar, Steven, sudah memutuskan bahwa dia akan kembali mengejar Sandra, dan akan hidup bahagia bersama nya, itulah keyakinan Steven, saat ini dia terlihat sangat bahagia, setidaknya dia sudah bebas dari pernikahan nya saat ini.


Steven, menceraikan ibu dari anak nya, dan hak asuh jatuh ke tangan Steven, dibawah pengasuhan ibunya, Steven, saat ini tengah berada di dalam pesawat pribadi nya, dia berangkat ke Indonesia, Steven, memutuskan mengurus perusahaan milik nya di sana, selama nya .


"tunggu, aku sayang, aku akan buktikan begitu besarnya rasa cinta ku padamu, dan untuk selamanya kita akan hidup bahagia bersama"gumam Steven, dalam hati, terlihat raut wajah penuh senyum tergambar saat ini dan asisten pribadi nya itu sangat bersyukur karena bosnya itu seakan kembali dari kematian.


sementara itu Sandra, saat ini sedang, menjalani perawatan,di rumah sakit,di Jakarta, karena dia sempat terjatuh dari ketinggian saat panjat tebing tersebut, beruntung saat itu ia langsung di selamatkan kan oleh rekan nya, walaupun Sandra, harus mengalami patah tulang, tangan sebelah kiri, dan sedikit benturan keras di bagian dadanya, tapi masih bisa teratasi.


Sania, dan Adryan, Gibran, juga seluruh keluarga di desa,kini bergantian menjaga Sandra, yang masih belum sadarkan diri, saat ini, sudah lebih dari satu Minggu dia di rawat.

__ADS_1


Steven, yang mengetahui hal itu, dia langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut, saat itu juga, walaupun Adryan, sempat tidak mengizinkan nya untuk menjenguk Sandra, tapi dengan bujukan Sania, akhirnya luluh juga .


__ADS_2