
setelah,satu Minggu Danang Setiaji dan juga Andara Paramitha Anderson,berada di rumah besar tersebut, untuk menunggu kepulangan, Sania, putri bungsu nya.
yang di nanti pun kini telah kembali dari bulan madu nya Sania dan Adryan, datang membawa kabar baru. yaitu kabar kehamilan dari Sania yang menginjak usia empat Minggu.
semuanya kini sedang merayakan kepulangan Sania, dari Barcelona, sekaligus merayakan keberhasilan mereka untuk memiliki momongan, Sania begitu bahagia, karena kini ia bisa kembali mengandung buah cintanya bersama Adryan, apa lagi orang yang dia cintai selama ini,setia melindungi nya tidak seperti saat iya hamil dengan Gavin iya harus berjuang, mengurus semua nya sendiri,acara barbeque, yang mereka lakukan di rumah besar tersebut kini telah berakhir.tapi kebersamaan mereka masih terus berlanjut.
"sayang, apa kau tidak merasa lelah sedari kembali kau belum juga istirahat apa kamu tidak ingat kata dokter tidak boleh kecapean"
ucap Adryan.
"iya sayang sebentar lagi aku masih kangen dengan ayah bunda,dan mereka,Oya kalian tidak berulah kan selama aku pergi ?"
jawab, Sania yang di akhir pertanyaan terhadap ketiga nya karena Siti dan Yeslin sedang sibuk
membantu membereskan,bekas piring kotor dan barang-bareng melakukan nya dengan sangat kompak.
waktu menunjukkan pukul sebelas malam, tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu rumah Sania, dan mereka sempat mengira yang mengetuk nya, karena kalo orang lain tidak mungkin lolos dari penjaga, yang menjaga pintu gerbang.
tok tok tok....
pintu depan semakin kuat di ketuk oleh seseorang,namun Sania tidak tinggal diam dia menelpon satpam dan mereka menjawab,kalau ada seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasih Rido yang datang dan dalam keadaan menangis, jadi mereka memberikan izin masuk.
"Rido siapa yang mencari mu jam segini, di luar tolong temui dia dan kalau bisa jangan buat yang tidak-tidak, ingat ini sudah hampir larut malam!"
ucap Sania pada Rido. dan semua yang ada di sana pun terkejut, bagaimana tidak, saat Rido membuka pintu iya di kejutkan, dengan keadaan Amara, yang sangat menyedihkan sudut bibirnya berdarah. dan tangisan nya berhenti, saat Amara jatuh pingsan di depan mereka semua.
"Amara sayang, kamu kenapa bisa begini, bangun sayang" Rido langsung membopong Amara ke kamar nya kini sesuai perintah dari Sania.
"Dia siapa nak ?"ucap Danang kepada Sania
"Dia kekasih Rido yah tapi aku tidak tahu apa yang terjadi pada nya sebaiknya, tolong panggilkan dokter sekarang juga, seperti nya keadaan nya serius"
ucap Sania lagi Adryan langsung menelpon Dokter pribadi nya untuk memeriksa Amara .
sesampainya Dokter di dalam ruangan tersebut
mereka sepat tercengang,Karen melihat luka gores yang lumayan serius, di bagian paha mulus nya itu.sania pun berteriak histeris saking kagetnya melihat luka yang menganga itu , dan Dokter pun menyarankan membawa Amara pergi ke rumah sakit sekarang juga karena luka itu harus segera,di lakukan tindakan operasi.
"Sebaik nya cepat kita bawa dia kerumah sakit terdekat dari sini wajah nya begitu pucat apa dia kehabisan banyak darah "
ucap Danang.
Adryan,membantu Rido dan juga sandi membopong Amara karena sandi dan Adryan, melihat Rido, begitu cemas hingga tidak bisa berpikir jernih, Adryan mengingat hal ini pernah terjadi pada Sonya,dulu seperti nya Amara juga korban penganiayaan, dan kini dia pun sedang berpikir keras apa, motif orang itu melukai Amara yang tidak ada hubungan darah dengan nya saat ini.
tapi mereka termasuk Adryan, tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada, Amara adalah ulah dari seseorang yang sangat terobsesi pada nya, dia adalah karyawan kantor nya,
"flashback on"
__ADS_1
satu bulan yang lalu seorang wanita cantik yang baru saja menjabat CEO di perusahaan milik ayahnya tersebut, iya hadir di kantor itu, dengan penampilan yang sangat sempurna.
begitu cantik dan menarik perhatian setiap insan pria maupun wanita.
mereka begitu mengagumi kecantikan bule Kanada itu, hingga seseorang yang bernama Nanda, begitu memuja nya dalam diam iya selalu berusaha menyelinap masuk ke dalam, ruangan, Amara, padahal dia bekerja sebagai, OB perusahaan itu yang kebetulan, bagian membersihkan lantai bawah gedung kantor tersebut, dan Amara bekerja di lantai teratas, gedung itu otomatis, bukan bagian pria itu membersihkan ruangan Amara tapi mungkin karena dia seorang yang nekad, dia begitu terobsesi terhadap bos perusahaan tempat iya bekerja, hingga beberapa kali dia begitu berani menyatakan cinta pada Amara, pria itu memang lah sangat tampan, jika di bandingkan dengan Rido, tapi Amara sudah memantapkan hati nya pada Rido, Amara pun tidak pernah menggubris, tentang yang di lakukan Nanda pada nya beberapa kali di waktu yang berdekatan, iya hanya menolak cinta nya secara halus, bahkan Amara yang terlalu baik, dengan karyawan, nya. bahkan tidak membeda-bedakan seseorang, dari derajat nya karena itu yang selalu di pelajari nya dari guru agama nya saat iya belajar mengenal Islam.
hingga, yang terjadi saat malam ini pada nya, saat jam sepuluh tepat Amara,baru keluar dari ruangan nya di lantai teratas gedung tersebut, iya merasa ada yang mengikuti nya dari belakang,Amara sempat melihat sekelebat bayangan, dari balik pintu lift yang kini sudah iya masuki dan saat pintu lift hampir tertutup, sebuah tangan kekar menahan nya, dan orang itu pun masuk kedalam nya .
sontak Amara kaget sebelum nya dia berpikir bahwa yang masuk kedalam lift tersebut adalah asisten nya yang tadi dia kira belum pulang.
"kamu, ngapain kamu di sini dan ada urusan apa?"
Asmara, pun langsung memberikan jarak pada mereka namun Nanda malah mendekat dan memeluk erat Amara saat itu Amara berusaha melepaskan diri,
"sebaiknya kamu, ikuti apa yang aku mau, aku pasti kan kau akan aman, dan satu lagi aku akan membuat mu mendesah nikmat di bawah ku"
ucap Nanda, yang kini semakin, mempererat pelukannya,Nanda kembali membawanya ke sebuah ruangan mithing, iya berniat memperkosa nya di sana Namun, Nanda berhasil di kalahkan oleh Amara saat dia lengah melepaskan Amara dari tangan nya Amara berhasil lari keluar dan menuju lift tapi lagi-lagi Nanda berhasil meraih pintu lift tersebut dan menahan nya kini ia masuk langsung menerjang tubuh Amara dengan napas yang tidak teratur,Amara berhasil di nodai oleh Nanda saat itu juga di dalam lift Amara menjerit kesakitan saat tubuh bagian bawah nya di hantam sesuatu yang keras dan merobek, apa yang ia jaga selama ini saat itu terjadi Amara menemukan sebuah pisau dari saku celana Nanda, yang tidak sengaja teraba oleh nya saat ingin mendorong bagian paha Nanda, iya pun bergegas menggunakan pisau lipat tersebut untuk menusuk punggung Nanda yang kini sedang melakukan hal menjijikan pada nya.
sontak Nanda melepaskan Amara iya begitu kesakitan, dan saat itu sangat murka, iya menampar pipi Amara dengan sangat keras dan mengenai sudut bibir nya iya juga mencabut pisau yang menancap di punggung nya, dan kini dia menancapkan pisau itu di paha bagian kanan Amara hingga, dia menarik nya kebawah dan merobek paha Amara, setelah itu ia kembali me lakukan hasrat yang tadi sempat tertunda,Amara yang menjerit kesakitan,malah di tambah dengan kembali dari perkosa oleh Nanda hingga Nanda puas iya baru melepaskan Amara saat Amara tidak sadar kan diri darah semakin bertambah banyak di lift tersebut .dan kini ia langsung pergi meninggalkan Amara begitu saja karena luka nya pun semakin terasa sakit, beberapa menit setelah itu Amara pun bangun dari pingsannya, iya berusaha bangkit walau jatuh bangun iya pergi dengan tangisan nya karena teramat sakit dia harus direnggut kesucian nya terluka pula dia hampir kehabisan darah,
Amara memasuki gerbang dengan mobilnya menuju, rumah Sania, saat ini yang dia pikirkan adalah ingin meminta maaf kepada Rido, untuk apa yang telah terjadi pada nya, hanya saat ia turun dari mobil nya satpam tidak tahu kalau Amara terluka,maka dari itu ketukan pintu itu sangat kuat karena dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit nya,Amara datang dengan keadaan yang mengenaskan bahkan Rido tidak sadar dengan darah yang terkena baju nya semua orang tau setelah ia di periksa dokter dan Danang mengira itu darah mentruasi
"flashback off"
🌹💖💖💖🌹
" siapa. dari kalian keluarga pasien?"
sementara mereka terdiam sesaat.
"saya Dok ..." ucap Andara.
"Silahkan ikut saya saya ingin menjelaskan sesuatu, yang sangat penting"
ucap sang dokter lagi, Andara pergi di dampingi Danang, pergi mengikuti sang dokter untuk mendengarkan penjelasan, tentang hasil operasi begitu pikir mereka tapi dugaan selalu meleset.
"maaf sebaiknya anda lapor polisi, karena apa yang terjadi pada pasien, adalah tindakan kriminal, untung saja, kalian cepat-cepat membawanya kemari karena kalo tidak mungkin sudah kehabisan darah, luka serius di bagian paha dan. di tambah lagi luka robek di di bagian kewanitaan nya, seperti nya putri anda adalah korban kekerasan, seksual.
"Apa,,,, tidak mungkin Ayah bagaimana ini, apa yang harus kita jelaskan pada Rido nanti?"
ucap Andara yang sedang menangis ia merasa sedih sebagai seorang wanita dan ibu yang memiliki putri bahkan pernah mengalami hal serupa namun bedanya Sonya waktu itu hanya mendapatkan kekerasan fisik.
"Tenang lah Bun... apa pun yang terjadi nanti Rido harus tau dan harus bisa menerima kenyataan ini"
ucap Danang, menenangkan istrinya itu.
..."Baik dok kalo begitu terimakasih, juga atas pertolongan nya"...
__ADS_1
ucap Danang Setiaji, ayah dari Sania, mereka pun bergegas meninggalkan ruangan dokter tersebut dan kembali keruang perawatan, Andara kala itu terduduk lemas.
"Ayah,ada apa?" tanya Sania.
"kita harus bicara, semua nya ayo kemari ada yang mau ayah sampai kan
di ruang VVIP, tempat kini Amara di rawat, tepat nya di sofa panjang yang ada di ruangan nya itu,Rido yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah ayah dan bunda,Danang langsung, membeberkan prihal penemuan Dokter atas luka yang di alami oleh Amara di akibatkan oleh pemerkosaan, dan luka yang di bagian paha adalah luka yang di sengaja.
Rido, yang mendengar kan itu langsung mengamuk, iya bahkan memukul tembok ruang an itu dan semua orang yang ada di sana merasakan begitu hancur nya Amara dan Rido kini.
"kurang ajar bajingan, akan ku bunuh orang yang telah merusak, milikku dan sampai nyawanya yang terakhir akan ku buat, dia menyesal karena telah berani menyentuh milikku Ahhhhhh bajingan"
tangan Rido kini berdarah, dan Adryan menenangkan nya, lalu Sania membersihkan luka di tangan nya Rido dengan sangat hati-hati.
"Tenang lah Rido aku tidak akan tinggal diam, melihat semua ini akan ku pastikan, mereka mendapatkan balasan karena telah menyentuh keluarga ku dan sampai saat itu tiba, aku yang akan menyuruh mu menghabisinya tanpa ampun"
"Mitha, dia begitu menderita, pasti nya saat itu, dan kedepan nya apa dia bisa menjalani hidup dengan normal.hiks hiks,,, ahhhhhh bajingan manusia iblis, Ayah dia tega merusak semua yang selalu aku jaga selama ini,"
Rido, mengadu pada Danang dan Sania karena hanya mereka lah sumber kekuatan nya kini setelah sang ibu juga meninggal tak lama setelah kepergian ibu sandi.kini dia hanya sebatang kara di dunia ini.
"Sayang,sabar lah kamu pasti kuat ingat lah kita selalu ada untuk mu"
ucap Andara yang memeluk sandi sambil mengelus puncak kepala nya,
"Ingat lah Do, sampai kapan pun kami selalu ada untuk mu ucap Ari dan sandi mereka semua menguatkan,Rido.
"Sandi Bunda berharap kau akan tetap legowo, menerima keadaan Amara setelah ini, karena apa yang dia alami saat ini, bukan lah keinginan nya, dan kamu harus bisa mengembalikan, semangat hidup nya nanti, kamu tau mungkin di balik ini semua Allah punya rencana yang indah untuk kalian berdua, dan satu hal yang harus kamu tahu Amara menahan rasa sakit nya demi menemui mu mungkin saja dia, dengan gigih nya datang pada mu untuk meminta maaf atas kejadian ini, soalnya kalau dia tidak mengingat mu dia akan pergi kerumah sakit, bisa di Bunda, bayangkan siapa, pun tidak akan tahan dengan menderita, luka seperti itu masih nekad untuk menemui orang terkasih nya"
panjang lebar Andara menjelaskan,pada Rido dan semua orang pun kini menyetujui permintaan Andara sang Bunda, mereka.
"tanpa Bun,,,"
ucap Rido terpotong.
"Rido,aku minta maaf, semua salah ku aku tidak bisa menjaga kesucian ku Hiks hiks hiks hiks...
Aku sekarang sudah kotor,maaf hiks..hiks aku kira hidup ku sudah akan berakhir saat itu juga saat aku sadar, aku hanya ingin meminta maaf kepada mu, dan sebelum umur ku berakhir hiks hiks hiks...maaf semua terserah padamu"
ucap Amara yang terpotong-potong oleh Isak tangis nya.
"hey sayang dengar kan aku, aku tidak pernah marah pada mu tenang lah lupa kan semua yang telah berlalu tapi satu hal tolong katakan pada ku siapa yang telah menyakiti mu sayang, aku tetap mencintaimu sampai akhir hidup ku, jadi kamu tidak perlu meragukan cinta ku.sudah ya sayang, jangan menangis lagi ingat lah aku semakin mencintai mu.
ucap Rido,, yang kini memeluk Amara yang begitu terluka,
" melihat mu baik-baik saja pun aku sudah bersyukur, karena dengan kondisi mu yang seperti itu siapa pun belum tentu sekuat kamu sayang di bahkan di saat kau berjuang melawan kematian kau masih mengingat ku terima kasih cinta ku muach "
Rido mengecup puncak kepala Amara yang kini berada dalam pelukan nya.
__ADS_1