Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Mulai terbiasa


__ADS_3

ke esokan pagi nya setelah bangun dari tidur nya, Sania langsung bergegas membersihkan diri,setelah itu ia pergi keluar untuk membeli sarapan,dengan uang yang tersisa di dompet nya sisa bekal dari kampung waktu itu. iya menjumpai seorang ibu penjual nasi uduk,dan langsung memesannya .


"satu bungkus ya Bu"


"baik neng, Oya Eneng baru ya di sini soalnya ibu baru lihat hari ini"


"iya Bu,saya baru ngekos satu Minggu namun baru hari ini aku ada waktu buat sarapan di rumah, karena sibuk mencari kerja,dan alhamdulilah Nya kemaren saya dapat di terima bekerja di restoran,tak jauh dari sini untung nya Bu"...


"walah semangat ya Neng,semoga kerasan bekerja nya ,hari gini cari kerja itu sudah susah,dan lagi sekalipun ada jadi pembantu rumah tangga" ibu itu memberikan semangat pada Sania,sambil memberikan nasi uduk yang sudah di bungkus kantong kresek, " ati ampela nya dua ya Bu"


"siap Neng, ini Neng semuanya dua puluh ribu"


"ok ini uang nya Bu makasih ya sampai jumpa lagi" setelah membayar Sania bergegas masuk gerbang kosan nya tersebut iya melihat tetangga kamar sebelahnya sedang sarapan juga, dan dia langsung menyapa nya ,


"Hay mbak....lagi sarapan juga ya"


"iya nih yu gabung mungpung baru mulai kebetulan saya lgi libur kuliah hari ini " kata sang tetangga yang langsung akrab seperti telah lama mengenal nya,


"owh gituh yah boleh lah sembari silaturahmi karna sebelumnya,saya belum sempat berkenalan dengan mbak"Sania langsung masuk ke kamar kos tetangganya,mereka pun saling memperkenalkan diri nya masing-masing .


"saya Sania Mbak saya di sini mengadu nasib mencari kerja dan alhamdulilah nya kemarin saya di terima bekerja di restoran tak jauh dari sini" iya lebih dulu memperkenalkan diri nya.


"Aku Rike usiaku 19 Aku kuliah di sini dan aku berasal dari Magetan aku wong jowo , Hehehe..."kata Rike yang merasa lucu dengan dirinya sendiri,

__ADS_1


"owh berarti kita seumuran ya, aku juga dari kampung ko,"


saat itu mereka mengobrol sambil menikmati sarapan nya yang berlangsung tiga puluh menit , setelah beres sarapan Sania pamit untuk mengerjakan sesuatu di kamarnya.


jam saat itu menunjukkan pukul sembilan pagi,dia teringat akan catatan yang di berikan oleh asisten bos nya itu, dia membuka catatan Nya Dan langsung membacanya satu persatu tentang etika ketika, melayani tamu VVIP, terutama tuan Adryan itu , segala sesuatu yang berkaitan dengan Adryan,dia harus mengingat nya.


"hmmm kaya mau jadi asisten pria dingin itu saja" gumam nya dalam hati saat itu Sania merasa dongkol pada atasan nya itu , terutama anak dari bos besar nya. setelah semua nya di baca dengan teliti, dia merebahkan tubuh nya di kasur yang ada di kosan nya tersebut, "ada waktu setengah jam lagi aku bisa tidur sebentar" kata dia sambil memasang alarm di ponsel nya, iya pun tidur dengan lelap nya . beruntung dia itu orang nya peka jadi setelah mendengar nada alarmnya nya dia langsung bangun, tepat dengan waktu yang di atur oleh nya.


setelah hampir jam sepuluh kurang lima belas menit dia langsung berangkat , ketempat iya bekerja tepat pukul sepuluh dia langsung berganti pakaian dengan seragam yang di sediakan oleh restoran tersebut.


"Sania, tolong kamu bersihkan ruangan VIP, sekarang juga soalnya nanti sebentar lagi akan ada mithing penting yang di adakan di sana"


"baiklah Bu segera saya bersihkan sekarang" butuh waktu 30 menit untuk dia membersihkan, ruangan tersebut.


setelah selesai iya pun bergegas menaruh alat yang di gunakan nya tadi untuk membersihkan ruangan tersebut tibalah dengan pekerjaan dia yang sesungguh nya sebagai pelayan. detik demi detik kini telah berlalu jam makan siang pun tiba dan seperti hari kemarin restoran tersebut di datangi banyak pengunjung , iya yang bertugas membagikan buku Menu , langsung bergegas membagikan dan mencatat satu persatu pesanan nya, sebenarnya bukan hanya dia yang bertugas untuk itu ada tiga orang ,dua cewek satu cowok, termasuk dirinya dan kedua teman baru nya itu , mereka saling berganti tugas satu sama lain nya saling bantu ketika sudah beres melayani tamu dengan mencatat nya diya di panggil asisten bos nya tersebut.


"baik Bu..."seperti biasa dia datang membawa buku Menu nya, kali ini dia sudah paham akan kebiasaan yang berkaitan dengan pria tampan yg sedikit dingin itu, iya tak mau lagi ada kesalahan.sania membawakan Wine nya tanpa di suruh terlebih dulu karna takut di tegur lagi, iya langsung menuang kan minuman tersebut ke dalam gelas nya,


"tumben kamu paham secepat ini, Oya dan satu lagi kenapa hari ini aku lihat kau tidak bicara, apakah kamu lagi sariawan heeuh .?


"hmm ya tuan, saya hanya menuruti apa yang menjadi aturan tuan"


"owh begitu rupa nya bagus lah sekarang mana buku Menu nya sini aku yang pilih" biar kau cepat mencatat nya"

__ADS_1


"baiklah tuan, tuan hari ini pesan apa ?...


Aku pesan ....ini ini ini juga ini lagi juga di kali dua ok" kata Adryan cukup menekan kan kalimat terakhir nya itu .


"baiklah tuan tolong tunggu sebentar" , setelah itu dia beranjak menuju meja kasir, lalu memberikan pesannya Adryan.


"semua sudah di sediakan tinggal kamu dorong troli berisi makanan tersebut .


"baiklah aku pergi mengantarkan ini dulu"


"ya sudah sana " Sania pun bergegas mendorong troli tersebut menuju ruangan yg di tempati Adryan , sesampainya di sana Sania langsung menata makanan nya di meja,


"silahkan tuan selamat menikmati, hidangan nya"


"duduk lah temani aku makan" apa tuan apa aku tak salah, saya dilarang makan bersama tamu saat jam kerja"


"apa aku tamu, heeuh dan apa kau pikir aku serakus itu hingga memesan segini banyak nya, jawab jangan hanya diam saja " bentak Adryan, yang mulai kesal dengan Sania yang suka membantah dirinya.


"tidak tuan aku yang salah, dan aku minta maaf"Sania tertunduk sambil berlinang air mata.


"maaf tapi jangan katakan itu lagi karna aku tak suka jujur saja kalau kau seperti ini terus kau mirip dengan nya"


"baiklah tuan saya hanya akan menemani anda makan , tapi hanya menemani saja ok tak lebih karena saya tak sanggup untuk membayar makanan ini"

__ADS_1


"pilihan nya adalah makan atau kau aku pecat"


" baiklah tuan apa pun itu aku hanya bisa pasrah " sambil langsung duduk berhadapan dengan pria tukang paksa itu dia mulai menyuapkan makanan nya sambil sesekali melirik pria itu , gadis di depan nya semakin menggemaskan ,batin Adryan .


__ADS_2