
setelah kembalinya Sania, dari restoran iya berusaha menetral kan pikiran nya sambil terduduk di ranjang kosan nya,air mata yang tak henti nya keluar, iya bahkan sudah mengusap pipi nya berkali kali,namun air mata yang keluar enggan untuk berhenti, Sania yang sedang dilema antara pekerja an, keluarga,dan rasa cinta yang tumbuh, begitu cepat nya di, hari pertama, iya bertemu pria itu,bahkan dia baru sadar di hari ini, kini jam menunjukkan pukul 18:30 menit saat dia sadar dengan tujuan nya di malam ini ,di saat yang lain di sibukkan dengan berkencan Sania, malah harus mencari seseorang yang sudah lama iya dan keluarga nya rindukan.
" kemana lagi aku harus mencari keberadaan mu KA, sebenarnya aku sudah tak sanggup tapi,demi ayah dan bunda aku harus terus berusaha, dimana sebenarnya dirimu,saat ini "
Sania yang kala itu sedang merenung setelah membersihkan tubuh nya yang lelah di kamar mandi dia di kejut kan dengan ketukan pintu dari Rika..."Sania,kamu sudah pulang aku mau ngajak kamu jalan Sania,"
Sania pun bergegas membuka pintu.
"ada apa Rika, maaf telat bukanya,aku baru selesai mandi"
"kamu habis nangis Sania,ada apa cobalah cerita jangan di pendam sendiri an ok,aku siap mendengar kan atau kalo kamu butuh bantuan butuh uang atau apa coba ceritakan"
"Aduh Rika ,aku bingung harus Jawab yang mana dulu,kamu sih nanyanya maraton gituh,coba gimana aku mau jawab Nya,"
"iya maaf, maaf tapi kamu baik-baik aja kan,kalo butuh bantuan aku siap kapan saja, jangan sungkan di sini kita saudara biar gak sedarah ok, oya aku mau jalan, kamu mau ikut gak, mumpung besok weekend,mau ya ya ya..." Rika..yang kala itu memaksa mengajak pergi tapi tak dapat jawaban...la langsung menarik tangan Sania keluar.
"bentar Rika, aku malam ini sebenarnya sudah ada janji mau kerumah mendiang eyang ku sebentar lagi, siapa tau om ku sudah ada di sana, soal nya waktu ku tidak lama di sini aku harus segera kembali sesuai syarat yang aku ajukan pada bunda ku,kalo sampai besok aku tidak menemukan titik terang keberadaan Kaka ku aku harus segera kembali ke Desa karna saat ini juga bunda ku sedang sakit,tapi kalo om ku ada aku sudah pasti tak jadi kembali mungkin akan menjemput bunda kemari untuk berobat, disini...."
panjang lebar dia menjelaskan pada sahabat barunya itu, dan di balas anggukan Rika..
"kalo begitu kenapa tak bilang dari tadi ayo aku antar dengan mobil ku..."
"sebentar aku ambil tas ku dulu sama sweater,ku "
"ok aku tunggu di mobil ya"
"asiaappp..."Sania pun bergegas sambil tersenyum, beruntung di saat diya sedih ada teman yang, selalu memberi dukungan.
🌹💖💖💖🌹
sesampainya di tempat yang di tuju Sania turun dari mobil nya dia menuju gerbang dan membunyikan bel Nya,
"permisi,apa ada orang"
namun belum dapat jawaban dari dalam gerbang tersebut, tiba-tiba datang sebuah mobil da gerbang pun otomatis terbuka Sania terbengong di tempat nya berdiri,dan seketika sang sopir turun dari dalam mobil membukakan pintu mobil tersebut, Sania langsung menghampiri mobil itu,
"om...om sudah pulang,"
orang itu terbengong di tempat, air matanya lolos seketika dari mata seorang pria paruh baya tersebut,...
"Sania...,ini beneran kamu nak,kamu kemana aja om sangat rindu kamu dan ibu mu...mana dia ,oh... keponakan ku tersayang kenapa baru datang kemari, hiks hiks hiks... kenapa kalian membuang ku begitu saja setelah mama meninggal,"
pria itu menangis sesenggukan,sambil memeluk, sang keponakan begitu erat nya
"om..sehat kan , maaf Sania baru bisa nengok om Sania bahkan baru dapat izin bunda untuk kemari..."
"masuk lah nak kita bicara di dalam"
"baiklah om..tapi aku kesini bersama teman ku dia menunggu di mobil,aku panggil dia dulu "
"ok ..sana panggil teman mu kita masuk kedalam ya"
Sania pun mendatangi Rika yang seddang terbengong di depan gerbang rumah mewah tersebut,
"Rika ayo masuk, kenapa bengong di situ om ku sudah kembali,dari luar negeri"
"owh syukurlah lah kalo begitu"
mereka pun lantas masuk dan langsung di sambut oleh pelayan rumah mewah tersebut ada sekitar sepuluh orang di sana, padahal pas Sania datang kala itu tak ada siapapun di rumah tersebut dan sepi bahkan tadi juga sepi, setelah Sania duduk di samping om nya dia langsung di peluk oleh pria tersebut, "sayang ayo cerita kepada om kenapa kamu datang sendirian dimana Bunda mu, dan tadi kata pelayan kamu pernah datang kemari tiga Minggu lalu kenapa tidak masuk saja,"
"bagaimana aku mau masuk om gak ada yang bukain kunci pagar juga sulit di panjat hehehe.... jadi aku balik ke kosan ku saja..."
cicit... Sania,sambil mencabik kan bibir nya pura-pura marah...
" kenapa gak tempelkan telapak tangan mu di dinding gerbang saja pasti pintunya otomatis kebuka di semua sudut pintu di rumah kita ini ada sensor otomatis buat membuka kunci rumah,itu khusus keluarga kita yang lain tidak bisa bahkan Kaka mu, sendiri pun tak bisa karna darah keluarga kita tak ada dalam diri nya, sudah paham sekarang kan, jadi yang lain tidak bisa masuk sembarangan, tanpa seijin kita.."
Sania mengangguk paham.
"Aku kesini sebenarnya, ingin mencari keberadaan kakak , dia sudah dua tahun ini tak pulang, awalnya kami mengira mungkin dia sibuk kerja,dan mungkin ponselnya hilang tapi lama kelamaan Kaka tidak juga memberikan kabarnya, sampai saat ini, ayah sebenarnya sudah mencari Kaka sampai ketempat ibunya berasal namun tida ada hasil juga bahkan ibunya KA Sonya, sudah lama meninggal, itu yang membuat ayah kepikiran dia sekarang sakit-sakitan dan Bunda juga ikut-ikutan sakit,
om juga pasti tahukan bunda, teramat menyayangi Kaka walau dia bukanlah darah dagingnya, kalo om tidak keberatan tolong cari Kaka di mana dia om pasti bisa secara koneksi om kan banyak, gimana om,"
"baiklah untuk bidadari kesayangan om, om akan coba cari dia besok, oh iya ada sesuatu yang ingin om bicarakan ini lebih serius, Om sebenarnya sudah lama tinggal di luar negri,tepat nya di Amerika,om sudah mengalihkan aset kekayaan warisan dari eyang mu menjadi perusahaan properti, dan milik ibu mu sampai kini masih utuh di pegang oleh om, om ingin suatu saat nanti kau yang akan memegang penuh bagian dari milik ibumu,karna jujur saja om ngerasa bersalah kepada mending eyang mu, om tida bisa menjaga, keluarga om, orang yang paling om sayangi, ya itu ibu mu andai saja dia tidak bersikukuh,pergi meninggalkan kan istana Nya untuk mengabdi pada ayah mu Mungin Sekarang dialah ratu bisnis di bidang nya, ibumu orang yang, sangat cerdas di bidang bisnis,namun iya keburu menikah dengan ayah mu"
__ADS_1
"om aku mohon hiks hiks hiks...tolong jemput bunda,agar dia bisa berobat di sini, Aku takut bunda kenapa-kenapa, please...."
"hemmm bidadari ku jangan pernah menangis,
tanpa kamu minta pun om akan melakukannya, sudah cukup dengan keras kepalanya dia selama ini, besok juga om akan kesana sekarang pergilah istirahat di kamarmu kamu tahu kamarmu masih seperti yang dulu ratuku,
"hemmm sayang nya aku malam ini gak tinggal di sini,tapi nanti setelah bunda di sini aku pasti pulang kemari om aku janji "
" lalu kamu tinggal di mana selama ini sayang,dan apa kamu nyaman tinggal di luar?..."
"awalnya sih enggak om tapi ya mau gimana lagi ,demi menunggu om dan kakak apapun aku jalanin"
"tapi kamu baik-baik saja kan bidadari ku?..tidak ada yang jahat padamu kan sayang..,kalo ada mana orang nya biar om hajar dia"
"Gak ada yang akan berani jahat padaku om mereka tau aku anak om, ku yang gagah ini hehehe..."
"syukur lah besok hari terakhir kamu di luar sore hari nya aja ada orang suruhan om jemput kamu,dan ingat sebelum bunda mu tiba duluan kau harus sudah di sini bidadari ku...Oya siapa nama mu tadi ,"
"Rika, Om,"
"iya Rika kamu kos juga?..."
"iya om,"
"mulai besok kamu ikut pindah kemari untuk tinggal bersama bidadari ku di sini ,ingat om tak suka di bantah ok"
"baiklah Om...ya sudah ini sudah malam kalian hati-hati di jalan ingat bidadari om besok kamu harus sudah siap,...ok om mau istirahat dulu owh iya besok kamu beli semua yg kamu butuhkan ini, kartu untuk mu,ingat barang yang kamu beli harus benar-benar cocok, ya sudah om mau istirahat dulu cape banget..."
"iya om...aku juga pamit dadah om.."
Sania pergi membawa Black cards... pemberian sang paman ...
Di dalam mobil Rika yang kelihatan nya masuk syok... dia narik napas panjang saking kagetnya dengan kemewahan yang baru dia lihat nyata bukan hanya dalam novel...
"Gila,gila gila....ini nyata kan coba deh cubit aku"
sepontan Sania mencubit lengan nya Rika.
"Aw AW...Gila ya ini nyata , terus kenapa bunda Lo milih hidup susah aneh deh"
panjang lebar Sania menjelaskan nya, dan Rika pun mengangguk Inya ,tak terasa sudah jam 10:23 menit ,mereka pun berhenti di cafe, yang lumayan mewah,
"Sania...kita mampir ngisi perut dulu ya aku belom makan malam dari tadi "
"ok deh hmmm tumben kita makan di tempat Elite, hehehe..."
"sekali-kali kamu telaktir aku kan kamu sudah ada kartu ajaib... hehehe "
"iya-iya ,ayo masuk"
Sania bergandengan tangan dengan Rika, mereka sangat kompak, Rika duduk berhadapan dengan Sania di meja no 32 setelah mereka duduk pelayan cafe tersebut menemui mereka dan menawarkan berbagai menu di buku nya,
"Aku boleh kan pesan banyak makanan malam ini, aku lapar banget soalnya, hehe..."
"terserah kamu saja asal di habiskan, biar gak menyia-nyiakan makanan, kasihan di luar sana masih banyak orang yang kelaparan,karna faktor ekonomi yang kurang,"
"siap, ustazah... hehehe..."
saat Rika asik makan tiba-tiba Sania melihat seseorang yang iya cintai tengah bermesraan di meja sebelah tepat nya ruangan sebelah yang di dinding kaca persis di hadapannya...
"Sania, kamu harus kuat jangan nangis,jangan nangis Sania "
Sania bergumam dalam hati nya iya paksaan menelan makanan nya walau terasa sulit di telan ,dia memalingkan wajahnya nya karna Adryan, tiba-tiba menoleh kearah nya ...
Sania yang sudah tidak tahan menahan kesedihannya dia berlari ke toilet cafe tersebut,
dan Adryan segera menyusul pura-pura kebelet,
"Amelia,aku ke toilet dulu sebentar"
"baik lah jangan lama-lama "
tanpa menjawab Adryan, langsung bergegas menuju toilet Amelia tidak tahu,kalo toilet yang dia tuju adalah toilet cewek Adriyan menerobos masuk, kedalam nya, tanpa perduli tatapan orang-orang padanya , cewek di dalam sana bertanya.
__ADS_1
"maaf,anda salah masuk tuan ini ruangan cewek apa anda tidak melihat nya di sana
"cewek-cewek sedang berdandan itu melirik Adryan,
"saya kemari mencari istri saya dia tadi buru-buru jadi dia lupa sesuatu" tiba-tiba
Sania keluar dari kamar sebelahnya mukanya sembab Adryan tau kalo Sania sudah menangis
"sayang aku mencari mu sampai kemari, ternyata benar kamu di sini"
Adryan,tiba berakting , tapi Sania hanya cuek dia pura-pura tidak mendengar nya lalu ia membasuh muka nya di wastafel dekat cewek-cewe yang lain terus dia mengusap wajah nya, tanpa memoleskan apa pun seperti cewek yang ada di sana meski tetap kelihatan sangat cantik alami,
"mbaknya lgi marahan ya ko suaminya gak di respon sih harus nya kalo ada masalah tuh di bicarakan baik-baik jangan sampai orang lain tau"
tapi Sania tak menjawab dia hanya mencoba tersenyum, tipis
"sayang ayo aku dah nunggu dari tadi dah pegal juga nih"
Adryan menarik Sania membawanya keluar,dari toilet, dia membawa kesebuah ruangan pribadi milik teman nya yang punya cafe tersebut.
"bro gue pinjem ruangan Lo sebentar dan bilang pada dua cewek lagi nunggu kita, yang di meja no 32 bilang kalo Sania ada urusan mendadak ,dan sudah pulang sementara tunangan ku bilang juga begitu ok...
teman nya itu hanya mengiyakan apa yang di pinta teman nya itu,
"ok tapi gak gratis ya bayaran nya mahal "
"iya ..iya gue tau, sudah sana"
teman nya pun keluar Sania yang sedari tadi diam saja sekarang dia bereaksi,
"ada apa tuan membawa saya kesini,"
"Aku minta jangan panggil aku begitu aku tidak suka mendengar nya paham"
"baiklah katakan, Apa yang anda inginkan saya sedang buru-buru,"
"sudah kubilang jangan bicara formal dengan ku,"
"iya... baiklah mau kamu apa?...aku harus segera pulang,"
"nanti Aku yang mengantar kamu pulang, sekarang aku hanya ingin bersamamu malam ini, ikut aku pulang ke apartemen, ku
"aku tidak mau kenapa tidak mengajak tunangan mu itu, aku kan bukan siapa-siapa bagimu"
"belum tapi akan, segera"
"apa maksud mu"
"ya kau adalah calon istriku ku Sania"
"itu hanya mimpi tuan kau sudah punya calon istri bagai mana bisa kau menikah dengan ku aku bukan barang yang saat kau ingin lalu kau bawa"
"siapa yang mengatakan bahwa kau barang,aku tidak pernah berkata begitu, duduklah, apa kau tak pegal berdiri terus sayang,"
"jaga bicara anda jangan se enak nya"
tapi Adryan yang kesal dengan sikap Sania dia memaksa Sania menariknya paksa hingga terduduk di pangkuan nya...
"Ah ... kenapa kau lakukan ini tuan,"
Sania berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Adryan...
"lepasin tuan aku mau pergi "Sania dia berontak namu, tenaganya kalah kuat dengan tenaga Adryan yang memiliki tubuh kekar.
"diam atau aku makan kau malam ini juga"
mendengar perkataan itu Sania terdiam..di takut kalo Adryan, membuktikan ucapannya.
"Aku,tak minta lebih hanya ingin begini saja terus bersama mu, malam ini"
" tuan saya harus pul.hmmmm"
kata-kata Sania tiba-tiba terhenti karna mulut nya di bungkam oleh ciuman dari Adryan...setelah hampir ke habisan nafas diya langsung mendorong dada Adryan,"ha..ha
__ADS_1
.ha.. apa ..apa yang kamu lakukan, heuhhhhh lepas aku mau pulang Sania sudah terlepas dari Dekapan Adryan, iya bergegas keluar memanggil taksi dan pergi begitu saja...sambil menangis..