
"Kenapa, berhenti ayo duduk dan lanjut kan omong kosong mu, aku mau dengar "ujar Gibran dingin.
"Aku tidak omong kosong Gibran, saat ini aku sudah punya dia pengganti mu, dia adalah orang yang sangat baik, selama ini dia mencintai ku tanpa pamrih"ujar Michael.
"tunjukkan pada ku, pria mana yang berani mendekati mu,ayo tunjukkan, mungkin kau lupa sayang setiap cowok yang berani mendekati mu, berakhir dengan kematian,itu jika kamu lupa"ujar Gibran, mengingat kan.
"Tidak Gibran, aku mohon jangan lakukan itu, aku sangat mencintai nya, aku mohon jangan usik kebahagiaan ku, lagi, aku sudah hidup bahagia dan kamu juga sudah bahagia dengan nya,lalu kenapa kamu lakukan ini"ujar Michael, sambil menangis sesenggukan memohon untuk tidak mengusik kehidupan nya bersama dengan pria itu.
Gibran, mengeratkan kepalan tangan nya, rasanya saat ini dia akan meledak, kemarahan nya sudah sampai puncak, dia tidak pernah ingin melihat Michael, wanita yang sangat ia cintai memohon demi pria lain.
"Aku beri kamu waktu untuk berpikir,dua kali empat puluh jam , jika dalam waktu itu kamu tidak juga meninggalkan nya, jangan salah kan aku jika akhirnya nanti dia akan terluka bahkan mungkin,mati"ujar Gibran, sambil hendak pergi dari hadapan Michael, tapi gerakan nya, terhenti saat Michael, bersujud di kaki nya, saat ini Gibran, benar-benar telah kalah, harga diri nya terasa di injak-injak sebagai pria yang sangat mencintai wanita yang kini bersujud di kaki nya, hanya untuk memohon pengampunan untuk pria yang baru hadir di dalam kehidupan nya.
"Tuan, aku mohon, jangan pernah lakukan itu, jangan sakiti dia kau boleh membunuh ku, saat ini juga tapi aku mohon jangan pernah menyentuh nya sedikit pun, aku sangat mencintai nya, dia pria yang selalu melindungi ku selama ini, aku mohon tuan tolong lepaskan dia"ujar Michael.
"Aku tidak sedang bernegosiasi dengan mu, jika dalam waktu yang ku katakan tadi kau tidak meninggalkan nya,maka tamat sudah riwayat nya"ancam Gibran, yang kini sedang menahan air mata nya, jujur Gibran sangat terluka kali ini melihat Michael, memohon demi pria lain.
"Gibran, aku mohon jangan lakukan itu please aku mohon, sebagai gantinya, aku akan melakukan apa saja, untuk menebus nya, tapi jangan pernah lakukan itu aku mohon, hiks hiks hiks"ujar Michael.
"Baik tapi ada opsi lain, hangatkan aku di ranjang,satu malam penuh, bagaimana??""ujar Gibran, sontak kata-kata itu membuat mata Michael,membulat bagaimana tidak, selama ini Gibran, tidak pernah menyakiti hati nya sedalam itu menganggap dirinya seperti seorang pelacur.
"Tuan, Gibran yang terhormat, sampai dunia kiamat sekali pun,itu tidak akan pernah terjadi, jika, kamu berani melukai nya,maka aku juga akan bunuh diri saat itu juga"ujar Michael, yang langsung di jawab oleh Gibran.
"Aku menunggu saat itu tiba"Gibran, berkata dengan dingin nya, untuk menghadapi wanita keras kepala di hadapan nya saat ini dia perlu melakukan cara yang sama.
Michael, bangkit dan bergegas pergi, saat itu juga dengan langkah gontai, Air mata yang meleleh dari sudut mata nya, saat ini bukan dia tidak mencintai Gibran, lagi tapi dia sedang berusaha untuk menghindari nya, dia tidak ingin kerja keras nya selama ini,di hancurkan begitu saja.
"Ingat sayang apa yang aku katakan tadi, aku tidak pernah main-main dengan itu"ujar Gibran,dingin terakhir dia tersenyum devil, kemudian mengecup bibir Michael singkat.
Michael, hanya bisa pasrah dan berlalu pergi setelah nya, begitu juga dengan Gibran, yang lebih dulu sampai di luar, pria tampan itu,kini sudah memasuki mobilnya dan langsung tancap gas, dia bukan tidak perduli dengan Michael, yang kini berjalan dengan lelehan air mata, tapi dia sudah menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengikuti nya secara diam-diam.
malam hari di apartemen, Gibran, sudah menerima pemberitahuan tentang gerak-gerik Michael, saat ini yang terlihat, mesra dengan pria itu, Michael terlihat tengah mengecup pipi, pria yang saat ini tengah merayakan ulang tahun itu, pria tampan berwajah indo itu tengah duduk di samping Michael, dia bahkan mengelus puncak kepala Michael, begitu lembut.
"Baiklah, sayang jika itu yang kamu inginkan, aku izinkan anggap saja sebagai salam perpisahan"ujar Gibran, sambil mengerat kan gigi nya, Gibran, mencoba untuk bersabar karena esok pagi adalah hari yang telah di tentukan, jika pria itu tidak meninggal,maka Michael lah yang harus meninggalkan nya.
sifat kejam Gibran, tumbuh karena, orang yang sangat berarti bagi nya telah di usik orang lain.
sementara itu Adryan, langsung menghubungi Gavin, dia marah besar tapi kemudian dia akhirnya melunak setelah Gavin, berkata Gibran, akan lebih membenci nya, jika Adryan, berani memisahkan mereka lagi, karena Gibran, saat ini sudah mengetahui segalanya, Gavin, memberikan saran agar Michael, dan Gibran, menikah dan setelah itu baru menikahkan Gibran , dengan Serry,itu adalah jalan satu-satunya nya,menuju perdamaian antara Adryan dan Gibran, walaupun jujur,ia sendiri tidak menginginkan itu, tapi tidak ada jalan lain nya lagi, Gavin, hanya bisa berharap Daddy, nya sadar bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan.
dan pada akhirnya Adryan, pun membiarkan mereka berdua yang memutuskan, walaupun Adryan, tidak merestui hubungan antara mereka, dia hanya ingin Serry, yang menjadi menantunya saat ini.
berkali-kali, Gibran, mencoba menghubungi nomor Michael, tapi tidak di angkat juga dan pada akhirnya, Gibran, mendatangi Michael, menyeretnya pulang ke apartemen nya, setelah memastikan pria itu pergi meninggalkan Michael, karena masih sayang nyawa nya.
"lepas, aku tidak akan pernah ikut dengan mu, kamu jahat Gibran, kamu jahat, kamu jahat untuk apa aku pulang dengan mu, saat ini kamu sudah memiliki dia, tolong biarkan aku hidup bebas, aku mohon,atau kamu memang menginginkan aku pergi untuk selamanya baik lah"ujar Michael, yang kini hendak berlari ke tengah jalan yang sedang padat lalulintas, namun Gibran, menghentikan nya dengan menarik tubuh nya saat itu juga.
"Michael, tatap aku, dan katakan bahwa kamu tidak pernah mencintai ku, katakan Michael ayo katakan"ujar Gibran.
Namun jangan kan menatap bahkan Michael, tidak ingin mengangkat wajahnya saat ini, dia tidak pandai berdusta, di hadapan Gibran.
__ADS_1
"Aku sudah tau Sayang, sekarang juga ikut pulang bersama ku, mulai detik ini kita akan tetap tinggal di negara ini.
Michael, hanya berlinang air mata, dia memasrahkan semua nya, tadi Adryan berkata bahwa Michael, harus membujuk Gibran, untuk menikah dengan Serry, setelah mereka tinggal bersama.
"Baiklah, aku ikut, dengan mu dan tidak akan pernah pergi lagi, tapi ada satu syarat, yang harus kamu penuhi,nikahi Serry, sekarang juga, bagaimana"ujar Michael, menatap wajah Gibran, yang berubah dingin.
🌹💖💖💖🌹
mereka saat ini tengah berada di dalam gedung apartemen, milik Gibran, setelah Gibran, menyeretnya pulang saat itu juga, Gibran Gibran, tidak menggubris ucapan Michael.
"Gibran,nikahi dia atau aku bunuh diri"ujar Michael, yang hendak loncat dari balkon kamar nya saat ini, Gibran, yang saat ini tengah berdiri di hadapan Michael.
"Kau mau loncat, silahkan itu lebih baik dari pada, aku menikah dengan wanita yang tidak kucintai, ayo loncat lah"ujar Gibran, menantang.
"Baiklah, jika itu yang kamu mau, Michael naik ke pembatas balkon kamar tersebut dia sudah bersiap untuk melompat hingga saat dia akan benar-benar melompat Gibran, langsung meraih tubuh Michael, dan membawa nya langsung tanpa ampun di lemparkan nya keatas ranjang, dengan kasar.
"ahhhh,... sakit"gumam nya lirih.
"Apa aku tidak salah dengar, barusan kamu bilang sakit, bisa kamu bayangkan sakit'karena melompat dari gedung ini"ujar Gibran, yang kini menyeringai, Gibran, pun ikut menjatuhkan tubuhnya di samping Michael,lalu dia memeluk tubuh Michael, dari samping, saat ini Gibran hanya ingin seperti ini.
Michael, menatap Gibran, yang saat ini tengah memejamkan mata nya, dia hanya menitikkan air mata, saat mengingat perbedaan antara mereka saat ini, pria yang dua tahun lebih muda dari nya, sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa, ketampanan nya tidak diragukan lagi, tapi Michael, selalu membentengi hati nya saat ini agar tidak terlalu berharap pada nya, karena derajat mereka begitu jauh berbeda.
perlahan, Michael, hendak bangun dari ranjang tersebut, tapi saat itu juga, Gibran, semakin mengeratkan pelukannya, pria itu benar-benar tidak membiarkan nya, bergerak bebas, waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa, sudah satu Minggu, setelah Gibran, memutuskan membeli sebuah rumah mewah berlantai tiga, saat ini untuk tempat tinggal mereka berdua, setelah selesai makan sarapan pagi tiba-tiba bunyi bel terdengar nyaring, karena tidak ada pelayan satu pun di rumah itu akhirnya, Michael, membuka pintu, karena saat ini Gibran, sedang fokus dengan laptop nya.
"Hay, sayang pindah rumah baru ko, gak bilang aku sih"ujar Serry, yang kini langsung masuk, dia mengira Michael, adalah pelayan di rumah itu hingga Serry, mengecup pipi Gibran, saat itu juga, Gibran, langsung menoleh ke arah Michael, yang kini pura-pura tidak melihat nya.
"kenapa, sayang kamu seperti yang baru melakukan nya saja,ayo ajak aku berkeliling rumah ini"ujar Serry, yang kini menarik lengan Gibran, tapi Gibran, berusaha untuk melepaskan nya, namun tidak berhasil.
Michael, langsung pergi ke arah dapur, saat itu juga, dia tidak ingin mengganggu mereka berdua,walau jujur, hati nya pedih, Michael membuka kulkas, dia langsung mengambil beberapa buah segar dan memakan nya langsung,ia berharap dengan memakan buah yang masih dingin itu bisa membuat hati nya ikut beku, saat ini, Michael, juga duduk di samping kulkas tiga Pitu itu yang cukup menutupi tubuh ramping nya, saat ini dia memakan buah apel itu hingga tak tersisa sedikit pun, saat ini ,sambil menelpon seseorang.
"Aku, akan pergi setelah dia menikah nanti, karena dengan begitu beban ku sudah berkurang, aku tidak akan pernah kembali meski dia menyeret ku untuk kembali, sudah cukup sudah, aku lelah"ujar nya, Michael tidak sadar bahwa handphone nya itu telah di sadap oleh Gibran.
Gibran, mengepalkan tangannya, saat ini sambil terus mengikuti langkah Serry, yang kini bergelayut manja di lengan nya.
tidak sampai satu jam akhirnya, Gibran, mengusir Serry, pergi dari rumah nya, dengan alasan dia sedang ingin istirahat, setelah Serry, pergi Gibran, langsung menghampiri Michael, dan merebut nya dari tangan Michael.
"Apa, yang kamu lakukan, kembalikan itu milikku!!"Michael mencoba merebut nya, tapi sedetik kemudian .
prang......
"Gibran!!!""" Michael, berteriak keras,kini handphone nya telah hancur berkeping-keping.
"Jangan pernah bermimpi bisa pergi dari hidupku, dan ingat satu hal, aku tidak akan pernah menikah dengan nya, sekalipun dunia ini sudah berakhir"ujar Gibran, menatap tajam kearah Michael.
Michael hanya diam, dan pergi dari hadapan Gibran, saat itu juga menuju ke halaman belakang rumah itu, Michael, pura-pura tidak mendengar ucapan Gibran, saat ini dia langsung menyibukkan diri nya, menanam biji bunga matahari, kedalam tanah yang luas, dia ingin membuat taman gersang itu menjadi lebih indah.
"Michael, kamu dengar kan aku bicara, Michael"ujar Gibran, yang kini berdiri di samping Michael, yang tengah berjongkok di samping nya.
__ADS_1
"Michael, Anderson, apa kamu tidak mendengar apa yang aku ucapkan ku"ujar Gibran.
"Aku tidak mendengar dan tidak ingin mendengar , aku marah pada mu tuan Gibran Anderson, kamu sudah merusak barang berharga milikku satu-satunya"ujar Michael, yang saat ini mengerucut kan bibir nya dan itu berhasil membuat Gibran,gemas di cium nya bibir itu seketika itu juga, tapi Michael, langsung mendorong Gibran, hingga Gibran terjungkal saat itu juga.
"Sayang apa yang kamu lakukan heuuhh"ujar Gibran, sedikit kesal.
"jangan cium aku dengan bibir kotor mu, bekas wanita lain"ujar Michael, sambil berlalu pergi, Gibran langsung mengejar nya, hingga masuk ke dalam rumah tersebut Michael, langsung di tarik nya, dan dihempas ke atas sofa empuk tersebut, oleh Gibran, dengan gerakan cepat Gibran mengungkung tubuh Michael di atas sofa, dia mencium bibir Michael dengan paksa, bahkan dia menggigit bibir bawahnya, hingga berdarah.
"Ahhhh...sakit Gibran kamu kenapa heeuh, kamu ingin membunuh ku,ia,agar kamu cepat menikah dengan wanita itu, silahkan Gibran, aku tidak akan pernah melarang mu, lakukan saja, aku tidak akan pernah mengganggu kehidupan eumm"ucapan nya terhenti saat itu juga karena Gibran, ******* bibirnya kembali dengan kasar .
Michael, berusaha melepaskan diri dari Gibran yang entah kenapa, emosi nya turun naik saat ini, Michael, menangis sesenggukan karena Gibran, sengaja tidak ingin membiarkan dia pergi.
"Hey... sayang kamu menangis kenapa heuuhh apa aku menyakiti mu"ujar Gibran, yang langsung membawa Michael kedalam dekapannya.
"Kau menyakiti ku,kau membuat ku hampir kehabisan nafas, dan kau menggigit bibir ku, apa itu tidak menyakiti ku"ujar Michael.
Gibran, tersenyum manis,lalu mencium bibir itu sekilas,"Maafkan aku sayang ku, aku terlalu mencintaimu,maka dari itu aku tidak ingin kehilangan dirimu, lebih baik aku mati saja, dari pada aku harus kehilangan mu"ujar Gibran, yang kini menatap sendu pada Michael.
"Gibran, aku tidak bisa berbuat apa-apa jika takdir yang membuat kita berpisah, aku harap kamu hidup bahagia dengan pengganti ku"ujar Michael.
"Tidak sayang, aku tak akan pernah menggantikan mu dengan siapapun, hanya kamu yang bertahta di sini"ujar Gibran yang kini menunjuk dadanya.
hari demi hari mereka lalui, seperti pasangan suami istri pada umumnya, hanya saja, mereka tidak melakukan hubungan terlarang, Gibran, ingin melakukan itu di malam pergantian nya, nanti dan saat ini dia begitu menjaga cinta nya itu, hanya peluk cium yang sering mereka lakukan tidak lebih.
Tapi, Gibran tidak tau hari demi hari Michael, harus menerima tekanan batin, karena Adryan, selalu menghubungi nya, lewat surat atau pun telpon rumah, selama ini meminta Michael, untuk terus membujuk Gibran.
di sini lah puncak nya, saat ini Sania, tiba-tiba menelpon Gibran untuk kembali, karena Adryan sakit keras,itu adalah sebuah alasan utama untuk menjebak Gibran, agar mau menikah dengan Serry, sebenarnya dari lubuk hati Sania, yang paling dalam, dia tidak tega mengikuti keinginan suaminya itu, Sania, bisa merasakan betapa sakit nya di menjadi Michael, saat ini.
"Michael, sayang, mommy, meminta ku kembali, katanya Daddy, sakit keras, apa kamu setuju kita kembali sekarang juga"ujar Gibran, bingung.
"Sebaiknya kamu sendiri saja yang pergi, aku menunggu mu di sini saja, jujur aku tak sanggup mabuk pesawat itu rasanya seperti mau mati"jawab Michael, berbohong.
"Aku tidak akan pernah pergi, jika kamu tidak ikut"ujar Gibran,keras kepala nya muncul lagi.
"Sayang, dengerin aku, aku janji, akan selalu menunggu mu di sini,kalau perlu kamu siap kan, beberapa bodyguard, untuk menjaga pintu keluar, jika kamu takut aku pergi"ujar Michael, berusaha meyakinkan.
"Bukan,itu sayang ku, aku tidak bisa tidur tanpa mu"ujar Gibran lagi.
"Kita bisa melakukan panggilan video, apa kamu lupa hal itu"ujar Michael lagi.
"Iya sayang, tapi itu kan beda"ujar Gibran, kekeuh.
"Gibran, dengarkan aku, jangan sampai kamu menyesal belakangan, orang tua mu lebih penting dari pada aku, kamu tau rasanya tidak punya orang tua itu sangat menyakitkan,maka berbaktilah pada mereka selagi ada"ujar Michael, yang tiba-tiba, membuat jantung Gibran, berdetak kencang, entah apa yang dimaksud oleh Michael, dengan kata berbakti tersebut saat ini terasa ada yang aneh.
"Baiklah, aku akan pergi sendiri,tapi ingat telpon aku setiap waktu dan jangan coba-coba untuk pergi dari sini"ujar Gibran.
"Tidak, sayang aku janji"ujar Michael, yang kini mencoba tersenyum manis walau hati nya perih, rasanya ia ingin menjerit sekeras-kerasnya nya,agar rasa sakit itu pergi, Michael pun membantu Gibran bersiap setelah itu dia langsung memeluk Gibran, seakan Michael, berkata jangan pergi, tapi Gibran tidak sadar itu.
__ADS_1
Indonesian, saat ini, Gibran telah mendarat, dan langsung di jemput asisten sang Daddy, menuju pulau as, tapi sebelum itu Gibran, sempat diberi Air mineral oleh asisten Daddy nya, dan tidak lama setelah itu ia tertidur pulas.