
Danang, merebut paksa pistol tersebut dan langsung melempar nya kesembarang arah, dia langsung memeluk dan mencium bibir Sherin, dengan sangat kasar, dia begitu takut kehilangan Sherin,sosok wanita yang tidak pernah bisa hilang dari ingatan nya selama ini, dan kini dia datang masih dengan cinta yang sama.
berkali-kali, Sherin, dan Danang, berciuman dengan penuh nafsu entah kenapa mereka begitu terbawa suasana, saat itu cinta yang begitu membuncah hingga, kejadian yang seharusnya di lakukan setelah menikah pun terjadi, mereka terhanyut di dalam nya.
Sherin, bahkan sangat merasa bahagia, dengan cara itu dia bisa bersama selama nya dengan pria yang sangat di cintai nya, hingga Sherin, berganti nama, dan mereka menikah, hanya di saksikan oleh ketua RT dan keluarga Danang , wali nikah pun wali hakim, karena memang Sherin, sudah tidak memiliki ayah, sedari ia kecil ayah nya sudah lama meninggal.
mereka pun pergi jauh dari desa tersebut merantau kekota pulau terpencil, mereka hidup bahagia bersama, walaupun dengan segala keterbatasan tidak seperti saat masih bersama dengan ibunya Sherin, harus menerima apa pun kondisi nya, dengan cinta yang mereka miliki pun itu sudah cukup, hingga ia mengandung dan melahirkan putri hasil cinta mereka berdua, saat itu, usia putri nya masih baru beberapa bulan, tiba-tiba nyonya Wiratama datang memisahkan mereka, saat itu dengan terpaksa Sherin, melepaskan kedua nya, dari pada ia harus melihat kedua nya mati di hadapan nya.
"flashback off"
"apa, kamu masih tetap ingin melanjutkan perasaan mu, saat kamu tau aku begitu mencintai wanita lain"ujar Danang , pada Andara.
"dimana wanita itu sekarang"tanya Andara, yang kini menatap wajah Danang, yang masih menatap lekat wajah Andara.
"dia berada, di kediaman nya"ucap Danang.
"berikan alamat nya, sekarang juga, aku akan menemui nya"ucap Andara.
"untuk apa"ujar Danang bertanya.
"untuk membantu mu kembali pada nya, bukan kah kamu masih sangat mencintai nya hingga saat ini"ujar Andara.
"itu tidak akan pernah terwujud seberapa keras nya pun kamu berusaha"ujar Danang.
"siapa bilang, dia akan menerima mu kembali, dengan harta yang akan kuberikan untukmu maka kau tidak perlu khawatir, akan kehilangan nya lagi"ujar Andara yakin.
"cukup, Andara jangan lakukan apapun"ujar Danang.
"kenapa bukan kah kamu masih mencintai nya dan masih sangat berharap bisa kembali padanya, aku akan melakukan apa pun untuk itu,ayo berikan alamat nya"ucap Andara.
"cukup... Andara,,, aku bilang cukup hentikan menyakiti perasaan mu sendiri, aku minta maaf jika aku tak bisa menerima cinta mu, tapi jangan pernah lakukan itu, aku tau kamu kecewa, aku tau itu"ujar Danang.
"pulang lah, sampai kan permintaan maaf ku pada nyonya besar, aku mengundurkan diri mulai saat ini"ucap Danang yang kini langsung memberikan kunci dan beranjak keluar.
"aku tau kamu tidak mencintai ku, tapi aku mohon, pikiran lagi, cinta kalian dan buah hati kalian, bekerja lah terus mulai saat ini aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi atau bahkan menemui mu, aku tau kamu sangat membenci ku saat ini aku akan pergi ke luar negeri, dan menjauh dari mu untuk selamanya"ujar Andara yakin kini memberikan kembali kunci mobilnya pada Danang,tapi satu hal yang tidak pernah dia sangka Danang, langsung memeluk dan mencium bibir nya saat itu.
"kamu tidak perlu melakukan itu, hanya karena terpaksa"ujar Andara yakin langsung melepaskan pelukan itu dan pergi ke belakang dia duduk di kursi penumpang.
"Andara, maafkan aku"ujar Danang,sambil melajukan mobilnya, entah kata maaf untuk apa tapi yang pasti dia tidak menoleh lagi sepanjang perjalanan, Andara memandang ke arah jendela, dia tidak sedikit pun melirik ke arah Danang,kini mereka pun sampai Andara langsung pergi tanpa pamit menuju kamar nya saat itu.
tidak ada yang tau kalau Andara, menangis sejadinya di dalam kamar mandi saat ini. hingga dia membereskan barang-barang nya kedalam koper besar saat itu juga, saat nyonya Paramitha, masuk kedalam kamar nya, dia kaget, melihat apa yang di lakukan putri nya itu, dia langsung bertanya.
"ada apa ini, apa yang kamu lakukan sayang, kamu mau pergi kemana"ujar nonya Paramitha.
"aku akan pindah kuliah momm.. aku ingin kuliah di Belanda, bersama dengan kakak di sana"ujar Andara.
"itu bukan masalah sayang,tapi mommy, heran ada apa dengan mu, apa yang terjadi kenapa tiba-tiba memutuskan untuk pergi"ujar nya.
"aku mencintai nya,momm...hiks hiks hiks, aku sangat mencintai nya, tapi dia tidak,maka dari itu aku lebih baik pergi menjauh dari nya"ujar Andara, jujur entah keberanian dari mana dia mengakui semua nya.
"dia,dia siapa ??yang kamu maksud"ujar nyonya Paramitha.
"Danang,momm...hiks hiks hiks, aku sudah sangat lama mencintai nya, tapi saat aku mengungkapkan perasaan ku, dia menolak ku saat itu juga, dengan alasan masih mencintai mantan istri nya itu"ujar Andara, yang kini masih menangis.
"kita perlu bicara sekarang sebaiknya kamu hentikan, semua ini, ikut mommy, turun"ujar Paramitha.
"tidak momm.. aku sudah putuskan untuk pergi jauh dari nya, aku mohon biarkan dia tetap bekerja di sini,dia masih punya anak yang harus di biyayai keluarga nya juga"ucap Andara.
__ADS_1
"mommy, tidak akan pernah membiarkan dia bekerja jika kamu pergi dari sini"ujar Paramitha mengancam.
"Andara, mohon momm... jangan lakukan itu, dia orang baik, dia begitu menghargai ku dan dia sempat ingin mengundurkan diri kemarin tapi aku cegah, karena aku tidak ingin gara-gara perasaan ku"ucap Andara.
"baiklah, mommy tidak akan pernah memecatnya, tapi mommy akan menikah kan mu dengan anak teman mommy, bagaimana"ujar Andara.
"baiklah momm... tapi setelah aku lulus kuliah dan kembali ke mari"ujar Andara, dan Paramitha pun mengangguk.
Andara, pun langsung mengganti pakaian nya rencana nya dia akan langsung berangkat saat itu juga dan nyonya, Paramitha langsung menemui Danang, menyuruh nya untuk mengantar putri nya itu ke bandara saat itu juga dia berpesan sebelum Andara,naik ke pesawat nya, maka Danang, dilarang pulang.
Andara, pun turun menyeret koper besar nya, saat ini dan langsung memeluk ibunya yang kini menunggu nya di sana Paramitha
menyerah semua keputusan pada putrinya yang begitu baik tersebut.
"jaga diri baik-baik sayang"ujar Paramitha.
"tentu momm... mommy juga harus jaga kesehatan jangan terlalu sibuk bekerja"ujar Andara,sambil memeluk dan mencium pipi ibunya dengan sayang.
Andara pun melangkah menuju mobilnya yang kini terparkir di depan rumah nya.
Danang, pun berusaha mencegah nya, nyonya Paramitha, tidak ikut campur saat ini dia hanya melihat putrinya dan sopir pribadi nya berdebat.
"Andara, aku mohon jangan pernah lakukan ini, jangan pergi, jika kamu pergi aku akan berhenti bekerja, aku tidak perduli lagi dengan keluarga ku nanti nya, apa itu yang kamu mau"ucap Danang.
"mas, keputusan ku sudah bulat, aku tidak ingin membebani mu dengan melihat ku setiap hari, aku tau itu sangat berat untuk mu"ucap Andara,sambil masuk ke dalam mobil nya.
"pergilah, sesuka hati mu, aku tidak perduli, mulai saat ini aku mengundurkan diri"ucap Danang,sambil berjalan menuju kamar tempat nya istirahat saat ini, dia langsung memasukkan pakaian nya, kedalam tas ransel milik nya, ternyata Andara, menyusul dan langsung merebut ransel tersebut dengan kasar.
"apa yang kamu lakukan heuhhhhh, aku melakukan semua itu untuk mu, aku pergi karena tidak ingin melihat mu merasa bersalah pada ku lagi, aku sudah putuskan untuk pindah kuliah di Belanda"ujar Andara,tegas.
"lalu, untuk apa lagi aku bekerja di sini, jika kamu pergi, aku tidak ingin bekerja lagi"ujar Danang, tidak kalah tegas.
"aku hanya ingin kau tetap di sini, aku tidak ingin hanya karena masalah sepele kamu pergi jauh dari keluarga mu, aku tidak ingin jadi penyebab semua nya, lebih baik aku yang pergi"ujar Danang.
"baiklah, aku akan bertahan, sampai kamu puas"ucap Andara, dia pergi kembali ke kamar nya, saat ini dia menangis mobil masih terparkir di halaman Mension tersebut, dan nyonya Andara pun menemui Danang.
"Danang, bisa kita bicara??"ucap Paramitha lembut, dia memang wanita yang sangat lembut.
"nyonya besar, maaf kan saya, semua salah saya"ucap Danang.
"Danang, saya,tau kamu tidak mencintai putri saya, tapi kenapa kamu melarang nya pergi jauh, saat ini apa karena kamu takut kehilangan pekerjaan mu"ucap Paramitha sambil menatap kearah Danang, meminta penjelasan.
"maaf kan saya, nyonya besar saya siap jika kapan pun nyonya besar memecat saya,saya hanya tidak ingin melihat nyonya besar bersedih jika Nona,Andara pergi jauh"jawab Danang.
"hanya itu tidak ada alasan lain lagi"ucap nyonya Paramitha, yang sudah sangat paham bahwa saat ini Danang, juga memiliki perasaan untuk putri nya, hanya mungkin dia takut kalau tidak akan mendapatkan restu.
"iya nyonya hanya itu"ujar Danang.
"baiklah, sekarang tolong antarkan koper putri ku ke kamar nya"ucap nyonya Paramitha.
Danang pun bergegas mengambil koper itu dan membawanya ke kamar Andara, tapi saat sampai di sana, dia kaget melihat Andara yang kini tengah menuang obat tidur yang begitu banyak di tangan nya dia hendak memasukkan,itu semua kedalam mulutnya namun Danang, langsung menepis tangan Andara , hingga obat tersebut berhamburan di lantai.
"apa yang kamu lakukan heuhhhhh, aku sudah bilang jangan lakukan hal bodoh aku benci itu semua"ujar Danang,sambil memegang erat bahu Andara.
"apa perduli mu, aku melakukan semua ini agar aku bisa tidur dengan tenang"ujar Andara.
"baiklah jika kamu sudah tidak mencintai ku lagi lakukan lah aku tidak perduli"ucap Danang sambil beranjak pergi.
__ADS_1
"pergilah, karena kamu memang tidak akan pernah perduli dengan ku, karena kamu tidak pernah mencintai ku, hanya aku yang bodoh, sudah mengemis cinta, pada suami orang"ujar Andara sambil menuang kembali obat tersebut kedalam tangan nya, lagi-lagi Danang,berbalik dan berhasil menghentikan perbuatan Andara kini Danang, mencium bibir Andara dengan kasar, dia tidak perduli dengan air mata Andara saat ini.
"apa itu tidak berhasil meyakinkan mu, bahwa aku juga memiliki rasa yang sama untuk mu"ujar Danang.
"tidak aku tau kamu memaksakan diri"ujar Andara,sambil menatap wajah Danang.
"Andara, harus kah aku mengatakan nya saat ini bahwa aku jatuh cinta dengan majikan ku sendiri, dan dengan tidak tahu dirinya aku melamar seorang ratu hanya dengan ucapan tanpa bisa memberikan apa pun"ucap Danang.
"aku tidak butuh harta yang aku butuhkan adalah cinta mu"ucap Andara lantang.
"sedari dulu kamu sudah mendapatkan itu Andara, aku hanya tidak punya keberanian untuk mengungkap, semua nya aku sangat tau diri siapa aku yang hanya seorang bawahan di sini"ujar Danang.
"aku tidak perduli"ucap Andara.
"aku mencintai mu, Andara Paramitha Anderson, aku sangat mencintaimu, apa kamu dengar itu"ujar Danang, yang kini berdiri di hadapan, Andara tiba-tiba Andara memeluk Danang, dengan erat saat ini dan nyonya Paramitha pun, tersenyum di balik pintu.
"aku sangat mencintaimu, tapi aku mohon berikan aku waktu sampai saat nanti saat dimana aku sudah memiliki uang yang cukup untuk membeli cincin untuk melamar mu di hadapan keluarga mu"ujar Danang.
sementara itu nyonya Paramitha, pura-pura tidak tahu, padahal dia sangat merestui hubungan mereka demi kebahagiaan putri semata wayangnya itu, bahkan mulai saat itu, dia langsung menaikan gaji Danang, dan tetap berpura-pura tidak tahu tentang hubungan mereka saat ini.
hari-hari pun di lalui dengan penuh cinta di antara keduanya, saat itu, bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama, Danang begitu romantis, walaupun hanya dari perbuatan maupun kata-kata, seperti saat ini dia tengah membeli sesuatu untuk Andara, setelah mengantar nya ke kampus.
Danang,membeli sebuah cincin,emas walaupun tidak semahal berlian, tapi cincin itu sangat indah, dia menghabiskan tiga bulan gajih nya.
jam kuliah pun berakhir, mereka pun kini sudah ada di dalam mobil, Danang,membawa Andara ,ke pantai yang dulu saat pertama kali Andara, menyatakan cinta, dia langsung mengajak Andara, duduk di bawah pohon yang sama, setelah itu ia pun mengambil sesuatu dari dalam saku celana nya.
"Andara, sayang aku tau mungkin kamu tidak butuh ini tapi aku membeli ini dengan kerja keras ku dan aku melakukan nya dengan sepenuh hati, hanya untuk mu, aku mohon menikah lah dengan ku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan mu"ucap Danang Setiaji,sambil menggenggam tangan Andara, sampai Andara mengatakan iya, Danang langsung memakai kan cincin ke tangan Andara.
saat itu juga mereka langsung berciuman dengan penuh cinta dan kasih sayang, sampai akhirnya, Andara pulang dan berbicara pada mommy nya itu.
Paramitha, langsung mengajak kedua nya bicara, dan betapa terkejutnya nya Danang, saat nyonya Paramitha, merestui hubungan mereka bahkan mereka pun langsung di nikakan setelah hari kelulusan Andara tiba.
dan semua itu saat cinta yang bersambut restu orang tua, akan abadi selamanya, itulah yang kini di rasakan oleh Andara dan Danang, sampai setua, sekarang ini cinta mereka masih tetap ada dan semakin terlihat jelas.
Andara,kini tengah membantu suaminya itu berpakaian setelah membantunya mandi sebelum nya.
Danang, menatap lekat wajah cantik istri nya walau pun kini telah sedikit keriput di makan usia, Danang mengelus pipi halus istrinya itu dengan lembut, dan Andara, pun bertanya.
"kenapa ayah,ada apa dengan wajah Bunda"ucap Andara sambil mengelus punggung tangan suaminya itu.
"aku sangat mencintaimu sayang, terimakasih kamu tetap bersama ku, hingga saat ini saat aku sudah tidak berdaya lagi, semoga kelak kamu masih bisa mendapatkan kebahagiaan setelah aku tiada, dan semoga dia yang akan menjadi pendamping mu, akan sangat mencintaimu sama seperti ku"ucap Danang tiba-tiba Andara, menangis terisak.
"aku tidak ingin yang lain, aku hanya ingin kamu sampai aku mati nanti, aku hanya akan mencintai mu hiks hiks hiks"Andara memeluk suaminya itu yang kini tengah duduk di samping ranjang.
"aku juga sangat mencintaimu sayang, tapi jika kelak aku pergi, aku rela kamu menikah lagi"ujar Danang.
"tidak Ayah, jangan katakan itu lagi, aku tidak mau mendengar nya, Bunda, hanya mau hidup dengan ayah, tidak dengan yang lain,titik"Andara semakin terisak saat ini di pelukan suaminya, Danang pun menitikkan air mata nya, dia tau cinta istrinya itu begitu besar untuk nya sedari dulu.
hingga kini mereka pun tidur berpelukan, Danang mengecup kening istrinya yang sangat di cintai nya, tapi hal yang mengejutkan bagi semua orang penghuni rumah besar tersebut, tidur mereka ternyata untuk selamanya, mereka tidak bangun lagi dengan berpelukan, sampai saat Sonya, ingin mengantar kan makan siang untuk keduanya.
Sonya, awal nya memanggil kedua nya perlahan tapi mereka tidak merespon hingga iya menepuk pelan tangan mereka yang tengah berpelukan, terasa sangat dingin, dan kaku Sonya pun menjerit memanggil nama kedua nya yang sudah terbujur kaku.
semua orang berhambur kedalam kamar Andara, saat ini termasuk Sania yang kini tengah bersama Adryan,di meja makan dia langsung berteriak histeris memeluk kedua nya dan Sania pun pingsan.
Adryan langsung membawanya ke kamar nya saat ini semua orang tengah menangis termasuk sandi Ari dan Rido, mereka sambil bercucuran air mata,di bantu warga setempat, memandikan jenazah kedua nya, Sania, yang sudah sadar pun ikut memandikan kedua jenajah, bersama dengan Sonya, walaupun dia sudah tidak kuasa menahan tangisnya, Sania pun pingsan lagi, saat itu juga di samping jenajah ayah ibunya, yang hendak di kafani
lagi-lagi dia tidak kuat menerima duka ini sandi kini di dan saudara nya yang lain, tengah membantu proses tersebut, dia langsung membawa Sonya yang juga pingsan, Nanda, yang baru saja datang, langsung memeluk istrinya itu.
__ADS_1
dia sendiri begitu syok, saat mendengar kabar duka tersebut dan langsung terbang menggunakan jet, pribadi milik nya itu, sesampainya di rumah duka, istrinya sudah tidak sadarkan diri, berdampingan dengan adik bungsu nya itu.