Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Larut dalam kebahagiaan


__ADS_3

saat, pesta berlanjut , Ferro Adri, dan Morgan, ketiga sahabat Adryan, itu pun menyanyikan sebuah lagu, yang paling di sukai Adryan,ya itu,


(One love) lagu dari penyanyi papan atas boyband Blue, yang terkenal di masa nya saat kuliah dulu, lagu itu mengandung makna tersendiri bagi Adryan, entahlah yang pasti saat ketiga temannya itu, menyanyikan lagu tersebut


Adryan, kelihatan bahagia banget, entah karena suara mereka yang lumayan merdu atau memang benar-benar suka dengan lagu itu dan Adryan, kini merangkul Sania, yang sedari tadi merangkul nya, sementara Allan,sang mertua tersenyum bangga, karena dia melihat anak nya kini sangat bahagia, saat ini.


"Sania, kemari lah Daddy mau bicara kepada mu sayang,ada hal penting yang ingin di bicarakan saat ini juga!"ucap Allan, yang saat ini memanggil Sania yang langsung bergegas mendekat kepada nya.


"Ada apa Daddy, hal apa yang akan Daddy bahas, saat ini?"


"Duduklah, di sini Daddy, ingin, membawa cucu Daddy, ke Italia bersama dengan Debora, dia akan tinggal bersama Daddy dan kau bisa menemuinya kapan pun kau bisa yang pasti Daddy tidak mau jauh dari cucu Daddy, bagaimana menurut mu sayang?"


tanya,sang mertua .


"Sania sih tidak keberatan, tapi sebaiknya Daddy, bicarakan semua nya bersama seluruh keluarga, terutama bunda "


jawab Sania.


"Baik lah setelah pesta selesai, kita bicara di resort, Daddy nanti"


ucap Allan.


"Baik lah Daddy, silahkan nikmati hidangan nya dan aku pamit untuk menemui Adryan, lagi Dah ,,, Daddy.


pamit Sania.


"Hay kakak ipar, apa kabar mu?"


tanya Morgan yang baru turun dari panggung.


"kabar baik,KA Morgan!"


jawab Sania.


"Hay ,,kakak ipar, kamu cantik sekali, pantas saja play boy yang satu ini sampai tergila gila pada mu, ternyata kamu begitu mempesona hehehe!"


ucap Adri.


"Ahhh,,, kamu bisa aja, padahal di luar sana banyak yang lebih cantik iya kan KA!"


ujar Sania yang kini melirik ke arah Adryan, yang sedikit kesal karena mereka menjatuhkan image Adryan.


"Sania, sebaiknya kamu beri dia kacamata hitam yang tidak tembus pandang Takut nya iya melirik semua cewek yang ada. hahaha!!""


Ferro tergelak.


suasana saat ini pun makin meriah pesta yang di adakan hanya di hadiri keluarga dan kerabat dekat, pesta yang diadakan sangat lah santai bahkan Adryan, tidak berganti baju sama sekali iya mengenakan celana pendek dan kemeja, yang kancing nya terbuka.


Sandi,Ari, dan Rido. pun sedang menikmati hidangan, yang tersedia di sana.


Sania, yang kini, sedang mengikuti mereka bertiga,ke arah meja bundar yang mereka tempati mereka duduk di sana sambil membahas tentang Event, cross yang baru dua hari yang lalu saat mereka, baru tiba di Bali.


"Tolong, deh jangan bahas, tentang semua itu, aku sangat. kesal karena tidak bisa mengikuti nya!"


ucap Sania yang langsung duduk di samping mereka tepat nya di samping sandi, sementara itu Yeslin dan Siti sedang asik memilih, makan khas di sana.


"sayang, kamu sedang apa sih, aku. nyari kamu dari tadi, sudah pusing muter-muter di sekitar sini?" ucap, Adryan.


"jangan lebay deh sayang aku dari tadi di sini ko, kamu tinggal balik badan saja ko!"


jawab Sania.


"sandi, aku mau duduk bareng kamu bagaimana, cara nya di sini sudah penuh" tanya Yeslin.


"sayang, kamu tinggal duduk saja di pangkuan ku saja bereskan!"

__ADS_1


jawab sandi.


"Ari aku juga mau duduk dekat kamu boleh gak?"


tanya Siti.


"owh tentu saja Hanny, sini duduk di pangkuan ku!" ucap Ari.


"ih kalian pada aneh, deh di sini kursi nya banyak kenapa pada pusing mikirin itu sih"


ucap Sania.


"sayang, ayo lah kita pergi saja biar kan mereka yang sedang sibuk di mabuk cinta,asik dengan dunia nya.!"


ajak Adryan, yang kini menggandeng Sania,menjauh dari mereka.


"aku pamit kesana dulu ya ada tugas yang harus aku kerjakan, saat ini mungpung lagi liburan, jadi tugas kuliahnya bisa sekalian di kerjakan, jadi aku tidak keteteran nanti nya"


pamit Rido mereka bahkan tidak pernah tahu kalau Rido kuliah lagi, tepat nya dapat beasiswa dari kantor Anderson Group yang di berikan untuk para karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan, dengan catatan tetap, setelah kuliah akan bekerja di sana, setidaknya itu cara untuk meningkatkan kinerja dari para karyawan di sana.


" ih enak banget sih kamu bisa kuliah sambil kerja aku malah ingin kuliah dan menjadi pegawai negeri.


ucap Siti.


"hmm kalian mau kuliah, aku bisa bantu mewujudkan nya Daddy ku punya kampus di Belanda, asal kalian siap tinggal di sana saja semua geratisan tapi, kalian tidak bisa mengurus restoran di sini"


ucap Yeslin, lagi.


"Aku mau yes,, tapi apa Daddy mu akan. mengizinkan, aku kuliah di sana?"


ucap Siti antusias.


"nanti akan aku tanya kan sama Daddy ku dulu Ok!"


jawab Yeslin lagi.


"kalian mau kuliah, kenapa tidak bilang pada ku saja nanti setelah dari sini kita bicara lagi.


ujar Sania,.


pesta pun berakhir dengan kebahagiaan namun saat ini Sania tengah sedih, karena mertua nya ingin membawa Gavin tinggal bersama nya.


tepat jam sembilan malam setelah membersihkan diri, Sania dan seluruh keluarga besar nya menuju resort milik Allan yang berbeda tidak jauh dari hotel yang mereka tempati.


sesampainya di sana semua keluarga Sania dan mertua nya sibuk membicarakan, tentang rencana Allan yang ingin membawa Gavin Stevano Anderson, anak semata wayangnya, karena mertua nya begitu menyayangi nya.


"bagaimana, apa kalian setuju dengan permintaan ku ini?"


tanya Allan.


"kami sih terserah Gavin mu enggak nya ikut dengan mu karena Gavin begitu dekat dengan Debora.


ucap kedua orang tua Sania.


"Gavin, mau enggak ikut opah ke Italia bersama Nenek Debora.?"


"Gavin, mau ikut tapi harus sama Daddy dan mommy,!"


ucap Gavin jujur.


"Tapi sayang mommy, tidak bisa karena harus mengurus pekerjaan, tapi mommy janji akan sering menengok mu ke sana, tapi kalau kamu tidak mau tidak ada yang maksa ko sayang!"


ucap, Sania.


"Tapi opah ingin sekali kau bisa tinggal di sana bersama dengan opa sayang"

__ADS_1


untuk Allan lagi.


"Baik lah opah aku ikut, tapi kalau aku mau ketemu mommy boleh kesini kan opah?" ucap Gavin,


"tentu saja Sayang, Aku akan membuat kau betah di sana Sayang "


ucap Allan.


"Begini saja sayang, Daddy janji kalau Daddy sama mommy sudah santai dari pekerjaan Daddy, akan berkunjung ke sana menemui mu Ok,, jagoan, Daddy .


obrolan pun berakhir dengan persetujuan, dari seluruh keluarga, Allan memang sangat menyayangi cucu nya itu.


🌹💖💖💖🌹


sebulan sudah kini Sania terpisah jauh dari sang anak, Sania kini yang sedang sibuk bekerja sama dengan perusahaan,sang suami karena biar Adryan, bisa memantau Sania, karena, Adryan tidak selamanya berada di sisi Sania. karena harus mengurus perusahaan miliknya juga. seperti saat ini Sania sedang ada rapat penting di kantor nya, sementara Adryan, mithing bersama dengan klien di sebuah restoran miliknya . tempat nya dulu bertemu, dengan Sania, sesekali Adryan melihat bayangan, Sania dengan nya saat mereka berada dalam suka dan dukanya, iya pun sedikit merasa terharu, saat membayangkan seorang tuan putri yang mau bersusah payah dengan menjadi pelayan restoran tersebut dan dengan gigih nya hidup sendiri di kosan saat itu padahal ia tengah meninggalkan kenyamanan istana nya di kampung, rumah yang begitu mewah dan sangat lah besar tidak kalah dengan Mension, milik nya yang ada di Belanda.


Adryan,kini memasuki,ruang kerja nya yang dulu di tinggalin dengan Sania di posisi, Sania yang tertidur dan Adryan, bekerja di meja kerja nya saat itu ,Ada suka dan dukanya, karena Sania masih menolak dirinya, walau sebenarnya Sania mencintai Adryan, dari saat mereka bertemu.


Asisten bos yang dulu bekerja pada nya kini wanita paruh baya itu sudah meninggal, bahkan Sania tidak tahu kalau yang menerima nya bekerja dulu adalah ibu dari sandi karena ia selalu menyamarkan penampilan nya itu, ibu sandi di selamat kan oleh Adryan, saat itu iya hampir di bantai oleh seseorang yang juga musuh dari keluarga nya makanya ibu sandi di bawa oleh Adryan, dan di beri pekerjaan, Adryan juga Menganti nama samaran nya hingga, dia tidak di kenali oleh siapapun dan Sania pun langsung di terima bekerja di sana karena ibu yang selama ini mengasuh nya mengenali nya,, saat itu juga namun Sania sama sekali tidak mengenalinya.sania hanya tau, asisten bos itu sangat perhatian pada nya.


Adryan, yang sudah berkeliling setelah melakukan mithing ,kini ia kembali ke kantor nya , Sania kini tengah merebahkan diri di sofa milik nya karena merasa kecapean saat setelah mithing yang hampir menghabiskan waktu seharian, saat Adryan menemuinya ia melihat istrinya, tertidur lelap Adryan, langsung berjongkok dan mencium bibir Sania sekilas,lalu mengelus puncak kepala istri nya itu, Adryan tidak tega melihat istrinya kelelahan seperti itu, dia pun membangun kan Sania, untuk di ajak pulang kerumah.


"sayang, bangun lah ayo kita pulang, dan beristirahat,agar istirahat mu nyaman sayang"


ucap Adryan, Sania yang mendengar kan itu langsung, membuka mata nya perlahan, setelah melihat, orang yang tersayang nya ada di sana ia langsung memeluk Adryan, dan mencium bibir nya sekilas.


"sayang sejak kapan kamu datang, dan bagaimana apa pekerjaan mu telah selesai, aku lelah memimpin rapat seharian karena kamu gak ada di sini, rasanya melelahkan"


ucap Sania jujur.


"sayang, sebaiknya kamu berhenti bekerja biar aku saja yang mencari uang aku tidak tega melihat mu sampai kelelahan seperti ini dan lagi sudah seharusnya, kamu berada di rumah, untuk mengurus diri aku ingin kamu hamil lagi dan kita bisa punya anak lagi soal nya Gavin gak akan mungkin bisa kembali tinggal bersama kita lagi kalau Daddy, menginginkan nya hidup bersama dengan nya sampai kapan pun"


kata Adryan.


"sayang, mana bisa seperti itu Gavin kan anak kita mana bisa, dia di pisah kan dari kita, semua itu tidak mungkin, dan aku tidak setuju aku akan telpon Daddy nanti"


ucap Sania protes,


"sayang, tidak apa-apa, Gavin pasti di latih menjadi seperti ku dulu agar menjadi yang terbaik, kita juga tidak bisa menentang Daddy, yang penting Gavin baik-baik saja dan dia tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari nya dia adalah cucu kesayangan Daddy, tidak akan ada yang bisa menyakiti nya, seperti aku saat ini dan yang berhasil menyakiti ku hanya kamu saat itu karena kamu pergi di saat kita berbulan madu, dan sekarang aku ingin kita mengulang bulan madu kita selama dua bulan tanpa gangguan dari siapa pun atau tentang pekerjaan, aku ingin kita berdua menikmati hidup kita sampai waktu yang di tentukan, benar-benar hanya berdua bagi mana kalo kita ke Barcelona saja?"


kata Adryan panjang lebar.


"rasanya kalo harus berhenti bekerja itu tidak akan mungkin deh sayang lalu siapa yang akan menggantikan aku di perusahaan,aku tidak boleh egois dan lagi kamu juga sangat sibuk, bukan Akhir-akhir ini dan lagi kalau terlalu lama di sana bisa kacau perusahaan nanti, sudah lah gak usah jauh-jauh di rumah saja kita juga bisa nikmati waktu berdua sambil mengurus pekerjaan kita bukan, lagian kita bukan pengantin baru sayang "


jawab Sania.


"hmmm kalo di rumah gak asik sama sekali lebih baik kalo kita ketempat yang aku bicarakan tadi, lagian biar aku menyuruh orang ku yang akan mengurus perusahaan ini, mereka sangat profesional kamu tahu sendiri kan aku selalu berpindah-pindah negara kamu pikir, siapa yang mengurus perusahaan ku selama aku pergi, mereka lah yang aku andalkan, kamu tau bunda mu juga mengandalkan seseorang untuk mengurus perusahaan sebelum nya, jadi kamu tidak usah khawatir perusahaan akan terus berjalan walaupun kita hanya bekerja di belakang layar.


udah ngerti kan sayang.sekarang "


"iya aku tahu dan aku hanya ingin satu bulan saja ok kita pergi nya aku tidak mungkin lama-lama seperti dulu kalau gak ada yang terlalu penting dan sekarang, aku ingin kita tinggal di rumah dulu sebelum kita berangkat kesana soalnya aku ada yang harus di urus minimal satu Minggu boleh kan?"


tanya Sania.


"tentu saja boleh Sayang apa pun itu asal buat kamu bahagia, dan sekarang bereskan yang barang mu ayo kita pulang, Oya si Rido dimana ko aku gak lihat dia di sini dari tadi?"


tanya Adryan.


'Dia masuk kampus tadi setelah mithing pertengahan, soalnya ada kelas yang tidak boleh di lewatkan, jadi aku izinkan dia pergi tadi"


jawab Sania lagi,


"owh,,ya udah ayo kita pulang!"


ajak Adryan, yang sudah tidak sabar ingin berbulan madu bersama dengan wanita yang paling berharga dalam hidup nya itu.

__ADS_1


sesampainya di rumah Adryan, langsung membersihkan diri dan menunggu Sania di atas ranjang nya, namun Sania tak kunjung datang.


__ADS_2