Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kelahiran,putra kedua nya


__ADS_3

Adryan,kini tengah berada di depan ruang operasi karena Sania terpaksa melahirkan bayi nya dengan cepat saat ini Sania terjatuh ketuban nya pecah dan dia segera di larikan ke kerumah sakit.


saat ini sudah dua jam setelah Sania masuk dua orang perawat keluar mendorong boks bayi dengan terburu-buru, membawanya keruang perawatan khusus bayi karena bayi nya tidak menangis dan hampir tak tertolong karena air ketuban yang terminum oleh bayi tersebut.


"suster kenapa dengan anak saya dan bagaimana dengan istri saya?" tanya Adryan.


"istri anda masih di tanganin di dalam dan saya akan segera membawa bayi Anda keruang perawatan Anda berdoa saja semoga semua nya baik-baik saja"ucap sister tersebut sambil sedikit terburu-buru menyusul rekan nya yang sudah terlebih dahulu membawa anak Adryan dan Sania pergi keruang perawatan khusus bayi, untuk di tangani Dokter anak.


lima belas menit kemudian, Sania di bawa keluar dari ruangan operasi, dia masih belum sadar kan diri saat ini karena pengaruh obat bius, Sania langsung di bawa ke ruang perawatan.


Adryan berlari mengikuti dari belakang sementara anak buah nya dengan Derren yang baru datang langsung menemui bayi yang baru di lahir kan Tersebut kini dia sudah bergerak aktif setelah dokter berhasil mengeluarkan cairan ketuban yang terminum oleh bayi tersebut, dan keadaan nya sudah setabil, dan sudah bisa menangis.


Adryan, pun menemui bayi nya dengan seragam khusus yang ia kenakan yang di berikan oleh petugas saat ini dan Derren menemui sang mommy yang masih tertidur setelah sadar dari pengaruh obat bius nya Sania tidak tahu anaknya yang paling besar sedang menunggu nya di samping nya.


"mommy, baik-baik saja kan,adik bayi ku tampan, seperti Daddy, dia sangat mungil momm... tapi Gavin yakin Ade adalah bayi yang


kuat, dia bahkan bergerak aktif sekarang aku gemas lihat jari-jari nya yang sangat kecil itu, saat suster melepaskan bedong nya dan di taruh dalam inkubator .


sementara itu Adryan yang kini sedang melihat ke arah inkubator, dia tersenyum bahagia.


"selamat datang, putra Daddy, yang tampan, semoga kamu tumbuh sehat dan bisa cepat besar seperti kakak Gavin jadi lah anak Soleh yang berbakti, kepada kedua orang tua mu, sayang Daddy sangat bahagia di usia Daddy yang sudah matang ini, Daddy bahagia kamu hadir di saat Daddy berang tahun,kamu adalah kado dari Tuhan dan mommy mu untuk Daddy sayang, Daddy janji akan menjadi ayah yang baik untuk kalian ber empat lengkap sudah , kebahagiaan Daddy saat ini" ucap Adryan.


bayi laki-laki, yang mungil itu di beri nama Gibran Stevano Anderson.


Adryan begitu bahagia dan penuh suka cita, saat ini apa lagi Danang dan Andara yang langsung datang dengan kedua cucu mereka menggunakan helikopter,di jemput oleh anak buah Adryan, saat ini.


"di mana anak dan cucu ku, saat ini aku sudah tidak tahan ingin segera melihat nya" ucap Danang yang langsung bergegas sedikit berlari karena sudah tidak sabar bodyguard Adryan pun membawanya ke ruang perawatan bayi setelah itu mereka pun pergi menemui Sania di ruang VVIP tempat nya saat ini di rawat bahkan Gavin, pun masih ada di samping ibunya sepulang kuliah dia langsung kesana.


"anak ayah, yang cantik terimakasih sayang atas kebahagiaan yang selalu kmu berikan, ayah sudah sangat tua ini terasa muda kembali setelah bertubi-tubi mendapatkan kebahagiaan dari mu, panjang umur lah putri ku sayang muachh muachh" Danang menciumi seluruh wajah cantik putri nya itu, dan begitu juga dengan Andara yang kini sedang memeluk erat tubuh putri nya itu, dia menangis karena sudah sangat khawatir mendengar anak nya melahirkan cepat karena terjatuh di kamar mandi saat itu.


"Bunda, sudah ya jangan menangis lagi, Sania baik-baik saja, dan alhamdulilah anak kita juga baik-baik saja" ujar Sania yang mengelus punggung ibunya dengan sayang dengan posisi dia sedang terlentang karena perutnya baru saja di operasi jadi belum bisa gerak bebas.


"syukurlah sayang Bunda, sangat takut,itu putri kalian juga ikut dia sedang melihat adiknya di sana bersama Adryan yang tidak mau jauh" ucap Andara yang langsung menunjuk ke arah luar, padahal ruangan itu tidak terlihat.


Adryan pun meminta perawat memindahkan bayi nya saat ini keruang VVIP, untuk di satukan dengan ibunya tentunya dengan pantauan Dokter dan perawat yang Adryan sewa khusus untuk menangani anak dan istri nya saat ini.


tidak lama setelah itu Adryan datang keruangan perawatan istri nya di ikuti kedua putrinya nya lalu bayi yang dalam ruangan inkubator tersebut, dan dua orang suster dan satu dokter untuk di tempat kan bersama dengan Sania atas permintaan Adryan.


"wah cucu. Aki sangat tampan kamu baik-baik saja kan di dalam sana cepat lah besar agar Aki bisa langsung menggendong mu sayang" ucap Danang Setiaji.


tidak lama setelah itu Rido dan Amara pun datang, saat ini keruangan perawatan Sania yang cukup luas tersebut itu adalah kamar khusus untuk pemilik rumah sakit saat ini yaitu Adryan.


"owh keponakan ku, sekarang sudah lahir rupanya kamu itu bayi yang tidak sabaran ingin melihat indah nya dunia ini" ucap Rido yang langsung masuk dan menemui sang bayi tanpa menoleh orang kiri, dan kanan yang melihat ke arah nya, saat ini.


"sudah puas lihat keponakan mu saat ini, hingga kau lupa dengan orang tua mu heuhh" ucap Andara.


"Bunda, aku kira Bunda belum kemari" ucap Rido yang langsung memeluk Andara dan mencium kening ibu angkat nya tersebut.


"lalu kenapa kamu kalah cepat dengan kami yang jauh"ucap Danang yang kini juga memeluk Rido dan Amara yang sedang berjongkok di hadapan mereka berdua, setelah sungkem.


"aku baru selesai meeting penting tadi dan saat itu aku baru tau asisten ku yang memberi tahu ku" ucap Rido.


"Bunda,ko datang nya cepat bunda naik apa kemari?"ucap Amara penasaran.


"biasa,menantu kaya raya ku yang selalu ingin yang terbaik, untuk kita itu yang selalu berbuat semaunya" ucap Andara sedikit kesal.

__ADS_1


"tapi Bunda suka bukan selain, cepat sampai Bunda juga bisa jalan-jalan melihat pemandangan dari atas sana" ucap Adryan santai.


"terserah kamu saja" ucap Andara yang sedikit kesal.


"hmm,, Bunda memang nya tidak ingin cepat-cepat sampai untuk melihat anak dan cucu Bunda yang tampan ini" ucap Adryan percaya diri.


"Bunda, sudah harus nya kita bersyukur bisa cepat kemari"ujar Danang.


🌹💖💖💖🌹


perdebatan kecil yang manis itu saat ini telah usai Danang dan Adryan memutuskan untuk menunggu Sania di rumah sakit, sementara Andara kembali' ke Mension milik Adryan.


Andara sandrina dan Sandra,kini bersama Gavin pulang ke Mension milik Adryan saat ini.


"Nini, silahkan masuk,ini rumah Daddy yang kami tinggal" ucap Gav


"owh ya ampun menantu ku itu memang sangat berlebihan padahal aku tau dia kaya tapi tidak seharusnya seperti ini" ucap Andara, yang langsung masuk.


"Nini,tenang saja, di sini Daddy sudah memperketat penjagaan" ucap Gavin.


"ya ampun, benar-benar keterlaluan itu lah kenapa aku lebih suka hidup sederhana agar tidak akan ada kejahatan yang merongrong kehidupan anak cucu ku, seperti yang terjadi, pada mu dulu, Nini.. tidak setuju kalau kalian mewarisi semua ini lebih baik kalian hidup sederhana di kampung" ucap Andara.


"itu tidak akan pernah terjadi lagi Nini lagian aku juga sudah dewasa saat ini, dan tidak akan pernah, bisa di di kalahkan oleh siapapun lagi" ucap Gavin yang memang sudah di siapkan untuk itu.


"hemmm, anak sama ayah nya sama saja" Andara pura-pura mencabikan bibir nya.


"Nini, jangan marah begitu aku sayang Nini justru dengan begitu aku bisa menjamin keselamatan kalian, dan juga, membahagiakan kalian" ucap Gavin penuh percaya diri.


"terserah kamu saja, Nini ingin istirahat, lelah rasanya kalian juga harus istirahat sana" ucap Andara.


Adryan,kini sedang menyuapi istri nya bubur karena Sania, minta makan.


setelah, selesai menyuapi istrinya dan memberikan nya obat Adryan kini memangku laptop nya, karena memang ada pekerjaan penting yang harus dia kerjakan saat ini,sambil sesekali melirik kearah mereka berdua Danang sedang tertidur di sofa empuk tersebut dan kini tengah, memejamkan mata nya,saking lelahnya.


tiga jam kemudian,dokter memeriksa keadaan bayi dan juga Sania, sekaligus memberikan arahan, pada Sania saat ingin memberikan asi eksklusif nya pada bayi nya itu.


Adryan sangat menyimak apa yang di anjurkan oleh dokter saat ini, dia begitu ingin tahu karena selama ia memiliki anak yang tiga sebelumnya, dia tidak bisa menemani istrinya saat melahirkan, begitu pun pasca menyusui saat itu, selalu saja ada gangguan dalam rumah tangga nya, hingga dia tidak di perbolehkan merawat ketiga anaknya tersebut.


Adryan kini mulai mengerti bagaimana perjuangan seorang ibu, untuk mengurus anak nya, Adryan menitikkan air mata nya teringat Tias dengan penderita nya.


Tias, adalah ibu yang baik di tengah keterbatasan nya akibat gangguan, mental yang di akibatkan oleh rasa cinta yang berlebihan saat itu.


"mommy, maaf kan Adryan, yang tidak pernah bisa membalas jasa mommy, selama ini, Adryan selalu menentang keinginan mommy, karena Adryan sangat mencintai istri Adryan, sejak dulu, tapi Adryan janji dengan menghargai wanita, Adryan juga secara tidak langsung telah menghargai mommy" ucap Adryan.


"Daddy, apa kamu menyesal" ujar Sania.


"tidak Hanny, hanya saja aku belum bisa jadi anak yang berbakti kepada mommy selama ini" jawab Adryan.


"mommy,meningal saat ia sudah merasakan kebahagiaan nya dengan Om Derry, jadi tidak akan pernah semenyakitkan itu" ucap Sania.


"ya kamu benar sayang, aku melihat mommy tersenyum di akhir hidup nya, saat itu, dia begitu bahagia dan karena itu pula aku memberikan kebebasan untuk ibunya menikah dengan Om Derry karena itu adalah keinginan nya sedari dulu" ucap Adryan.


"istirahat lah Daddy, kamu sudah terlalu lelah dan kurang istirahat, aku tidak ingin kau jatuh sakit" ujar Sania.


Adryan pun membaringkan diri nya, di atas ranjang samping Sania kerna ranjang yang dia gunakan adalah ranjang khusus, tidak seperti ranjang pasien yang lain nya.

__ADS_1


Adryan pun memejamkan mata nya sesaat setelah mencium kening Sania.


Adryan terlentang di kasur dengan satu tangan menggenggam tangan istrinya, dia pun tidur dengan sangat pulas saat ini karena Sania sudah, mendengar dengkuran halus dari suaminya itu.


"selamat istirahat Daddy semoga kamu mimpi indah, aku sangat mencintaimu, dan sampai kapan pun akan selalu begitu, seberapa kuat pun cobaan yang datang dan godaan dalam hidup kita, aku akan tetap selalu setia padamu, kuharap kau juga begitu" ucap Sania yang kini mengecup tangan Adryan.


Sania pun ikut memejamkan mata, nya saat ini, dia begitu mengantuk setelah melahirkan, mungkin itu untuk memulihkan kondisi tubuh nya saat ini.


satu Minggu sudah berlalu kini Sania telah pulang ke rumah nya dengan bayi tampan yang mungil tersebut, Sania tidak perlu mengkhawatirkan kondisi anak nya, karena walaupun lahir nya lebih cepat tapi bayi tersebut,sangat sehat dan Adryan sangat telaten merawat bayi mungilnya tersebut.


Adryan, masih menaruh bayi nya di dalam inkubator tersebut, dan ia sengaja membawa itu kerumahnya untuk melanjutkan perawatan nya, dengan di dampingi oleh dokter spesialis anak yang Adryan pekerjakan sementara sebagai dokter pribadi anak bungsu nya itu.


sementara itu Emily, yang mendengar kan kabar bahwa Sania sang mommy telah melahirkan ia meminta, Daddy nya untuk mengantarnya ke Indonesia, saat ini juga, Emily sudah tidak tahan ingin menjenguk adik mungilnya tersebut.


walaupun kini, Emily memiliki Natalie dan juga adik perempuan yang di lahirkan oleh ibu sambung nya itu dia masih belum puas jika tidak melihat, mommy nya yang sangat di sayangi nya itu, adalah Sania dan adik bungsu nya kini.


Maxim, dan Emily pun datang setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan Amerika dan Indonesia,kini mereka tengah berada di Mension, Adryan.


"mommy,,,,"teriak Emily yang kini berusia Lima tahun.


"owh putri mommy yang sangat cantik, mommy kangen kamu sayang ku apa kabarmu" Sania menangis, menitikkan air mata.


tidak terasa sudah satu tahun lebih Sania tidak berjumpa dengan putri angkat nya Tersebut.


"aku baik,momm.. jangan menangis I love you,momm.." ucap Emily.


"love you to Hanny muachh" ucap Sania sambil memeluk erat Emily dan mencium nya bertubi-tubi.


Maxim pun menyalami Danang dan Andara juga memeluk Adryan,sambil mengucapkan selamat.


"apa kabar mu, maaf kan aku saat istri mu melahirkan kami tidak sepat datang" ucap Adryan.


"kami baik-baik saja, tidak apa-apa, aku mengerti lagian mommy nya Emily juga sedang mengandung saat itu bukan.


"iya kau benar"ucap Adryan.


Maxim pun langsung memeluk Sania, dan mencium puncak kepala nya, sebagai rasa sayang terhadap adik perempuan nya.


"apa kabar kamu Hanny, apa sekarang sudah merasa baikan,ini ada kado kecil untuk mu, selamat atas kelahiran adik Emily" ucap Maxim.


"iya, terimakasih max... aku sangat bahagia dengan kehadiran kalian saat ini aku bisa melihat putri bungsu ku, lagi kau jahat kenapa tidak mengunjungi kami selama ini aku merindukan nya"ucap Sania sambil meneteskan air mata.


"aku terlalu sibuk Hanny belum lagi anak Natalie lahir, dan aku harus membantu nya merawat, anaknya" ucap Maxim.


"apa maksudnya kata-kata mu itu" tanya Sania.


"Natalie hamil anak dari pria lain, karena dokter memponis ku mandul saat aku baru menikah dengan Eren dulu, dan Eren adalah anak Joe dengan nya, aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan, pemberian Tuhan untuk ku, walau mereka bukan darah daging ku, saat ini, tapi aku bisa dengan bahagia memiliki mereka" ujar Maxim sedikit sedih dalam senyuman nya.


"nak, kamu adalah orang yang sangat baik, aku yakin mereka akan lebih menyayangi mu yang telah menerima nya dengan hati yang besar" ucap Danang.


"Maxim, bisa kau jelaskan kenapa kau bisa mengenal Joe, dan apa Joe tau tentang anak nya itu?" ucap Adryan.


"Eren, dan Joe adalah dua orang yang saling mencintai namun karena ibunya terlalu berambisi dengan harta dia ingin menikah kan Eren, dengan tua Bangka yang berhasil aku singkirkan saat itu dari dunia bisnis dan aku sudah menawarkan Joe bantuan untuk memiliki Eren,namun Joe menolak dia pun patah hati, dan setelah satu tahun pernikahan kami Joe hadir kembali meminta Eren padaku,lalu aku merelakan nya, karena selama kami menikah pun Eren dan aku tidak pernah tidur bersama.dengan seratus nya yang masih sebagai istri ku dia kembali berhubungan dengan Joe hingga dua tahun berlalu dari saat itu, Eren kembali ke padaku, dia berjanji akan berubah dan mulai menerima ku sepenuh hati nya, aku tidak tahu kalau saat itu Eren sudah mengandung anak Joe, karena ibunya murka pada nya, Eren pun kembali bersama dengan ku, saat ibunya mengancam akan bunuh diri, aku juga saat itu mau menerima nya, karena aku tidak ingin kehilangannya lagi, aku bahkan telah jatuh cinta, pada nya saat itu, aku menerima keadaan nya saat tidak virgin lagi, dan Eren di nyatakan hamil, aku mulai memberikan nafkah batin pada nya, dan Eren, juga sudah jatuh cinta pada ku tapi sayang kepulangan nya saat ingin melahirkan Emily di Indonesia kecelakaan itu terjadi setelah satu bulan ia melahirkan, aku syok, dan putus asa setelah dia dinyatakan koma, dan saat setelah dua tahun koma, Eren di nyatakan meninggal dunia, tepat saat Sania datang dan karena Sania membutuhkan donor jantung aku pun memberikan nya pada Sania" jawab Maxim panjang lebar.


"bagaimana jika Joe tau Emily adalah anak nya" tanya Adryan lagi.

__ADS_1


"aku, sudah memberitahu kan pada nya, hanya saja dia merasa malu untuk meminta putri nya kembali dan sebagai rasa bersalah nya pada ku, Joe mengikhlaskan Emily berada dalam asuhan ku, aku sangat bahagia saat itu, karena setidaknya masih ada kenangan yang tertinggal dari wanita yang sangat ku cinta jantung dan juga putri nya, yang semakin hari semakin mirip dengan Eren.


__ADS_2