
Sania, pun pergi dengan Adryan ke kampung untuk menengok mereka semua, Sania tersenyum bahagia ketika, melihat, wajah ketiga buah hati nya, yang kini sedang menyambut nya,satu persatu Sania, memeluk nya saat ini begitu juga dengan Adryan.
"Daddy,kami kangen Daddy dan mommy" ucap sandrina.
"Daddy juga Hanny, Daddy begitu sayang kalian semua" ucap Adryan.
mereka pun masuk ke rumah, Derren yang masih menggunakan alat bantu tongkat nya kini berjalan di dampingi Adryan dan Sania.
sementara itu Danang, yang sibuk membantu Andara, menyiapkan makan siang untuk mereka seperti layaknya koki ia begitu telaten menata masakan di meja nya.
"ayah, aku laper" ucap Sania .
"duduk lah tuan putri ayah yang cantik" Kini semua orang pun duduk di sana menunggu Andara keluar dari dapur
"ayo kita mulai makan" ucap Andara yang membawa menu kesukaan putri nya itu.
"hmmm, Bunda memang sangat the best, tau aja aku lagi laper" ucap Sania.
"iya dong putri Bunda yang cantik ini sedari dulu, makanan paforit nya Bunda sangat tau" ucap Andara yang mengelus rambut putri nya sebelum mereka mulai berdoa.
ini sudah jadi tradisi,jika mereka pulang kampung maka setelah perjalanan jauh mereka langsung makan siang pas datang kesana seperti sudah terjadwal setiap kali datang dan pergi, seperti saat ini.
setelah selesai makan mereka duduk santai di ruang keluarga Sania dan ketiga putra putri nya,kini tangah berbincang sambil memberikan beberapa paper bag, sebagai oleh" untuk semua nya.
"Kakak, mommy belikan, sepatu baru untuk kakak, sekarang kan kakak sudah mulai pulih jadi mommy, ingin kita melakukan sesi foto,di besok,ini untuk foto keluarga kita sayang" ucap Sania.
"waw... mommy,ini sepatu ini adalah yang aku ingin kan saat sebelum kecelakaan itu,thank you momm, and I love you so much" ucap Gavin.
"love you to, Hanny muachh" ucap Sania.
"momm..ini isinya apa?"ucap Sandra.
" buka saja Sayang" jawab Sania.
Adryan kini sedang, mengelus sandrina, yang duduk di pangkuan nya karena rindu dengan Daddy nya.
"sayang, kamu tidak membuka hadiah milik mu?"kata Adryan bertanya.
"nanti saja Daddy, aku, masih kangen dengan Daddy" ucap sandrina.
"Daddy juga kangen kamu Hanny muachh, besok Daddy ajak kalian jalan-jalan ok" ucap Adryan.
"Ok, Daddy thanks " ujar sandrina sambil memeluk Adryan.
seluruh keluarga hanyut dalam kebahagiaan, saat ini karena semua dapat yang mereka inginkan.
Sania pun memutuskan untuk istirahat, karena masih merasa lelah saat, ini.
sementara itu, ketiga anaknya pergi mengaji di antar oleh Danang, dan Andara.
Sania dan Adryan pun rebahan di kasur nya saat ini sambil berbincang tentang kenangan masalalu yang indah saat mereka bersama kecuali, yang menyakitkan mereka yang tidak mereka bahas.
dua jam mengobrol mereka pun tertidur, pulas saking lelahnya, saat ini setelah perjalanan jauh dan juga perbincangan mereka dengan keluarga nya.
malam pun tiba mereka bahkan melewatkan makan malam dengan tidur nyenyak nya, saat ini, setelah pagi tiba mereka semua bangun lebih awal.
mereka selesai mandi mereka semua, langsung bergegas, untuk sarapan, bersama Sania hari ini ingin pergi ke tebing sendiri karena Adryan membawa anak nya ke taman bermain, yang baru didirikan di sana juga ada kebun binatangnya, mereka tertawa gembira Gavin di dampingi oleh Adryan, dan Danang sementara Sandra dan sandrina, tengah bersama dengan nenek nya. berjalan lebih dulu dari mereka.
__ADS_1
"sayang, apa kamu lelah sebaiknya jangan di paksakan biar Daddy suruh orang untuk membawakan kursi roda untuk mu" ucap Adryan.
"iya Daddy, rasanya kaki Gavin, sedikit lemes" jawab nya.
Adryan pun memijit headset bluetooth nya dan berbicara pada seseorang di belakang sana.
"bawa kursi roda nya kemari" ucap Adryan.
"iya tuan segera" jawab orang di sebrang telpon.
tidak sampai lima menit mereka berempat pun datang membawa kursi roda, dan sengaja untuk mengamankan jalannya, untuk Derren agar bisa melihat para bintang dengan tenang tanpa gangguan.
"sayang Daddy yang akan mendorong kursi roda, nya kau hanya perlu duduk rileks ok!!"ucap Adryan.
"Daddy, mommy ko tidak ikut kemari, mommy kemana" ucap Gavin.
"mommy, seperti biasa sayang panjat tebing dia pasti lagi beraksi saat ini" ucap Adryan.
"Gavin, biarkan mommy,mu bersenang-senang dengan hobi lama nya dia adalah wanita super hebat yang Aki, miliki sejak mommy mu masih kecil,Aki, tidak pernah melarang hobi nya itu selama dia baik-baik saja.
benar saja Sania kini sedang memanjat, dan dengan kelihaian nya, Sania tidak butuh waktu lama untuk naik.
sesampainya di atas dia sudah di sambut, dengan bangunan baru sebuah rumah villa yang cukup megah di bangun di atas sana.
Sania yang kaget langsung bertanya siapa yang berani membangun, villa megah di atas tanah nya, apa lagi itu tanpa izin dari nya sebagai pemilik lahan.
tiba-tiba saja, pengurus, rumah pohon miliknya keluar dari dalam villa itu dan berkata
"selamat' pagi neng apa kabar, selamat datang di villa milik Anda nyonya"ucap mereka berdua.
"maaf aku tidak pernah membuat ini di sini" ucap Sania.
"apa Joe, tapi aku tidak butuh itu aku lebih suka di gubuk milikku" ucap Sania.
Sania kini berjalan menuju pintu masuk rumah pondok dan Sania, hanya tidak ingin ada yang mengganggu keasrian tebing tersebut.
Sania duduk termenung di atas sana sekelebat bayangan tentang kenangan Sania saat Joe ikut ke sana bersama dengan nya, saat ini entah kenapa Sania tiba-tiba meneteskan air mata, tidak mungkin dia menyukai Joe sementara Sania mencintai Adryan yang Gagah dan tampan nya juga tidak kalah dari Joe.
hanya saja Joe, memiliki perhatian lebih untuk nya, dia lebih romantis dari Adryan, tapi juga hati nurani nya tidak bisa berbohong, Sania memiliki, hati pada Joe.
tapi cinta nya pada Adryan sangat kuat hingga bisa menepis cinta yang Joe berikan jika Sania kini merasa sedih dengan kenangan manis yang ia lewatkan bersama dengan Joe dulu Sania, hanya merasa kesepian mungkin ...??
tiba-tiba saja ada suara pesan masuk dari no tidak di kenal, yang berisi.
💌 Hanny, kenapa tidak masuk ke villa yang aku sediakan untuk mu sayang, apa sebegitu bencinya kah kau terhadap ku, aku minty maaf, karena telah mengkhianati cinta kita, aku tidak pernah ingin kan ini semua terjadi tapi sebagai rasa tanggung jawab ku terhadap nya saat ..
🌹💖💖💖🌹
hingga saat ini waktu telah menunjukkan pukul tiga sore Sania tertidur di dalam ayunan, setelah membaca pesan yang menggantung, karena Sania langsung memblokir no Tersebut Sania tidak mau perduli dengan pesan itu hati nya hanya ingin tenang, ya ketenangan yang selalu ia dapat kan ketika ia berada di sana.
tiba-tiba, saja. Adryan datang mencium lembut bibir Sania yang tertidur di atas ayunan.
cup..satu kecupan bibir mendarat di bibir Sania, Sania pun terbangun saking kagetnya untung saja dia tidak menyebut nama Joe, saat dia membuka mata.
Adryan pun tersenyum lebar kala istri nya telah terjaga dari tidurnya nya saat ini.
"Hanny, kamu sudah bangun ayo pulang, ini sudah sore sayang" ucap Adryan.
__ADS_1
"iya Daddy, aku ketiduran tolong tunggu sebentar aku akan membasuh wajah ku duluan" ucap Sania sambil melangkah ke arah kamar mandi pondok tersebut.
Adryan, bukan tidak tahu Joe yang membangun villa mewah di atas tebing sana, dia hanya tidak ingin bertanya tentang itu pada Sania dia tidak mau ribut gara-gara hal tersebut, Adryan tau Sania tidak akan mudah tergoda dengan kemewahan yang di berikan oleh siapapun, karena itu adalah ajaran sang Bunda sedari kecil.
Adryan tersenyum saat melihat Sania naik ke pondok tersebut, dugaan nya benar Sania tidak akan pernah tertarik dengan kemewahan, yang Joe tawar kan hati nya merasa begitu bangga saat ini.
"Hanny, tolong tangkap ini, aku mau turun" ucap Sania.
"sayang biar aku yang ambil kesana biar kamu tidak kesulitan" ucap Adryan saat melihat sebuah ransel besar di punggung Sania, saat ini.
"aku bisa sendiri ko, Hanny ini hanya barang-barang ku mungkin beberapa waktu kedepan aku tidak akan berkunjung ke sini lagi, tapi waktu nya belum bisa di tentukan" ujar Sania.
"apa ada , yang mengganggu kamu Hanny" tanya Adryan, sepontan.
"tidak sayang, hanya saja aku sedang tidak mut saja" ucap Sania.
"baiklah, kita akan buat, persinggahan baru di tebing belakang rumah ayah.sepertinya disana akan lebih menarik jika sudah di bangun dan kamu tidak usah susah payah melewati kampung lain dulu kalo pengen manjat tebing" ujar Adryan.
"ya, kamu benar Hanny,ayo turun" ajak Sania.
"aku bawa motor Hanny, kita turun dengan motor saja" jawab Adryan.
"baiklah aku juga sedang lemas, dan ingin segera kembali ke rumah,agar bisa tidur, nyenyak"kata Sania.
"aku ingin berolahraga Hanny, mungkin beberapa jam boleh" ucap Adryan.
"baiklah Sayang ku terserah kamu saja, aku pasti sanggup menuruti keinginan mu, sampai kapan pun, do'a kan aku sehat terus dan selalu bisa mendampingi mu, setiap saat" tutur Sania lembut Adryan pun memeluk dan mencium bibir Sania, dengan sangat lembut, bahkan mereka terlarut dalam ciuman tersebut.
untuk sementara waktu, pasangan suami istri itu berpelukan sangat erat, mungkin karena mereka mendapatkan momen yang sangat pas, Adryan begitu bahagia saat ini, begitu juga dengan Sania, mereka pun kembali dengan motor cross milik Sania mereka berdua boncengan,layak nya pasangan kekasih, yang sedang di mabuk cinta.
sesampainya di rumah besar tersebut, Sania langsung bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan, tubuh nya yang terasa lengket.
Adryan menyusulnya saat Sania tengah berendam di bathtub, saat ini dan langsung membelai wajah Sania, dengan sangat lembut ciuman itu pun terjadi lagi Sania dan Adryan terhanyut di dalam nya hingga mereka pun bercinta di sana, hingga puas, setelah selesai dengan kegiatan nya Sania dan Adryan pun keluar dengan tubuh masing-masing yang sudah fresh.
"Hanny,mari aku bantu keringkan, rambut nya" ucap Adryan yang sudah membawa hairdryer, untuk mengeringkan rambut istri nya itu.
"baiklah Hanny thanks" ucap Sania tulus sambil duduk denpan cermin.
"Hanny,semakin kesini kamu semakin seksi, dan hot,kau semakin memabukkan sayang ku, thank you, so much muachh, untuk yang tadi aku benar-benar puas bahkan kalau kamu tidak lelah mungkin hingga sekarang pun aku tidak akan melepaskan mu " bisik Adryan di telinga Sania, yang langsung membuat Sania malu.
"hmm,,,ia kah seperti itu, syukurlah jika kau suka Daddy, berarti aku masih kesayangan mu dan posisi ku takkan terancam oleh, wanita lain di hati mu" ujar Sania.
"tentu saja Hanny, aku tidak akan pernah menggantikan posisi mu di hati ku kau adalah satu-satunya wanita yang paling aku cintai di dunia ini" ucap Adryan sambil mencium leher jenjang milik Sania yang begitu halus bahkan, Sangat halus dan putih, untuk ukuran gadis Desa, dia bahkan jarang kesalon kecantikan, bukan jarang malah bisa di bilang tidak pernah, tapi Sania, sudah mengalahkan mereka yang selalu merawat tubuh nya.
di pernikahan Adryan yang hampir menginjak usia enam belas tahun wanita berusia 34tahun ini, seperti usia awal bertemu dengan Adryan yaitu 18 tahun.
bagaimana tidak, Sania memiliki perut yang rata walau sudah memiliki anak tiga, Sania masih ramping dan seksi, padahal dia tidak pernah melakukan olahraga atau pun operasi plastik, itulah kelebihan Sania yang di berikan, oleh tuhan.
mereka pun turun kebawah setelah berpakaian santai Sania merasa lapar sedari siang ia belum makan karena tertidur pulas hingga sore hari, Adryan, menemani istri nya makan anak-anaknya biasa belum pulang mengaji bersama dengan kedua orang tua nya.
hingga acara makan selesai Sania langsung kembali ke kamar nya untuk istirahat, dari serangkaian aktivitas nya hari ini, Adryan bercerita panjang lebar dari mulai, kepergian nya membawa ketiga anaknya ke taman hiburan hingga kebun binatangn Adryan, terus bercerita hingga ia sadar yang mendengar kan itu, telah terlelap tidur pulas saking lelahnya.
Adryan pun menyelimuti istrinya itu dan tak lupa, mengecup bibir nya sekilas lalu ia pergi ke mengambil laptop nya, di bawah dia akan bekerja sebelum malam tiba dan menemani istri nya tidur.
Adryan juga tidak lupa memberikan perintah pada ke empat bodyguard nya untuk istirahat, karena mereka sudah memiliki kamar di belakang rumah besar tersebut, khusus Adryan minta di bangun kan untuk mereka pada Danang.
mertua Adryan yang ramah mereka berempat bahkan selalu mengajak Danang bermain catur, atau pun ngopi bareng.serasa muda lagi Danang ketika memiliki mereka sebagai teman ngobrol.
__ADS_1
kegiatan Adryan terhenti kala ketiga anaknya menemui mereka dan mencium pipi sang mommy yang masih terlelap tidur, Gavin pun bertanya, kenapa sang mommy tidur di jam segitu, saat hampir magrib.
"Daddy, mommy kenapa tidur di jam segini, apa mommy sakit" tanya Gavin.