
setelah, kedatangan Bunda nya dari pasar, semua orang, kini berkumpul saat ini Sania, masih bermanja-manja di pangkuan sandi dan Yena pun mengerti, sifat manja Sania pada sandi memang tidak pernah berubah bahkan saat ini, Yena memberikan salad buah untuk Sania.
"terimakasih, kakak' ipar kau memang sangat baik, semoga selamanya selalu di berikan kebahagian, amiin" ucap Sania.
"semoga kamu juga Sania"ucap Yena
"pangeran istri mu sudah kembali jika kau terus bersama dengan ku, nanti dia marah" kata Sania.
"tidak ko Sania, tenang saja saat ini, aku sedang sangat senang setidaknya saat ini, aku terbebas dari sikap manja nya dan aku sangat bahagia melihat nya yang seperti ini dia benar-benar suamiku atau bukan, wajah nya semakin ganteng, saat ini lebih terlihat dewasa" ucap Yena memuji.
"tuan putri, saat ini kamu tau, aku pun ikut bahagia ternyata, cinta ku terbalaskan, oleh bidadari cantik di hadapan mu saat ini" Sandi tersenyum dan menarik Yena mendekat ke arah nya dan mengecup bibir nya saat itu juga.
"pangeran,kalo mau mesum itu lihat-lihat orang jomblo di sekitar mu ada dua loh" ucap Sania.
"dimana, aku tidak melihat nya" ucap sandi pura-pura.
"di pangkuan mu dan di sebelah ku " ucap Sania menunjuk dirinya dan Joe yang tersenyum, kearah Sania.
malam pun tiba mereka makan malam bersama semua nya menikmati itu, tapi tidak dengan Sania setiap malam datang ia merasakan sangat kesepian,Sania langsung beranjak dari duduknya, pergi meninggalkan meja makan dan berlari ke kamar nya semua orang yang melihat itu, langsung menghentikan aktivitas nya saat ini.
"lanjutkan makan kalian ayah yang akan menemui nya"ucap Danang.
Danang pun pergi, ke kamar putri nya itu sementara kedua putri nya kini di temani Joe yang sudah, menyelesaikan makan nya.
"kalian berdua ikut uncle,yu uncle ada film kartun lucu di laptopnya uncle" ucap Joe yang kini,membawa sandrina dan Sandra ke ruang tengah.
sementara, Andara kini ikut menitikkan air mata, Rido mengelus-elus punggung Bunda nya itu.
"tenang lah Bun, Sania akan baik-baik saja" ucap nya sambil membawa Andara kedalam pelukannya, saat ini.
sesampainya di,kamar Sania Danang langsung masuk dan duduk di samping putri nya saat ini.
"sayang, boleh Aya bertanya" ucap Danang lembut.
"tanya kan saja ayah" jawab Sania.
"sayang, apa kamu mencintai suami mu" ucap Danang.
"Sania sangat mencintai nya ayah makanya aku selalu bertahan di sisi nya, walau kadang jiwa ini memberontak menolak ketidak berdayaan ku menahan penderita an yang selama ini aku lewati, Sania sangat mencintai Adryan ayah dengan segala kekurangan dan kelebihan nya selama ini, tapi Sania kadang tidak sanggup kalo terus harus menahan rasa sakit di hati ini kenapa bahagia itu tidak bisa bertahan lama, dan setiap kami sedang berbahagia selalu saja ada masalah yang menghampiri, kami bahkan. rasanya aku kehilangan momen, menjadi ibu dari ketiga putra dan putri ku ayah aku sangat menyayangi mereka tapi mereka malah seperti mengalah demi aku yang kadang terluka seperti ini, mereka seperti memberiku jarak seakan aku bukan mommy nya melainkan kakak nya" keluh Sania yang membendung air mata kesedihan nya.
"putri ku sayang mereka itu selalu merindukan mu dan Adryan, hanya saja mereka mengerti mommy dan Daddy nya sedang baik-baik saja makanya mereka memilih ayah dan bunda yang menjadi tempat berkeluh kesah,kau tenang saja sayang saat ini mereka sudah mengerti keadaan mu" ucap Danang menenangkan putri nya itu.
"ayah maafkan Sania jika selama ini Sania selalu membuat ayah cemas, Sania sangat bersyukur kalian masih ada di sisi Sania, semoga ayah akan selalu ada untuk Sania sampai akhir hayat ku, aku sangat menyayangi mu, ayah, dan bunda, adalah harta berharga yang aku punya selama ini, semoga kalian selalu sehat dan selalu diberkahi oleh Allah" ucap Sania yang kini memeluk ayahnya, Andara pun bergabung' saat ini juga memeluk kedua nya.
"maaf kan, Bunda sayang,bunda telah melewatkan, masa-masa berharga dalam hidup mu, sandi benar kau adalah tuan putri di hati kami kau adalah tuan putri Bunda yang sangat kami cintai, termasuk kakak mu Sonya kalian adalah harta berharga kami" ucap Andara.
"yah,di bawah ada Adryan datang" ucap sandi.
"suruh naik saja langsung kemari" ucap Danang
"baiklah" kata sandi.
"sayang dia datang sambut lah dia dengan baik, jangan menyalahkan nya, seperti nya dia tidak bersalah" ucap Danang.
__ADS_1
Danang berjalan kearah pintu kamar menuju keluar, bersama dengan Andara, mereka berpapasan dengan menantu nya tersebut.
"masuklah na,, dia menunggu mu,saat ini" ucap Danang dan Andara mengangguk.
Adryan pun masuk.
"Hanny, kenapa kau ingkar janji lagi, sudah berapa kali aku memohon untuk tetap bertahan di sisi ku tapi kau,mengikat janji mu" ucap Adryan Sambil mendekat.
Sania berbalik memeluk suaminya yang sangat ia rindukan saat ini, dia bahkan mencium bibir Adryan sangat lama, Sania bercucuran air mata, Adryan memeluk istrinya itu dengan erat.
"sayang maafkan aku, aku selalu lari dari janji ku karena aku terlalu mencintaimu, aku tidak kuat menahan sakit, aku sungguh sangat mencintai mu,aku tidak bisa dan tidak akan pernah sanggup kehilangan mu lagi, cukup lah dulu, kamu meninggalkan aku di sini untuk menikah dengan nya, tapi tidak untuk sekarang lebih baik aku mati saja" ucap Sania sambil menangis sesenggukan.
"itu tidak akan pernah terjadi sayang kamu tau aku sangat mencintaimu, dan akan selalu begitu saat ini nanti dan selamanya, cinta ku ini hanya untuk mu"ucap Adryan yang kini tengah mencium bibir istri nya itu hingga mereka hampir kehabisan nafas.
"sayang, aku ingin memiliki anak lagi dari mu saat ini,agar kau tidak kesepian,di Mension kita nanti" ucap Adryan.
"Daddy, Sandra dan sandrina lebih membutuhkan perhatian kita, ayah akan mengijinkan mereka untuk tinggal bersama dengan kita" ucap Sania.
"benarkah itu sayang owh aku sangat bahagia aku ingin menebus waktu ku yang terlewat dengan mereka, dan malam ini aku ingin menebus kesalahanku pada mu, muachh love you to Hanny" ucap Adryan yang langsung membawa Sania ke, atas ranjang nya saat ini.
Adryan begitu agresif ia sudah tidak sabar ingin melepaskan rasa rindu nya satu Minggu ini berpisah dari istrinya itu.
belaian demi belaian Adryan berikan hingga Sania, mendesah sangat menikmati hal itu Adryan pun memulai nya.
🌹💖💖💖🌹
keesokan paginya, Adryan dan seluruh keluarga besar nya kini tengah menikmati sarapan bersama, Joe tidak lepas dari pandangan nya terhadap sosok Adryan, Stevano, yang ketampanan nya sangat lah paripurna.ia sekarang yakin kenapa Sania bisa tetap bertahan dengan Adryan saat ini walau berkali-kali terluka.
"aku ikut, tapi hanya jadi penonton saja dan semoga kamu baik-baik saja dan selamat,soal hadiah itu tidak penting aku bisa belikan berkali-kali lipat untuk mu Hanny, gimana putri Daddy apa kalian mau ikut" ucap Adryan sambil mengelus puncak kepala kedua putrinya itu.
"tentu saja Daddy, aku ingin melihat kehebatan mommy.
"aku juga gabung ko iya kan boleh Sayang, ucap Siti,pada Ari.
"hmm... kamu tidak sendirian sayang kita bernostalgia bersama" ucap Ari.
"ampun dah kalo sudah begini, tidak ada satu pun anak ayah yang bersikap dewasa" ucap Danang, sambil menggelengkan kepalanya.
"ayah, aku juga ikut boleh kan Hanny, ucap Rido pada Amara.
"Daddy ingat anak istri mu di rumah jadi kau harus kembali dengan selamat" ucap Amara yang kini, mencium bibir suaminya itu.
"baiklah,kalau begitu, aku ikut menjadi penonton kalian akan aku bawa cucuku semua untuk melihat kegilaan anak-anak ku semua" ucap Danang Akhirnya mereka pun bersiap semua termasuk Joe yang penasaran dengan aksi Sania yang multi talenta itu.
setelah semua bersiap motor berjajar rapi di halaman rumah, saat ini Sania sandi Rido Ari dan Siti tengah memanaskan mesin motor tersebut hingga terdengar bising di telinganya mereka, semua yang sudah mengenakan, atribut cross sangat terlihat keren apa lagi Joe yang diam-diam memotret kelima nya tapi yang paling banyak itu foto, Sania.
mereka berlima pun pergi sementara ayah dan bunda membawa Amara dan ke empat putra nya, dan juga anak Ari satu mobil bersama dengan nya.
Joe,membawa Yena, dan dan Yendra bersama nya, Adryan,membawa kedua putrinya, yang tak henti berceloteh, dan Adryan menikmati itu sesekali ia bertanya pada mereka berdua, Adryan kini tengah fokus menyetir keluarga Danang Setiaji pun pergi mehadiri pertandingan anak dan mantu mereka.
sesampainya di sana kini seorang pbawa acara menyambut para Croser terbaik, yang tak lain adalah Sania sandi Siti dan Ari juga Rido.
mereka pun hadir di podium semua orang memotret nya ternyata penggemar mereka semakin banyak, saja.
__ADS_1
Sania berkali-kali,di mintai para fans nya untuk berfoto bersama, dengan nya.
perlombaan pun semakin meriah dengan keikut sertaan mereka kebetulan tempat nya masih jalur tebing dan bukit kesayangan mereka, bahkan Adryan sudah paham dengan aksi yang di lakukan oleh Sania.
perlombaan pun di mulai Sania dan tim pun berbaur dengan peserta lain nya, namun Adryan masih sangat mengenali mereka semua hingga ia melihat Sania dan sandi melayang di udara sambil melakukan tos dengan kaki mereka.
"ya ampun, itu beneran Sania"ucap Joe yang terkesima.
tidak lama setelah itu di susul oleh Rido dan Ari, yang melakukan aksi yang sama sementara Siti, melakukan itu dengan Shandra yang baru sembuh dari cedera.
"hmmm..itu belum seberapa" ucap Adryan.
"anak ayah belum juga berubah, dia masih Ratu Croser saat ini padahal dia sudah bertahun-tahun tidak melakukan hal itu, tapi jiwa nya seakan kembali, setelah memegang motor, yang hampir setiap hari ayah rawat sendiri,demi penantian untuk pemiliknya.
saat perlombaan tahap kedua pun di mulai, Sania dan seluruh peserta kini sudah ada di atas tebing untuk melakukan atraksi yang menentukan siapa pemenang atraksi terhebat, saat ini yang di uji yang lolos ke babak ini ada sekitar dua puluh orang.
mereka satu persatu telah melakukan aksi mereka, dengan berbagai gaya nya, sekarang giliran Shandra, dia melakukan gerakan melayang di udara, dengan berdiri di atas motor nya.
aksinya berhasil dengan sempurna.
Siti melakukan gerakan salto sambil duduk di samping motor seperti orang naik ojek dan itu adalah cetusan gaya terbaru nya, saat ini.
Ari, melakukan atraksi cara ber-selfie ria di atas ketinggian dan ia juga berhasil, begitu pun dengan Rido, gerak memutar motor nya di udara dan mendarat sangat cantik.
sekarang saat yang di tunggu-tunggu dari Sania, pun tiba.
Sania melayang bersalto dan terakhir berdiri dengan satu kaki, lepas tangan di udara semua orang berserikat sangat tegang tiba-tiba Sania duduk kembali di atas motor nya dan mendarat dengan sangat cantik.
di susul oleh sandi yang bersalto ria, dan melakukan aksi berdiri di atas stang motor nya lalu bersila di sana terakhir sebelum mendarat dia tengkurep di atas motor nya, dan mendarat sempurna.
semua nya sangat heboh terutama para fans mereka berlima, karena Shandra termasuk pemain baru,kini mereka berlima pun menemui seluruh keluarga nya, saat ini sambil minum air mineral kemasan, mereka saling berpelukan termasuk Adryan dan Sania.
"mommy harus janji pada ku kalo ini hari terakhir mommy, melakukan itu" ucap Adryan yang masih berdebar kencang karena aksi nekad istrinya itu.
"hmmm,,, Daddy itu gak adil buat mommy,baru juga main lagi udah suruh berhenti lagi"
"pokonya tidak ada penolakan" ucap Adryan memotong.
"baiklah, asal Daddy janji gak akan buat mommy sedih lagi" ucap Sania.
sementara itu Jo yang merekam aksi mereka semua saat ini benar-benar terkagum-kagum melihat aksi Sania apa lagi semua itu mustahil di lakukan oleh, Sania, yang manja nya kebangetan.
" tiba-tiba, juri mengumumkan Sania juara pertama di susul sandi dan Rido sementara Ari dan Siti mendapatkan tropi penghargaan suami istri yang sangat kompak, saat ini membuat keduanya tersenyrum, sementara Sandra hanya gigit jari dia harus sadar bahwa tidak mudah mengalahkan senior di wilayah nya, tersebut.
"Daddy, aku menang mobilnya, Owh aku bahagia sekali, lagi, aku jadi pemenang" ucap Sania yang mencium Adryan bertubi-tubi. saat ini.
"selamat Sayang, kamu memang yang terbaik di sini, dan juga di hati ku" kata Adryan.
"mobilnya, aku persembahkan untuk ayah ku tersayang,mobil seharga satu milyar rupiah itu Sania, langsung memberikan kunci mobil tersebut pada sang ayah,,,
Danang sangat berterima kasih, pada putrinya itu, bukan karena mobilnya tapi karena kasih sayang nya.
"Danang memeluk putri nya sangat erat ia bahkan menangis,haru karena Sania berhasil melewati pahit manis kehidupan terlepas dari sifat manja nya itu.
__ADS_1