Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Rio Wijaya#


__ADS_3

"Alice apa kamu baru di sini"ucap Pemuda itu.


"Kamu kenal aku??"ucap Alice.


"Itu"ucap Rio, yang kini menunjuk name tag milik Alice.


"Owh"ucap Alice.


Tiba-tiba, Rio, menariknya ke arah parkiran, dan seseorang langsung menghadang langkah Rio, dia adalah pengawal bayangan nya.


Alice, langsung menjentikkan jari nya, meminta dia tidak bergerak sembarangan.


"Wow.... ternyata kamu bukan orang biasa Nona"ucap Rio.


"Aku, bukan siapa-siapa"ucap Alice.


"kalau kamu memiliki, mereka kenapa, kamu menangis" ujar Rio


"Aku hanya bingung"ujar Alice.


"Owh, ya ampun"ucap ujar Rio.


Tidak, lama Alice, melihat Gibran di parkiran itu dengan seorang perempuan, mungkin klien nya pikir Alice.


"Daddy...!!!"panggil Alice, Rio yang melihat itu dia langsung melotot, saat Alice, memanggil pria yang ada di hadapannya dengan sebutan Daddy, Rio berpikir apa Alice, adalah seorang sugar Beby.


"Alice, sayang kamu disini dengan siapa"ucap Gibran.


"Daddy, aku tersesat"ucap Alice.


"kenapa tidak telpon Daddy atau mommy,ini sangat berbahaya sayang"ujar Gibran, Sambil mengusap puncak kepala putri angkat nya itu.


"baterai ponsel ku, habis Daddy"ujar Alice.


"Owh, ya ampun Alice, kamu ceroboh"ujar Gibran,sambil memberikan kode pada wanita di samping nya untuk menunggu di dalam kafe.


"Sekarang kamu tunggu di mobil Daddy, Daddy ada meeting dengan klien, sebentar lagi, mungkin Daddy, selesai"ucap Gibran.


"Daddy, aku ingin sebblak"ucap Alice.


"Owh, ya ampun makan apa lagi itu,tunggu Daddy, meeting dulu Ok, nanti kita beli"ujar Gibran.


"Ok, Daddy"ucap Alice, Sambil berjalan hendak mengambil tasnya di mobilnya, Rio, yang melihat mobil limited edition itu dia tersenyum.


"ternyata benar dia bukan wanita biasa"gumam Rio lirih, tiba-tiba, seseorang memanggil nya.


"Tuan muda, anda dari mana saja, tuan besar mencari anda dari tadi"ucap seorang pria berpakaian serba hitam khusus identik dengan bodyguard.


Alice, yang melirik ke arah Rio, yang tengah mengusir bodyguard itu dengan halus karena Rio merasa malu.


"Alice, kamu ikuti Daddy, saja Daddy pikir Alice, tersesat karena tidak membawa mobil, seketika pandangan Alice dan Rio langsung terhenti.


"Baiklah Daddy, tapi tadi Daddy, bilang mau meeting"ucap Alice.


"mommy mu , kehilangan anak gadis nya,di jam segini jadi kamu tau sendiri bagaimana bukan"ucap Gibran, yang sedikit kesal dengan hal itu.


"sorry Daddy"ucap Alice, merasa bersalah.


"it's Ok"ujar Gibran yang kini tengah memastikan Alice, sudah memasuki mobilnya dan akhirnya Gibran pun pergi di ikuti oleh Alice.


sementara itu Rio, yang sudah memotret plat nomor mobil Alice untuk mencari tau siapa wanita itu sebenarnya.


Rio, rupanya penasaran, dengan wanita cantik itu.


sementara itu Gibran, yang sudah tiba di rumah bersama Alice, saat ini langsung menemui Michael, yang kini tengah berlatih berjalan, dia tampak tersenyum bahagia saat melihat Alice, sudah kembali.


"Alice, sayang kamu kemana saja"ucap Michael.


"momm... tadi aku ingin makan sebblak"ucap Alice.


"Ahhhh... kamu tau itu dari mana sayang "ucap Michael.


"teman mom"ucap Alice.


"Anak gadis kita ingin makan sebblak, entah makanan apa itu, aku juga bingung"ucap Gibran.


"Itu makanan khas yang sedang trend bocah tengil begitu saja tidak tau"ucap Gilang.


"Owh ya ampun terus putri ku,tau dari mana"ucap Michael.


"mungkin benar-benar sahabat nya"ucap Riko.


mereka pun mengakhiri perdebatan nya saat ini, mereka fokus dengan kegiatan masing-masing saat ini, Alice sendiri sedang makan siang yang sudah terlewat.


sementara itu Gibran, menemani Michael, berlatih terus Sambil sesekali, memeluk nya,Gilang dan Riko, pergi ke ruang TV, hendak main game itulah kerjaan mereka,di saat Miki dan Mike, tengah tidur siang


biasanya mereka sibuk mengurus putra Michael yang menggemaskan tersebut.

__ADS_1


ketiga anak Michael ,Merry dan Miki juga Mike semua berwajah bule karena Gibran juga keturunan bule .


Michael pun kini langsung membersihkan diri setelah beraktivitas seharian latihan yang menguras tenaga.


"Honey, kamu sudah benar-benar sembuh saat ini"ucap Gibran.


"ya sedikit lebih maju, tapi mas aku belum siap"ucap Michael.


"Tidak apa-apa, sayang aku masih kuat ko"ucap Gibran, yang kini tersenyum.


"Kalau kamu ingin, kamu masih punya dia,kan kenapa harus menunggu lama"ucap Michael,lantang tanpa melirik ke arah Gibran yang kini menatap tajam kearah nya.


"Honey!!... aku tidak suka kamu bicara ngawur begitu, aku tidak pernah menyentuh nya lagi, setelah kita melakukan itu"ucap Gibran tegas.


"kenapa??... dia istri tercinta mu"ucap Michael.


"Michael...!!"Gibran, semakin mengeraskan suara nya, saat ini bahkan dia memanggil nama istrinya itu, karena kelewat marah.


Michael, langsung berbalik badan tetesan air mata itu semakin keluar deras, sementara Gibran, yang hendak menggapai Michael saat itu kembali di urungkan dia langsung pergi dari kamar tersebut dan membanting pintu hingga membuat Michael, langsung terduduk lemas di lantai Michael, tidak menyangka Gibran, akan se marah itu pada nya, dia hanya mengingat kan kewajiban nya.karena Serry, belum Gibran cerai.


Gibran,kini tengah mengamuk di ruangan baca, Gibran,marah sekaligus menyesal karena telah begitu marah pada istri tercinta nya itu, hingga dia memanggil nama nya, dengan bentakan seperti dulu, saat pertama kali kehancuran di antara mereka.


"ahhhhhh... kenapa harus bahas orang lain sih, jadinya kan begini"ujar Gibran yang menendang meja hingga hancur berantakan,suara gaduh itu terdengar hingga ke ruang TV, Gilang dan Riko, saat ini langsung bengong, tapi sedetik kemudian, Michael, keluar dari kamar nya, menggunakan kursi roda.


"Michael,ada apa kenapa bocah tengil itu ngamuk??"ucap Riko.


"Aku tidak tau ujar Michael, yang kini pergi ke luar rumah Gilang langsung mengikuti nya, dia melihat Michael, menghubungi seseorang.


"Aku ingin kembali saja kak"ucap Michael .


Tiba-tiba, Gibran, merampas handphone nya dan membanting nya hingga hancur berantakan.


Michael hanya diam tanpa kata, sementara itu Gilang hendak membawa Michael, kedalam tapi kemudian tangan Gibran, menghentikan nya.


"Biar aku yang membawa nya"ucap Gibran dingin.


"Gibran, jangan kasar, istri mu baru saja pulih"ujar Gilang.


Gibran tidak menggubris nya.


sesampainya di kamar, Gibran, mengunci pintu kamar nya, dia langsung menghadap kan Michael, pada nya.


"Michael, apa sebenarnya mau mu, saat ini, bisa tidak jangan libatkan orang lain dalam masalah kita"ucap Gibran,datar.


"Orang lain, dia itu istrimu"ucap Michael.


"Dia bukan, orang lain"ujar Michael.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu saat ini di luar kamar Alice, tengah menangis saat tau kedua orang tua nya sedang bertengkar.


"Sudah-sudah jangan menangis mommy dan Daddy mu baik-baik saja"ucap Gilang.


"mommy tadi nangis"ucap Alice.


"tidak ko, uncle tau mommy mu tidak menangis,gini aja agar kamu tentang uncle, bawa kamu keliling Jakarta"ujar Riko.


"heumm baik'lah"ucap Alice.


mereka pun pergi,tak lupa mereka juga membawa Merry, saat itu juga sore hari tepatnya, sementara itu di dalam kamar, Michael saat ini sedang menolak Gibran yang gelap mata meminta hak nya, saat ini padahal Michael baru saja sembuh, tapi dia hampir saja pingsan karena Gibran, kekeuh ingin meminta hak nya.


"Gibran, aku mohon jangan aku belum siap "ucap Michael yang langsung ambruk di atas sofa.


"Honey..."ucap Gibran,baru sadar, bahwa ia telah memaksa kan kehendak nya.


di jalan, saat ini Gilang membawa Alice, ke taman bermain Alice, hanya bengong melihat orang berlalu lalang tapi sedetik kemudian ia berteriak keras saat ada seseorang menghampiri nya, dia adalah wanita jadi-jadian yang sedang ngamen, Alice, yang melihat nya begitu syok saat ini karena baru kali ini dia bertemu dengan manusia macam itu.


"Ada apa sayang"ucap Riko.


"uncle,ada setan'"ucap Alice, yang langsung memeluk Riko erat tubuh nya bergetar hebat.


Riko langsung mengusir wanita jadi-jadian yang ber makeup tebal itu.


"Sudah sayang , tidak ada lagi sudah di usir"ucap Riko.


sementara itu di tempat yang tak jauh dari sana, seorang pria tampan lagi-lagi memperhatikan Alice, yang sedang memeluk pria yang sudah terlihat lebih dewasa dari pria siang tadi.


mungkin kah Alice, adalah wanita panggilan , pikir Rio.


lamunan Riko,buyar saat Merry memanggil nya dan Gilang mengikuti nya dari belakang.


"Kakak... ucap Merry, yang masih menggunakan bahasa asing nya, mereka memang tidak fasih berbahasa Indonesia, selama ini pun Michael memasukkan mereka sekolah internasional .


"Merry, uncle ada setan'di sini aku takut"Ujar Alice.


"kau tahu Gilang, dia ketemu bencong di kira hantu karena makeup nya tebal banget"ujar Riko, yang akhirnya di tertawa kan oleh Gilang.

__ADS_1


mereka pun akhirnya pergi untuk membeli permen kapas, yang berbagai macam bentuk.


Alice, langsung tersenyum dan melirik ke arah Rio yang kini tengah duduk sambil menatap kearah nya.


"Manis"ucap Rio.


Alice, langsung menghentikan senyum nya saat ini dia bahkan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, setelah beberapa menit kemudian, Alice, melihat pria itu sedang melamar kekasihnya di depan teman-temannya saat ini .


Alice masih bersikap cuek saja, saat ini hingga seseorang memanggil nama pria itu dan langsung menampar pipi pria tampan itu,di hadapan kekasih nya yang kini sudah resmi menjadi calon istri nya.


"Hahaha play boy"ucap Alice Sambil loncat kegirangan.


"Wanita aneh play girl"ujar Rio sambil melihat ke arah Alice, yang kini menjungkirbalikkan ibu jari nya ke arah Rio.


"Rio Wijaya"ucap laki-laki yang kini tengah berdiri di hadapan yang tak lain adalah ayah dari pria itu.


"siapa yang mengizinkan mu melamar wanita murahan ini, Daddy, tidak akan pernah merestui nya"ucap Adrian Wijaya.


"Daddy aku tidak perduli aku sangat mencintai nya"ucap Rio.


"persetan dengan cinta, seret dia bawa pulang"ucap Adrian Wijaya.


"miris"ucap Alice, yang bergumam Alice yang tengah duduk sendiri, saat ini karena Merry, mengajak kedua uncle nya naik biang Lala .


Rio, yang hendak di seret dia langsung berlari ke arah Alice, saat ini dia langsung memeluk Alice.


"help me please"ujar Rio.


"No.." ujar Alice.


"please honey"ujar Rio.


Daddy nya Rio, langsung meminta anak buah nya itu menghentikan langkahnya karena saat ini dia melihat Alice Stevano Anderson, anak dari Gibran Stevano Anderson.


Adrian Wijaya adalah rekan bisnis Gibran yang baru bergabung dia melihat foto Alice, terpanggang jelas di ruang Gibran, bersama dengan istri nya.


"Alice Stevano Anderson"ucap Adrian Wijaya.


"Ada apa ini??"ucap Riko dan Gilang bersamaan.


"Kalian siapa??"ucap Adrian Wijaya heran.


"saya uncle nya"ucap Gilang.


"owh, perkenalkan saya Adrian Wijaya pemilik perusahaan Wijaya group"Ujar nya.


"saya Gilang ini adik saya Riko, saya sepupu nya Gibran Stevano Anderson"ucap Gilang ramah.


"Alice,ini sudah malam ayo pulang"ujar Riko.


"Alice, please help me"bisik Rio,di telinga Alice, untuk minta tolong pada Alice, agar mau mengakui nya sebagai kekasih nya namun Alice menolak.


Alice langsung masuk ke dalam mobil sport nya saat itu juga sementara Rio,di bawa pulang oleh Daddy nya.


sepanjang perjalanan Alice, cengengesan dia tidak sadar sedang di perhatikan oleh Gilang dan Riko.


"heumm Riko seperti nya ada cinlok"ujar Gilang.


"mungkin"ucap mereka.


obrolan terus berlanjut hingga saat Alice kembali menanyakan mommy nya pada mereka,semu menjadi diam dan Merry yang sudah tertidur pulas sedari tadi kini suasana di mobil terasa sangat hening .


sementara itu di kediaman Gibran, Michael sedang tidur pulas setelah dokter memeriksa nya tadi pasca tak sadarkan diri.


Gibran tidak pernah pergi jauh dari Michael, dia sedang merasa sangat bersalah hingga saat ini.


mereka pun tiba di rumah Alice, yang hendak menemui Michael, saat ini dia di hentikan oleh Gilang


"Alice, besok sekolah sebaiknya kamu cepat tidur"ucap Gilang.


"Ok, uncle"ujarnya sambil menghela nafas.


Alice masuk kedalam kamar nya, saat ini dia langsung membersihkan diri nya dan berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan tidur.


ke esokan pagi nya, Alice, langsung pergi ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu karena sudah terlambat untuk sarapan pagi, tidak biasanya dia bangun kesiangan padahal mommy nya sempat membangun kan nya.


Alice, tancap gas menuju sekolah nya saat ini hingga cuma dua puluh menit, langsung sampai di parkiran sekolah nya, Alice langsung terburu-buru untuk masuk sekolah nya yang hampir telat tapi tiba-tiba Alice,di cekal oleh pria yang semalam minta tolong pada nya.


pria yang baru lulus kuliah, S1 nya itu kini berada di se kolahhan Alice, bersama beberapa laki-laki seusia nya.


"kamu sudah terlambat, Alice"ucap Rio, sengaja mengerjai Alice.


"Aku tidak perduli"ucap Alice, Sambil menepis tangan Rio.


pemuda itu gelengan-geleng kepala, melihat Alice, gadis itu langsung pergi masuk ke dalam ruang kelas nya.


padahal saat itu seluruh murid sedang berkumpul di lapangan sekolah yang ada di samping gedung, sekolah itu entah ada pengumuman apa yang pasti Michael, sedang tidak ingin mengikuti kegiatan apa pun.

__ADS_1


__ADS_2