Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Rindu yang terlarang


__ADS_3

Maxim, tidak menolak apa pun yang di inginkan oleh putrinya itu, tapi jujur saja dia masih sangat trauma dengan kenyataan pahit setiap kali dia berumah tangga, selalu saja ada masalah berat yang menimpa nya.


ada,sat hal yang menjadi ganjalan, di hati Maxim,yaitu tentang kemandulan nya, benarkah ia mandul atau sebenarnya hanya sedikit gangguan pada kesehatan nya, akibat dia pernah menjadi pecandu rokok, atau ada hal lain lagi, Maxim, tidak akan menolak jika memang Emily ingin menjodohkan nya dengan Megan, hanya saja sebelum itu dia ingin memastikan kondisi nya, sebelum benar-benar pernikahan itu terjadi, dan Maxim, ingin membuat surat perjanjian jikalau nanti Megan tidak pernah menerima Emily, dia harus pergi dari kehidupan mereka berdua, karena Maxim, tidak ingin putri kesayangan nya itu terluka.


dua tahun berlalu,kini, Emily, tengah sibuk dengan ujian skripsi,itu artinya dia sebentar lagi akan lulus, kuliah,di jurusan kedokteran, ya cita-cita Emily,itu adalah ingin jadi dokter spesialis anak.


baginya, cita-cita tersebut agar kelak, dia bisa mengobati anak-anak yang malang, dan tidak hanya itu Emily, berkeinginan untuk mendirikan panti asuhan, lagi-lagi, iya tidak ingin anak-anak yang kurang beruntung seperti dirinya, kekurangan kasih sayang.


Maxim,sangat mendukung itu, dan dia langsung membangun panti tersebut, dengan dana yang tidak sedikit dia juga membangun panti, tersebut di tanah pribadi nya,agar suatu hari nanti tidak akan ada kendala, dikemudian hari.


sementara itu di Italia, Gavin,si pria gila kerja saat ini sedang berdebat dengan wanita yang sudah satu tahun ini dinikahinya, karena wanita itu ingin di temani, untuk cek up kandungan nya yang kini berusia Lima bulan.


Gavin,si pria dingin tidak pernah memperdulikan urusan kecil seperti itu, saat ini dia lebih sering menghabiskan waktu nya untuk bekerja dan terus bekerja.


"Hanny, kapan kamu ada waktu buat temani aku ke dokter kandungan aku sudah sangat lama menunggu waktu itu tiba, apa kamu tega membiarkan istri dan anak mu, terlantar"ujar Angela.


"kamu itu, bicara apa, kamu bilang aku menelantarkan mu dan anak ku,lalu pasilitas yang selama ini aku berikan itu apa artinya, sudah deh jangan memperpanjang masalah, aku cape baru pulang kerja bukan nya di sambut dengan baik,malah ngajak ribut, bagaimana bisa aku betah di rumah"ujar Gavin sambil meninggalkan ruangan tersebut.


"Hanny,tunggu aku mohon untuk kali ini saja please, tolong temani aku cek up kandungan, apa kamu tidak ingin lihat anak mu saat ini?"pinta Angela.


"Angela, kamu bisa pergi dengan asisten ku, aku sangat lelah"ujar Gavin yang sama sekali tidak menggubris keinginan istrinya itu.


"Baiklah, Hanny aku rasa percuma saja aku membujuk mu, saat ini kamu memang tidak akan pernah perduli pada ku"ujar Angela, yang kecewa dengan sikap Gavin.


dia pun pergi dengan asisten pribadi Gavin yang selalu menemani nya melakukan cek kandungan, nya itu.


sementara itu Gavin,kini tengah merebahkan tubuh nya,di ranjang empuk milik nya, ya kamar itu adalah kamar pribadi nya, dia tidak mengizinkan siapapun masuk tanpa seizin nya, dan hanya asisten pribadi nya yang bisa keluar masuk dan satu orang pelayan, untuk membersihkan tempat itu, itupun dalam pengawasan asisten pribadi Gavin.


Gavin, merebahkan diri sambil menyalakan TV, dia begitu terperanjat kaget, ketika melihat acara yang di tayangkan di stasiun televisi,ia melihat cinta nya, yang kini menjadi bintang tamu, wanita yang selama ini dia rindukan, dan sudah hampir tiga tahun di carinya.


"sayang, benarkah itu kamu aku sangat merindukan mu, mulai saat ini aku tidak perduli lagi, dengan semua yang menghalangi kita"ucap Gavin,sambil menatap nanar kearah tv tersebut.


sementara itu, Emily yang baru menghadiri acara ulang tahun salah satu stasiun televisi, yang saat itu mengundang nya, dia begitu merasa lelah bagaimana tidak dia harus terbang ke Singapura untuk acara tersebut, walaupun bayaran nya cukup tinggi, tapi dia begitu lelah karena masih menjalani skripsi.


dan, Gavin, yang mengira bahwa Emily , adalah warga negara Singapura, dia langsung berangkat ke negara tersebut padahal, Emily tinggal di London Inggris.


Emily, sengaja merahasiakan hal itu,agar tidak ada satu orang pun yang tahu tentang keberadaan nya, dia selalu mengubah,alamat tempat tinggal nya, jika stasiun televisi mengundang nya, kapan pun.


bahkan, Emily,di juluki penyanyi dari kayangan, bagaimana tidak alamat yang manajer nya berikan selalu, saja berbeda-beda.


tapi namanya juga pripasi, jadi mereka tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting bagi mereka, merasa sangat puas, dengan penampilan nya.


Emily langsung, merebahkan diri, setelah membersihkan tubuh nya, yang terasa pegal, saat ini.


"sayang, kamu di mana, Daddy, ingin mengajak mu makan di luar"ujar Maxim yang tidak tau kalau Emily baru kembali dari Singapura, karena satu Minggu ini dia diam-diam, merawat kesehatan nya,demi pernikahan yang di inginkan oleh Emily.


"Sorry, Daddy aku tidak bisa,aku sangat lelah,baru kembali dari Singapura"jawab Emily.


"owh ya ampun, putri. Daddy kapan kamu pergi Daddy , tidak di beritahu "ujar Maxim serius dia pura-pura ngambek.


"sangat buru-buru Daddy"ujar Emily.


"heumm... baik'lah"ujar Maxim.


sementara itu di Singapura, tepat nya di sebuah hotel, Gavin,sangat prustasi, ketika tau Emily, tidak ada di negara tersebut, dia begitu kecewa terlambat.

__ADS_1


"sayang, mau sampai kapan, kamu bersembunyi dari ku"ujar Gavin.


Gavin, menitikkan air mata rindu yang terlarang itu sangat menyiksa nya, sementara di Indonesia tepat nya,di pulau pribadi milik Adryan, dia begitu marah ketika menantunya itu memberi tahu bahwa Gavin,pergi mencari Emily ke negara Singapura.


"kurang ajar,mau sampai kapan kamu begini, apa harus aku melenyapkan,anak itu"ucap Adryan marah, sementara itu Sania hanya menangis dia tidak ingin kan ini semua dia menyayangi putri nya Emily, dan juga Gavin, tapi biar bagaimanapun, pernikahan itu tidak boleh terjadi.


"tidak Daddy, aku mohon jangan seperti ini, dia putri kita, ingat dia juga putri adik sepupu mu, biarkan dia hidup bebas, selama ini dia sudah berusaha menjauh bersama Maxim, yang jelas-jelas bukan keluarga kandung nya, tapi dia begitu tulus menyayangi, Emily.


"aku tidak habis pikir kenapa harus jatuh cinta dengan sepupu, wanita di luar sana masih banyak dan kita sudah menikah kan dia, hingga saat ini sudah akan memiliki anak, tapi kenapa harus seperti ini"ujar Adryan.


🌹💖💖💖🌹


hari, kelulusan pun tiba, Emily kini sudah siap dengan menggunakan, dress, cantik yang sampai mata kaki, dia begitu mempesona, dan hanya dengan polesan make natural, Emily teramat mempesona.


Emily,kini sudah bergabung dengan Sahabat nya, yang kini sudah menggunakan baju yang senada, dengan sahabat nya itu.


Sementara,hari kelulusan Emily, saat ini hanya di hadiri oleh Maxim dan Damian asisten Maxim, dia duduk di kursi VVIP paling depan.


Emily, Lulus, dengan nilai terbaik, saat ini dia begitu bahagia termasuk Maxim, ternyata perjuangan nya selama ini, membuahkan hasil.


"selamat, princess Daddy, Daddy begitu bangga pada mu, semoga setelah ini, hidup mu akan lebih bahagia, dan bisa mencapai cita-cita mu, untuk selamanya, muachh"Maxim begitu terharu dan langsung mencium puncak kepala putri nya itu.


dua, hari kemudian, Emily kini tengah menikmati liburan nya bersama dengan Daddy nya,di Hawaii... Emily sengaja memilih tempat itu, karena menurut nya,itu adalah pulau terindah, selain Bali.


"Daddy, aku sangat bahagia,ini begitu indah"ujar Emily.


"apa, pun itu sayang, untuk mu walau pun hingga keujung dunia sekalipun, Daddy akan pergi mencari kebahagiaan mu"ujar Maxim, yang kini juga membawa serta Megan, yang sudah resmi menjadi pacarnya.


"Emily, apa keinginan mu setelah ini"ujar Megan.


"aku akan mengurus rumah sakit, dan panti, hanya itu mungkin"ujar nya ya, ya Emily, sendiri memutuskan untuk tidak menikah, sampai kapan pun.


"Megan, pertanyaan apa itu, sudah menjadi keputusan putri ku apa pun itu, tidak boleh di ganggu gugat"kata Maxim tegas.


"aku hanya ingin, melihat Daddy, bahagia dengan istri nya, itu sudah cukup, aku tidak ingin apa-apa lagi"ujar Emily.


Maxim, menatap sendu pada putrinya itu, dia begitu dewasa saat ini, biarpun Maxim tau, dia menutup semua perasaan nya dari siapapun tapi Maxim, lebih tau itu, putri nya sampai saat ini belum bisa melupakan kesedihannya.


liburan, yang menyenangkan telah berakhir,kini Emily, tengah membantu Maxim, mengenakan jas, mahal untuk hari pernikahan nya pagi ini, setelah Maxim, menikah rencananya Emily, akan kembali ke Kanada,untuk mengurus rumah sakit, yang ada di sana yang sesuai dengan keinginan nya rumah sakit tersebut berdampingan dengan panti asuhan.


"Emily, sayang harus nya Daddy, tidak usah menikah, Daddy akan ikut pindah dengan mu,ke Kanada, agar kamu tidak kesepian"ujar Maxim.


"tidak Daddy, Emily, ingin punya adik, dan aku harap ini pernikahan terakhir buat Daddy, dan semoga lebih bahagia hanya itu keinginan Emily"ucap Emily,sambil menitikkan air mata nya.


"semoga saja Sayang, ku, Daddy harap,di sana kamu hidup dengan baik, dan ingat jangan lupa selalu hubungi Daddy, dan jangan terlalu lelah bekerja"ucap Maxim,sambil memeluk erat putri tercinta nya itu.


pernikahan, pun di gelar, semua orang begitu, bahagia, termasuk keluarga Megan, Emily, hanya menitikkan air mata, kebahagiaan saat ini dia berdoa, semoga Daddy nya, hidup bahagia selamanya, sebagai anak Emily, hanya ingin melihat ayah nya memiliki keluarga yang utuh.


"Tante, aku titip Daddy,ku pada mu semoga, kalian selalu bahagia, dan tolong, bahagiakan Daddy, dengan segenap kebahagiaan yang ada di dunia ini"ujar Emily,sambil berlalu pergi, karena tidak kuat menahan air mata,satu alasan yang pasti, tidak pernah di ketahui oleh Maxim, Emily mengidap kanker getah bening, dia sudah melakukan pengecekan di beberapa rumah sakit, dan hasil nya sama, Emily, hanya ingin melihat Maxim, hidup bahagia sebelum dia tiada, dari dunia ini untuk selamanya.


Maxim, melihat Emily, seperti itu, dia langsung mengejar nya, dan langsung memeluk nya.


"sayang, putri Daddy, Daddy tau pasti ada yang kamu sembunyikan saat ini ia kan jawab Daddy sayang??"ucap Maxim, Emily hanya memeluk Maxim, dan mencium pipi Daddy nya itu dia tersenyum sambil berkata.


"Daddy, tidak akan ada yang ku sembunyi kan dari mu, sampai kapan pun, aku sangat bahagia kini Daddy, tidak akan pernah merasa kesepian lagi, dan jangan lupa kabar baiknya aku tunggu"ujar Emily.

__ADS_1


"benarkah itu, sayang tapi kenapa hati Daddy tidak tenang?"ujar Maxim lagi.


"Daddy, tenang saja semua akan selalu baik-baik saja, aku akan berangkat sekarang juga, jika Daddy, sempat Daddy bisa mengunjungi ku nanti"ujar Emily sambil mengusap jas milik Daddy nya.


"baiklah sayang tolong hati-hati di sana "ujar Maxim.


firasat,buruk kini tengah menghantui pikiran Maxim,namun dia mencoba untuk menepis nya, Maxim, hanya berdo'a, semoga putri nya akan baik-baik saja.


Emily pun pergi saat itu juga, dia menggunakan pesawat pribadi milik Maxim, seperti biasanya, dia kini tengah duduk,di kursi penumpang,sambil mengecek album foto, yang selama ini dia simpan, semua foto tentang kenangan selama perjalanan hidup nya, yang di abadikan di sana, Emily berurai air mata, ketika melihat, wajah pria tua yang begitu menyayangi nya dulu,itu adalah Danang Setiaji, ayah Sania, Emily begitu merindukan nya.


lembar demi lembar album foto yang cukup tebal itu, saat ini terkena tetesan air mata, Emily, tidak kuasa menahan tangisnya ketika melihat album foto kebersamaan nya dengan semua nya termasuk Maxim, yang selalu setia mendampingi nya, sampai di akhir penantian hidup nya saat ini.


Emily, berharap dia akan hidup bahagia setelah semua nya ini.


sesampainya di Mension, milik orang tua, Maxim yang sedari dulu kosong, karena mereka sudah lama meninggal, Emily, langsung di sambut pelayan Mension tersebut.


"selamat datang, kembali nona muda"ujar mereka.


"terimakasih"ucap Emily yang langsung masuk dan menuju kamar nya.


Emily, langsung menjatuhkan tubuhnya yang begitu terasa lelah, saat ini, dan tanpa sadar darah,segar keluar dari hidung nya saat ini, Emily, langsung bangun dan menengadah ke atas,agar darah nya tidak keluar lagi.


Emily, melihat cermin, wajah nya yang putih,kini nampak lebih pucat, Emily, hanya bisa menahan kepedihan,di hari-hari menjelang ajalnya, itu Emily, hidup sendiri.


dua bulan berlalu kini Emily, tengah,sibuk menangani pasien nya, di rumah sakit, yang di bangun oleh Maxim, dia bekerja dengan sangat baik, para orang tua pasien begitu,puas dengan cara kerja dokter cantik tersebut, tidak hanya itu Emily, kadang membuat mereka tambah bersemangat untuk, terus berjuang melawan sakit, Emily, sendiri tidak pernah perduli dengan hidup nya, dia hanya ingin semua orang mendapatkan kebahagiaan, sebelum dia benar-benar pergi dari dunia ini.


lelah,itu yang sering dia rasakan saat ini, tapi dia selalu mencoba untuk, menahan semua itu, dia selalu bekerja dan bekerja, setelah selesai bertugas di rumah sakit, dia langsung pulang ke Mension nya, Emily tidak pernah berlama-lama di ruang lain kecuali kamarnya itu, Emily tidak ingin, orang lain tau kalo dia sakit, dan bisa berabe jika Maxim mengetahui hal itu.


sesampainya di dalam kamar, dia langsung memberikan diri, dan meminta makanan nya di antar ke dalam, kamar saat ini, dia langsung meminum obat nya, setelah makan, dan langsung tidur, hingga pagi menjelang.


Emily, tidak sadar saat ini sepasang mata, tengah memandang nya begitu lekat,ya dia adalah Gavin, yang baru mengetahui kalau Emily, tinggal di Kanada, dan dia langsung bergegas menuju ke negara tersebut.


"sayang, apa yang sebenarnya kamu inginkan, apa aku tidak berarti apa-apa untuk mu, heuhhhhh"ujar Gavin lirih.


Gavin,naik ketempat tidur nya, dia memeluk Emily, dan hal itu berhasil membuat Emily terbangun, Emily yang kaget dia langsung bangkit, tapi kepalanya begitu terasa nyeri, dan darah menetes deras dari hidung nya.


"sayang, apa yang terjadi pada mu"ujar Gavin kaget melihat apa yang ada di hadapannya itu.


sementara itu Emily, tidak menjawab dia langsung bangkit dari ranjang nya dan pergi menuju kamar mandi, Gavin ,sendiri langsung mengikuti nya, saat Emily akan membasuh wajah nya itu dia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya terjatuh pingsan, untung saja Gavin sigap menangkap tubuh Emily, dia menangis sambil memanggil-manggil Emily, Gavin pun bergegas membawa Emily menuju rumah sakit, terbesar yang ada di sana.


saat ini dokter masih menangani Emily, yang masih tidak sadarkan diri, sementara Gavin, terus saja mondar-mandir di depan ruang UGD.


setelah dua jam pemeriksaan,kini Emily di bawa ke ruang ICU, dokter belum menjelaskan apa pun, dia terlebih dahulu mengurus Emily yang kini,koma.


setelah itu, barulah Dokter, menjelaskan, bahwa Emily , mengidap kanker getah bening, yang sudah memasuki stadium akhir, Dokter, menjelaskan bahwa Emily, mengalami semua itu, sudah cukup lama, tapi dia enggan untuk melakukan operasi, yang menurut nya, akan sia-sia, Karena Emily, tidak memiliki keluarga lagi.


itu menurut dokter, yang kini menangani Emily, beberapa bulan lalu.


Gavin, pun tak kuasa menahan air mata nya, dia menangis, betapa tidak, dia bahkan tidak tau selama ini gadis yang sangat di cintai nya itu,begitu menderita dan menyimpan penderitaan nya sendiri.


"dokter, apa masih ada jalan lain untuk bisa menolong nya"ujar Gavin.


"kemungkinan operasi, juga tidak akan menjamin, seratus persen karena kondisi nya sudah seperti ini, tapi. jika Anda,sanak keluarga nya,itu bisa di coba, dan mudah-mudahan, akan berhasil, tapi itu juga perlu menunggu ia sadar"jawab sang dokter.


"lakukan apapun yang terbaik, aku tidak ingin kehilangan nya, lagi aku akan membawa keluarga nya kesini secepatnya"ujar Gavin.

__ADS_1


Gavin tidak menunda-nunda lagi dia langsung menghubungi Joe, dan seluruh keluarga, nya termasuk Maxim, dan yang sangat terpukul saat ini adalah Maxim, dia bahkan tidak pernah mau jauh dari putri nya itu, sesampainya di rumah sakit tersebut.


"sayang, princess Daddy,ini Daddy sayang Daddy mohon bangun lah jangan seperti ini, jangan pernah tinggalkan Daddy, Daddy akan sangat menyesal selama hidup Daddy jika kamu sampai meninggalkan Daddy mu ini,hiks hiks hiks, sudah Daddy duga, kamu menyembunyikan semua nya ini, dan firasat itu benar, kenapa tidak pernah jujur sayang, Daddy bahkan rela kehilangan semuanya,tapi, tidak dengan kamu, putri Daddy satu-satunya, kamu adalah nafas Daddy, jika kamu pergi itu artinya Daddy, juga akan ikut pergi dengan mu"ucap Maxim, yang masih terisak, semua orang yang melihat itu ikut menangis termasuk Joe, dan keluarga nya, saat ini mereka begitu menyesal telah membuang putri nya yang paling berharga,demi hubungan mereka dengan yang lain nya.


__ADS_2