
Sudah hampir lima belas menit Alice, tidak kunjung menemukan satupun teman satu kelas nya saat ini dia duduk sendiri di kelas Sambil membuka laptop nya, sedari tadi entah apa yang sedang di kerjakan.
"Alice, kenapa kamu tidak mengikuti acara yang sedang berjalan, apa kamu tau setiap orang yang tidak mengikuti kegiatan itu, akan di hukum"ucap seorang kakak kelas.
"Aku bayar denda"ucap Alice, yang malas berbicara dengan orang asing.
"owh"ujar nya.
setelah dia berlalu Alice, kembali di kejutkan oleh seseorang"kamu punya banyak uang ya, sehingga tidak ikut acara hari ini"ucap Rio, pria itu sedang ngadain acara seminar di sekolah tersebut.
"Oh...ya ampun kamu lagi, apa kamu tidak bosan ngikutin aku terus"ucap Alice.
"Siapa yang ngikutin kamu jangan GR,aku kesini karena mau duduk di tempat ku"ujar Rio.
"maksud mu, apa kamu juga bukan murid sini ini tempat ku"ucap Alice.
"Aku yang duluan"ujar Rio.
"dasar penguntit"ucap Alice, yang kembali fokus dengan laptop nya, saat ini.
"Alice,ini tempat aku dulu , tapi kalau kamu suka silahkan ambil"ujar Rio,sambil tersenyum manis ke arah Alice.
"Dasar aneh"ujar Alice.
acara seminar masih terus berjalan saat ini tentang bahaya narkoba dan **** bebas, Rio, adalah salah satu nya anggota yang ikut dalam acara tersebut bersama teman nya yang lain.
awalnya Rio, menolak tapi kemudian dia teringat dengan baju seragam yang saat itu Alice, kenakan dia sangat tertarik dengan gadis belia itu sehingga akhirnya dia ikut serta.
saat Rio, datang dia celingukan mencari Alice, yang murid kelas satu itu tidak hadir di barisan para siswa, dia pun pamit berpura-pura ingin ke toilet tapi ternyata dia mencari mobil Alice dan Rio melihat gadis itu baru tiba di parkiran senyum pun tersungging di bibirnya saat itu.
karena Alice,malas mengikuti kegiatan tersebut saat ini Alice pun memutuskan untuk pulang saat itu juga, Rio, yang juga sudah selesai melakukan tugas nya saat ini dia langsung cabut, ketika melihat mobil Alice, melaju ke luar gerbang sekolah saat ini Alice, memasang headset bluetooth di telinga nya lalu menelpon seseorang, Alice meminta nya untuk datang ke sebuah kafe, yang dia cari sedari kemarin dia adalah Gilang sang paman.
📱"Uncle, ikut susul aku ke jalan xx temani aku nyari sebblak sekalian ajak uncle Riko"ujar Alice,sambil terus fokus menyetir.
📱"Ok, tunggu , sebentar lagi uncle nyusul"ujar Gilang.
Alice, terus melaju dengan kecepatan sedang saat ini, tanpa ia sadari ada seseorang yang mengikuti nya saat ini, dia adalah Rio, pria itu masih ingin penasaran dengan gadis bule itu, bukan karena pertama kali dia, melihat cewek bule karena hampir semua teman sekolah nya orang asing saat sekolah di internasional school,dulu hanya Rio, merasa Alice, adalah gadis yang unik menurut nya.
Alice,tiba di kafe, yang ternyata nama nya sama tapi tempat nya berbeda, dia pun menarik mobilnya di depan kafe tersebut.
di susul oleh Rio, yang ternyata teman yang memiliki kafe tersebut, dia asli Bandung, hanya saja ia semenjak kuliah membuka usaha nya di Jakarta.
Alice, langsung masuk dan duduk di dekat jendela, yang mengarah ke sebuah kolam kecil, yang sangat jernih tersebut,ini adalah kafe tongkrongan para mahasiswa, karena tidak jauh dari area kampus, saat ini pun di sini ramai orang keluar masuk, seperti nya mereka semua penggila makanan pedas,itu yang Alice, lihat saat ini.
Alice, semakin tertantang untuk mencoba nya, dia langsung memesan menu beraneka ragam sebblak berbagai level pedasnya, hanya saja Alice, bingung cara makan nya bagaimana dan apa dia bisa menikmati makanan pedas itu yang menurut Alice,aneh.
setelah menunggu hampir tiga puluh menit, akhirnya pesanan nya, sampai di meja nya sekaligus dengan minuman khas di sana yang tak jauh aneh nya menurut Alice.
baru saja akan mencoba, tiba-tiba tangan nya di pegang seseorang.
"Jangan di makan kamu belum terbiasa kalau kamu sakit bagaimana"ucap Gilang yang langsung duduk di susul oleh Riko.
"uncle, sudah datang ,ayo foto aku, untuk bukti sekaligus video in aku"ucap Alice.
"Baiklah, tapi tidak boleh makan juga Ok, nanti biar uncle yang makan kamu cukup berekspresi kepedesan, sambil kamu makan yang lain "ucap Riko, yang mengerti kalo keponakan nya itu sedang melakukan tantangan.
"Terserah uncle saja, lagian aku tidak yakin itu bisa di makan "ucap Alice.
mereka pun mulai melakukan sesi pemotretan, sekaligus dengan pelayan kafe tersebut,lalu Alice, di rekam dengan kamera handphone nya, sekolah sedang menikmati makan sebblak super pedas itu, pertama Alice menyendok makan tersebut lalu di suap kan Gilang , sementara Gilang, menyuapi Alice, dengan menu sup jamur ,sambil mengambil gambar Riko menyemprotkan air menggunakan botol parfum pada kening alis sedikit demi sedikit jadi terlihat seperti keluar keringat gitu .
video, yang di ambil pun sangat perfek mereka bertiga ber tos ria, setelah itu Gilang dan Riko, yang jago makan pedas dia langsung menghabiskan seluruh sebblak yang ada di meja nya, delapan porsi kebayang gak tuh me**ret sudah pasti tapi dari pada keponakan nya sakit dan minta pulang ke Jerman itu lebih berabe.
bukan tanpa alasan, sudah satu Minggu ini Michael, masih uring-uringan, karena Gibran, tidak membiarkan dia keluar rumah dan tidak memperbolehkan dia pegang handphone, Alice, pun di larang Gibran, menghubungi Jason untuk sementara waktu.
tapi sialnya, saat ini ada seseorang yang merekam pembuatan video tersebut, sampai selesai,lalu tersenyum licik,sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya.
siapa lagi kalau bukan Rio, yang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.
acara makan sebblak pun berakhir kini Alice mengajak kedua paman nya itu ke mall, dia ingin membeli ponsel baru untuk mommy nya, sesuai pesanan Michael, Alice, tidak menggunakan kartu pemberian Gibran, tapi dia menggunakan kartu tanpa batas pemberian ayah nya Jason, yang sudah lama tidak ia gunakan.
uang bukan masalah besar bagi Jason, kartu itu sudah di berikan pada Alice, sedari Alice, kecil saat sebelum bertemu dengan Michael.
sampai lah di toko penjual handphone, Alice,di temani kedua nya memilih handphone untuk mommy nya itu, dia juga menawari kedua paman nya itu, yang langsung di terima oleh Gilang dan Riko, harga handphone tersebut lima ratus juta satu buah Alice,membeli tiga buah, dan Gilang langsung geleng kepala, meski dia juga tidak pernah hidup kekurangan walaupun di kampung tapi tidak pernah buang-buang uang sebanyak itu hanya untuk sesuatu yang tidak terlalu penting menurut mereka.
"Alice, apa kamu tidak sayang dengan uang mu, kamu kan belum bekerja"ujar Riko.
"Untuk apa bekerja, sementara uang Daddy, sudah menggunung tidak ada yang membelanjakan nya"ucap Alice, sambil tersenyum.
"kamu betul bocah tengil itu sudah terlalu kaya"ucap Gilang.
__ADS_1
"No, bukan Daddy, Gibran tapi Daddy Jason"ucap Alice, membenarkan ucapan Gilang.
"Owh, jadi uncle salah"ucap Gilang.
"Ya...kartu ini bukan hanya aku yang punya Merry, juga punya dari Daddy"ujar Alice, memberitahu kan.
"Jadi kalau begitu,ayo kita belanja"ujar Riko, antusias.
"Ok, siapa takut"ucap Alice, yang kini lagi-lagi di ikuti oleh Rio.
🌹💖💖💖🌹
ke esokan pagi nya, tepat saat Alice, berada di sebuah kafe, karena hari ini adalah weekend, Alice, mengajak adiknya Merry, untuk sarapan pagi di luar, tepat nya di kafe itu.
"Merry, apa sekolah mu menyenangkan"ucap Alice, bertanya.
"Lumayan, tapi tidak seseru saat sekolah di Jerman, aku tidak punya banyak teman di sini "jawab Merry, sedikit murung saat ini Merry, masuk taman kanak-kanak meski sekolah internasional.
"Aku juga Merry, kapan kita pulang ke Jerman, aku rindu Daddy"ujar Alice.
"Minta Daddy, jemput kita berdua saja"ujar Merry, polos.
"Mana bisa Merry, Daddy Gibran, pasti akan marah.
mereka asik ngobrol hingga seseorang duduk di samping Alice, tiba-tiba tanpa permisi Alice, sangat terkejut, dan hendak mengusir nya.
"Oh my God,...."ujar Alice lantang hingga orang-orang melihat ke arah nya.
"Alice, kamu kaget lihat cowok ganteng kaya aku yang tiba-tiba muncul ya" ujar Rio, yang kini tengah tersenyum manis pada Alice, tanpa rasa malu sedikit pun.
"hey, penguntit siapa yang bilang kalau kamu tampan"ujar Alice, sambil menyipitkan matanya.
"Biasa aja kali baby ... lihat nya gitu amat "ujar Rio,sambil meraih tangan Alice yang terletak di meja.
"singkirkan tangan mu,atau aku panggil mereka"ucap Alice, mengancam.
"Silahkan saja Sayang aku juga punya"ucap Rio.
"Apa mau mu??"ucap Alice, bertanya.
"mau kamu"ucap Rio, singkat padat dan jelas.
"kau pria tua"ucap Alice.
"jangan kurang ajar, kamu atau aku telpon Daddy,biar kamu di kasih pelajaran"ucap Alice.
"Aku, juga masih belajar Honey, jadi tidak usah di berikan pelajaran"ucap Rio.
Alice, langsung merogoh ponsel nya, tapi sedetik kemudian, Rio, merampas nya.
"Aku akan memperlihatkan sesuatu padamu dan aku yakin, kamu akan mengikuti apa yang aku mau"ucap Rio.
"kau sedang mengancam ku heuuhh"ucap Alice, tersenyum mengejek.
"Terserah kamu mau menganggap nya bagaimana"ujar Rio.
"Baik lah, mari kita lihat"ucap Alice.
"Tentu honey"ucap Rio, sambil tersenyum manis lalu membuka ponsel nya dia sentuh aplikasi video saat itu juga, Alice, terperanjat kaget, bagaimana tidak Rio, memiliki video, yang begitu detail saat ini.
"You... ahhhhhh, cepat hapus,atau aku hancurkan kamu"ucap Alice.
"Kita bicara di mobil ku"ucap Rio, yang tak gentar dia langsung menarik tangan Alice, sedang Merry, hanya duduk manis, saat ini tidak ada yang tau kalau Merry, tidak akan merespon keributan apa pun, yang menurut nya tidak penting, karena cuci otak saat terauma besar yang di alami nya saat kematian Piter, masih berpengaruh hingga saat ini, mungkin itu adalah cara aman bagi gadis kecil itu supaya terhindar dari trauma yang dulu pernah di alami nya saat melihat Piter ambruk di pasir, bersimbah darah.
Alice, juga membiarkan hal itu, karena saat ini Merry, sedang di awasi oleh salah seorang pengawal bayangan nya.
"Bicaralah apa mau mu, sebelum aku habis kesabaran"ucap Alice.
"jadilah tunangan ku,agar tidak di kirim Daddy, untuk kuliah di luar"ujar Rio.
"Watt........!!! apa kau sudah gila kau manusia cabul, apa kau tau usia kita jauh berbeda,kau pria tua"ujar Alice,tak percaya.
"Apa kau bilang tua, hey Nona, usia ku baru 23 tahun dan itu juga tiga bulan lagi"ujar Rio, kesal.
"Aku tidak salah bukan, usia kita jauh aku baru 16 tahun ,maaf aku tidak suka pria tua"ucap Alice,sambil ngeloyor pergi.
"Baiklah kalau kamu tetap menolak mulai detik ini Vidio ini akan aku berikan pada teman-teman mu di sekolah, dan sangsi nya selain kamu harus keluar dari sekolah kamu juga akan menjadi pacar Daddy, teman mu itu sesuai tantangan nya, bagaimana apa kamu pilih Daddy, teman mau itu atau pilih aku"ujar Rio tersenyum mengejek ke arah Alice.
Alice, langsung terdiam tapi beberapa menit kemudian, dia kembali berkata"Baik aku turuti apa yang kamu mau, tapi satu hal tidak ada yang boleh tau tentang hubungan kita, dan satu lagi jangan sentuh-sentuh haru berjarak setiap kali bertemu"ucap Alice.
__ADS_1
"Lebih baik batal dan setelah itu aku sebar video ini"ucap Rio.
"Iya baiklah-baiklah, hanya pegang tangan tidak lebih"ucap Alice.
"Aku kirim"ujar Rio lagi.
"baiklah, cuma bergandengan"ujar Alice.
"Tidak, aku ingin layaknya sepasang kekasih,peluk cium itu wajar bukan"ucap Rio.
"Watt...kau gila"ucap Alice, yang kaget sekaligus negeri.
"seperti yang ku mau atau aku sebar"ujar Rio.
"Daddy, tolong aku, Daddy, mommy,oh God"ujar Alice, me rengek seperti anak kecil, tapi tiba-tiba Rio memeluk nya.
"Don't cry baby I' m here for you"ujar Rio, yang langsung mendapat kan pukulan keras di punggung nya, oleh Alice.
"you crazy "ucap Alice,sambil berlalu pergi.
"Besok kencan pertama kita"ujar Rio, Sambil tersenyum penuh kemenangan.
" IN your dreams "ujar Alice.
Tapi sedetik kemudian, dia langsung mengiyakan perkataan Rio, karena Rio, mengacungkan ponsel nya.
"Flashback on"
"Alice, kamu murid baru di sini, jadi kamu harus nurut apa yang kami ucapkan atau kamu harus membayar nya dengan makan sebblak level seratus sebagai gantinya, tapi jika tidak kamu harus mengundurkan diri dari sekolah ini dan menjadi pacar Daddy nya dia, yang mata keranjang"ujar kakak, kelasnya yang sok berkuasa di sekolah tersebut hanya karena dia adalah anak seorang kepala sekolah.
"Baik lah, apa??? yang harus aku lakukan"tanya Alice yang tak ingin cari ribut, karena Alice, adalah anak penyabar dan tidak suka kegaduhan, seperti dulu saat dia ditindas oleh mommy sambung nya.
"Cium sepatu mereka semua"ucap kakak kelas nya tersebut, tapi Alice, menggeleng.
"Aku pilih opsi kedua"ujar Alice.
Kuberi kau waktu satu Minggu, untuk tantangan makan sebblak sambil di Vidio, sebagai bukti, dan jika kau mangkir kau harus terima hukuman"ucap nya lagi.
alis bukan tidak punya keberanian untuk melawan, bahkan jika harus menghancurkan sekolah itupun ia mampu dengan sekali jentikkan tangan Daddy Jason, tapi dia hanya ingin menjadi seorang yang sederhana menurut nya tidak suka pamer kekuatan.
"Flashback off"
Alice, langsung pergi dari kafe, setelah perdebatan nya dengan Rio, pria tua menurut nya, karena perbedaan usia tujuh tahun saat ini.
"Kak, apa ?? kita akan pulang atau jalan-jalan lagi"ujar Merry, bertanya.
"Kita pulang saja,kakak, sedang sangat kesal"ucap Alice.
"Aku juga ingin pulang, Daddy, bilang mau ngajak aku berenang dengan Miki dan Mike"ucap Merry.
"Ya baiklah,ayo kita pulang"ucap Alice.
Sesampainya di rumah, Alice, langsung membantu Merry, keluar dari mobilnya,sambil langsung mengunci nya dan langsung masuk ke dalam rumah besar itu.
dilihat nya Michael, sedang tersenyum manis pada kedua adiknya yang tengah berjoget dangdut, ala-ala Riko, yang gokil nya kadang kumat, sementara itu Gilang yang jadi tukang sawer nya.
Gibran, hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah amsurd saudara nya itu.
"Merry,ayo kemari lah kita goyang"ujar Riko.
"No... uncle, seperti badut saja "ujar Merry, sambil menghampiri Daddy nya.
"princess, Daddy bagaimana sarapan nya enak"ujar Gibran yang langsung mengangkat tubuh Merry, setelah meletakkan laptop nya, Gibran menghujani Merry ciuman penuh sayang di seluruh wajah nya, seperti yang selalu di lakukan oleh Piter.
"Daddy..."gumam nya lirih.
Merry, saat ini langsung teringat Piter tiba-tiba Merry, berurai air mata.
"Sayang kamu menangis"ucap Gibran.
"mommy, Daddy Piter, aku rindu Daddy"ucap Merry, yang langsung membuat Gibran, terhenyak ada rasa sakit yang kini menjalar di hati nya seperti di tusuk ribuan jarum.
"hey... sayang Daddy juga sama seperti Daddy Piter, sayang sama kalian semua, Merry, adalah princess nya Daddy"ujar Gibran.
"Sini, biarkan dia sama aku"ucap Michael yang juga menyembunyikan rasa sakit nya.
pria itu masih berada di dalam lubuk hati nya hingga saat ini, kenangan demi kenangan tersimpan rapat di hati nya, dan hanya dia Piter dan tuhan yang tau.
pria tampan yang selalu bersedia berkorban demi dirinya dan anak sambungnya itu, adalah pria kalem berbeda saat berada di sisi Michael, dia akan berubah seratus delapan puluh derajat, menjadi lebih ceria dan romantis, setiap pagi ungkapan cinta itu selalu menghujani Michael,di sela kegiatan nya saat sedang mengurus mereka.
__ADS_1
Piter, adalah pria yang cukup simpel sederhana meski sebenarnya dia punya segalanya, dia juga rela menghabiskan masa muda nya menjadi asisten Jason, termasuk menjadi Daddy kedua bagi Alice, bukan nya dia miskin atau bagaimana, tapi dia ingin membalas Budi pada keluarga Jason yang sudah menyelamatkan nyawa nya dan memberikan dia perlindungan.
pulau pribadi yang di klaim milik Jason, seperti kebanyakan orang tau itu adalah salah satu aset keluarga Piter, termasuk Mension, dan perusahaan yang sengaja Piter gabung dengan milik Jason.