Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Bahagia#


__ADS_3

ke esokan hari nya,di rumah besar itu Sania, yang kini bersiap untuk kembali karena Gio sedang sakit dari semalam, tadinya Gibran, juga khawatir tapi dia tidak bisa pergi karena ada yang lebih membutuhkan dirinya di sini, karena di sana ada Serry, yang sudah bisa berjalan namun tetap berpura-pura lumpuh agar Gibran tidak menceraikan nya.


"Mommy, pergi dulu kalian harus bahagia di sini, jangan takut mommy, akan membuat Daddy mu mengerti"ucap Sania pada Gibran.


"Makasih mommy, semoga saja Daddy, mau mengerti"ujar Gibran.


sementara Michael, hanya diam dan sesekali tersenyum manis pada ibu angkat sekaligus ibu mertua nya itu.


Michael, saat ini tengah mengajak kedua putrinya untuk bicara, Michael ingin Alice, bisa paham kenapa Michael, membawa nya ke Indonesia, karena dari kemarin putri nya itu terlihat sangat murung, entah karena belum bisa menerima kepindahan nya yang mendadak saat ini,atau ada hal lain.


"Alice, mommy ingin bicara serius sayang dan kamu juga Merry, mommy ingin kalian bisa menyesuaikan diri dengan suasana di tempat baru ini kalian akan bersekolah dan juga bermain seperti biasanya, dan satu lagi kalian harus pandai-pandai memilih teman,besok mommy, akan meminta Daddy, Gibran menemani kalian mencari sekolah internasional, yang menurut kalian bagus disini atau pun di sana sama-sama rumah kita, saat ini mari kita buat lembaran baru untuk hidup kita, semoga bisa lebih baik lagi"ucap Michael.


"Kenapa sih momm... kita harus pindah tempat,di Jerman, lebih nyaman, aku takut tidak bisa menyesuaikan diri dengan mereka"ucap Alice.


"sayang, kamu mau kita bahagia kan??"ujar Michael.


"Tentu saja momm... tapi kenapa harus negara ini, kenapa kita tidak ke Amerika saja di pulau pribadi Daddy, bersama Daddy, Piter.


"Stop, Alice, mommy, tidak ingin lagi membahas tentang Daddy, kalian yang sudah tidak ada, biarkan dia tenang di surga nya kita harus melanjutkan hidup kita,ada atau tidak nya Daddy Piter, saat ini "ucap Michael, sedikit meninggi kan kata-kata nya.


sementara itu sedari tadi Gibran, sedang fokus pada handphone nya saat ini setelah memutuskan untuk kembali bekerja, dia melihat Michael, yang kini tengah bicara dengan nada sedikit tinggi pada Alice, Gibran langsung menghampiri mereka, saat ini.


"Alice, sayang apa Alice, sayang mommy"ucap Gibran, sambil menatap lekat wajah putri angkat nya itu.


"Tentu saja Daddy, Alice, sayang mommy, bahkan sangat sayang, tapi kenapa mommy, selalu memaksa kan kehendak nya, untuk pindah-pindah negara, aku bahkan di paksa untuk beradaptasi setiap kali kami pindah, aku cape"ucap Alice, yang kini meneteskan air mata nya, dia rindu rumah nya di Jerman, dia rindu Daddy Piter dan Jason, tapi tidak ada yang mau mengerti dengan semua itu,itu pikirnya saat ini.


"Alice, kamu sudah mulai remaja, mommy tidak ingin kamu terpaksa harus memilih, sekarang katakan pada mommy, apa kamu mau di sini dengan mommy, atau kembali ke Jerman bersama dengan Daddy Jason, dan mommy mu itu"ucap Michael.


Alice hanya menangis saat di suruh memilih saat ini dia bahkan tidak berani menjawab pertanyaan Michael, Gibran langsung membawa Alice, kedalam pelukan nya.


Sementara itu Michael, juga langsung pergi, menuju kamar nya, wanita itu tidak kuasa menahan tangisnya, Michael, mungkin sedang tertekan akhir-akhir ini dia bahkan sering melupakan emosi nya itu pada Gibran atau dirinya sendiri dengan memukul-mukul paha nya seperti saat ini, Gibran yang menyusul ke dalam kamar nya saat ini dia langsung memeluk istrinya itu memberikan kekuatan.


"Hey, sayang jangan seperti ini, aku tau ini sulit tapi kita pasti bisa melewati nya, kamu akan segera sembuh, tidak akan lama lagi, setelah itu kamu bisa lakukan apapun yang kamu mau sayang termasuk mengurus semuanya seperti dulu"ucap Gibran, yang kini mengecup puncak kepala dan kening Michael.


"Aku tidak yakin itu mas, aku tidak yakin bisa kembali seperti semula, bahkan sekarang saja rasanya sulit untuk bergerak walau hanya sekedar naik turun kursi roda saja aku tidak bisa, aku tidak berguna, kasihan mereka mas"ucap Michael yang kini memutuskan untuk memanggil Gibran mas, seperti orang kebanyakan.


"Hey, sayang lihat aku, kamu bisa yakinlah"ucap Gibran, yang kini kembali merangkul bahu Michael, yang masih berada di kursi roda tersebut.


"Mas, biarkan aku sendiri"ucap Michael.


"Tidak sayang, kamu tidak boleh begini ayo kita kembali, kita bicara, dan mencoba memberikan pengertian kepada mereka ok"ajak Gibran, yang kini menatap lekat wajah cantik tanpa polesan make up itu


"Aku hanya ingin istirahat,mas"ucap Michael.


"Baiklah aku temani kamu istirahat"ucap Gibran, Sambil mengangkat tubuh Michael ke atas ranjang, dan membaringkan nya menyelimuti tubuh itu.


"Mas, kamu tidak usah menemani ku di sini, kamu pasti banyak pekerjaan"ucap Michael.


"Tidak, sayang kamu lebih penting dari apapun, aku punya asisten yang akan mengurus nya, sementara kamu aku tidak rela orang lain menyentuh mu kecuali emergency"ucap Gibran yang di akhiri dengan senyuman.


"Kamu masih seperti dulu"ucap Michael, yang kini meraih pipi Gibran, yang tak jauh dari posisi nya kini.


"Aku tidak akan pernah berubah, semua demi kamu karena aku sangat mencintaimu"ucap Gibran, lagi.

__ADS_1


"Aku tau itu, maafkan aku, terkadang aku egois, meluapkan, emosi ku padamu, jujur aku tak bermaksud melakukan itu, mungkin karena akhir-akhir ini aku merasa sedikit tertekan"ucap Michael.


"Tidak, apa-apa sayang, aku bisa mengerti, aku tau apa yang kamu lewati saat ini begitu berat belum tentu semua orang bisa melewati nya, tapi aku berharap kamu bisa lebih kuat lagi, aku akan menebus semua kesalahanku pada mu, dan aku janji akan selalu membahagiakan mu"ucap Gibran.


"Terimakasih"ucap Michael,sambil terlelap dalam tidur nya.


hari berlalu begitu cepat, dari saat itu,kini Michael selalu rutin melakukan terapi medis untuk kembali bisa berjalan, Michael, tidak pantang menyerah dan kabar baiknya adalah dia sudah bisa berdiri, walaupun kesulitan untuk melakukan nya, tapi dia tetap berusaha.


Michael ingin kembali bisa berjalan secepatnya, setidaknya dia bisa mengajak kedua putra kembar nya itu, untuk bermain kejar tangkap, seperti dulu saat Merry masih sangat kecil, Merry, selalu minta di kejar walaupun akhirnya, Merry, akan meminta bantuan Alice dan Piter, saat ia akan tertangkap.


Michael, tersenyum manis tapi juga menitikkan air mata nya, saat terkenang suami tampan nya itu.


Gibran, tengah sibuk di kantor saat ini, dia bahkan lembur, sementara itu di rumah Michael, tengah menemani kedua putrinya belajar, saat ini,sambil duduk di sofa, karena kini dia sudah bisa berpindah tempat duduk dari sofa ke kursi roda, hanya saja belum bisa melangkah kan kakinya, dia menggunakan kekuatan tangan nya, yang sudah membaik.


🌹💖💖💖🌹


empat bulan berlalu dari saat itu,kini Michael, semakin berkembang baik, Michael, sudah bisa melangkah meski hanya beberapa langkah itu pun dengan alat bantu jalan seperti tongkat, untuk berjaga-jaga jika dia hendak terjatuh.


Gibran, yang sangat sibuk,haru bolak-balik,luar kota saat ini, dia tidak terlalu khawatir meninggalkan istrinya itu, karena,ada Riko, dan Gilang Abang nya yang sudah satu bulan ini, tinggal di sana, pria yang masih menjomblo di usia nya yang tidak muda lagi itu keduanya memutuskan untuk tinggal di Jakarta, bersama dengan Gibran,sambil membantu tetapi Michael, saat ini.


berbeda dengan Gilang, Riko, sempat menikah dengan tetangga nya,di desa tapi tak lama karena wanita itu berselingkuh dan Riko, yang mengetahui nya, dia langsung menceraikan, istrinya itu.


sementara Gilang, dia masih tidak bisa melupakan malam panas nya bersama wanita buta yang dulu tengah hamil muda, yang kini entah berada di mana, setelah Gilang menolong nya dan menampung nya di Mension,milik nenek Andara,dulu.


Gilang, saat itu benar-benar terbawa suasana, karena, wanita itu meminta Gilang, untuk membantunya membuka kancing baju nya yang posisinya di belakang,tak hanya itu,Gilang juga tak sengaja menolong wanita itu saat hampir terjatuh, di kamar mandi, dengan posisi sedang menggunakan handuk.


dan bukan Gilang yang memulai tapi wanita itu duluan, yang entah di sengaja atau tidak, menggoda Gilang dan saat Gilang merespon mereka sama-sama larut di dalam nya, mungkin Gilang akan mudah untuk mencari pengganti nya, tapi rasa bersalah nya, yang tak pernah hilang hingga saat ini, karena telah berani melakukan itu pada anak gadis orang ya.. meski bukan perawan, karena tengah hamil muda, tapi yang membuat Gilang semakin merasa bersalah adalah kondisi nya saat itu dia buta.


usia mereka saat ini sudah hampir kepala empat, usia mereka 36 thn.tapi takut untuk menjalani biduk rumah tangga.


"Kak, Gilang, aku sudah bisa melangkah tapi masih sedikit berat"ucap Michael.


"Bagus,itu akan mempermudah proses kerja kita, iya kan Riko, ingat bayaran yang di tawarkan oleh bocah tengil itu Riko, hahahaha"Gilang tertawa lepas.


"Aku sudah bisa mencium bau mobil sport ku Gilang"ucap Riko.


"Kau lebih peka rupanya"ucap Gilang yang kini masih melakukan terapi pijat pada telapak kaki Michael.


"Tentu saja, siapa yang tak tertarik dengan itu mana itu limited edition, lagi, kamu tau harga mobil itu bukan"ucap Riko, lagi.


"kerja yang bener,baru kalian akan melihat kunci mobil nya di depan mata kalian"ucap Gibran, yang baru datang, menghampiri mereka di taman belakang, saat ini bahkan mereka semua sedang duduk di rumput yang hijau dan sangat terawat itu, menambah keindahan orang yang melihat nya.


"Michael, bocah yang satu ini belum tahu coba kamu berdiri dan berjalan sendiri tanpa bantuan ku"ucap Gilang, yang ingin menunjukkan itu pada Gibran.


"Kau bujang tua jangan terlalu percaya diri dulu,dokter ahli saja masih belum bisa memastikan itu"ucap Gibran,asal


Bukan marah dengan kata-kata Gibran, tapi mereka berdua malah ketawa ngakak, saat ini.


"Apa kau tahu, penyakit Michael itu bukan harus di bawa ke rumah sakit, tapi ke tempat pijit kamu saja yang bodoh, buang-buang duit.karena tidak ada luka di luar dalam pun struktur tulang pun masih bagus tidak ada yang bergeser,ini hanya butuh keajaiban dari Gilang"ujar Gilang sambil tertawa terbahak-bahak,Gilang memang benar , Michael, hanya butuh di urut untuk membetulkan otot kaki nya yang kurang di gerakkan selama Michael koma dan selama ini hanya minum obat dan berlatih berjalan tanpa adanya pijat atau sejenisnya,ada sebagian otot kaki yang memerlukan pijat urut.


satu tahun yang lalu mungkin Michael, sudah mengalami benturan keras pada bagian tulang belakang hingga membuat otot refleksi nya menegang karena kaget , dan luka itu pasti ada yang namanya kecelakaan mobil,mana ada tiga ada luka, tapi yang memperparah kondisi Michael adalah gangguan saraf tulang belakang, yang mungkin medis, selalu menyarankan untuk operasi, tapi di kampung selalu ditangani dengan pijat urut dan kebanyakan orang sembuh.


Michael,lalu berdiri perlahan tapi pasti, setelah itu dia melangkah, padahal selama terapi beberapa bulan ini, bahkan Michael hanya bisa berdiri itupun akhir-akhir ini, setelah Michael, melakukan terapi pijat dengan menggunakan alat dibantu tenaga ahli terapi pijat dari luar.

__ADS_1


Michael tersenyum,sambil melangkah pasti, walaupun tanpa bantuan,alat batu jalan dan apa pun itu, Gibran, tersenyum bahagia Sambil memeluk istrinya itu, dia begitu bahagia lalu berkata "Besok mobil itu sampai di sini"ucap Gibran yang saat ini sangat bahagia.


"Jangan senang dulu,itu baru permulaan, istri mu belum bisa bergerak bebas masih butuh beberapa kali pijat lagi, dan ini adalah kendala kita,kau tidak akan mengizinkan kami untuk menyentuh nya"ucap Gilang, karena itu bagian tubuh tengah nya tepat nya pinggang Michael.


"Apa pun itu lakukan lah, aku tidak akan protes, asal istri ku benar-benar sembuh, tapi ingat jangan pegang yang lain nya"ucap Gibran, memberikan peringatan.


"Owh ya ampun ini bocah, aku tidak bisa menjamin itu, tapi tenang saja, bukan area itu juga"ujar Riko.


"Terserah, Poko nya, aku harus lihat sendiri buat jaga-jaga"ucap nya ngotot.


"kau ini kita pakai kain untuk menutupi bagian yang di pijat kami hanya meraba nya tanpa melihat"ucap Gilang.


"Pokoknya, aku harus lihat"ujar Gibran.


"Terserah kau saja, saat ini sudah cukup sampai disini dulu,besok baru mulai lagi"ucap Gilang.


"kenapa?? tidak sekarang saja,biar cepat sembuh, aku sudah tidak sabar ingin mengulang malam pertama ku"ujar Gibran, dengan sengaja tanpa rasa bersalah bicara masalah itu,di hadapan kedua jomblo tersebut.


"Wah-wah...ini si minta di sentil ni bocah Riko,ayo kita pulang saja, masih banyak mobil sport di luaran sana yang sedang menunggu kita"ujar Gilang kesal.


"Tidak bisa, selesai kan dulu atau aku tidak akan membantu mu mencari dia"ucap Gibran,Gilang langsung berubah ekspresi, saat ini, entah lah sulit untuk di tebak.


"Bocah sialan"ucap Gilang, dan Gibran hanya tersenyum devil, dia tidak marah sedikit pun pada kedua manusia yang ada di hadapannya, walaupun mereka selalu mengejek nya, karena Gibran tau kasih sayang mereka tulus.


"Baiklah kau menang tapi lain kali tidak ada maaf bagi mu"ucap Gilang.


mereka pun kini memutuskan untuk beristirahat, dan menyantap makan siang nya, sementara itu Michael saat ini sedang duduk bersandar di dada bidang suaminya, akhir-akhir ini Michael kembali manja pada Gibran, dan itu di sambut dengan senang hati oleh Gibran.


sementara itu Alice, yang masih di sekolah, tepat nya sekolah internasional, dia kini kelas satu SMA. sudah bubar sekolah, Alice, yang belum fasih berbahasa Indonesia, dia saat ini pergi menggunakan mobil nya, sendirian, meski dia memiliki pengawal bayangan yang di tugaskan oleh Gibran dan Jason, untuk menjaga nya, dia tidak berani sembarangan berpergian.


awalnya Alice, ingin mencari makanan, yang saat ini tengah viral yaitu sebblak yang sudah menjadi makanan paforit anak muda di negara ini, Alice, merasa tertantang untuk mencoba nya meski sedari kecil dia tidak pernah makan-makanan pedas .


Alice, menghubungi,salah satu sahabat nya di sekolah yang tadi sempat memberikan dia tantangan, sahabat nya itu, untuk makan sebblak.


dengan bantuan google Drive Alice, sampai di tempat tujuan, dan itu lumayan jauh dari sekolah nya, apa lagi rumah nya.


Alice, turun dari mobil sport limited edition nya, saat ini di sebuah kafe yang menyajikan menu tersebut, saat baru turun dari mobil, dia menjadi, sorotan karena wajah khas bule nya yang sangat cantik dengan mata biru langit tak lupa mobilnya itu sangat mencolok.


Alice, yang sudah sampai di pintu masuk, dia masih berpikir cara memesan menu tersebut, karena, selama ini dia tidak pernah makan di luar, apa lagi makan makanan yang menurut nya aneh itu, tapi sedetik kemudian,ia masuk ke dalam.


"per misi"ucap Alice terbata dia memanggil seorang pelayan yang tak jauh dari tempat nya berdiri.


"sa - ya ma u Tan nya a pa betul di si ni a da sebblak"ucap Alice, kesulitan bicara.


pelayan, kafe, yang mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alice, langsung menjawab dengan menggunakan bahasa Inggris, Alice, langsung tersenyum manis pada pelayan tersebut.


"Maaf, Nona,di sini tidak ada menu itu mungkin anda salah informasi, tapi saya akan beritahu dimana makan itu berada"ucap wanita itu


"Thanks you"kata Michael sambil kembali berjalan keluar, Michael kembali termenung hingga seorang pemuda tampan mengejutkan nya, saat ini gara-gara Alice,menghalangi jalan masuk.


"sorry, nona kau menghalangi jalan masuk"ucap pria itu, yang kini menatap lekat wajah cantik Alice.


"mommy, Daddy, help me"tiba-tiba Alice, menangis dia bingung harus kemana lagi setelah ini seperti nya dia tersesat pikirnya karena dia tidak kunjung sampai di alamat yang diberikan oleh sahabat nya, dia memasuki kafe yang salah dan informasi yang diberikan oleh pelayan tadi pun Alice, tidak tahu.

__ADS_1


usia nya baru lima belas tahun, saat ini, tapi tubuh tinggi nya tidak memperlihatkan itu, dan pria yang kini berada di hadapan nya, karena Alice tidak mau menyingkir pun bingung.


"sungguh wanita aneh, sudah gede masih nangis dasar cengeng"ucap pemuda yang baru genap berusia 23 tahun itu .


__ADS_2