
saat joe.membawa Shandra sandi mengambil motor miliknya itu pertandingan pun di di terus kan, saat ini Shandra sedang di obati ada beberapa lecet dan kaki yang cedera saat ini, Joe mengantar Shandra ke rumah sakit yang tidak jauh dari sana, rumah sakit yang di bangun oleh Adryan, secara diam-diam, saat Sania tengah hamil anak kembar nya dulu.
Shandra, mendapat perhatian serius dari Joe saat ini, karena ada rasa yang tumbuh begitu saja sejak pertama kali bertemu dengan nya tadi, siang, hari sudah mulai senja sandi dan Shandra bersama dengan Joe pergi kerumah Shandra yang tak lain adalah rumah keluarga sandi saat ini.
sesampainya di sana sandi langsung di sambut oleh Ayah dan ibu tiri nya itu dengan hangat berbeda saat ibu sandi masih hidup keduanya seakan tidak pernah perduli.
"nak,,,! kau disini bagaimana kabar mu saat ini?" ucap ayah sandi sambil memeluk nya.
"aku kembali kemarin pak... hanya saja aku belum sempat kemari karena sedang sibuk mengurus pembangunan rumah sekaligus butik dan restoran saat ini"jawab sandi.
"wah,,, kamu hebat sandi kamu sudah sukses sekarang" ujar ibu tiri nya.
"hmmm giliran putri nya celaka saja di cuekin beda saat aku meng kalian, heboh" Shandra protes.
"astagfirullah kau kenapa sayang,maaf ibu gak tau" jawab ibunya.
"sudah, baik kan...!" ujar Shandra yang berjalan pincang ke kamar nya Shandra langsung mandi iya tidak mendengar kan saran dokter karena merasa tidak nyaman tubuhnya lengket.
"kenalin ini Joe Kaka Yena" ucap sandi memperkenalkan, Joe pada ayah nya itu.
"jadi Yena punya kakak?" ucap ayah sandi yang baru tahu karena dulu saat sandi menikah dia tidak bertemu dengan Joe.
" ya saya kakak Yena" ucap Joe sambil berjabat tangan, dengan ayah Shandra tersebut.
"silahkan duduk nak..!" ucap ibu Shandra yang langsung pasang wajah ramah gara-gara iya melihat Joe, seperti nya orang sukses.
"Joe, aku harus segera kembali apa kamu masih mau di sini?" tanya sandi.
"aku ikut pulang saja pasti mereka bertanya-tanya saat ini.
"baik lah,pak.. aku pamit pulang dulu, kalau bapak ada waktu main saja ke tempat Bunda Andara, aku akan sangat sibuk beberapa bulan ini, sebelum mulai buka restoran terlebih dahulu, jika bapak mau bertemu cucu bapak sebaiknya bapak temui dia di sana, karena dia belum terbiasa dengan perkampungan kita jadi dia selalu bertanya banyak hal, bahkan ayah Danang sampai kewalahan menjawab nya" ujar sandi.
"besok bapak kesana" jawab Sang ayah yang memang jarang bicara dengan nya sedari dulu sandi kehilangan kasih sayang ayah nya saat ayah nya tergoda oleh ibunya Shandra saat itu ia berusia lima tahun, dan akhirnya ibu sandi memutuskan untuk berpisah dengan nya.
ibu sandi yang kecewa saat itu dia hanya bisa meratapi nasibnya, bahkan sandi hampir kehilangan beliau saat ibunya ingin bunuh diri saat akan melompat dari jembatan, sandi menyaksikan itu, beruntung Danang dan Andara yang baru datang dari Jakarta melihat itu dan Danang langsung menghentikan mobilnya saat itu,lalu dia menangkap erat tubuh ibunya sandi di bawahnya kedalam mobil bersama Andara yang membawa sandi, saat itu lah sandi bertemu mereka Sania yang masih bayi saat itu, dan Sonya yang sudah berusia 7 tahun.
sandi dan ibu nya sementara waktu tinggal di rumah Andara yang masih sederhana belum rumah besar seperti sekarang ini, tapi setelah satu tahun Sandi dan ibunya tinggal di sana Eyang Sania datang membangunkan rumah itu untuk putri semata wayangnya,kalo di kota itu di sebut Mension, saking luasnya nya rumah tersebut dengan belasan kamar dan beberapa ruangan besar yang sengaja eyang Sania membangun nya dengan rasa sayang nya untuk putri satu-satunya itu.
rumah megah yang di bangun di atas lahan dua hektar tersebut, semua orang di kampung sana menyebutnya rumah besar,tak hanya itu di ruang bawah tanah ada kantor untuk Andara bekerja sesekali ada yang datang dari kantor pusat, untuk memberikan setumpuk berkas yang harus di tandatangani oleh nya.
Andara adalah pebisnis handal yang tidak pernah menyombongkan diri nya ia tetap hidup sederhana mengikuti kempuan suaminya yang punya hobi bertani.
Andara, sampai saat ini lebih suka hidup sederhana, karena menurut nya itu adalah sebuah kebahagiaan, bisa berbaur dengan masyarakat bawah, nyonya Paramitha, Anderson pun kadang kala selalu menginap lama di sana karena, rindu dengan anak cucunya tapi dia tidak ingin menetap karena dia sendiri masih mengurus bisnis restoran nya saat itu.
hingga akhirnya beliau sakit-sakitan, dan semejak saat itu, Andara sering bolak balik kampung dan kota untuk merawat ibunya yang masih kekeuh ingin tinggal di sana dengan Derry putra pertama nya.
hingga akhirnya nyonya Paramitha Anderson wapat itu adalah hari terakhir Andara pergi ke Jakarta, sebelum Sania kesana, Andara sangat terpukul dengan kepergian Nyonya Paramitha ibu nya yang sangat baik hati dan tidak pernah sombong itu.
Danang bahkan sangat menyayangi mertua nya itu karena dari dia yang bukan siapa-siapa hingga mengangkat derajat nya menjadi kan nya menantu di keluarga nya, Andara menerima Danang dengan suka cita karena baginya kebahagiaan putri, adalah kebahagiaan nya juga.
"bukan hanya Danang yang di terima dengan baik oleh nyonya Paramitha,tapi anak perempuan dari pernikahan pertama nya, juga di akuinya sebagai cucunya dengan memberikan nama besar keluarga nya, semua orang mengenal Sonya sebagai anak pertama Andara.
__ADS_1
rumah peninggalan sang ibu pun di biarkan kosong begitu saja, hanya ada para pelayan yang tinggal untuk merawat rumah itu, sampai sekarang, Derry bahkan sudah lama tidak pulang karena,ia masih terpukul dengan kematian istrinya Tias yang tidak lain adalah ibu dari Adryan, meski Derry, tetap bersama dengan, istri pertama nya saat ini.
sesampainya, sandi di rumah besar bersama dengan Joe Danang menyebutnya di ruang tamu, Joe di terima dengan hangat di sini karena keramahan nya Danang dan Andara, iya juga mempersilahkan Joe untuk beristirahat di kamar tamu, saat ini sementara sandi masih berbincang, saat ini dengan ayah angkatnya itu.
"nak,, gimana soal lokasi dan bangunan nya, apa?? sudah di pastikan" tanya Danang.
"kalo untuk rumah sandi dan Ari memilih membangun rumah berdempetan agar kami tetap bisa bersama ayah" ucap sandi.
Ari,, dan Rido pun langsung bergabung.
"ayah, boleh tidak Rido juga ikut kembali membangun rumah kami bertiga di samping tanah yang bersebelahan dengan tanah ayah, Jujur saja aku dan Amara, akan kembali ke kampung, sementara perusahaan masih bisa di kendalikan oleh ku dari sini" ujar Rido.
"kau boleh membangun rumah berdekatan tapi ingat kau akan kesulitan,kalau kau harus mengurus perusahaan, yang berada di sana sebaiknya kamu tetap tinggal di sana, dan jaga Sania soal rumah biarkan itu menjadi tempat kalian kembali satu hari nanti.
"baiklah ayah" ucap Rido.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di Jakarta tepatnya di Mension Adryan, kini sedang makan malam berdua di ruang televisi, sambil mengobrol.
"sayang, kapan jadwal kontrol mu,biar aku antar ke dokter" ucap Sania.
"sayang, mungkin Minggu depan, karena Dokter nya, di luar negeri" jawab Adryan.
"baik lah sayang, aku akan sangat senang sekali,ayo habis kan makan nya, sebentar lagi kita langsung istirahat Aku sangat lelah sayang
jadi aku ingin segera tidur saat ini" kata Adryan.
"baik lah sayang ku, nanti aku pijat lagi"kata Sania.
"hmmm.. baik'lah aku sudah selesai makan nya, sekarang aku siap-siap dulu ok sayang muachh" kata Sania langsung bergegas naik ke lantai dua untuk berganti pakaian dengan baju dinas malam nya saat ini.
"iya sayang tunggu aku di sana" kata Adryan berteriak.
mereka pun melewati malam panjang, yang sangat menggairahkan bagi dua insan, saat ini .
hari-hari yang di lalui Sania kini di penuhi kasih sayang oleh Adryan.
Sania selalu di manjakan oleh suaminya itu, seperti hari ini mereka berdua pergi ke sebuah tempat spa termahal di Jakarta, Adryan ingin memanjakan istri nya, yang sedang lelah habis bekerja seharian karena Sania kembali memegang perusahaan nya saat ini.
di tempat lain nya Sonya dan Nanda tengah menikmati waktu mereka bersama keluarga kecil nya itu, di tempat bermain anak-anak nya, dengan santai nya Nanda memani putra putri nya, bermain bersama, saat ini.
dengan penuh cinta Nanda memang seorang ayah yang sangat hangat,kasih sayang nya tidak pernah putus.
"sayang kalian mau makan apa" tanya,Nanda pada kedua anak kembar nya itu.
"tidak Daddy aku masih ingin bermain" jawab si sulung.
"Daddy, aku mau makan pizza saja pasti enak banget yang topping nya sangat banyak itu" ucap si bungsu.
"aku juga mau Daddy" kata si sulung yang tadi menolak untuk mengisi perut.
__ADS_1
"Sayang,ayo, kita pergi ke restoran pizza, anak-anak ingin kan itu" kata Nanda yang sedang menggenggam tangan kedua anak nya itu.
"Baik, anak mommy, tapi jangan minta minuman bersoda ya sayang minum air putih saja ok"kata Sonya yang membuat perjanjian dengan kedua anak nya itu.
"baik mommy, aku minum air putih saja" kata si sulung.
"mommy, boleh gak aku minta es teh manis saja" kata si bungsu.
"air putih atau tidak sama sekali" jawab Sania tegas, Sonya hanya ingin anaknya minum susu atau air putih susu pun yang redah gula, untuk menjaga kesehatan mereka makan pizza juga hanya Nanda yang memperoleh kan nya Sonya tidak, karena Sonya sendiri benci makanan itu. padahal itu rasanya enak banget tapi Sonya yang selalu menjaga tubuhnya,agar tetap terjaga sampai saat ini pun tubuh Sonya masih sangat langsing, seperti Gadis, itu karena pola makan nya yang sangat ia jaga.
Nanda, membawa mereka ke tempat itu Sonya duduk sambil bersikap cuek karena Sonya sebenarnya tidak mau mereka bertiga makan itu, tapi mau bagaimana lagi permintaan orang terkasih tidak bisa di tolak.
setelah pelayan datang menghampiri meja mereka, Sonya langsung memesan empat porsi sup jamur, empat porsi kebetulan cuaca sedang dingin karena hujan jadi ia ingin anak nya makan itu juga.
"mommy, gak enak kalo harus di campur dengan itu" ucap kedua anak nya.
"ya sudah Emba,, aku pesan sup nya nya dua saja,itu pizza nya topping nya harus sesuai keinginan mereka ini spesial ya Emba" ucap Sonya lagi.
"owh kalo gitu ade-ade nya sama nyonya ikut kami ke belakang biar bisa langsung pilih topingnya" ucap pelayan tersebut dan karena ini permintaan yang spesial mereka pun kesana bukan bersama Sonya tapi dengan Nanda, setelah selesai membersihkan toping mereka pun kembali ke meja nya.
"wah mommy,seru tau bikin pizza itu aku mau bikin di rumah boleh ya, ucap si sulung saat ini.
"tidak ada lagi nanti, dan selamanya hanya kali ini sayang" kata Sania lembut tapi penuh penekanan dalam kata-kata nya itu.
Nanda, hanya tersenyum pada Sonya sambil mengelus puncak kepala nya.
"sayang dengarkan Daddy tidak boleh banyak makan makanan yang mengandung tepung karena tidak sehat untuk tubuh mu sayang" Nanda menang benar-benar ayah yang baik dan penuh pengertian, sampai saat ini pun ia mampu memberikan pendidikan yang sangat baik dalam rumah pada kedua nya.
"gitu ya Daddy ya sudah kita, tidak usah makan itu kita batalkan saja" kata si sulung.
"untuk satu kali ini boleh Sayang tapi tidak ada lain kali lagi, karena sayang jangan pernah membuang makanan, pamali.
"iya Daddy" jawab mereka kompak.
pesan pun telah datang saat ini semua orang tengah menikmati hidangan yang baru datang itu.
mereka pun makan dengan lahap nya tanpa berbicara sedikit pun karena itu yang di ajarkan oleh Nanda seperti biasanya.
sementara itu Adryan saat ini tengah berada di perusahaan nya tiba-tiba, seseorang masuk tanpa mengetuk pintu,ya..dia adalah Amelia yang saat ini tengah berjalan kearah Adryan sedang menatap nya tajam.
"maaf tuan nonna itu memaksa masuk" ucap sekertaris nya saat ini.
"ya sudah tolong panggilkan keamanan saat ini" kata Adryan.
"sayang, aku mohon jangan Adryan aku bisa jelaskan aku kesini bukan untuk mengganggu pekerjaan mu tapi aku hanya ingin menjelaskan , tentang hubungan masalah kita dulu ucap Amelia sambil bergelayut manja.
sementara itu Sania yang ingin minta tanda tangan,pada adryo untuk k kerja sama nya, iya kaget melihat Amelia ada di samping Adryan duduk di pangkuan nya,
Adryan sontak saja mendorong Amelia saat itu juga dan langsung berdiri menghampiri Sania.
"sayang ini tidak seperti yang kau lihat please percaya lah" kata Adryan.
__ADS_1
"hmmm.. tidak apa-apa yan biarpun kalian beneran kembali,tapi kamu harus pastikan waktu itu tidak penyakitan, karena aku tidak mau tertular penyakit nya " Jawab sania.
"aku tidak akan pernah kembali pada nya"