Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kegelisahan Sania


__ADS_3

Sania semakin merasakan sakit, dalam mimpinya,ia melihat Joe yang menjamah tubuh nya dengan sangat kasar dari awal nya penuh kelembutan tapi ternyata saat ini Sania tidak sedang bermimpi, Sania memang sedang bersetubuh tapi bukan dengan Joe.. melainkan Adryan yang tengah murka melihat Joe yang mencium kening istrinya, saat perjalanan menuju ke Hongkong, Adryan langsung berbalik arah dari Bandara ke Mension nya.


"Daddy, kamu sedang apa hmm sakit..." pekik Sania.


"kau memang nya berharap bercinta dengan siapa heeuh dengan si Joe itu ia"Adryan membalikkan posisi Sania saat ini jadi membelakangi Adryan Sania bertemu minta di lepaskan.


"Daddy , kamu salah paham, Joe dan aku tidak melakukan apapun lepas dadd.. sakit hiks hiks hiks" Sania menangis sedih,ia tau Adryan terbakar cemburu tapi saat ini ia sedang di liputi amarah, Sania tidak bisa berbuat apa-apa sampai pelepasan itu terjadi Adryan mendorong kasar tubuh Sania di atas ranjang.


"Daddy, apa semua ini akan berakhir, tidak kah kau belajar dari kesalahan yang telah lalu kenapa semua selalu kau ulangi Daddy" ucap Sania yang masih menangis sesenggukan.


"aku minta penjelasan dari mu Tetang ini apa bisa kamu jelaskan" ucap Adryan yang melempar sebuah foto, saat Joe mencium kening Sania dengan mesra nya.


"sayang semua tidak seperti yang terlihat kamu itu percaya orang lain atau aku" tanya Sania


"aku lebih percaya bukti Sania"jawab Adryan, saat ini.


"baiklah jika itu mau mu ceraikan aku saat ini juga" ucap Sania.


"Sania kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan saat ini" teriak Adryan.


"aku sangat sadar mas,,, kamu lagi-lagi juga membuat kesalahan itu aku sangat lelah saat ini" ucap Sania.


"aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kapan pun, dan harus kamu tahu aku sangat mencintaimu"jawab Adryan.


"aku tidak tau lagi harus apa semua terserah padamu" kata Sania lagi sambil beranjak untuk membersihkan diri.


"sayang, maaf aku sudah cemburu buta dengan mu, aku tidak akan pernah mengunjungi nya lagi aku begitu mencintaimu jadi tolong maafkan aku" ucap Adryan.


Sania tidak menjawab dia masuk kedalam kamar mandi lalu membersihkan diri tanpa berendam karena sudah larut malam saat ini,ia merasa sedikit perih di bagian inti tubuh nya karena Adryan bermain kasar.


"mas,,, aku hanya melakukan kesalahan yang bahkan tidak ku sengaja tapi kamu menghukum ku seperti ini, dulu kamu berbuat melebihi apa yang aku lakukan semua aku maafkan" gumam Sania yang kini tengah menangis sambil membersihkan tubuh nya.


Adryan menunggu Sania sambil duduk di sofa singgel yang ada di sana ia bahkan sedang menghisap rokok nya, dan segelas wine yang selalu tersedia di rak dalam kamar nya.


Sania pun keluar dengan baju kimono mandi nya dengan lilitan handuk di kepala, Sania langsung merampas rokok yang kini Adryan pegang sambil menatap kearah nya.


"mas, aku sudah pernah bilang jangan merokok lagi apa lagi ini akan memperburuk keadaan" ucap Sania sambil merampas keduanya.


"yank... aku hanya" ucap Adryan terpotong saat melihat Sania menatap nya tajam.


"hanya apa, kau selalu mencari alasan Daddy, ingat hidup kita sudah tidak lagi singgel ada anak-anak yang membutuhkan mu, aku selalu bertahan demi kamu Dan juga mereka kalau aku egois dari dulu aku sudah pergi meninggalkan mu" ucap Sania.


"tidak akan aku izinkan" ucap Adryan sambil membawa Sania dalam dekapan nya saat ini Sania yang di tarik oleh Adryan saat ini langsung duduk di pangkuan Adryan, Sania mengaduh kesakitan, karena sakit bagian perut bawah nya.


"kenapa sayang, jangan pura-pura begitu deh" ucap Adryan sambil membenamkan wajahnya di leher Sania.


"ini ku sakit tau gara-gara kamu main kasar ada lecet yang sedikit parah, kamu itu jahat tau gak" ucap Sania menangis karena kesal.


"maaf kan aku sayang, aku terbawa emosi jadi hilang kendali" kata Adryan Jujur.


"emosi ko bikin aku rusak sih makanya tanya dulu sebelum marah tidak jelas" ucap Sania memalingkan wajahnya.


"maaf kan aku Hanny, aku janji tidak akan pernah lakukan itu lagi" kata Adryan.


"obatin pokonya gak mau tahu" ucap Sania.


"gimana kalo obatnya mobil sport terbaru mau" ucap Adryan merayu


"kamu pikir bagian yang lecet akan sembuh dengan itu heuhhhhh yang benar saja" ucap Sania sambil bergegas bangkit,namun Adryan menarik nya kembali ke pangkuan nya.


"baiklah aku oles salep ya, jadi mobilnya batal nih?" tanya Adryan.


"dua Daddy aku mau dua"jawab Sania.


"sejak kapan istri kesayangan ku ini jadi materialistis begini" kata Adryan sambil tersenyum kearah Sania.


"ya suruh siapa nawarin"kata Sania mendelik kearah suaminya.

__ADS_1


"hahahaha,,, iya-iya sayang lagian uang aku takkan habis hanya untuk mbelikan mu mobil sport kalo cuman dua biji tapi nanti sore tamani aku ke Hongkong ok" kata Adryan.


" baiklah Hanny sekalian kita liburan sekeluarga" kata Sania.


"baiklah tapi aku mau kamu tetap berada di samping ku kemana pun aku pergi sayang"pinta Adryan.


"gampang bisa di atur"kata Sania, menjawab dengan tegas.


mereka pun akhirnya mengepak barang yang nanti akan di butuhkan,di sana.


"sayang, jangan terlalu banyak membawa barang semua sudah tersedia di Mension cukup kamu bawa barang penting saja, semua baju kita dan anak-anak sudah di siapkan oleh asisten ku di sana" kata Adryan.


"baiklah Hanny" ucap Sania dia pun turun untuk melihat apa kedua putrinya sudah siap atau belum.


saat Sania turun kedua nya tengah duduk menghabiskan sarapan mereka di pagi ini, Sania pun tersenyum.


"sayang kalian sudah siap, habis kan sarapan nya setelah itu kita kesekolah dulu sekalian mommy mau ngurus izin liburan untuk kalian Daddy mau ngajak liburan di Hongkong sore ini kita berangkat" ucap Sania yang langsung bergegas ke arah meja dan menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


"sayang, aku nasi goreng saja, lagi pengen makan itu sudah dua hari ini entah kenapa" ucap Adryan yang yang merasa heran.


"Daddy jangan-jangan mantan istri mu sedang hamil di luar sana, bisa jadi kan" ucap Sania yang keluar begitu saja dari bibir nya itu, yang langsung dapat tatapan tajam dari Adryan.


"jangan bicara sembarangan sayang memang nya kamu mau di madu lagi" tanya Adryan sinis.


"aku mau Daddy madu itu kan enak manis apa lagi yang langsung di ambil dari sarangnya seperti yang aki punya di kampung" cetus sandrina yang mendapat tertawaan dari ibunya.


"hahahaha.... tapi madu yang ini pahit dan beracun Sayang"kata Sania yang langsung mendapat kan tatapan tajam dari suaminya itu.


"kok,,,bisa momm...kata aki,,, semua madu itu manis, yang pahit itu obat" jawab Sandra polos.


"sayang. tidak semua obat itu pahit dan tidak semua madu manis semua ada ragamnya" kata Sania.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di sisi lain Joe sedang sarapan bersama di sebuah cafe dekat kantor nya di Jakarta, hari ini ia kembali mengadakan meeting di cafe dekat sekolahan anak Sania Joe menyukai cafe itu karena ia bisa bertemu dengan Sania setiap kali ada meeting penting.


seperti sekarang ini Sania yang menunggu di luar gerbang sekolah tepat nya di parkiran depan cafe saat ini.


"Joe, aku mohon jangan begini Adryan mengetahui kejadian kemarin dia sangat murka aku tidak ingin merusak hubungan di antara kita" kata Sania.


"sayang dia tidak apa-apa in kamu kan, bilang sama aku" ucap Joe.


"Joe please deh tolong mengerti lah, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kita dan aku takut keselamatan mu akan terancam" pinta Sania yang menatap sendu pada Joe.


"sayang aku tau kamu punya perasaan yang sama dengan ku, please jujur lah pada ku" ucap Joe.


"rasa apa Joe aku menganggap mu sebagai teman, jadi itu tidak akan pernah berubah, jadi jangan rusak hubungan, baik ini aku mohon" ucap Sania lagi.


"kamu bisa bicara begitu karena kamu takut dengan suami mu iya kan Hanny, please Jujur sama aku aku bisa membawa mu pergi jauh, ketempat yang tidak mungkin mereka temukan" kata Joe.


"please deh Joe jangan merusak apa yang sudah pasti cari lah wanita yang lebih baik segala nya dari ku suatu saat hari itu akan tiba" ucap Sania.


tiba-tiba, Adryan muncul dari samping, Joe.


"belum puas kah kau menggoda istri ku yang cantik ini Joe" kata Adryan dingin.


"aku tidak akan pernah menyerah, dengan semua ini, aku akan merebut Sania yang selalu kau sakiti aku janji suatu hari nanti, dia akan pergi dengan ku jika kau tidak pernah berubah" ucap Joe.


Adryan tidak bertindak arogan saat ini, dia hanya tersenyum sambil berkata.


"aku tunggu saat itu jika istri ku benar-benar mencintai kamu" ucap Adryan dengan nada menantang Sania langsung marah.


"apa-apaan sih kamu Daddy.... aku tidak suka kamu berkata seperti itu" ucap Sania ketus.


"jangan marah sayang aku berkata seperti itu, karena aku tau kamu tidak akan pernah berpaling dari ku sampai kapan pun, karena cinta mu hanya untuk ku" ucap Adryan.


"hmm... percaya diri sekali kamu Daddy"balas Sania mencabikan bibir nya.

__ADS_1


"tentu saja Sayang, jika kau tidak mencintai ku kau sudah pasti akan berpaling dari ku setelah berkali-kali kita berpisah ruang dan waktu, karena aku tau tidak sedikit orang-orang yang berada di sekitar mu mendekati dirimu " kata Adryan tegas.


ya... Adryan tidak salah semua itu benar adanya, Sania memang banyak yang menginginkan nya tapi tidak ada satu pun yang berhasil merebut hati nya, tapi pengecualian untuk Joe Sania tidak tega untuk menolaknya dengan tegas entah karena Joe sangat baik pada nya atau karena apa yang pasti Sania tidak mau hubungan yang sudah terjalin dekat dengan keluarga nya akan hancur.


"baik lah Daddy, tapi bagaimana jika aku tergoda oleh nya atau pun laki-laki yang lain nya" goda Sania.


"aku bisa pastikan mereka tidak akan pernah ada yang berani hidup dengan tenang dan akan memohon kematian nya pada ku" jawab Adryan serius.


"owh aku takut Daddy tolong ampuni aku" ucap Sania sambil cengengesan.


"sayang aku serius" ucap Adryan mendelik,ia sedikit kesal karena Sania malah mengejek nya.


"iya-iya Daddy aku juga serius ko, muachhhh jangan marah-marah terus nanti cepat tua" ucap Sania sambil di akhiri kecupan di bibir suaminya itu.


"kamu menggoda ku Hanny,ayo kita pulang saat ini juga kita selesaikan urusan kita di rumah aku sudah tidak tahan lagi ingin menghukum kamu di atas ranjang"ucap Adryan berbisik, dan membuat Sania bergidik ngeri perbuatan yang semalam saja meninggalkan bekas hingga pagi ini masih ngilu, apa lagi kalo sekarang,Sania bergidik ngeri.


"sayang ini jam sekolah nanti anak-anak siapa yang akan memberikan mereka makanan nya pas jam istirahat" kata Sania.


"kamu lihat di samping itu asisten ku yang akan mengurus mereka nanti" Adryan menunjuk seorang wanita cantik berpenampilan seksi, saat ini, Sania langsung menjewer kuping Adryan.


"kau,,, berbuat mesum lagi di belakang ku heuhhhh" ucap Sania Adryan mengaduh kesakitan.


"apa yang kamu katakan sayang aku tidak berbuat apa-apa, sakit tau lepas kan" kata Adryan yang baru seumur hidup nya Sania menjewer kuping nya keras.


"siapa yang mengijinkan ****** seperti nya menjadi asisten mu, bukan kah sudah ku bilang jangan mempekerjakan wanita untuk menjadi asisten mu,kau tidak mendengar nya" kata Sania yang marah dan melipat tangannya di dadanya iya membuang muka dari Adryan.


"itu permintaan Daddy,,, Hanny bukan aku" ucap Adryan gugup,sambil mencoba mendekati kearah Sania.


"hmmm.. aku akan telpon Daddy saat ini juga" kata Sania sambil mengambil ponsel nya dari yang di letakkan di atas dasboard mobil nya.


"jangan Sayang Daddy sedang tidak ingin di ganggu dan dia sedang pergi bersama Gavin ke Rusia" kata Adryan yang memang sedang berbohong.


"owh baik lah,sore ini kau pergi saja dengan dia ke Hongkong, aku akan pulang bersama dengan anak-anak ke kampung,agar kau tau rasa ayah tidak akan mengijinkan aku untuk bersama dengan mu lagi" ancam Sania yang berhasil membuat Adryan, langsung bertekuk lutut, karena ketakutan saat ini.


"sayang please jangan lakukan itu baiklah-baiklah aku akan pindah kan dia ke device lain kamu bisa tenang"kata Adryan.


"pecat dia sekarang juga. atau aku yang akan pergi dari hidup mu untuk selamanya"nyali Adryan menciut bagaimana tidak Sania saat ini menampakkan taring nya, ya Sania, sengaja melakukan itu karena, dia lelah di tindas terus menerus oleh orang lain termasuk Adryan yang selalu berbuat sesuka hati.


"iya-iya baik lah" Adryan pun turun dan di ikuti oleh Sania.


"Miranda, maaf saat ini kamu saya pecat"ucap Adryan.


"tapi, pa... apa salah saya hingga bapak memecat saya." ucap wanita yang bernama Miranda tersebut.


"kau mau tahu kesalahan mu,heuhh...kau adalah ****** yang di utus oleh Amelia, untuk menggoda suami ku" ucap Sania tegas sambil mencengkram kuat leher Miranda.


Adryan yang melihat itu bergidik ngeri melihat sorot mata Sania yang tiba-tiba memerah karena marah, dan Adryan bertanya-tanya sejak kapan istrinya menjadi seperti sekarang ini.


"da..da.. dari mana kau tahu uhuk uhuk.. " ucap Miranda, yang langsung terbatuk menahan sesak nafas karena cekikikan yang di lakukan oleh Sania.


"sayang, sudah lepas kan, bahaya tau" ucap Adryan yang kini, menarik kuat tangan Sania.


"kau belum tahu sifat ku yang lebih berbahaya dari ini,maka terus lah kau pancing kemarahan ku, dan satu lagi, bilang pada bos mu itu hadapi aku langsung jika dia sudah tidak ingin hidup lagi, atau jika ia ingin menderita dan sampai memohon agar aku mempercepat ajal nya, jangan sampai ****** seperti mu muncul lagi di hadapan ku, karena saat itu terjadi maka siap-siap untuk mati" Sania menendang leher wanita itu dengan keras hingga wanita itu pingsan.


sementara Adryan saat ini baru sadar dengan ucapan Danang, jangan buat Sania marah atau berkata kasar pada nya karena Sania tidak bisa di perlukan begitu, Adryan baru mengerti ada jiwa iblis dalam diri istrinya, yang mulai bangkit setelah beberapa tahun tenang di dalam sana,


Adryan baru ingat dengan sosok Bodyguard yang di kirim Amelia saat itu ke empat nya mati di tempat, saat Sania datang dengan berlumuran darah ke rumah sandi, saat di kampung.


Adryan langsung menyuruh orang nya untuk membereskan Miranda yang pingsan saat ini, sementara Sania melenggang masuk membawa kotak bekal nya ke arah pintu gerbang sekolah, untuk menemui anak nya yang baru keluar kelas untuk istirahat seperti biasa, Adryan duduk termenung di dalam mobil Sania yang kini atapnya telah di tutup.


sementara Joe yang sedari tadi memata-matai mereka dia mematung kaget, melihat sifat Sania yang jauh dari dugaan nya saat ini.


ya,, Sania memang selalu di perlukan lemah lembut oleh Danang dan Andara, karena selain mereka sangat mencintai putri nya itu, mereka juga tau Sania punya sisi lain dalam dirinya, yang sengaja Danang ingin hilang kan sandi yang tau itu dengan almarhum ibu nya saat itu.


dulu ada seorang tetua di kampung yang tiba-tiba, mendekat ke arah Sania dan mengelus puncak kepala nya, dia berkata,nak kamu adalah anak yang istimewa, dan suatu saat kau akan tau seberapa besar kekuatan yang ada pada diri mu, kamu akan berjaya tapi sebelum itu ujian akan terus datang silih berganti, sampai saat kamu menyadari ke istimewan yang terdapat dalam dirimu.


dangang langsung bertanya pada laki-laki tua itu.

__ADS_1


"apa maksudnya, Abah" ucap Danang.


"perlakukan dia dengan lemah lembut jangan sekali pun memarahi nya sekali pun dia berbuat kesalahan, ingat jaga baik-baik, apa yang ada dalam diri anak mu dia akan menjadi sumber kekayaan bagi seluruh penduduk desa di sini dan juga di luar sana, tapi ada satu hal yang harus kalian jaga jangan buat dia marah.


__ADS_2