Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Kesedihan Gibran#


__ADS_3

di, sinilah Gibran, tepat di pojokan kamar nya, saat ini dia tengah menangis tanpa suara, sambil memeluk erat album foto dirinya dan Michael, selama ini Gibran, bahkan tidak tau kalau Michael, diam-diam suka mengambil gambar diri nya, setelah Michael, memutuskan untuk membangun sebuah benteng di antara mereka, meski Gibran mati-matian mencoba untuk meruntuhkan benteng tersebut, meski Gibran, mencoba memberikan ruang pada Michael, untuk berpikir bahwa semua itu tidak seharusnya terjadi, tapi semua itu tidak pernah di mengerti oleh Michael.


Michael, masih suka diam-diam memperhatikan nya, setiap hari setiap waktu tapi wanita itu hanya bisa meratapi kesedihan nya itu sendirian, Michael, bahkan tidak pernah menyapa Gibran, lebih dulu, saat mereka bersenggolan atau pun saat Gibran menyuruhnya untuk membersihkan kamar nya, walaupun hanya alasan Gibran, agar dia bisa melihat wanita yang sangat di rindukan nya dari dekat.


Tapi, lagi-lagi, Michael menjaga jarak dari nya, Gibran, benar-benar serba salah jika dia memaksa untuk kembali, Michael, pasti nekad pergi dari sana, tapi Michael, benar-benar seakan sudah menutup pintu hati nya saat itu, hanya karena gara-gara hal sepele harga dirinya telah dilukai Gibran tanpa sengaja.


Gibran, semakin berlinang air mata, saat ini, saat membaca lembar,demi lembar surat yang selama satu tahun lebih Michael tulis di sela rasa rindu nya pada Gibran, tapi yang paling menyakitkan adalah, ketika dia pamit untuk yang terakhir kali nya, di saat dia meregang nyawa, penyesalan Gibran, lebih banyak lagi ketika ia tanpa sengaja membiarkan Michael berjuang seorang diri.


"Hay Gibran,eh .. maksud aku tuan apa kabarmu saat ini,maaf jika selama ini aku selalu menyusahkan kamu maaf jika selama ini aku tidak bisa membuat mu bahagia,oh ya selamat atas pertunangan kalian, aku turut bahagia melihat mu bahagia, semoga hubungan kalian langgeng, aku tidak sempat mengucapkan selamat pada mu, padahal saat itu aku datang ingin memberikan kado ulang tahun untuk mu,tapi sepertinya kamu sudah tidak membutuhkan itu lagi, jadi kado nya, aku buang di pintu gerbang, entahlah mungkin sudah ada yang membuang nya, ketempat sampah saat itu,heumm aku minta maaf pada mu, dan terimakasih atas kado terindah di hari ulang tahun ku, yang terakhir, semua nya teramat mengejutkan tapi aku bahagia, akhirnya kamu bisa hidup dengan wanita lain selain aku, dan dia begitu cantik dan elegan, cocok sekali dengan mu, aku harap, dia akan menjadi cinta pertama Dan terakhir mu, aku selalu berdoa pada Tuhan, semoga kamu bahagia selamanya selamat tinggal Gibran, pria yang paling kucintai selama hidup ku, aku tidak pernah mengenal dunia selain dirimu, aku tidak pernah mengenal sosok yang selalu membuat ku bisa tertawa selain dirimu, tapi mungkin saat itu adalah hari terakhir ku melihat mu kembali, dan kamu semakin tampan,kalau boleh jujur, aku sangat ingin berlari dan memeluk mu, saat itu juga, tapi saat itu aku melihat mu tersenyum manis untuk orang lain, aku baru tersadar dari mimpi indah ku, ternyata itu hanya ilusi, ilusi yang memberikan kebahagiaan sesaat saat aku tertidur, dan di saat aku terjaga, aku harus merelakan kebahagiaan itu pergi dari angan ku, terimakasih telah membuat semua terasa lebih indah, dan terima kasih juga, kamu telah menyadarkan ku, bahwa kebahagiaan itu bukan untuk ku,di hari ini untuk yang terakhir kali nya, aku mengatakan selamat tinggal Gibran , pangeran berkuda putih yang selalu hadir di setiap mimpi ku, semoga tidak ada lagi wanita yang akan sama seperti ku, selalu berharap mimpi itu indah."surat itu di akhiri dengan.


"Gibran, tolong maafkan aku yang telah berani mencintai mu, dan ini tabungan ku, hasil kerja keras ku, selama kamu pergi aku bekerja keras, walaupun tidak seberapa dan mungkin jauh dari kata cukup, aku ingin mengganti uang mu yang sudah ku pakai, semoga tuhan membalas kebaikan mu dengan kebahagiaan".


...............................................................


"Kamu, tidak salah sayang aku lah yang salah, aku sudah sangat menyakiti mu, maafkan aku Michael, maafkan aku, kembali lah Michael, kembali berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semua nya, kembali sayang aku mohon, please kembali aku mohon aku mohon kembali.........!!! aku mohon ampuni aku Tuhan tolong kembalikan dia padaku, aku janji akan selalu melindungi nya, dan memberikan cinta yang lebih besar lagi untuk nya aku mohon tuhan kembalikan dia padaku Michael, aku mohon kembali hiks hiks hiks hiks kembali.....!!!""Gibran menangis sejadi-jadinya, hingga, Sania, berlari menuju kamar Gibran saat itu juga dipeluk nya anak yang rapuh itu saat ini.


"Gibran, mommy tau kamu sangat kehilangan, dia sayang, tapi mommy mohon jangan lakukan ini, mommy mohon, bangkit lah sayang jangan buat Michael, sedih karena melihat mu seperti ini,kuatkan dirimu mulai lah hidup baru "ujar Sania.


"Tidak,momm... aku hanya ingin dia kembali, kenapa tuhan begitu tega mengambil nya dari ku, dengan cara seperti ini,sakit momm... sakit hiks hiks hiks,lebih baik Gibran mati saja,agar Gibran, selalu bersama nya"ujar Gibran, sambil membentur kan kepalanya ke dinding Sania, semakin mengeratkan pelukannya pada putra bungsu nya itu, saat yang bersamaan Adryan, langsung menghampiri Gibran, dan membawa nya menjauh dari tempat tersebut, saat ini Gibran di apit kedua nya Gibran masih menangis di pelukan mommy nya itu saat ini.


"sayang Daddy, berharap kamu bisa tegar,demi masa depan mu, sebaiknya kamu segera menikah dengan nya,agar kamu bisa melupakan Michael"ujar Adryan, yang langsung mendapat tatapan mata tajam dari putra bungsu nya.


"tidak Daddy, sampai kapan pun aku tak akan pernah melupakan dia, dan asal Daddy,tau aku juga tidak akan menikah dengan orang lain selain Michael titik"ujar Gibran, sambil pergi berlari menuju pintu keluar dari rumah tersebut, dia sangat penasaran kado apa yang ingin Michael, berikan saat mereka ulang tahun, dan apa benar Michael, datang saat itu di hari ulang tahun nya yang bertepatan dengan hari pengumuman rencana mereka bertunangan, Gibran benar-benar telah berdosa, jika semua itu benar, Gibran, berlari tanpa henti, saat itu dia tidak perduli, hujan deras yang membasahi tubuh nya, yang ada dipikiran nya saat ini adalah dia ingin mencari kado ulang tahun terakhir nya dari Michael.


sesampainya di pintu gerbang, dengan nafas,engos-ngosan Gibran, menghentikan langkahnya pria itu menyuruh semua orang yang kini berjaga di dalam pos untuk mencari benda yang tak lain sebuah kado yang di buang oleh Michael.

__ADS_1


"Tuan muda,tuan mencari apa sebenarnya??"tanya seorang penjaga.


"aku mohon temukan, barang yang dibuang oleh Michael, pada saat hari ulang tahun ku"ujarnya pada para penjaga tersebut, setelah beberapa jam mencari yang tak pasti.


"Apa tuan muda mencari ini"ujar seorang pelayan yang selalu membersihkan area gerbang tersebut, wanita itu menyerah kan sebuah kota kecil persegi panjang,di bungkus rapi menggunakan kain yang pernah Gibran pasangkan di leher, Michael, sebagai pengganti syal , saat mereka berkemah di pegunungan saat mengikuti acara kemping yang di adakan oleh pihak kampus.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


satu jam kemudian Gibran,kini tengah tersenyum dalam tangisnya, dia tidak perduli tubuh nya masih di guyur air hujan yang pasti saat ini dia benar-benar terduduk di pinggir jalan, sambil menggenggam erat sebuah kalung berliontin kan hati dan inisial nama mereka berdua Gā¤ļøM kurang lebih seperti itu kalung itu Michael,beli dengan uang hasil kerja keras nya, saat ia tengah berjuang melawan rasa sakit nya saat itu Michael, bahkan kerja dari pagi sampai pagi dini hari lagi ia mengambil lembur setiap hari,demi untuk bisa membeli kalung emas putih, yang bertuliskan huruf tersebut.


harga kalung itu, memang tidak seberapa bagi Gibran, tapi itu, adalah bukti cinta dari Michael, dan itu yang membuat Gibran, menangis bahagia sekaligus menyakitkan,kala itu dia hanya bisa memberi luka pada Michael, saat Gibran bertunangan di hari ulang tahun nya saat itu juga Michael tengah berulang tahun yang ke 26 tahun.


usia Michael,memang lebih tua dari Gibran.


Gibran,24, tahun saat itu tapi dia berperan lebih dewasa dari Michael, hanya saja sikap posesif nya yang berlebihan menghancurkan segalanya, saat itu, andaikan ada yang membela Michael, saat itu, mungkin Michael tidak akan pernah pergi dari nya karena harga diri nya, telah terluka kecemburuan Gibran, dan amukan Gibran saat itu, saat semua orang tidak ada yang berani membela nya, saat itu Michael ,sadar bahwa ia bukan siapa-siapa di sana.


mau tak mau Gibran harus merelakan dirinya yang mencintai nya, Michael menjadi seorang pelayan, saat itu hatinya suguh perih saat melihat Michael, teramat patuh dan melayani semua orang dengan sangat hormat dan penuh ke hati-hati an , bahkan di saat ada rekan bisnis Gibran yang, tidak lain teman kuliah Michael, Michael, enggan duduk di sofa bersama dengan Gibran,walau berjam-jam lamanya saat itu Michael, tetap berdiri di samping Gibran, tetap memperlakukan nya, sebagai majikan nya, Gibran, sudah mencengkeram erat tangan Michael, berharap Michael, mengerti saat dia memberikan kode agar ia tidak memperlakukan dirinya sendiri seperti pelayan tapi beberapa saat kemudian, Michael bahkan membuat kan mereka minum dan menolak bergabung meski pun saat ini mereka tengah mengerjakan tugas kuliah nya, Michael, blak-blakan berkata jujur, bahwa dia hanya seorang pelayan di rumah itu dan seorang pelayan tidak pantas bergabung dengan majikan nya, saat itu Gibran, sangat murka, dan mendatangi Michael,di dalam kamar nya, saat itu hampir terjadi pemaksaan pada Michael, akibat rasa sakit Gibran, dengan penolakan dari Michael, bahwa dia adalah calon istri Gibran, tapi Michael, malah merendahkan diri nya sendiri saat itu, Gibran, terluka karena menurut nya Michael, sudah tidak perduli lagi pada nya, saat itu, hingga Michael benar-benar melakukan hal yang tidak pernah Gibran harapkan.


padahal, selama ini Michael, benar-benar memendam rasa yang menurut nya tidak pantas saat itu karena sebaik apapun keluarga Gibran dan termasuk Gibran, yang selalu menganggap Michael, sebagai calon istri nya, Michael tetap lah seorang putri pelayan dan sudah seharusnya ia berbakti kepada nya untuk membayar hutang Budi yang begitu besar bahkan tidak mungkin terbayar.


kenangan tentang Michael, mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan, dan disinilah Gibran, berada,di negara Taiwan, dia saat ini tengah mengurus kantor cabang perusahaan nya, bersama Terry, yang di sebut-sebut sebagai tunangan nya.


hujan deras mengguyur kota Taipei, dari pagi hari, saat jam istirahat kantor tiba, Gibran, sengaja ingin mengisi perut nya,di sebuah restoran yang menyediakan berbagai olahan siput saat ini, dia sebenarnya tidak terlalu suka siput tapi mendiang Michael, sejak kecil, selalu menyuapi makanan kesukaan nya itu.


Gibran, hendak turun dari mobil menggunakan payung, tapi saat melihat ke arah jendela kiri,ia begitu kaget dan buru-buru membuka pintu, hendak mengejar wanita yang selama ini ia rindukan, Michael,ya Michael ada di Taiwan,itu mustahil tapi Gibran tidak sedang bermimpi tapi bukan kah Michael, telah tiada,itu berkecamuk di dadanya, sambil berlari menerobos hujan, tapi sayang wanita itu sudah lebih dulu pergi naik bis kota.

__ADS_1


"Michael, kamu harus jelaskan ini semua padaku"gumam nya lirih.


Gibran, tidak pernah salah dia yakin itu bukan halusinasi, Gibran,tau Michael sedetil apa wanita itu, dari mulai hal terkecil hingga terbesar sekalipun, Gibran,tau dan satu lagi kain yang ia rangkai menjadi sebuah gelang masih terpasang di tangan kiri nya.


"sayang, kamu lagi apa heuhhhhh, siapa yang kamu kejar tadi"ujar Serry, yang kini memberikan payung pada Gibran.


satu hal yang Gibran, dan semua orang tau, Michael, pergi dari pulau tersebut, sesaat setelah,ia datang di malam pertunangan, Gibran dan Serry,rasa sakit nya membuat ia langsung merencanakan sesuatu, bagi Michael, saat itu Gibran, sudah melupakan semua nya, tentang nya,maka sebaiknya Michael, benar-benar menghapus jejak nya sekalian dari pada ia harus terus terluka, karena kini, dia sudah menjadi milik orang lain.


Michael,memang sempat sakit parah tapi itu bukan sakit kangker seperti yang di kabarkan saat ini,itu juga ia lakukan dengan bantuan Adryan,maka cerita nya, dibuat senyata mungkin, Adryan, tidak mengarang cerita, dia hanya membantu memberikan modal apa saja yang dibutuhkan Michael, termasuk pemakaman dan teman wanita nya Mikha, wanita mana yang tidak akan berdebar jantung nya ketika ia melihat seorang pria tampan dan gagah seperti Gibran.


saat itu, Adryan,membantu Michael bukan tanpa alasan, karena Adryan, sendiri pernah berkata secara diam-diam pada Michael dia sudah menjodohkan Gibran, pada anak rekan bisnis nya,mau tidak mau Michael, harus tau diri siapa dia dan siapa Gibran, disaat itulah dia sadar bahwa saat itu sudah tidak ada yang membela diri nya lagi di rumah besar itu saat Gibran, mengamuk karena cemburu, Michael, kedapatan tengah berdekatan dengan seorang cowok di kafe, padahal saat itu Gibran,ngamuk parah dia bahkan menghajar pria itu hingga tewas beruntung tidak ada yang menuntut nya saat itu, karena kasusnya langsung di tutup begitu saja.


Michael, pergi ke negara Taiwan, saat itu ia saja keluar dari rumah sakit,ia langsung bergegas pulang, orang tua mana yang akan merestui pewaris tahta menikah dengan anak seorang pelayan,itu hanya ada di cerita novel, bahkan jika ada itu mungkin satu juta banding satu Adryan, memang memperlakukan Michael dengan baik, untuk menjadi sahabat Gibran, tapi tidak untuk menikah, dengan segala siasat ia mencoba memisahkan Michael dari Gibran, termasuk kepulangan Michael, dengan ibunya ke kampung nya dulu, namun itu tidak berhasil karena Gibran, mencari nya, dan di saat Michael,di kabarkan meninggal dunia akibat sakit keras saat ini juga takdir mencoba mempertemukan mereka.


Gibran, tidak kembali ke perusahaan, dia kembali ke apartemen miliknya di sana dia langsung menghubungi Gavin,sang kakak, untuk meminta bantuan kepada nya untuk menemukan keberadaan Michael, tanpa sepengetahuan siapa pun, karena Gibran yakin Michael pergi bukan tanpa alasan.


Gavin, sudah bisa langsung mengerti dengan apa yang terjadi pada adiknya itu,dulu dia pernah mengalami hal itu ,ya... Daddy nya adalah dalang di balik semua ini, Gavin pun berjanji pada Gibran, untuk membantu nya saat itu juga satu kali dua puluh empat jam, akhirnya alamat wanita itu sudah ditemukan, tapi ada sesuatu yang membuat Gibran, kecewa saat ini Michael, sudah menjadi tunangan orang, walaupun dia belum sempat klarifikasi pada orang nya langsung, bahkan Gibran, ingin meyakinkan nya langsung, hari itu Gibran, langsung datang ke tempat kerja Michael.


Gibran, berpura-pura menjadi pengunjung restoran tersebut, Gibran langsung memesan ruang VVIP saat itu juga, dan meminta pihak restoran tersebut untuk menyuruh wanita yang bernama Michael, datang ke sana.


satu jam, menunggu akhirnya seseorang, datang dengan nafas memburu seperti sudah lari maraton, saat ini, tengah berdiri di depan pintu masuk"Maafkan aku datang terlambat, karena ini bukan jam kerja ku"ujar wanita itu.


Deg....


jantung, Gibran, seperti akan loncat , Gibran, tidak mengeluarkan suara nya, saat itu dia terdiam hingga Michael, menghampiri nya, saat Michael hampir mendekat, dia langsung menghentikan langkahnya dan langsung ingin pergi karena, dia mengenali siapa pria itu, tapi seketika Gibran, mencekal lengan Michael.

__ADS_1


"Begini kah cara mu menghukum ku, apa aku pernah melukai mu heuhhhhh, apa aku pernah, mengusir mu dari hidup ku!!!... jawab Michael, apa salah ku hingga kamu pergi dengan berita bohong yang kau ciptakan itu"ujar Gibran, berapi-api.


"Maaf, Gibran, kamu memang tidak pernah mengusir ku, tapi aku cukup tau diri siapa aku dan siapa kamu satu hal lagi yang harus kamu ketahui, sebentar lagi aku akan segera menikah dengan pria yang sangat mencintai ku, meski dia tidak sekaya dirimu tapi setidaknya tidak ada yang akan mempertanyakan setatus ku nanti nya, jadi mulai sekarang lupakan aku karena kamu juga sudah punya dia yang saat ini telah memberikan kebahagiaan untuk mu"ujar Michael panjang kali lebar, setelah itu dia berhenti berucap, sambil hendak melepaskan cengkraman tangan Gibran saat ini.


__ADS_2