Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
kenapa


__ADS_3

Setelah beradadi dalam taksi, tangis Sania pecah begitu saja, tanpa memperdulikan keberadaan sang sopir tersebut yang kebingungan, karna melihat iya menangis, tapi karna sudah sering menemui penumpang yang menangis dalam taksi nya, sopir itu diam saja tidak mau bertanya,


tak terasa, taksi tersebut dah sampai di depan kosan,


"neng sudah sampai"


"iya pak terima kasih"


Sania pun turun dari taksi tersebut,iya berjalan sedikit gontai memasuki pintu gerbang kosan nya tersebut, sesampainya depan pintu tiba-tiba, mulutnya di bekap seseorang, iya di bawa ke dalam mobil tanpa perlawanan, karena kalau berteriak pun rasanya percuma, dia hanya akan di salah pahami oleh semua orang di sana karna dia kenal dengan orang yang membawanya,


setelah masuk ke mobil,


Sania, minta penjelasan pada Adryan, kenapa dia membawanya,paksa,


"lapas gak untuk apa kamu membawaku kemari, aku mau pulang tau,"


"kenapa,... kamu bisa mikir gak sih, kenapa aku mengejar mu sampai kemari,"


"aku tak mau, ada yang akan salah paham, pada ku, Aku tidak mau jadi orang ketiga di hubungan kalian, mengerti gak sih hiks hiks hiks..."


Sania kembali menangis.


"tapi kamu juga cinta kan sama Aku.. Sania,aku Kisa lihat itu di mata mu, aku juga cinta sama kamu, sejak awal pertemuan kita,"


"tapi ini salah, Adryan, semua nya tak pantas aku, waktu itu tidak tahu kalau kau, sudah memiliki tunangan,"


"apa salahnya baru, tunangan kan, itu juga Aku terpaksa,demi menyelamatkan Kaka mu, paham gak sih,"


"apa, maksud mu Kaka ku di tangan dia tapi apa hubungannya dengan kalian,Aku mau tahu sekarang ayo jelaskan,"


Sania mengguncang lengan Adryan, dengan tidak sabar nya,


"Baiklah ikut aku ke Apartemen, sekarang nanti aku jelaskan,"


"baiklah, aku ikut semua demi Kaka mu"


sesampainya di Apartemen,milik Adryan, mereka bergegas turun lalu Sania mengikuti langkah Adryan,kala itu iya berjalan agak terburu-buru karena Adryan, langkah nya yang lebar,


"sebentar,kakiku sakit, tidak sengaja aku membentur tembok di cafe itu"


"sini aku gendong saja biar cepat,"


Adryan membungkuk membelakangi Sania menawarkan bantuan nya,.


"tidak usah aku masih kuat jalan ko,"


"sudah jalan mu telat nanti keburu telat,"


"ko buru-buru amat emng nya Kaka ku di mana?..."


tiba tiba saja Adryan.. mengangkat tubuh Sania tepat nya di pangkunya tubuh semampai itu, Sania yang kaget langsung, mengalungkan tangannya ke leher Adryan karna takut jatuh,


"kamu kenapa,sih turun in aku aku masih bisa jalan, tiba-tiba kamu ngagetin aku hampir saja jantung ku lompat"


"suruh siapa jalan mu lelet banget"


"hey aku itu wanita, ya udah biasa jalan nya kaya gini"


sesampainya di depan pintu apartemen, Adryan langsung memencet kode masuk nya,dan pintu pun terbuka,


"tunggu lah aku di sini, aku mau buatkan minuman hangat untuk mu biar gak masuk angin,"


"aku tidak haus,"...


"sudah deh gak usah ngeyel, biar bagai mana pun kau menolak nya aku akan tetap buatkan"


Sania hanya bisa pasrah dengan pria yang menurut nya angkuh itu.

__ADS_1


"ruangan nya luas tempat nya juga nyaman,kamu, tinggal sendirian di sini?..."


"ya kamu benar dan seberat lagi ini jadi milik mu"


"jangan bicara sembarangan,itu tak akan mungkin"


"aku bicara fakta..., kita akan menikah sebentar lagi,dan aku janji itu akan segera terwujud"


"itu mimpi,l"


"minum lah sayang, nanti keburu dingin"


"apaan sih kamu.."


wajah Sania tiba-tiba bersemu merah.


" tak usah malu begitu, lama-lama juga akan terbiasa, makanya harus di biasakan"


"terserah kamu... Aku lagi malas debat dengan mu"


"Oya, sayang aku mau ngasih kamu sesuatu, itu sebagai peresmian kita sebagai kekasih,kamu harus terima ya"


"apa itu aku gak mau..kalo yang aneh-aneh"


"tunggu saja sebentar ko"


Adryan kembali membawa kotak kecil yang sengaja iya selipkan di sakunya.


"sayang kamu sebaiknya merem dulu deh"


"Apa,sih Yan...? Jangan buat aku bingung deh"


"Enggak akan bingung ko pasti kamu juga suka ,ayo merem dulu donk,"


"iya.. iya, dasar tukang maksa.."


Adryan tersenyum ke arah Sania, wajah nya yang sempurna dan senyum nya yang sangat manis iya, membuat Sania gugup seketika. setelah menutup mata Sania merasakan sesuatu yang di pasang di lehernya tentunya Sania sudah bisa menebak,


"sekarang buka mata mu sayang kamu suka gak..?"


"ini bagus banget tapi ini pasti mahal deh aku gak bisa menerima nya Yan...?


"Mitha, Aku memberikan itu padamu karena aku sangat menghargai mu, cinta ku begitu besar untuk mu apa kamu, tidak menghargai perasaan ku"


"bukan begitu,eh tapi ngomong-ngomong kamu ko tau nama belakang ku"


"ya tentu saja aku tahu kau sendiri yang memberikan data diri mu pada ku di restoran waktu itu, dan mulai sekarang aku memanggilmu begitu,itu tanda sayang nya aku ke kamu"


"baik lah tapi aku punya permintaan padamu"


"apa itu kata kan lah"


"jangan, beritahu orang lain tentang hubungan kita ini termasuk om ku"


"oke tapi sampai kapan"


"sampai semua nya kembali normal"


"tapi aku juga ingin kamu, bersedia ikut dengan ku kemanapun saat aku ajak"


"harus banget ya?.."


"iya lah.., satu lagi aku ingin kita saling memberi kan ciuman setiap kali kita bertemu seperti saat ini.."


Adryan langsung mencium bibir, Sania, dengan lembut.. iya me ****"**at ...bibir ranum Sania hingga mereka terbuai di dalam nya, melihat Sania yang hampir kehabisan nafas nya Adryan, langsung melepaskan ciuman tersebut dan Sania, langsung meraup napas sebanyak-banyaknya ,dan mereka mengulangi itu sampai beberapa kali,


"Yan ... jangan begini nanti kita kebablasan,aku belum siap untuk menikah,apalagi sampai harus punya anak,aku masih mau kuliah dan mulai besok aku mau cari kampus,di sini Aku di suruh sama om ku, untuk lanjut kuliah,karna sebentar lagi aku harus mengurus perusahaan yang sekarang di pegang oleh paman ku, itu akan menjadi tanggung jawab ku, sebagai anak bunda"

__ADS_1


"kuliah sambil menikah kan bisa sayang kalo kamu punya anak pun kamu bisa mengurus perusahaan itu,sambil mengurus keluarga kita sayang Aku juga bisa membantu mu mengurus nya jadi kau tak perlu kesusahan untuk itu, cukup perhatikan, keluarga kita kelak kau nyonya bos nya dan aku adalah,anak buah mu, gimana keren gak tuh punya anak buah setampan aku, hehehe..."


Adryan, berbicara dengan narsis nya


"ih dasar narsis, semua belum terwujud baru mimpi" owh iya katanya mau nunjukin sesuatu tentang kakak ?..


"baik lah,begini ceritanya"


🌹💖💖💖🌹


"Flashback on"


Empat tahun yang lalu ketika Sonya,pergi ke ibu kota iya, tinggal bersama paman nya Sania yaitu ,,,Derry, karna amanah dari sang adik yang di cintai nya,dan Derry,juga sudah menganggap Sonya sebagai anaknya sendiri sama seperti Sania, yang menjadi ratu di hatinya maklum saja Derry,tak memiliki anak perempuan, kedua anak Derry, adalah laki-laki,jadi Derry, begitu menyayangi Sania,dan Sonya,


Sonya,kuliah dengan waktu yang singkat karna dia salah satu mahasiswi, yang sangat cerdas di kampus nya, beberapa penghargaan pun sering di berikan pada nya, dia bagai primadona di sana, Adryan yang juga satu jurusan sama Sonya kala itu, banyak di eluh-eluhkan teman teman nya bagai raja dan ratu mereka cantik dan tampan, kedekatan pun terjalin saat itu Adryan, yang sering jalan bareng sama Sania setiap ada kesempatan,untuk bisa pergi mereka selalu pergi bersama,


tapi saat mereka Lulus kuliah, Adryan sudah los kontek,sama Sonya, karena iya melanjutkan S2 nya di luar negeri,tepatnya di Inggris,


saat itu, Adryan, kuliah sambil memegang perusahaan ayah nya, karena sang ayah harus menemani sang ibu menjalankan pengobatan, waktu berjalan singkat,iya kembali ke tanah air,saat sedang, berkumpul untuk merayakan kepulangan Adryan, bersama teman-teman nya di club' tak sengaja dia melihat Sonya sedang bermanja-manja di pangkuan seorang pria yang usianya sangat lah jauh dari nya, Adryan menatap tak percaya seorang gadis lugu asal desa kini sedang berprilaku tak sepantasnya, Adryan, yang sempat menaruh hati pada Sonya hingga pikiran nya sering terganggu kala iya jauh dari nya, saat itu iya merasakan kekecewaan yang teramat sangat, Adryan berjalan mendekati sofa tempat, mereka bermesraan,karna hanya ingin meyakinkan, bahwa dia tidak salah melihat, sekaligus ingin minta penjelasan,


"Sonya,ini beneran kamu,"


"Adryan,KA..KA..kamu kenapa ada disini... bukan nya kamu di luar negeri,"


"oh ... jadi begini ya kelakuan kamu sekarang,aku gak nyangka,kukira kau masih gadis polos seperti yang masih ada dalam ingatan ku"


"apa maksud mu anak muda, siapa kau ada hubungan apa, kau dengan wanita ku?.."


"apa wanita mu,?...apa aku tak salah dengar hah ,..."


"iya tak salah dia itu penghangat ranjang ku"


"benar-benar kau wanita menjijikan, menyesal aku sudah mengenal mu dan berharap memilikimu ternyata kau memang tidak pantas untuk ku, sekarang kau menunjukkan dirimu yang sebenarnya"


Adryan,yang kala itu langsung pergi meninggalkan Sonya dan para sahabat nya saking tak kuasa menahan emosi nya, dia pergi menuju Apartemen,milik nya, iya bahkan langsung,mengambil minuman beralkohol, dari dalam rak penyimpanan, yang tersedia di sana, iya minum minuman itu, hingga habis beberapa botol, sesekali ia meluapkan amarahnya nya dengan melempar kan botol tersebut ke arah dinding, hingga pecahan botol berserakan di lantai,


Sonya, yang kala itu menyusul, Adryan ke Apartemen nya dia langsung, membuka pintu,itu Dengan kode yang pernah di beritahukan padanya, sewaktu mereka sering jalan bareng,


"ternyata, dia tidak mengganti kode masuk nya semoga saja dia bisa memaafkan kan aku"


Sonya, berjalan menuju kamar, Adryan tapi dia tidak ada,lalu mencari nya di balkon juga tidak ada,iya menuju mini bar, yang ada di ruangan sebelah, ternyata dia di sana, sedang melupakan kesedihannya lewat minuman,


"Adryan,maaf kan aku, aku tidak mau mengecewakan mu,tapi itu semua aku lakukan karena terpaksa,aku butuh uang untuk mengganti,uang tabungan bunda, yang di peruntukan untuk adikku kuliah nanti, sebenarnya, bunda sangat ingin aku menjadi wanita karir, agar hidup ku lebih baik nantinya, hingga iya menguliahkan aku dengan uang tabungan, bunda yang di berikan eyang untuk aku dan adikku,tapi aku menghambur,hambur kan uang itu, jadi di saat aku kuliah aku memakai uang adiku,aku malu bahkan aku tak berani pulang, bunda sangat menyayangi ku walau ia bukan ibu kandung ku, tapi kamu tau sendiri, pergaulan ku sehari-hari kaya gimana dan Om Derry juga tak suka , dengan itu dia bahkan memberitahu asal usul ku sampai aku mengerti aku begitu tak berguna,dan tak tahu balas Budi,aku malu Yan, dengan bunda ku,aku juga sudah jadi anak durhaka pada mereka terutama jika teringat pengorbanan ayah demi menghidupiku iya bahkan rela kehilangan wanita yang di cintai nya,dan merawat ku begitu penuh kasih sayang, tapi apa yang aku lakukan, sekarang semua nya sudah terlambat Yan aku tidak bisa kembali dari kubangan dosa ini,"


"kenapa kau tidak minta bantuan ku kalo masalah uang berapapun yang kau minta pasti aku berikan, kenapa kau malah menjadi wanita menjijikan seperti ini.."


"Yan...Aku benar benar minta maaf, aku juga tersiksa Yan aku malu dengan diriku sendiri,tapi apa , yang harus aku lakukan semua nya sudah terlambat,Yan aku sudah menjadi wanita..hina dan itu bukan kemauan ku,aku terjebak Yan ...hiks.... hiks hiks.. aku sebenarnya ingin pulang Yan, tapi aku tak sanggup menatap wajah keluarga ku, mereka begitu menyayangi ku dan semua berharap Aku jadi yang terbaik tapi aku sudah salah jalan, Yan ,aku harap kau orang, pertama yang bisa memberikan aku kata maaf,agar aku bisa sedikit mengurangi beban ku,


Aku pamit, Yan mulai besok aku akan pergi jauh dari sini, aku ingin menghilang dari semua yang mengenal ku"


"kau ingin menebus dosa buka,"


"itu sudah terlambat Yan,itu tidak mungkin lagi aku lakukan"


"pulang lah keluarga mu pasti sudah menunggu mu selama ini kau belum pernah menemuinya bukan,temui lah mereka, itu jalan terbaik"


"seperti nya aku sudah tidak di butuhkan lagi Yan, tidak mengapa mereka masih punya adiku yang sangat baik seperti bunda pasti mereka bisa melupakan aku, perlahan namun pasti"


"semua, tidak semudah yang kau ucapkan Sonya, keluarga itu sebaik-baiknya, tempat kita kembali,dan tempat berkeluh kesah"


"tidak Yan kalau suatu saat ada yang mencari ku kuharap waktu itu aku sudah tidak ada lagi karena aku tidak seberani dan sekuat itu untuk menghadap ayah bunda ku,... tolong katakan permintaan maaf,ku pada mereka"


Sonya, pun pergi meninggalkan , apartemen itu meninggal kan luka di hati Adryan,tanpa kabar berita,tapi setelah dua bulan ini Adryan tau kabar tentang Sonya, dia menikah, dengan pria yang seumuran paman nya itu,... adalah ayah dari Amelia, tunangan Adryan,


"Flashback off"


Sania yang mendengar kan penuturan dari Adryan, tentang Kaka nya yang selama ini menghilang, dia menangis sesenggukan, dia juga bingung harus berkata apa pada kedua orang tuanya, kalo bukan Sonya, sendiri yang menjelaskan nya.

__ADS_1


__ADS_2