
"Alasan aku bertahan di sini adalah aku ingin melindungi ibuku dari kekejaman mommy, yang tidak pernah Daddy, lihat bahkan seperti nya Daddy tidak akan pernah tahu itu, saat aku ngotot untuk bertahan, Daddy, memberikan aku dua pilihan, pilihan pertama tetap tinggal dengan syarat, aku harus segera menikah dan mengurus perusahaan, dan syarat kedua adalah bertunangan dengan wanita pilihan mommy, yang bahkan aku tidak pernah ingin melihat nya, semua itu begitu berat bagiku, dan untuk mendapatkan seorang wanita baik-baik itu tidak lah mudah, aku hanya ingin menikah satu kali seumur hidup ku , tapi desakan dari mommy, yang menginginkan aku untuk menikahi wanita pilihan nya, dengan cara menggagalkan rencana setiap kali aku ingin melamar seseorang untuk menjadi tunangan ku, sementara,sambil aku mengulur waktu hingga aku menemukan dia, tapi mommy, punya beribu cara licik seperti yang kau lihat malam itu di tempat pasar malam"ucap Rio, panjang kali lebar.
"Apa kakak,perlu bantuan ku, untuk mencari dia"ucap Alice, bertanya.
"Tidak, akan pernah ada yang bisa mencari dia dimana pun, saat ini karena dia benar-benar sudah pergi untuk selamanya, Alice, kemarin, aku melihat langsung pemakaman nya, dia selama ini berada di rumah sakit,di bawah kekuasaan mommy, Aruna, wanita itu sungguh licik, dan satu lagi ibu,kini sudah tiada, tepat saat alat bantu pernapasan nya di cabut atas perintah Daddy, dengan alasan kasihan melihat penderitaan ibuku, dan aku yakin itu semu perbuatan mommy Aruna, wanita kejam"ucap Rio, mengepalkan tangannya.
Alice, merasa ngilu mendengar penuturan Alice, saat ini, bagaimana bisa seseorang Rio,tabah di saat hari yang sama kedua orang yang sangat di cintai nya, meninggal dunia.
"Kak, aku tidak bisa berbuat apa-apa, tapi aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga kamu bisa tabah menjalani kehidupan ini, setidaknya ibumu tidak akan menderita lagi, dan tak akan ada yang menyakiti nya lagi, begitu juga dengan dia"ucap Alice,pelan entah apa yang membuat Alice, berubah menjadi lebih bijak saat ini.
"Kamu,benar Alice, Oya, maafkan aku yang selalu membuat mu kesal selama ini, jujur aku merasa bahagia saat bersama mu, bisa membuat mu kesal adalah kebahagiaanku kamu boleh menganggap aku jahat tapi bersama dengan mu aku merasa tenang, aku bahkan bisa tertawa sepuasnya, dan mungkin itu tidak akan lagi terjadi karena besok sudah aku putuskan untuk pergi jauh dari sini, hari ini saja aku mohon padamu, tolong temani aku di sini"ucap Rio, memohon.
"Baiklah, sebagai rasa syukur ku, karena penguntit ku akan menjauh dari ku, aku akan mengabulkan permintaan nya"ucap Alice, Sambil tersenyum manis, tanpa perduli dengan perasaan Rio yang kini sedang menatap nya sendu.
"Seperti nya kamu bahagia sekali aku pergi, nyesel loh nanti"ujar Rio, Sambil mencubit hidung Alice, sampai merah,saking bersemangatnya, Alice langsung berteriak dan hendak menghajar pria itu tapi keburu lari.
akhirnya kejar kejaran itu pun terjadi Rio, tertawa begitu lepas, saat melihat Alice, terjatuh di pasir yang hendak membalas Rio, hingga Alice, ngambek dan berbalik arah hendak pergi ke arah mobil nya , Rio berlari mengejar nya, dan langsung memeluk nya dari belakang, Alice, sontak kaget dan ingin melepaskan tangan Rio,namun bukannya lepas, tapi malah semakin erat tangan kekar itu memeluk nya.
Rio, membenamkan wajahnya di ceruk leher Alice yang kini minta di lepaskan.
"Kak, lepas aku tidak bisa bernafas"ujar Alice,
"Tolong biarkan seperti ini, sebentar saja, Alice, berjanjilah padaku,kalau Tuhan mempertemukan kita kembali, saat itu tetap lah menjadi Alice, yang sangat ku sayangi, Alice, yang selalu bisa membuat ku tersenyum bahagia, Alice, yang bisa membuat aku merasakan hidup yang sesungguhnya, Alice aku jatuh cinta pada mu, apa kamu tau itu, sejak pertama kali kita bertemu, tapi aku tidak akan memaksa kan kehendak ku, kamu juga masih belia, aku tidak ingin disebut pria cabul haha... saat aku kembali nanti jadilah kekasihku"ucap Rio, yang kini berhasil membuat Alice, mematung hingga kecupan itu mendarat di pipi nya.
"Kak,... apa yang kamu lakukan"ucap Alice.
"Aku serius Alice, tolong pikirkan baik-baik kamu bisa menjawab nya saat kita bertemu kembali"ujar Rio, yang kini menatap lekat wajah cantik itu.wajah cantik khas wanita bule.
"Ini mungkin hari terakhir mu menikmati pantai, bermain lah sepuasnya hingga kau merasa lelah dan ingin kembali"ucap Rio.
"heumm"ujar Alice, Sambil kembali berjalan ke tepian ombak pantai tersebut, Alice, mengabadikan momen itu dengan foto bersama dan beberapa foto curian yang ia dan Rio,ambil sembunyi-sembunyi.
Ada canda tawa,di sana bahkan beban yang menghimpit pun, seketika menghilang entah kemana, Alice, dan Rio, berlarian bermain kejar-kejaran di air hingga mereka basah kuyup, saat ini,kalau di perhatikan dari segi postur tubuh mereka seperti tidak ada bedanya, saat ini sangat cocok dan serasi tapi jika mengingat umur mereka yang Selis jauh , tujuh tahun, itu menjadi tolok ukur nya saat ini, untuk tidak meresmikan hubungan di antara mereka.
puas bermain air, mereka kini tengah menikmati makan siang bersama di restoran yang menyajikan menu siffood , Alice, yang baru kali ini makan jenis siffood yang baru di lihat nya iya sangat kesulitan untuk memakan nya, tapi Rio, membantu Alice, dengan telaten bahkan menyuapi nya makan,ada rasa aneh yang Alice, rasakan saat ini.
setelah makan mereka lanjut pergi menuju villa milik Rio yang berada di daerah tersebut, Alice, berkata lelah dan ingin beristirahat saat ini.
Rio, langsung mempersilahkan Alice, untuk istirahat, sebelum mereka kembali, nanti sore,di jam pulang sekolah.
Alice, berbaring di sofa ruang TV, dia tidak ingin memasuki kamar, Rio, yang sedari tadi duduk di sofa itu memperhatikan Alice, dari ujung rambut hingga ujung kaki, bukan niat jahat dia hanya ingin mengenang masa-masa ini nanti saat berada jauh dari Alice, dia tidak ingin lupa dengan gadis itu.
hingga sore tiba mereka pun bersiap untuk kembali, tapi lagi-lagi, Rio memeluk tubuh Alice,kini posisi mereka saling berhadapan, tidak hanya itu, Rio mendekat kan wajah nya ke wajah Alice, sedetik kemudian dia langsung mencium bibir tipis itu, Alice, membulatkan matanya karena kaget, tapi sedetik kemudian, Alice, membiarkan itu terjadi, meski dia tidak berpengalaman dalam hal itu, tapi naluri keduanya,mampu melewati itu.
"Maaf kan aku, sayang sampai nanti"ujar Rio yang kini melepaskan pelukannya.
"Kak..."ucap Alice, sedih Air mata nya menetes entah kenapa rasanya berat berpisah dengan pria yang belum lama ini dia kenal, Alice tiba-tiba merasa sangat kehilangan dia.
__ADS_1
"masuklah, kita akan pulang ini sudah sore, jangan buat mommy mu khawatir"ucap Rio, sambil tersenyum manis pada Alice, dia bahkan tidak mengecup puncak kepala Alice.
dengan berat Alice, melangkah masuk ke dalam mobil nya, dia memasang sabuk pengaman, dan pergi di ikuti oleh mobil Rio dari belakang.
"Aku mencintai mu"ucapan Rio, terngiang di telinga Alice, hingga klakson mobil membuyarkan lamunan Alice, dia sudah sampai di pintu gerbang masuk rumah nya, Alice pun turun dari mobil, dan menemui Rio di mobil untuk mengendalikan jaket nya Rio.
"Kak,..."ucapan Alice tercekat di tenggorokan Air mata nya meleleh di pipinya, Rio yang melihat itu, dia langsung mengusap air mata Alice.
"kenapa menangis heumm... aku tidak ingin melihat itu, mengiringi kepergian ku, aku ingin melihat senyuman mu"ucap Rio, Sambil mengusap air mata Alice.
"Kak, maaf kan aku selalu menolak mu selama ini aku terlalu mengacuhkan mu"ucap Alice.
"Hey... tidak apa-apa sayang aku ngerti kok, butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan keadaan, tapi yakinlah perasaan ku,tulus pada mu"ucap Rio, sambil mengelus bibir Alice.
"Ini kak"ucap Alice, yang hendak memberikan jaketnya, tapi Rio menolak.
"Simpan lah jika kamu Sudi untuk menyimpan nya tapi jika tidak kamu bisa buang di tong sampah"ucap Rio singkat.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu, selamat jalan kak, semoga kamu bahagia di sana, hati-hati di jalan"ujar Alice, sambil memberikan kecupan di pipi Rio.
"sempai jumpa nanti Sayang"ucap Rio, Sambil tersenyum manis, Rio pun pergi saat memastikan Alice, masuk kedalam.
πΉππππΉ
Hari-hari di lalui Alice, dengan kesendirian sepulang sekolah dia hanya diam di kamar keluar untuk makan dan pergi ke sekolah jadi dia tidak pernah keluyuran, selama satu bulan ini...
Alice, selalu mengunci diri di kamar, entah apa yang terjadi pada putrinya itu, Michael, merasa sangat heran, tidak biasa nya putri nya jadi sangat pendiam, Michael masih ingat dulu saat kecil, saat pertama kali mereka bertemu gadis kecil yang lucu itu meminta nya, untuk menjadi ibu angkat nya bahkan Alice, selalu memanggil nya, bidadari yang cantik.
dulu Alice, selalu menangis saat pulang sekolah, saat masih tinggal bersama dengan Jason, karena. ulah ibu tirinya yang, selalu bersikap keras terhadap nya, namun cinta Jason pada istrinya begitu kuat hingga dia rela, Michael, mengadopsi anak semata wayangnya demi kebahagiaan Alice, karena Jason tidak ingin bercerai dari istri nya itu, setelah ibu Alice, meningal dunia.
Michael, saat ini tengah menghubungi Jason, mengabari dia bahwa Alice, terlihat aneh selama satu bulan ini, bahkan dia sudah jarang tersenyum, Michael berharap Jason, bisa mencari tau kebenaran nya.
dua bulan kemudian, Alice kembali beraktivitas seperti biasa, setelah Jason, mengatakan akan membawa Alice, kembali ke Jerman, jika dia tetap seperti itu.
dan Alice, menolak hal itu dia tidak bisa jauh dari Michael , sampai kapan pun, hanya Michael, ibunya yang ada di dunia ini, Alice, hanya akan pergi jika Michael, pergi.
Michael,kini tengah berada di sebuah kafe, tempat nya dulu bertemu dengan Rio, entah kenapa selama ini dia begitu merindukan sosok pria yang sudah membuat hati nya tak menentu Alice, bahkan pergi mengunjungi pantai tersebut, hingga beberapa kali, tapi rasa rindu nya malah semakin besar.
sampai,suatu hari dia kembali mengunggah foto kebersamaan nya, dengan Rio menggunakan akun media sosial palsu bahkan foto dirinya di tutupi oleh stiker, Alice, menuliskan hestek #Kamu di mana aku rindu#
satu dua tiga empat lima jam, tidak ada satu pun yang meyakinkan bahwa yang berkomentar di postingan nya adalah dia hingga dua Minggu kemudian, saat dia ingin menghapus postingan nya tersebut dia sangat kaget melihat komentar seseorang yang sangat ia rindukan.
"Aku di hati mu dan di hati kita, selama nya, tolong jangan abaikan pesan ku cinta"
Alice, langsung mengambil handphone nya yang sudah dua bulan tidak lagi iya gunakan.
betapa terkejutnya nya dia melihat ratusan pesan masuk dari pria yang sangat ia rindukan itu.
__ADS_1
πRio Wijaya"sayang apa kabar mu aku rindu, aku rindukan kebersamaan kita yang singkat, aku bahkan rindu membuat mu kesal dan marah aku benar-benar hampir gila karena merindukan mu"pesan pertama.
πRio Wijaya" Hay.... sayang ku pasti kamu sedang sibuk-sibuknya ujian, hingga tidak membalas pesan dari ku , yang semangat ya, belajar nya ingat kalau ada kegiatan itu di ikutin jangan membayar denda, melulu ingat semua kegiatan itu positif, untuk kemajuan mu, love you sayangku selamat malamππ
π Rio Wijaya" heumm, sayang kalau di pikir-pikir aku sudah seperti orang gila ya, iya gila... gila karena cinta mu,gila dengan semua yang terjadi pada kita walaupun waktu nya sangat singkat, tapi aku tidak bisa lupa dengan semua itu, andaikan saja waktu bisa di percepat, aku ingin segera menyelesaikan kuliah ku, dan segera meminang mu"pesan ketiga.
π Rio Wijaya"Morning sayang, aku baru bangun nih tapi aku sudah sangat merindukan mu, semalam aku mimpi in kamu mungkin sudah terlalu rindu,tak terasa sudah hampir tiga bulan, kita tidak bertemu, kamu di sana baik-baik saja kan??..."pesan kesekian kalinya.
Alice, terharu saat membaca semua pesan cinta, dari Rio, yang sangat ia rindukan, bukan tidak mampu bagi Alice, untuk melepas rindu nya, dengan Rio, bahkan Alice, bisa keliling dunia, setiap kali ia inginkan, tapi Alice, tidak ingin kan itu justru Alice, ingin membuktikan perkataan Rio, apa dia benar-benar serius mencintai nya, atau tidak, karena gadis belia itu baru belajar memahami perasaan nya saat ini.
Alice, membalas semua pesan tersebut, dengan satu kata π"Rindu"ucap nya.
"Alice, langsung memeluk handphone nya, berharap ada balasan tapi hingga satu tahun berlalu, Alice, tidak sekalipun, mendapatkan pesan itu lagi, semua kontak tidak bisa ia hubungi, hingga Alice pun menyerah mungkin, saat ini Rio, sudah melupakan dirinya, karena bukan tidak mungkin dia memiliki seseorang di sana, setelah satu tahun berlalu.
Alice,kini tumbuh, menjadi dewasa di usia nya yang ke delapan belas tahun, saat ini Alice,baru lulus SMA, setelah dua tahun berpisah dengan Rio, Alice, memutuskan untuk kembali ke Jerman, bukan untuk selamanya, tapi dia harus berkuliah di sana, dan Daddy nya, ingin Alice, belajar menangani perusahaan.
awalnya Alice, tidak ingin pergi, tapi ada luka, yang sulit untuk di sembuhkan,ada sakit yang tak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata saat beberapa bulan lalu, Alice, sempat melihat Rio, menggandeng wanita yang sedang hamil, wanita itu seusia nya.
Karena, libur panjang,musim panas akhirnya Rio, memutuskan untuk pulang ke Indonesia, dia rindu tanah air nya, kampung halaman nya, dan dia juga sangat rindu seseorang, yang sudah lama tak ada kabar, bahkan dia sulit untuk menghubungi nya, karena kontak nya hilang.
dua tahun bukan waktu yang sebentar,bagi mereka berdua yang sedang saling merindukan, tapi saat dia baru akan pergi mencari orang yang sangat di rindukan nya,via
Via adalah putri dari ARUNA, wanita yang selama ini menjadi penguasa di keluarga nya dia adalah wanita yang sudah merebut ayah nya dari tangan ibunya, dan dia juga wanita licik yang selama ini menginginkan Rio, menikah dengan via, putri nya sendiri.
Rio, tidak bisa menolak saat via ingin makan siang di temani oleh nya di cafe tersebut, bahkan via, berkata dia sedang ngidam pengen di rangkul Rio,di depan orang banyak seperti tempat umum saat itu di cafe, tanpa Rio, sadari, bahwa, Alice, tengah berdiri di parkiran melihat kemesraan itu.
rencana nya dua Minggu lagi, Alice, akan pulang ke Jerman, tapi setelah melihat itu akhirnya, Alice memutuskan untuk pergi,satu atau dua hari lagi.
"Alice sayang, kamu sudah siap"ucap Michael, yang kini baru masuk ke dalam kamar nya, Alice, langsung memasukkan sesuatu ke dalam paper bag dia tidak ingin Michael,tau.
"momm... aku ingin jalan-jalan, sebelum aku pergi"ucap Alice.
"tentu saja Sayang ku"ucap Michael.
Alice, yang kini menggunakan dress selutut berwarna putih di padukan dengan kardigan berwarna pich dia terlihat begitu cantik dengan menggunakan sepatu berwarna pich dia berjalan menuju mobilnya, dan setelah semua siap dia langsung tancap gas, pergi menuju alamat, yang dulu pernah di kunjungi nya bersama dengan Rio.
Rio, yang kini tengah bersiap untuk menemui seseorang, dia masih berdiri di depan cermin, saat ini dia ingin melamar wanita itu.
Alice, tiba di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi, sebuah rumah mewah dia langsung memijit bel pintu tersebut.
seorang scurity datang menghampiri nya saat itu, tanpa basa-basi dia langsung menitipkan paper bag, yang ada di tangan nya..
"maaf pak, saya bisa minta tolong, tolong berikan ini pada kak, Rio "ucap nya pelan.
satpam rumah itu langsung memeriksa apa isi, dari paper bag tersebut, karena dia tidak ingin ada hal yang membanggakan majikan nya itu.
"bapak tentang saja, itu aman ko ya sudah saya permisi"ucap Alice, yang langsung bergegas menuju mobil nya, pada saat waktu yang bersamaan Rio, pun keluar hendak masuk ke dalam mobil nya, yang sudah di panaskan sedari tadi, oleh asisten di rumah itu
__ADS_1
"Tuan muda,ini ada titipan untuk anda dari seorang gadis"ujar satpam tersebut
"Siapa??..ya perasaan saya tidak pesan apa-apa"......