
ke esokan hari nya setelah rencana yang di bicarakan mereka berdua kini Derry dan Tias kembali ke ibu kota.hanya mereka saja untuk mengurus pernikahan kedua nya sebetulnya Andara, tidak pernah setuju, dengan, pernikahan itu karena Derry masih memiliki istri yang kini tinggal di Amerika, dan iya memiliki anak laki-laki dari istri pertamanya itu dan yang buat Andara dan yang lain nya itu sulit untuk merestui mereka adalah, istri Derry, yang sekarang adalah adik dari Allan sahabatnya yang seorang ketua mafia, dari Black Dragon.
dia adalah ayah dari Adryan,dan saat itu terjadi
kemungkinan, akan terjadi perpecahan, dan harus ada yang di korban kan.
"Andara,Kaka tau kamu menghawatirkan kakak tapi apa ketakutan mu akan mengobati rasa bersalah ku pada Tias?"
"Tapi KA ,,,Kaka tahu sendiri kalo Sania akan terancam, jika kau berani menyakiti Kaka ipar nanti!"
ucap Andara yang lagi-lagi mengingatkan bahwa , semua itu terlalu beresiko untuk semu.
namun lagi-lagi Derry tidak menggubris nya dia bahkan malah kembali ke kota untuk melangsungkan pernikahan mereka benar-benar tidak perduli dengan semua itu.
"Sania, Bunda mau bicara berdua dengan mu sayang Bunda, minta kamu harus hati-hati, karena Tante mu tidak mungkin akan tinggal diam, setelah tau kalo Om Derry, sudah menikah lagi,apa lagi ini menyangkut ibu mertua mu semua bisa menimbulkan konflik, yang tidak berkesudahan!"
ucap Andara.
"ia Bun ,,, semua pasti sudah di wanti-wanti, oleh Adryan, karena Adryan, anak dari Deddy Allan jadi, dia yang akan berbicara dengan ayah nya saat ini juga"
ucap Sania.
"Jadi Sania, secara otomatis, Adryan adalah keponakan,Tante mu begitu maksud mu?"
tanya Andara, yang memang baru tau semua itu.
"Iya, Bunda, bahkan Sania, selalu di lindungi oleh Deddy, Allan, selama di luar negeri, termasuk Erick,dan Rebecca, Dan Debora.semua itu tidak hanya kebetulan.bahkan Debora, dikirim Deddy ke rumah ku yang ada di ibu kota saat ini, karena tugas nya melindungi Gavin. untuk keselamatan cucu nya, cucu satu-satunya yang akan mewarisi semua harta nya.
"Baik lah nak, Bunda sedikit lega dengan semua ini jadi kalian bisa aman!"
"Iya Bunda!'
obrolan mereka pun berakhir.
dan sekarang Sania, tengah berada di kamar nya bersama Gavin dan juga Adryan.
"sayang tadi kamu bahas apa dengan Bunda?"
tanya Adryan.
"Bahas tentang pernikahan, Mommy dengan Om Derry yang, akan menimbulkan konflik, karena Tante, adalah adik dari Deddy mu
itu lah yang juga kupikir kan aku takut Deddy salah paham, dengan semua ini dan imbasnya akan ke kita!"
jawab Sania.
"tenang, lah sayang, aku sudah me nelpon Deddy tadi jadi dia tidak akan ikut campur masalah ini karena itu urusan, Mommy, yang sudah tidak ada hubungan dengan Deddy,dan mengenai Om, Derry Deddy bilang akan, menemui nya nanti untuk bicara pada nya membahas tentang ini!"
ucap, Adryan yang di barengi Elus-elus kepala nya Sania saat ini dan sesekali mencium puncak kepala Sania.
"Sania, kamu di mana aku mau bicara sesuatu, cepat lah temui aku sekarang juga di bawah!"
ucap Rido, berteriak memanggil nya kini.
__ADS_1
"sayang, seperti nya itu Rido deh coba kamu temui dia dulu, siapa tau penting"
ucap Adryan, yang kini beranjak dari tempatnya duduk.
"baik lah, sayang tunggu aku atau ikut saja, soalnya kelihatan nya ini penting,banget!"
ucap Sania.
"Baik lah aku ikut tapi, kamu panggil dulu suster agar dia menjaga Gavin, takutnya dia kebangun pas saat Kita di bawah nanti!"
ucap Adryan, lagi.
saat semua orang berkumpul di ruang keluarga Sania kaget melihat Yeslin, babak belur karena, di Aniaya oleh seseorang yang tidak iya kenal seperti nya dia juga hampir di perkosa.
"Ya ampun Yeslin, apa yang terjadi pada mu?"
ucap Sania dan Adryan, bersamaan.
Yeslin, tiba-tiba lari dan memeluk sang kakak, dan memeluk nya tiba-tiba.
"Kakak, Yeslin takut, kenapa ada yang jahat di sini pada ku, tadi aku sedang berjalan menuju ke arah pasar, karena bosan dan jenuh kalo diam di rumah, tiba-tiba,ada lima orang Bodyguard, menyerang ku dan mereka ingin memperkosa ku, KA aku takut hiks hiks hiks,,,,
kenapa ada yang menyerang ku di sini aku takut!"
Yeslin menjelaskan nya di pelukan Adryan, yang kini terduduk, di kursi, bersama Yeslin yang duduk di pangkuan nya sambil memeluk nya.
"Yeslin, apa ada ciri-ciri khusus,di semua Bodyguard, yang melukai mu?"
ucap Sania yang kini membawa air minum agar Yeslin, sedikit tenang dan, langsung di berikan nya.
Sania kembali mengambil gelas dari tangan Adryan, yang kini memegang gelas air itu bekas memberikan Yeslin,minum.
"Rido,ada apa yang kamu mau bahas, saat ini.
tanya Sania, setelah Yeslin tenang, dan di bawa Andara ke kamar nya di bantu Adryan yang kini menggendongnya nya ala bridal style, karena Yeslin, sudah tidak sanggup berjalan tubuh nya menggigil lemas dan banyak luka, walau hanya luka ringan, tapi itu cukup banyak, sekarang Yeslin sedang di bersih kan oleh Andara yang membantu nya mandi setelah itu mem bawa nya ke ranjang untuk mengobati,luka nya itu.
dengan telaten Andara, mengobati Yeslin, memperlakukan Yeslin seperti Sonya, yang kini berada di tempat nenek nya.dan belum juga kembali, dari semenjak empat tahun lalu saat Sania, menikah dengan Adryan dulu.
"Bunda, terimakasih untuk ini semua Yeslin, baru kali ini merasakan sentuhan seorang Ibu, karena mommy hanya sibuk dengan urusan pribadi nya, selama ini"
ucap yeslin,yang kini meneteskan air mata kesedihan nya itu.
"tidak masalah Sayang Bunda, sudah menganggap mu seperti anak bunda sendiri jadi jangan sungkan Ok,,oh iya mana lagi yang sakit biar bunda obati?"
ucap Andara, yang kini mengoles salep ke bagian tubuh Yeslin yang lecet.
"Yes,, apa mereka sempat melecehkan mu?"
tanya Adryan, pada adik nya itu.
"tidak KA karena tadi pas mereka mau menyentuh ku sandi datang dengan Rido, bahkan mereka sempat baku hantam dan di bantu warga, saat itu aku lolos dari kejaran para Bodyguard, yang mengejar ku karena aku tercebur ke kali saat sedang berlari dan di sana juga banyak warga yang membantu ku"
🌹💖💖💖🌹
__ADS_1
satu hari telah berlalu, setelah kejadian yang menimpa Yeslin, saat itu mereka memutuskan untuk kembali ke ibukota,dan kembali beraktivitas, sementara Gavin, di asuh Oleh sang nenek,ya itu Andara,agar aman dari gangguan organ-organ yang akan di hadapi nya saat ini. Debora bahkan Sania kirim ke kampung, untuk membantu, Andara mengasuh Gavin, sementara Sania di bantu oleh Adryan, menangani perusahaan nya yang kini mendadak ada gangguan, dari luar Sania kini sedang melakukan rapat dadakan pemegang saham, dan Adryan, yang mewakili semua nya karena pengalaman Adryan, yang sudah lebih dulu menjalankan bisnis hingga menjadi pria sukses di usia muda, Sania saat ini tengah duduk di samping Adryan, yang sedang menjelaskan bahwa ada sedikit masalah di perusahaan, karena ganguan dari luar dan kini iya yang akan mengatasi nya sebagai perwakilan dari sang istri.setelah rapat berakhir Sania dan Adryan, kini tengah makan siang di ruangan Sania.
"sayang, makan lah yang banyak, karena kita butuh tenaga untuk mengatasi masalah yang terlihat sangat rumit ini yakin lah kita bisa mengatasi ini semua karena aku tidak akan membiarkan, perusahaan ini bermasalah jadi percaya lah kita bisa!"
ucap Adryan menyemangati istrinya yang sedang berpikir keras saat ini.
"Iya sayang aku percaya, karena ada kamu di sini"
ucap Sania yang langsung mendapat kan rangkulan, dari Adryan saat ini.
mereka berdua bekerja lembur saat ini Adryan pun menelpon orang kepercayaan nya untuk menyelidiki yang terjadi kini.
saat semua sudah hampir selesai Sania meminta Adryan untuk pulang karena mereka sudah lelah, tapi Adryan menolak.
"Sayang, jika kamu sudah lelah maka tidur lah kita tidak bisa meninggalkan pekerjaan penting ini biar aku dan Rido juga paman yang akan menyelesaikan nya,saat ini juga istirahat lah di ruangan Ok sayang!"
ucap Adryan,menjelas kan .
"Baiklah sayang, ingat masih ada hari esok dan kamu harus jaga kesehatan mu saat ini"
ucap Sania lagi.
satu Minggu pun berlalu semua kini sudah membaik dan dalang di balik kekacauan yang terjadi di perusahaan Anderson Group. telah di selesai kan dengan baik, oleh Adryan dengan orang kepercayaan nya yang bekerja dari luar.
saat ini Sania tengah di ajak oleh Adryan, untuk menemui orang yang telah di aman kan oleh orang kepercayaan nya Adryan kini.
sesampainya di gudang, pabrik tua yang sudah tidak di gunakan lagi, Adryan di sambut anak buah nya untuk membawanya ke hadapan orang yang kini mereka sekap di sana.
"mana orang nya?"
tanya Adrian.
"itu tuan ucap seorang bodyguard, yang kini berada di hadapan nya.
"siapa mereka buka ke penutup kepala nya !"
perintah Adryan, dan betapa terkejutnya nya Sania yang melihat sosok, yang di kenal nya yang ternyata Sonya,dan satu orang lagi adalah Amelia, mereka bersekongkol untuk menghancurkan Sania.
"kakak,ya ampun apa apa yang kamu lakukan, kenapa kamu merusak perusahaan keluarga kita, kenapa kau tega berkhianat pada Bunda, yang selama ini menyayangi mu kenapa!"
Sania berteriak, sambil menangis, iya merasa sangat sakit ketika tahu saudara nya sendiri yang menjadi penghianat.
"hahahaha, kamu itu lucu sekali Sania, kamu bilang dia menyayangi ku dan apa kamu bilang perusahaan keluarga kita, aku tidak tahu apa itu kita yang aku tau kau lah yang menguasai segala nya kau bahkan telah merebut cinta pertama ku,kau juga, telah merebut kasih sayang dari ayah ku,kau dan hanya kau yang selalu jadi prioritas mereka, bahkan saat aku ingin kuliah pun aku harus mengunakan uang yang sudah di cadangkan untuk mu, semua hanya untukmu bahkan ibu tiri ku pun tidak pernah memberi tahu ku bahwa selama ini dia memiliki berbagai harta dan perusahaan milik nya karena hanya kau yang berhak untuk itu, aku sungguh orang yang menyedihkan, dengan sedikit kasih sayang palsu aku sudah terbuai di dalam nya, dan karena kau juga aku harus berpisah dengan suami ku kau lah penyebab semua ini kau Sania!"""
Kata-kata Sonya sudah tidak bisa di maafkan lagi Sania menampar keras pipi Sonya berulang ulang kali,
"Apa kau sadar heeuh semua yang telah Bunda, korban kan untuk merawat dan menyayangi mu bahkan Eyang ku bersedia, memberikan nama keluarga nya untuk mu, apa masih kurang kasih sayang yang Bunda berikan dia tidak membedakan yang mana anak sambung dan yang mana anak sendiri, apa kau sadar dia lebih menyayangi mu dari pada aku, ternyata pengorbanan ayah Bunda, tidak pernah ada harga nya untuk mu kau bilang hanya aku yang di berikan asuransi pendidikan, apa kamu tidak ingat eyang dengan suka rela memberikan kasih sayang nya pada mu tidak membedakan darah kita yang mengalir di tubuh kita semua eyang berikan sama rata, dan semua yang terjadi atas keserakahan mu itu lah mengapa ayah lebih menyarankan Bunda, untuk memberikan perusahaan kepada ku yang memang seharusnya, menjadi milikku, padahal Bunda,sangat ingin kau yang memegang nya, tapi pirasat ayah memang benar, kau bukan lah orang yang tepat untuk itu.apa itu keinginan ku tidak KA kau salah, aku bahkan lebih memilih keluarga di banding kan dengan harta, dan semua dugaan ayah benar kau memiliki sifat yang di wariskan oleh nenek mu yang kejam itu apa pernah kau berpikir, tanpa kehadiran Bunda bahkan hidup mu lebih menyedihkan, kamu bahkan di buang oleh keluarga,mu oleh ibumu dan dengan penuh ke ikhlaskan Bunda,merawat dan membesarkan mu juga memberikan hak yang sama pada mu, bahkan dia mengorbankan, kebahagiaan nya demi mengurus hidup mu, kalau kamu bilang Bunda, adalah ibu tiri yang munafik,lalu apa sebutan untuk seorang ibu yang membuang mu.apa,,,? heuhhhhh bahkan jika itu sampai ke telinga Bunda, Bunda akan berkali-kali, memaafkan kesalahan mu, Bunda akan berpura-pura seolah dia tidak mendengar kan mulut keji mu dan menyimpan nya untuk nya sendiri apa kamu masih, meragukan nya heuhhhhh sadar lah KA,,, sebelum semua nya terlambat jangan salah kan orang lain untuk semua yang terjadi pada mu,harus nya kakak introspeksi diri, bukan makin menjadi!"
Sania, langsung bergegas pergi berlari membawa rasa kecewa yang teramat dalam luka yang di torehkan oleh saudara kandung nya sendiri, kata-kata Sonya yang menyebut Andara, adalah ibu tiri, padahal selama ini Andara bahkan tidak pernah mengatakan bahwa Sonya adalah anak sambung nya atau tiri, Andara begitu menyayangi Sonya tulus seperti ibu kandung nya.
Sonya, yang saat ini duduk dalam posisi terikat di kursi ia nangis sejadi-jadinya karena perkataan Sania seperti tamparan keras dan telah menyadari kekeliruannya, saat ini bahkan dia secara tidak sengaja telah menyakiti hati orang yang begitu tulus mencintai nya dan merelakan hidup nya untuk merawat nya.
saat itu Sonya di kirim kembali ke Desa, karena permintaan dari Sania, yang harus mengembalikan Sonya pada sang ayah.
__ADS_1
dan Amelia di masukkan kedalam penjara, dengan segudang kejahatan yang di buat nya, termasuk membunuh anak kandung nya sendiri setelah lahir.