
Beberapa bulan kemudian, Michael beserta kedua putranya yang saat ini tengah bersiap untuk pergi ke sekolah, dia begitu sibuk sedari pagi, kebiasaan lamanya tidak pernah terhenti dari mulai bangun hingga, menyiapkan segala perlengkapan untuk mereka berdua, Michael, selalu berhenti di kamar utama dia tanpa sadar menyiapkan pakaian kerja milik Piter yang sudah tidak ada lagi di dunia ini, dan pada akhirnya dia pun menangis dalam diam, karena merindukan pria yang sangat baik hati tersebut.
"Piter,tahu kah kamu sayang , aku sangat merindukan mu, hiks hiks hiks"ujarnya sambil memeluk jas milik mendiang suaminya itu.
kini kandungan Michael, sudah masuk usia lima bulan, dan semakin kesini semakin besar, karena dokter, mengatakan bahwa Michael Ahamil bayi kembar, laki-laki saat ini ada bahagia sekaligus sedih karena sebentar lagi mereka akan segera lahir,hanya tinggal menunggu empat bulan lagi, tapi Michael akan melahirkan anak kembar nya tanpa kehadiran Daddy nya di sisinya.
Michael, turun ke bawah,sambil mencoba tersenyum pada kedua putrinya yang kini tengah menikmati sarapan pagi nya.
"Ayolah princess mommy, kalian berdua cepat habis kan sarapan kalian ini sudah hampir terlambat"ujar Michael yang kini memasukkan bekal kedalam tas keduanya.
"Siap mommy, tapi mommy harus janji setelah pulang sekolah kita temui Daddy, Piter, aku sudah tidak tahan ingin segera bertemu dengan nya,momm aku rindu"ujar Merry
sontak, Michael mematung di tempatnya dia melihat ke arah Alice, sambil berurai air mata, Alice, yang mengerti akan apa yang telah di alami oleh Michael, dia langsung mengalihkan pembicaraan.
"Merry, sebaiknya kita temui Daddy, Jason, saja, karena Daddy, Piter, sedang pergi jauh dari negara ini, jadi akan lama untuk kembali, Daddy, Piter,sama Daddy Jason kan sama-sama Daddy, kita"ujar Alice.
"Tapi aku rindu Daddy, Piter, dimana Daddy momm... kenapa?? dia tidak pernah kembali, apa dia tidak sayang aku lagi, hiks hiks hiks"tangis Merry, pecah Michael, hanya bisa memeluk erat putri kecilnya yang sangat menyayangi Piter, seperti ayah kandung nya sendiri . karena selama ini Piter lah yang ada di sisinya menggantikan posisi Gibran yang bahkan tidak pernah mengetahui kehadiran Merry,di dunia ini.
Michael, menghapus air mata nya,lalu menatap lekat wajah Merry,sambil menghapus air mata putri nya itu.
"Mom... apa sebaiknya kita beritahu yang sebenarnya pada Merry,agar dia tidak bertanya terus dimana Daddy"ucap Alice.
"Tidak sayang ini belum saatnya, mommy takut dia kembali mengingat kejadian waktu itu"ujar Michael.
"Merry, nanti sepulang sekolah kita beli permen raksasa yu,sama Daddy Jason"ucap Alice, untuk membujuk adiknya saat ini.
"Baiklah, tapi mommy harus janji kalau Daddy, Piter, telpon bilang aku ingin bertemu dan suruh Daddy, cepat kembali"ujar Merry,sambil turun dari kursi nya menggapai tangan Alice, untuk pergi bersama ke sekolah mereka , yang berdekatan, dan Michael yang mengantar mereka, dan menjaga Merry, selama di sekolah.
di Indonesia, Sania, mendatangi kantor Gibran, dia rindu anak bungsu nya itu, yang sudah beberapa Minggu ini tidak pulang ke Mension di pulau AS , Sania, begitu khawatir dengan kesehatan putra nya itu.
Sania, membawa serta cucunya, yang kini berusia lima tahun,Gio semakin mirip dengan sang ayah, dia bahkan persis Gibran di saat kecil nya, sikap positif nya juga menurun pada putranya itu.
pintu ruangan Gibran, saat ini terbuka, tanpa disadari oleh pria yang tengah asik bercumbu dengan perempuan,nakal yang selama ini selalu mengejar Gibran, pria itu kini menjadikan wanita malam sebagai pelarian atas rasa frustasi yang selama ini melanda nya.
"Gibran, apa-apa an ini"teriak Sania, marah dia tidak menyangka bahwa putranya akan melakukan hal menjijikkan itu, apa lagi ini di kantor, Sania, yang langsung menutupi pandangan Gio ,agar tidak melihat kejadian itu.
__ADS_1
sementara Gibran, langsung mendorong wanita tersebut, dan memberikan sejumlah uang yang cukup banyak, dan menyuruh nya pergi, saat itu juga.
"momm... sejak kapan mommy datang, dan Gio , kenapa??.. mommy bawa Gio kemari"ujar Gibran.
"mommy,baru saja datang, dan apa ini kebiasaan baru mu, dan apa salah nya,Gio , datang ke kantor Daddy nya sendiri"ujar Sania, masih dengan nada marah.
"momm... aku frustasi,aku hampir gila karena terus menerus, harus menahan rindu ku pada istri ku Michael, harus sampai kapan, aku menunggu kapan kakak, membantu ku, menjelaskan kejadian itu, dan kalaupun Michael, memaafkan aku, belum tentu dia memaafkan Daddy, bahkan aku sendiri pun tidak akan pernah memaafkan Daddy"ujar Gibran.
"Sayang, jangan pernah lakukan itu, Daddy mu bukan orang jahat, semua orang pernah melakukan kesalahan, dan ingat na Tuhan saja maha pemaaf kenapa kamu harus tetap egois"ujar Sania, yang kini melepaskan tangannya dari wajah cucunya.
"Daddy"ujar Gio, sambil berlari menghampiri Gibran, yang kini berjongkok merentangkan tangan kearah Putra nya itu.
"Gio , sayang kamu kangen Daddy??"ujar Gibran.
"Tentu saja Daddy"ujar Gio yang kini memeluk erat Gibran.
"Pertanyaan macam apa itu, tentu saja putra mu merindukan Daddy, nya yang tidak pernah pulang, bahkan Daddy nya, sudah tidak sayang dengan Oma nya sendiri.
"momm... maaf kan aku aku sangat sayang mommy, tapi aku tidak ingin melihat dia yang sudah merusak hubungan ku dengan istri ku Michael"ucap Gibran, mungkin jika orang lain yang mendengar Gibran menyebut Michael sebagai istri,itu akan bertanya karena tidak pernah menyaksikan mereka menikah, tapi Sania, sudah terbiasa dengan itu, sedari kecil Gibran, menganggap Michael, sebagai istri nya belahan jiwa nya hingga saat ini.
tujuan Gavin, adalah ingin adiknya itu, benar-benar berubah menjadi orang yang sangat penyabar tapi sepertinya Gibran, mewarisi sifat sang Daddy, yang benar-benar keras kepala.
terbukti dari cara Gibran, menyalurkan rasa frustasi nya saat ini, dia menjadi seorang pria berengsek yang akan tidur dengan wanita manapun yang bersedia berada di atas ranjang nya saat ini, tapi dia tetap membenci Serry, yang kini terduduk di kursi roda.
Wanita itu, sudah hampir menyerah, selama ini karena kakinya yang lumpuh walaupun dia sudah melakukan pengobatan hingga ke negara yang memiliki alat medis canggih sekalipun, kakinya tetap saja lumpuh mungkin Tuhan sedang menghukum nya saat ini atas perbuatan nya di masa lalu.
🌹💖💖💖🌹
hari demi hari, Michael lalui dengan menyibukkan diri,di saat kehamilan nya saat ini yang memasuki usia tujuh bulan, dan karena dia mengandung bayi kembar perutnya setara dengan kehamilan sembilan bulan wanita yang mengandung satu anak.
Gibran, yang sering melihat kegiatan Michael, selama ini, dia sudah tidak tahan lagi, menahan kerinduan nya, terhadap Michael, dan putri nya yang semakin lama semakin cantik dan menggemaskan itu.
Gibran, memutuskan untuk menemui Michael di kediaman nya saat ini, dia nekad apa pun yang terjadi nanti dia harus kembali memiliki wanita yang sangat di cintai nya itu.
"Nyonya, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan anda"ujar sang pelayan.
__ADS_1
"Siapa??"tanya Michael heran.
"Katanya anda akan mengenal nya, setelah anda menemuinya"ujar pelayan tersebut.
"Suruh tunggu aku ganti baju dulu"ujar Michael yang kini mengenakan dress selutut berwarna hitam khusus ibu hamil.
"Baik nyonya"ujar pelayan itu.
Michael pun merapikan rambut nya, dan sedikit memberikan polesan lipstik di bibirnya yang sedikit pucat tersebut.
sementara itu di rumah itu saat ini hanya dia bersama pelayan, karena kedua putrinya itu kini tengah berada di rumah Jason, karena seperti biasa, Merry, merengek merindukan Piter, dan kalo sudah begitu Jason, ikut menenangkan putri angkat nya itu.
Michael, pun turun menuruni tangga perlahan-lahan dengan sangat hati-hati, saat ini, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada dirinya dan kedua putranya itu.
sesampainya di ruang tamu Michael, terkejut melihat pria yang sangat di benci nya saat ini hadir di hadapan nya, meski Michael,tau kronologi kejadian terbunuh nya Piter, saat itu tapi bagi Michael, Gibran tetap penyebab utama dari kematian suaminya itu.
Michael, hendak berbalik dan pergi dari hadapan Gibran tanpa sepatah kata pun, tapi ucapan Gibran, menghentikan langkahnya saat itu juga.
"Apa setelah sekian lama, aku masih tetap tidak termaafkan honey"ujar Gibran lantang.
"Apa?? aku harus memaafkan orang yang telah membunuh suamiku dan ayah dari anak-anak yang sedang ku kandung"ujar Michael,ketus sambil menahan derai air mata nya saat ini.
"Aku sudah jelas kan bukan aku yang membunuh nya, tapi kenapa kamu masih membenciku hingga saat ini"ujar Gibran, berapi-api.
"Tapi semua nya karena dirimu, dan hanya kamu dalang dari semua kejadian itu, harus nya kamu bersyukur karena aku tidak memenjarakan mu, Gibran, sekarang sebaiknya enyah dari hadapan ku Gibran, aku sudah tidak ingin melihat mu lagi,kau pembunuh Gibran,kau tega membunuh orang yang dengan tulus merawat dan mencintai darah daging mu sendiri, bahkan putri mu selalu bertanya dimana Daddy nya hingga saat ini, dan aku bahkan tidak sanggup untuk menjelaskan bahwa dia telah tiada, apa lagi jika kedua putra ku lahir kelak, apa yang harus aku lakukan jika mereka menanyakan dimana Daddy nya berada, pergilah jangan pernah tunjukkan wajah mu lagi di hadapan ku hiks hiks hiks, kenapa kamu tidak membunuh ku saat itu juga mungkin aku tidak akan pernah merasakan ini semu"ujar Michael, yang pergi dari hadapan Gibran,baru saja beberapa langkah Michael langsung berhenti.
"telpon polisi sekarang juga, jika itu bisa menebus dosa dan menghilangkan rasa sakit mu, selama ini, aku siap bahkan jika mereka menjatuhi ku hukum mati, tapi aku mohon satu hal tolong jangan pernah membenci ku, karena aku tidak sanggup lebih baik aku mati dari pada harus melihat kebencian mu terhadap ku saat ini, honey aku sangat mencintaimu, mengertilah aku melakukan itu karena aku tidak rela orang lain memiliki mu, tapi aku tidak pernah berniat untuk melenyapkan Piter, honey, semua di luar kendali ku, aku mohon honey, lebih baik kamu bunuh saja aku sekarang dari pada aku melihat kebencian di matamu ini"ujar Gibran, yang kini menatap lekat mata Michael yang masih berurai air mata.
"pergilah Gibran, jangan kau buat aku terus teringat akan kepergian nya, aku sudah seperti orang gila, setiap hari aku menyibukkan diri, seakan-akan dia ada di dunia ini, aku menyiapkan semua nya, semua keperluan dia semasa hidupnya, tapi aku akan tersadar bahwa dia sudah tiada setelah semuanya tidak ada yang menyentuh nya sedikit pun, hiks hiks hiks, andaikan saja semua orang melihat itu mungkin saat ini aku sudah berada di dalam rumah sakit jiwa, tapi aku selalu berusaha tegar demi keempat putra putri ku, aku mencoba tegar, apa jika posisi ku ada di wanita lain, bisakah dia memaafkan pembunuh suaminya sendiri, tidak Gibran, semua tidak semudah itu, jadi aku mohon pergilah, dan lagi kau punya dia yang sangat kau cinta ada putra mu yang sangat kau cintai,lalu untuk apa lagi, kamu berada di sini, untuk apa ??"ujar Michael, yang kini terduduk lemas di sofa.
"Aku hanya mencintai mu, honey, harus berapa kali aku jelaskan, aku terpaksa menerima perjodohan itu, dan kamu sendiri yang mendorong ku saat itu, kamu honey, jika kamu lupa"ujar Gibran.
"Aku, heuhhhhh... haha...lucu sekali Gibran, bahkan anak sekecil Merry, pun tau jika seorang pria mengenalkan wanita nya pada kedua orang tua nya, saat itu tidak mungkin kalau pria itu tidak punya perasaan pada nya jadi jangan cari kambing hitam di sini, kamu sendiri munafik Gibran, apa bisa orang yang tidak saling mencintai, akan memiliki nafsu untuk bercinta di malam pertama nya, bahkan video nya terlihat jelas, siapa yang memulai nya lebih dulu, jadi jangan pernah membohongi diri sendiri, pergilah aku mohon"ujar Michael, sambil mengatupkan kedua tangannya di hadapan Gibran, dia pun berbalik dan pergi menuju kamar nya menaiki tangga menuju lantai dua .
Gibran, mengejar nya berusaha untuk menjelaskan semua nya, tapi Michael, tetap tidak ingin mendengar perkataan Gibran, Michael langsung masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu nya tepat di hadapan Gibran yang hendak melangkah masuk tapi tidak bisa.
__ADS_1
Michael, menangis sesenggukan saat ini dia tidak tahu harus berbuat apa, hati nya terlanjur sakit saat ini siapa yang tidak akan merasa sakit,di saat Michael mulai mencintai Piter, laki-laki itu harus terbunuh di hadapan nya, dan penyebab nya adalah pria yang telah menyakiti hati nya berulang kali, mengambil hati nya kemudian mengecewakan nya lagi dan lagi.