Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Berlibur di kampung


__ADS_3

Setelah sandi,di tanyai oleh Tias. akhirnya Tias memberikan Restu pada sandi dan rencana nya hari ini semua orang akan pergi ke kampung untuk berlibur sekali Gus untuk memperkenalkan,Tias ibu mertua Sania pada Ayah dan Bunda Sania,


sesampainya di kampung, Sania sudah di sambut, dengan hangat oleh keluarga, Sania serta kerabat dekat ayah nya.siti, Ari , sandi dan Rido. langsung pulang kerumahnya, sementara Tias dan Yeslin langsung, bergegas,ke ruang makan karena mereka sudah kelaparan, saat menempuh perjalanan, jauh Sania dan Adryan mengikuti dari belakang, Gavin,di bawa oleh Ayah Sania berkeliling di halaman sambil menggunakan stroller baby.


"sayang,Aki hari ini mau mengajak mu berkeliling di halaman,mau gak?"


tanya sang kakek.


"Mau ,,, aku mau lihat bebek yang berisik kata Oma, Debora bebek itu berisik Aki!"


ucap nya terbata-bata.


"Kamu pernah makan daging bebek gak sayang?'


tanya sang kakek lagi.


"Aki,,,,emang nya bebek bisa di makan, ih Aki jahat kan kasihan bebek nya di makan entar kalo mati gimana,kaya buaya saja seram ih Aki makan bebek!"


Gavin,malah ngatain kakek nya kaya buaya,ah emang anak kecil tidak akan tahu apa-apa.


masih polos jadi harus dengan telaten memberi tahu nya secara perlahan dan bertahap.


mereka berdua pun berjalan di sore itu Sania mengajak Yeslin, untuk bermain cross di bukit tempat mereka berkumpul, setiap kali pulang.


"mommy,,, aku mau keluar dulu bareng Yeslin kalo mommy mau jalan-jalan juga bisa ajak Adryan, sudah tahu daerah sekitar sini ko!"


ucap Sania pada ibu mertua.


"memang kamu mau jalan kemana sama Yeslin?"


tanya Tias.


"mau main cross, momm ,,, udah lama aku kangen dengan motor ku yang cantik itu kalo Yeslin, mau juga ada satu lagi milik ku yang waktu itu hadiah Event pas Adryan nikah sama Amelia!"


jawab Sania jujur.


"Yes ,,, kamu mau pakai motor ku yang baru apa sepeda, kamu tinggal pilih sih tapi kalau gak milih berarti kamu bareng Adryan, jalan sama mommy aku pergi duluan ya !"


ucap Sania.


"tunggu KA Hari ini sandi main juga gak?,,,kalo main aku ikut ya aku mau lihat dia keren gak sih!"


kata Yeslin.


"owh bukan lagi, kamu lihat saja sendiri!"


jawab Sania.


"Sayang, kamu di mana sih aku cari-cari ko gak ada!"


panggilan Adryan, terdengar Sania buru-buru keluar dengan motor nya.


"pergi dulu ya dadah, keburu dia tahu!"


ucap Sania pamit sama Yeslin dan mertua nya.


"lah aku ko di tinggal Kaka ipar,,,!"


panggil Yeslin, Adryan yang baru nongol langsung bertanya .


"Mommy, lihat Sania. enggak?"


tanya Adryan.


"Ah Kaka sih telat KA Sania baru pergi dengan motor cross nya!"


jawab Yeslin.


"Apa,, kamu gak salah yes,,, ?"


tanya Adryan,lagi.


"Ya, enggak lah aku juga di tinggal sama dia aku kan pengen ikut!"


jawab Yeslin.


"Yan mending kamu susul deh takut terjadi apa-apa pada nya, nanti.lagian dia kan wanita ko hobi main motor,mana motor cross lagi!"

__ADS_1


ucap Tias yang agak hawatir.


"Kaka aku ikut ya kalau Kaka mau pergi!"


ucap Yeslin, lagi.


"Ayo naik mobil, mommy mau ikut juga sekalian mommy lihat menantu mommy yang jago main motor?"


tanya Adryan lagi.


" boleh, tapi bawa Gavin juga ya biar dia lihat mommy nya.


mereka semua pun ikut menyusul Sania ke bukit tempat nya bermain, cross sesampainya di sana Tias celingukan, mencari sang menantu.


"mommy cari siapa ko celingukan gitu, ?"


tanya Adryan.


"mommy cari Sania,lah masa cari yang lain!"


ucap ibunya itu.


"Mommy gak lihat tuh yang lagi muter-muter di atas bukit, lihat deh sebentar lagi!"


ucap Adryan.


dan benar saja Sania melayang di udara dengan gerakan salto keren banget,ibu mertua nya hampir pingsan di buat nya.setelah itu dia menaiki tebing dengan motor nya sorak Sorai penonton sekitar. kampung terdengar gemuruh Yeslin sempat melongo di buat nya Gavin yang di pegang Adryan, langsung, teriak


"mommy,,, Deddy mommy hebat ya!"


Adryan melongo di buat nya ternyata anak nya juga suka dengan olahraga ekstrim itu.


"ya ampun,KA Sania gila gila gila ini gila wow ternyata KA Sania sudah profesional, pantesan waktu itu Siti mengantar sepeda motor hadiah perlombaan nya ternyata keren sekali mommy!"


ucap Yeslin memuji, bukan hanya Yeslin tetapi hampir semua warga desa memuji nya dan sangat terhibur,


tiba-tiba, saja Sania dan ke empat sahabat nya itu melakukan atraksi melayang dari atas tebing dengan gerakan salto dan mendarat cantik semua penonton semakin heboh dan semakin kagum,


"hmm awas aja nanti di rumah aku hukum baru tau rasa kamu sayang"


sesampainya di rumah Adryan, sudah berada di dalam kamar. Sania masuk sambil tersenyum,di paksa kan karena, suaminya seddang dalam mood yang jelek Sania langsung bergegas menuju ke kamar mandi.untuk membersihkan diri.


setelah keluar dari kamar mandi.snia langsung berganti pakaian,dan langsung mengeringkan rambut nya .


Adryan hanya diam menatap sang istri yang sibuk memakai skincare nya .


"Yang,,, kamu ko melihat aku kaya gitu sih aneh tau kaya orang ke sammbet deh!"


ucap Sania.


"Bereskan barang-baranh semua kita kembali ke ibukota, untuk apa di sini juga malah gak karuan kaya gitu!"


ucap Adryan, sinis.


"Apa maksudnya kamu Yan, kalau ngomong itu yang jelas biar aku paham apa mau mu?"


Sania bertanya sambil memandang suaminya yang ketus itu.


"Aku tidak suka sikap urakan mu kamu itu sudah jadi ibu kenapa masih suka dengan semua itu!"


ucap Adryan, yang sedang emosi.


"Adryan, kamu gak akan ngerti dengan hobi ku yang sudah mendarah daging itu, itu bukan urakan tapi itu hobiku kenapa sih harus di permasalahkan, aku bingung sama kamu.


ucap Sania sedikit tinggi.


"owh begitu baik kalau itu hobi mu seperti nya aku sudah tidak di hargai lagi di sini baiklah aku akan pergi!"


ucap Adryan, sambil mengambil kunci mobilnya, itu Sania langsung mengunci pintu kamar nya lalu dia masuk kan kunci itu di saku piyama tidur nya.


"Buka pintu nya Sania, aku ingin pergi!"


ucap Adryan membentak nya.


"Owh begitu ya cara yang baik ngomong sama aku tidak seperti, kamu ngomong sama Amelia dengan begitu sayang nya penuh kelembutan kamu benar Yan aku memang urakan tidak berguna dan tak seharusnya di cintai.!"


ucap Sania, dengan nada tinggi sebaik apapun diriku tidak akan berarti untuk mu karena yang kau lihat adalah dendam.

__ADS_1


🌹💖💖💖🌹


Adryan, terdiam setelah,satu jam mereka berdebat tidak kunjung ada penyelesaian Sania pergi membuka pintu kamar dalam keadaan, menangis malam itu dia pergi kerumah pohon di atas tebing itu ia naik menggunakan motor nya dengan emosi yang memuncak iya sesampainya di sana Sania memanjat ke atas pohon menuju rumah tersebut, rumah pohon itu sudah tersedia kasur dan bantal juga selimut yang sudah di siapkan dari satu bulan yang lalu tempat nya begitu bersih dan rapi karena sengaja di bangun dan di biyaya i oleh Sania, Kudus untuk mereka berempat.


malam hampir larut Adryan pun menyesali kata-kata nya tadi semua orang mencari nya tapi tidak ketemu juga.


Ayah Sania ingat sesuatu, saat Sania sedih dan kecewa maka tebing itu lah yang akan menjadi tempat satunya, dia pun meminta bantuan sandi untuk mencari Sania ada atau enggak nya di sana.


"sandi maaf ayah mengganggu mu malam hari ini, Sania pergi mungkin saja dia ada di tebing itu bisakah kamu membantu mencari nya setidaknya, tolong temani dia di sana kalau ada.


sandi Ari dan Ridho pun bergegas, mereka akan menggunakan, motor untuk naik ke sana karena kalo manjat akan lebih berbahaya.karena sudah larut.


ayah Sania dan Adryan kembali pulang Ayah nya menasehati Adryan, sepanjang jalan.


"Nak ayah hanya ingin memberitahu kan pada mu se marah apa pun kamu pada istri mu tolong jangan membentak nya, karena Sania sebenarnya, anak yang lemah lembut, hobi nya memang seperti cowok, bahkan dia juga jago beladiri tapi satu hal yang harus kamu tahu anak ayah yang satu itu tidak bisa untuk di bentak, hati nya begitu lembut jadi sekali nya ada yang membentak nya itu akan terasa sakit,bagi nya Sania harus di kasih tahu pelan-pelan sebenarnya ini kali kedua dia kabur kesana. dulu saat tebing itu belum di bangun seperti sekarang dia memanjat tebing itu malam-malam tanpa pengaman sedikit pun, dia berhasil, naik dan tidur di tenda yang sudah ia siapkan sebelum, nya dengan sandi Sania . tapi ke esokan pagi nya iya kembali menuruni bukit tapi naas iya terjatuh, sampai kaki sebelah kiri nya mengalami cedera parah dagu nya berdarah dan tangan nya robek, saat itu ayah begitu sedih dan panik sampai-sampai Sania di bawa ke Belanda oleh Eyang nya untuk pengobatan karena paha kiri nya mengalami retak tulang ,dan luka robek di lengan yang akan meninggalkan bekas langsung di operasi plastik, karena Sania cucu satu-satunya saat. itu di keluarga, Anderson.


Ayah hanya bisa berdoa semoga Sania baik-baik saja, dan ayah tidak pernah melarang nya melakukan apa pun,asal dalam pengawasan, sandi dan kedua teman nya sudah seperti kakak bagi Sania, mereka selalu dekat dengan kami jadi mereka sudah ayah anggap seperti, anak sendiri, karena sedari Sania kecil dia di asuh oleh ibu nya sandi, yang sudah meninggal empat tahun silam, Bunda yang sibuk mengurus perusahaan sering bolak balik ke ibukota bahkan ke luar negeri, iya pun tidak pernah menelantarkan kedua putri kami tapi Sania lebih manja sama ayah ketimbang Bunda nya itu malah yang lebih manja adalah Kaka nya Sonya, dia lebih lengket dengan Bunda ketimbang ayah. itulah kenapa ayah yang setua ini masih harus kuat untuk menggendong putri bungsu ayah memang sangat lah manja jika di rumah tapi tidak kalo di luar dia bisa buat orang babak belur jika di ganggu. tapi jika di bentak oleh orang yang paling dia Sayang dia tidak akan sekuat itu hati nya bahkan rapuh.


dan satu hal yang ayah minta padamu jagalah hati nya.tapi jika kelak kau sudah tidak sanggup menjaga nya jangan sakiti dia seperti tiga tahun lalu . kembali kan lah Sania pada ayah!"


karena sang ayah mertua berbicara panjang lebar tidak terasa mobil sudah memasuki pagar rumah nya.mereka pun berhenti mengobrol dan bergegas masuk, ke dalam rumah. untuk menenangkan para wanita yang sedang panik termasuk Tias.


sementara di atas bukit, Sania sedang tertidur dengan mereka ber empat dan sandi memeluk nya dengan rasa sayang, sebagai adik nya yang sedari dulu hidup bersama nya tidak ada kecanggungan di dalam nya karena sedari kecil mereka sering mandi dan tidur bersama-sama Sania yang kala itu di asuh oleh ibu nya sandi, mereka sudah seperti ibu dan anak otomatis sandi sudah seperti kakak nya dimana pun sandi pasti ada Sania dan begitu pun sebaliknya.


"Tuan putri tidak mau cerita pada pangeran"


tanya sandi.


"hmm aku ngantuk pangeran, lebih baik kita tidur!" ucap Sania sambil pura-pura merem padahal sandi tau kalo Sania sedang gelisah bahkan matanya saat ini sembab


"owh baik lah pangeran elus-elus kepala nya saja ya"


ucap sandi lagi.


"baik lah"


ucap Sania.


mungkin bagi sebagian orang bahasa yang mereka gunakan terdengar sangat kekanak-kanakan, tapi itu cara untuk meredam emosi dari Sania sedari kecil, bahkan kebiasaan itu tetap di bawa hingga sekarang, dengan begitu hanya sandi dan ibu sandi yang telah tiada, yang bisa membujuk nya, dengan kata tuan putri sementara yang lain jangan harap, kalo orang lain yang mengucapkan hal itu Sania tidak suka karena seperti sedang di ejek kecuali teman nya Ari dan Rido mereka pun hanya sesekali,bicara begitu.tapi tidak dengan sang ayah yang sudah menjadi suatu keharusan, memanggil nya seperti itu karena dia memang sangat manja pada ayah nya.


Sania pun tertidur, setelah di elus-elus kepala nya oleh sandi.


ibu pasti lihat dari atas sana tuan putri kita masih tetap sama seperti dulu dan sandi masih harus melindungi nya,ibu tenang saja sandi dan tuan putri ibu akan selalu baik-baik saja.kami akan terus saling menjaga selama nya.


mereka pun terlelap tidur masih dalam dekapan sandi Sania dan sandi tidur di tengah-tengah Ari dan Rido.


ke esokan pagi nya Sania sudah bangun bahkan sudah membasuh wajah di bawah karena ada jawaban yang lumayan nyaman untuk membersihkan diri.


"pangeran pulang yu,,, aku kangen Gavin .


ini sudah pagi. aku ayo turun"


ajak Sania.


"aku masih ngantuk tuan putri nanti satu jam lagi ya !"


jawab sandi.


"ya sudah aku mau masak air dulu kau mau minum apa!"


tanya Sania lagi.


"aku teh saja" ucap sandi.


"aku kopi" ucap Rido.


"Aku susu ya" ucap Ari.


"Baik lah aku buatkan, berhubung, kalian sudah datang untuk ku dan mood ku sedang baik jadi dengan senang hati aku buatkan!"


ucap Sania.


"Aku di buatin gak tuan putri ku!"


ucap seseorang dari arah belakang,,,,


hmmm siapa ya kira-kira 🤣🤣🤣 jawabannya nanti di episode berikutnya,mohon tunggu ya dan jangan lupa terus Dukung Author,,agar semakin semangat dalam menulis terimakasih sebelumnya salam kenal!"""

__ADS_1


__ADS_2