
kini Jason, memberikan izin kepada Alice, untuk memilih ingin tinggal di mana dan bersama siapa, tapi ada satu hal yang membuat Jason tercengang Alice, meminta hidup sendiri di London, dia ingin memulai karir nya mulai dari nol, untuk melanjutkan kuliahnya sambil bekerja di perusahaan orang lain.
Jason, awal nya tidak menyetujui itu dia ingin Alice, di sana hanya untuk kuliah, tapi setelah Alice, kekeuh ingin bekerja dari nol untuk sebuah kesuksesan, akhirnya Jason pun mengalah di awal Jason sempat mengira Alice akan tinggal di Indonesia bersama dengan Michael, tapi dugaan nya melenceng.
Alice, pun bersiap untuk pergi dengan tujuan London Inggris,tapi saat sampai di bandara dia berpindah haluan, tujuan terakhir nya adalah negara Jepang, sungguh membuat Jason dan Michael, bingung sebenarnya apa yang putri mereka ingin kan, putri nya itu seakan merasakan kehampaan yang teramat sangat.
saat ini Alice, tengah berada di dalam pesawat, tujuan Jepang dia memakai penerbangan umum tak ingin, lagi terlalu banyak berpikir, tentang masa lalu nya terutama cinta pertama nya, Alice menutup mata ingin sekali saja dia tidur nyenyak saat ini.
setelah perjalanan yang sangat melelahkan itu berakhir, Alice, pun tiba di Jepang, dia sudah melakukan transaksi pembelian sebuah apartemen, lewat online, jadi saat ini dia sudah langsung bisa menempati nya, kebetulan jarak apartemen dan kampus tidak terlalu jauh, disini Alice, akan melanjutkan pendidikan S2,nya itu.
sesampainya di gedung apartemen yang cukup mewah tersebut, Alice, langsung disambut oleh scurity di sana yang begitu ramah,sambil membawakan tiga koper miliknya saat ini, dia langsung memasuki unit nya di lantai 15 saking lelahnya Alice, langsung menuju kedalam kamar nya.
dia menjatuhkan diri di kasur lalu menghembuskan nafas panjang Alice, akan mulai hidup barunya di sini.
dia kembali berselancar di media sosial, memosting sebuah pemandangan yang tadi iya lewati dengan caption 🌹 mulai hidup baru meskipun sendiri harus tetap semangat 🌹 dia tidak sengaja ingin pamer hanya saja dia ingin mengungkapkan isi hatinya saat ini.
tiba-tiba saja, postingan nya di banjiri kolom komentar, dan kebanyakan, teman sekolah nya dulu Indonesia dan Jerman tapi masih banyak lagi yang lainnya, komentar nya hampir sama,mengira Alice, sedang berlibur di negeri sakura tersebut.
Alice, hendak menutup akun nya tersebut tiba-tiba, muncul akun baru yang tak dikenal.
"Tunggu aku di sana"ujarnya, Alice tersenyum kecil dia kira itu hanya main-main orang berkomentar seperti biasanya.
Alice, tidak menanggapi hal itu dia langsung memejamkan mata nya setelah memastikan bahwa ponsel nya sudah mati.
hingga pagi hari tiba Alice, memulai aktivitas nya, dengan berolahraga di ruangan khusus yang ada di apartemen nya, setelah selesai dia langsung menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya sendiri, sambil membersihkan rumah nya itu dengan berbagai macam jenis robot, yang tersedia di sana, Alice, memang membeli itu dengan harga yang cukup fantastis .
setelah selesai menyiapkan sarapan dia langsung naik ke kamar nya untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sementara robot itu di biarkan beres-beres rumah karena setelah selesai mereka akan berhenti otomatis.
sungguh sangat menakjubkan di dunia yang serba canggih seperti sekarang ini.
Jason yang baru mengetahui bahwa putri semata wayangnya itu kini berada di Jepang, dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk selalu mengawasi putri nya menjaga nya dari jarak jauh.
begitu juga Michael, yang selalu menghubungi Alice, setiap hari nya, dan Alice, begitu bahagia mommy nya tidak pernah berubah meskipun saat ini mereka sudah hidup terpisah tapi kasih sayang Michael, sudah tidak bisa di ragukan lagi.
Alice, langsung bergegas menuju kampus baru nya, saat ini hari pertama ia masuk kuliah setelah mendaftar secara online.
sesampainya di parkiran gedung kampus tersebut, Alice, langsung memarkirkan mobilnya dengan sangat sempurna, karena tau peraturan di negara itu Alice, selalu mengikuti aturan yang di terapkan.
setelah itu dia mencari letak kelas nya melalui panduan yang ada di ponsel nya saat ini.
sesampainya di tempat yang di tuju kebetulan sudah masuk jam belajar yang akan di mulai beberapa menit lagi, Alice, akan mulai mata kuliah pertama nya.
Alice begitu serius saat dosen menerangkan apa saja yang ada dalam pembahasan saat ini, sementara teman teman wanita yang lain nya berbisik-bisik, tentang pria yang saat ini tengah menerangkan materi pelajaran tersebut.
hingga akhir jam kuliah Alice, masih berada di area kampus, untuk mengenal seluk beluk area kampus agar dia tidak tersesat, hingga ketika dia hampir bertabrakan dengan orang yang baru bertemu dengan nya tadi mereka saling membungkuk untuk memberi hormat kepada masing-masing, setelah itu Alice,pamit pergi .
setelah pulang Alice, langsung masuk ke dalam kamar nya dia ingin mengistirahatkan tubuh nya,itu adalah tujuan utama nya, tapi saat dia tiba di depan pintu masuk unit apartemen milik nya, seseorang sudah berdiri menghalangi jalan nya.
"Kak, Rio sedang apa kamu disini, dan darimana kau tau aku disini"ucap Alice, tapi Rio, hanya tersenyum tanpa menjawab dan tanpa aba-aba, Rio langsung memeluk dan mencium bibir Alice, tanpa ampun.
__ADS_1
Alice, berusaha untuk melepaskan ciuman itu tapi Rio, semakin menggila tangan nya mengarah kan tangan Alice ke arah pintu untuk membuka kunci pintu tersebut dan itu berhasil seperti yang Rio ketahui pintu itu bisa di buka dengan sidik jari pemilik nya.
tanpa melepaskan ciuman itu, Rio langsung membuka pintu dan membawa Alice masuk hingga dekat sofa saat itu juga Rio membawa Alice, keatas pangkuannya Alice, hanya diam mengikuti apa yang Rio lakukan karena melawan pun percuma.
"honey aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukan mu, kenapa selama ini aku tidak bisa menghubungi mu bahkan semua informasi tentang mu menghilang bak di telan bumi, apa kau tahu betapa menderitanya aku selama ini karena merindukan mu"ucap Rio, Sambil menatap sendu ke arah wajah cantik yang teduh itu.
"Aku tidak kemanapun, aku pikir kakak, yang sudah melupakan aku, karena kamu sudah memiliki kekasih, setiap kali aku membuka akun sosial media, wajah kalian terpangpang nyata di sana, kamu selalu tersenyum bahagia, jadi sekarang untuk apa bicara begitu pada ku"ucap Alice,santai dia tidak menunjukkan cinta dan kerinduan yang selama ini terpendam di hati nya menyiksa jiwa nya.
"Alice, pertanyaan macam apa??....itu, apa kamu tidak merasakan hal yang sama dengan ku"ucap Rio kesal.
"Kalau pun ada,itu akan percuma sia-sia saja aku mencintai pria yang jelas-jelas tidak mencintai ku, bahkan setelah perpisahan itu kamu langsung mengganti kan aku dengan nya, jadi cinta macam apa yang sebenarnya harus di bicarakan"ucap Alice,santai sambil bangkit berdiri beranjak dari pangkuan Rio, walaupun Rio berusaha menahan Nya.
sementara itu Alice, saat ini tengah menahan rasa sakit nya, setiap kali, mengingat kemesraan yang selalu ia lihat di akun media sosial milik kekasih Rio, Alice berjalan menaiki tangga menuju lantai dua di sana letak kamarnya berada, Alice, menutup pintu kamar tersebut dan langsung bergegas menuju kamar mandi dia ingin bersih-bersih setelah aktivitas seharian menyusuri kampus.
sementara Rio masih setia duduk di sofa ruang televisi, menunggu sang empunya turun.sementara itu robot pelayan memberikan dia minum, robot itu bisa di kendalikan melalui ponsel milik Alice.
Rio tersenyum manis, setelah robot itu pergi ke tempat asal nya.
setelah hampir tiga puluh menit, Alice pun turun dia sudah menggunakan piyama tidur nya, saat ini karena memang ini memang sudah jam tujuh malam, Alice pergi ke dapur untuk memanaskan makanan siap saji, setelah selesai, dia menghidangkan nya di meja makan, lalu bergegas memanggil Rio.
"Kak, aku mau makan malam, apa kamu mau gabung dengan ku"ucap Alice, dengan wajah datar nya.
"Aku kira kamu sudah lupain aku, karena sedari tadi aku dibiarkan sendiri"ucap Rio, sambil tersenyum manis pada Alice.
"Sudah sedari dulu aku mencoba melupakan mu,asal kakak tau itu"ucap Alice, sambil terus berjalan di ikuti oleh Rio di belakang yang kini menatap punggung wanita yang teramat di cintai nya itu, rasanya Rio, ingin mendekapnya erat dan Takan pernah ia lepas lagi.
sesampainya di meja makan tersebut mereka pun duduk hanya ada ke heningan saat ini, sebelum Alice bertanya kenapa Rio tidak mengambil makanan yang tersedia di meja.
"Aku menunggu istri ku mengambil kan itu untuk ku"jawab Rio.
"Kamu punya tangan kan jika tidak kamu bisa panggil istri mu kesini, aku tau kalian sedang berlibur di negara ini"ucap Alice dingin.
"Honey"ucap Rio yang kini menatap lekat wajah yang tanpa ekspresi itu.
"sorry, nama ku Alice"ucap Alice lalu kembali berkata"aku tidak salah bukan kamu tinggal panggil dia setelah itu kamu bisa makan bersama dengan nya"ucap Alice,datar.
sementara itu Rio, hanya menatap Alice yang kini tengah menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya sendiri dengan cueknya.
setelah beberapa suapan Alice, menghentikan makan nya, karena Rio tak kunjung mengambil makanan tersebut yang sedari tadi terhidang di meja.
Alice, pun mengalah dia tau Rio , begitu keras kepala, dan benar saja sampai detik ini dia masih tetap diam sampai Alice , berkata" makan lah, Maaf kan aku jika aku selalu salah di matamu"ucap Alice yang kembali menikmati makan malam nya yang sebenarnya tidak terlalu berselera.
setelah selesai makan Alice, meneguk air mineral milik nya, sementara Rio masih duduk menatap lekat kearah Alice, tatapan penuh arti tanpa Alice hiraukan.
"Aku sudah selesai, kakak bisa pulang kapan saja kakak mau karena pintu nya akan mengunci dengan otomatis, jadi aku tidak perlu mengantar mu, dan satu lagi jika tidak suka dengan hidangan nya, lebih baik di buang saja"ucap Alice, yang kini bangkit berdiri dan hendak pergi tapi kemudian langkah nya terhenti saat dia melihat tangan Rio, bercucuran darah dengan pecahan gelas yang sedari tadi ia genggam.
"Aku, sudah minta maaf jika aku ada salah kenapa??... lakukan ini heeuh"ujar Alice, yang sambil meraih tangan Rio, tapi Rio, malah menyingkirkan tangan Alice.
"Kak, aku sudah ikhlas kamu bersama dengan nya, aku sudah memaafkan semua nya, dan aku juga sudah meminta maaf, kepada mu lalu mau mu apa heuhhhhh, aku tidak mengerti, kamu" ucap Alice.
__ADS_1
Rio, beranjak dari duduknya,lalu pergi meninggalkan Alice, yang kini mematung dengan derai air mata, setelah Rio berbalik memunggungi nya, tiba-tiba bruk.... Rio terjatuh bersimbah darah di lantai, Alice menjerit saat ini melihat darah yang keluar dari perut Rio dan juga tangan nya saat ini Rio, menggenggam sebilah pisau yang entah kapan ia ambil dari atas meja.
"Kak...!!!!.... hiks hiks hiks, apa yang kamu lakukan"Alice berlari mengambil ponsel nya dia langsung menghubungi nomor darurat untuk pertolongan.
Alice, kembali berlari, ke arah Rio saat itu juga dan memangku kepala nya Rio dengan hati-hati tangis nya tidak berhenti, Rio yang masih setengah sadar saat ini hanya tersenyum pada Alice, dia tau wanita yang kini berada di hadapan nya masih sangat mencintai nya.
"kak, aku mohon bertahan lah aku tidak masalah jika aku harus di penjara karena ini tapi aku tidak ingin kamu kenapa-napa, aku mohon bertahan lah.
benar saja setelah petugas datang menolong Rio, kini Alice di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, atas kejadian itu, Alice, pun di tahanan karena dia yang menjadi penyebab Rio melakukan percobaan bunuh diri.
Alice, tidak menolak saat ia hendak di masukkan ke dalam tanah, dengan sendirinya Alice, berjalan ke dalam sel tahanan tersebut..
sementara itu Rio baru selesai menjalani operasi dia masih tak sadarkan diri,miris rasanya melihat kondisi Alice, yang kini tengah duduk termenung dengan tatapan kosong, sampai akhirnya asisten pribadi Jason datang setelah dua hari dia di tahan.
dingin dan gelap Alice, rasakan saat berada di dalam sel tersebut, tapi semua itu tidak ia hiraukan karena rasa bersalah nya pada Rio.
hari ini Alice, dibebaskan dengan jaminan dari sang asisten, hingga Jason, tiba di apartemen Alice, tepat saat Alice, datang.
Alice, langsung menghambur memeluk Jason, setelah dua hari ini dia tidak tahu harus mengadukan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
Jason, mengepalkan tangannya, dia benar-benar marah satu-satunya putri kesayangan nya harus merasakan ketidak nyamanan berada di sel yang menurut nya lebih kejam dari neraka, selain nama baik putri nya akan tercemar jika pihak kampus tahu dia juga mengalami trauma yang lumayan besar, seperti saat ini dia terus mengigau aku yang bersalah kata itu terus ia ucapkan dalam tidur nya dan tubuh nya menggigil.
Jason, langsung melakukan gerakan cepat membawa dokter ahli yang bisa menghilangkan rasa trauma pada putrinya saat ini.
tidak hanya itu Jason, juga menghapus semua jejak tentang kejadian itu bahkan catatan Alice, saat di tahan polisi pun sudah lenyap tanpa jejak karena bagi Jason,itu adalah perkara mudah, hanya satu yang tak bisa dia hapus yaitu rasa sakit nya, karena sang putri tercintanya harus mengalami itu, gara-gara pria yang sangat di cintai nya.
Jason, saat ini kembali melindungi data pribadi Alice, siapa pun tak akan ada yang bisa melacak nya, termasuk keberadaan Alice, yang saat ini pindah ke kota lain masih di negara yang sama kampus nya juga kampus yang berbeda di kota tersebut.
Rio yang baru sadar dia langsung meminta asistennya untuk segera melacak keberadaan Alice, tapi sayang semua hilang tanpa jejak, Alice tidak bisa di temukan lagi, saat ini Rio membenci dirinya sendiri, kenapa??dia harus melakukan kebodohan itu, hingga membuat nya kembali kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu.
tangisnya Rio, tetap tidak membuat Alice, kembali kehadapan nya, saat ini asisten nya tengah membujuk nya untuk minum obat tapi Rio, menolak hingga suster menyuntikkan obat melalui infus, karena jahitan nya terbuka lagi walaupun tidak separah waktu pertama kali saat ini masih bisa di obati dengan salep.
Rio pun tertidur pulas karena pengaruh obat, hingga berjam-jam lamanya.
kini Alice, sudah satu Minggu di tempat nya yang baru saat ini dia tidak tinggal sendiri di sana ada asisten rumah meski robot itu masih bekerja dia tidak tinggal di apartemen, tapi di sebuah Mension, yang Jason,beli sebelumnya.
Jason, menyiapkan penjagaan ketat pada putrinya di Mension tersebut.
saat ini Alice, sedang berada di kampus baru nya, tapi kini dia lebih banyak miliki teman satu hobi yang termasuk hobi barunya balapan, Alice tepat nya yang bergabung dengan komunitas balap liar di sana.
walaupun itu melanggar hukum karena sangat berbahaya tapi mereka tetap melakukan nya di setiap kesempatan, Alice hanya ingin melupakan masa lalu nya, dengan hobi baru nya itu.
kegiatan nya semakin bertambah jadi hanya sedikit waktu untuk berpikir hal yang selama ini menyiksa batin nya, bahkan saat ini Alice, mulai membuka diri pada siapapun yang nantinya datang untuk mengisi kekosongan di sisi nya walaupun rasanya sangat sulit.
sementara itu Rio, kembali pulang ke London, tepat hari ini setelah hampir dua pekan meninggalkan pekerjaan nya, walaupun masih bisa di handle oleh asisten pribadi nya.
Rio, pulang membawa rasa kecewanya saat ini bukan hanya karena tidak bisa menemukan Alice, tapi rasa sakit itu datang setelah asisten pribadi nya mengatakan bahwa Alice, sempat di tahan di kantor polisi, karena kecerobohan yang ia lakukan, saat itu.
Rio tidak bisa membayangkan Alice, saat itu harus menderita berada di dalam jeruji besi, dengan kondisi yang benar-benar tidak ada kenyamanan air mata Rio tumpah saat ini bagaimana tidak secara tidak langsung dia telah menyakiti wanita yang sangat di cintai nya itu, pantas saja Alice, pergi dari hidup nya saat ini menghilang bak di telan bumi.
__ADS_1
"maaf kan aku sayang, aku memang bodoh kamu pantas untuk membenci ku aku terlalu bodoh aku tidak tau kalau perbuatan ku telah menyakiti mu kau pantas membenci ku.