
...saat Rido memeluk, Amara tiba-tiba Sania terjatuh, dan semua orang kaget dengan kejadian itu,dan Adryan langsung menggendong, Sania membawanya keruang perawatan.dan langsung memanggil dokter dan sang dokter yang memeriksa mengatakan,kalo Sania kelelahan, Adryan ingat semenjak pulang dari Barcelona,kemarin dia sama sekali tidak pernah istirahat barang sebentar saja.selalu sibuk dengan urusan keluarga, Andara yang kini mendampingi, putri nya tersebut hingga pagi menjelang semua orang masih tinggal di Rumah sakit tersebut dan semua orang kini sedang sarapan, hanya Amara yang selalu menolak apa pun karena semakin lama ia sadar bayangan tentang kejadian kemarin selalu menghantui nya, iya bahkan merasa jijik dengan dirinya sendiri yang telah ternoda, sosok Nanda yang baru di kenal baru"ini dia memang, seorang yang tampan dan memiliki tubuh atletis, untuk seorang Office boy,dan yang mencurigakan lagi adalah, kenapa ia begitu berani dan mengenal seluruh ruangan di kantor tersebut,dan sepertinya kalo di ingat-ingat orang nya begitu pamiliar,Amara saat ini sedang gelisah, karena wajah Nanda yang selalu terbayang di benak nya saat ini rasa sakit yang ia derita di luar di kalahkan oleh rasa sakit hati Amara, karena ke gadisnya direnggut paksa oleh seorang pria yang baru di kenal nya....
"sayang,ayo sarapan dulu, sebentar lagi kan waktunya minum obat dan lagi dokter bilang harus di usaha kan, untuk sarapan setidaknya kamu harus makan biar sedikit saja biar lambung nya kuat kata dokter kamu mempunyai penyakit mag juga ya kan ayo lah sayang, sedikit saja"
Rido, dengan sabar menghadapi sifat Amara saat ini Rido mengerti semua tidak mudah bagi siapapun yang melewati ini semua karena apa yang di alami Amara begitu berat, dan tidak semua orang sanggup untuk melewati ini.
sementara itu di ruang rawat Sania kini dia sedang di suapi oleh Adryan.
"sayang makan nya pelan-pelan Takut nya nanti kamu tersedak"
ucap Adryan.
"yang entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu kelaparan, dan tidak sabaran untuk makan"
jawab Sania
"itu wajar saja Sayang karena kamu sedang mengandung buah hati kita"ucap Adryan.
"sayang, bisa gak di lepas infus nya aku ngerasa gak nyaman aku juga mau nengok Amara bagaimana keadaan nya kini"
kata Sania, memohon.
"baiklah sayang, kamu tunggu di sini aku panggil perawat dulu untuk melepaskan nya"
ucap Adryan.
"sekarang, aku sudah menyerah Do ,,, semua sudah membuat ku hampir gila, aku tidak bisa melupakan kejadian itu, lebih baik aku mati.hiks hiks,,,, hiks, aku gak sanggup hadapi semua ini tidak ada lagi yang bisa ku berikan untuk mu semua sudah hancur,,,,hiks "
Amara, yang sedari tadi menolak untuk makan dan minum obat,kini dia menangis, dan sangat prustasi bahkan dia sempat mencabut jarum infus di tangan nya hingga darah mengucur deras dari bekas infus tadi.
"sayang, hey tenang kamu gak sendirian aku masih ada untuk menemani mu melewati ini semua,suster tolong kemari" teriakan Rido yang saat ini sedang memeluk Amara, sambil menenangkan nya.
"Ada apa ini Do Amara kenapa berantakan begini, kamu kenapa heuhhhhh"
Sania,kalut melihat keadaan Amara yang menangis sambil berusaha menyakiti diri nya dengan cara memukul luka di paha nya.
"Bang tolong panggilkan dokter, sekarang cepat aku tidak bisa membuat nya tenang sampai sekarang,malah semakin menjadi"
teriak Rido meminta Adryan mencari dokter nya yang menangani Amara, dan Adryan pun segera berlari.
"Sayang, kamu cinta sama aku gak sih kenapa kamu menyerah jika kamu mencintai aku,tatap Aku Amara!!!""
Rido, yang sudah menahan rasa sedihnya sedari tadi kini iya sedikit membentak Amara.
"Do, aku sayang banget sama kamu bahkan karena saking sayangnya aku selalu menjaga kesucian ku untuk mu tapi sekarang aku sudah ternoda Rido aku sudah tidak pantas lagi untuk mu, aku tau kamu pasti kecewa bukan, aku tau itu Do ,,, jangan tutupin itu dari aku hiks hiks hiks,,, aku sudah tidak pantas lagi untuk mu.
lebih baik aku mati saja"
Amara, pun pingsan.
Dokter, yang datang. saat ini tengah menyuntikkan obat penenang, untuk Amara supaya tenang, karena kebanyakan pasien seperti Amara ini bunuh diri saking tak kuat menahan beban mental.dan Dokter menyarankan,Amara harus tetap di awasi, karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
sebelum pengobatan berlanjut untuk Depresi yang kini dia alami.
"kamu yang sabar ya Di semoga Amara segera sehat dan dia akan terus baik-baik saja, untuk saat ini sebaiknya kamu jaga terus dia tidak usah memikirkan soal pekerjaan,biar aku dan Adryan, yang tanganin"
ucap Sania menenangkan Rido.
"Terimakasih Mitha, maaf aku selalu merepotkan mu"ucap Rido yang kini sudah duduk di sofa karena Amara sedang tidur saat ini, karena pengaruh obat.
"tuan putri,, hari ini aku izin ya aku akan menemani,Rido di sini dan juga Ari, tadi Yeslin bilang, dia yang akan gantikan aku saat ini dan di restoran yang lain juga ada Siti"
ucap Sandi, yang meminta izin.
"tidak apa-apa,memang itu yang harus kalian lakukan sekarang, saudara kita lebih membutuhkan kalian, saat ini nanti setelah dari kantor aku juga akan kembali ke sini"
jawab Sania.
"Tidak usah Sania sebaiknya kamu juga jaga kesehatan, kamu sedang hamil biar mereka saja, yang menemani ku, sudah cukup ko, bukan apa-apa, aku tidak mau kamu kenapa-napa dan aku tidak mau kamu jatuh sakit juga sementara aku masih harus menjaga Amara saat ini, lalu siapa yang akan membuat aku,kuat untuk melewati cobaan hidup ini"
ucap Rido, yang kini meneteskan air mata kesedihan nya dan Sania langsung memeluk Rido.
"Do, kita ini saudara jadi jangan pernah berkecil hati, aku ayah Bunda, juga mereka semua adalah, saudara mu ingat kamu tidak sendiri, kita akan menanggung beban itu bersama-sama Ok!"
ucap Sania sambil mengelus punggung Rido.
"terimakasih Mitha, aku bisa tegar menjalani hidup ini juga semua karena kamu, dan keluarga, aku terlalu rapuh tanpa kalian di sisiku"
ucap Rido.
"sudah ya sekarang kamu harus bisa lebih tegar lagi, dan ingat semuanya sayang pada mu, aku pamit pulang dulu, besok aku kesini lagi"
"Sania, dan Adryan pun kembali ke rumahnya, untuk bersiap kerja seperti biasa nya setelah dua bulan iya tinggal kan .
"Sayang kamu sudah siap, tolong pasangkan dasi ku"
pinta Adryan kepada Sania .
"Baiklah suamiku yang tampan ayo sedikit membungkuk biar cepat memasang kan nya"
jawab Sania,sambil mengecup bibir Adryan sekilas, bukan nya memasang dasi kini mereka malah asyik bercumbu, dan malah sangat keasikan, hingga lupa waktu karena berlanjut ke yang lebih intim lagi kini suara mereka terdengar merdu penuh dengan gairah, bahkan panggilan telepon pun mereka abai kan.
🌹💖💖💖🌹
dua Minggu sudah Amara di rawat, di Rumah sakit kini dia tinggal di Apartemen,milik Rido, yang di hadiah kan Sania sebagai tanda keberhasilan, nya bekerja selama ini, hunian yang cukup mewah, tapi Sania juga tidak membedakan semua nya iya berikan hal yang sama , dan masih satu gedung juga,tentu saja mereka senang tapi mereka hanya akan tinggal seminggu dua kali di masa libur karena, masih harus tinggal di rumah besar milik Sania.
"saat ini Rido tengah menggendong Amara ala bridal style, menuju, kamar tidur nya mereka, dan kabar baik nya lagi Rido sudah menikah dengan Amara di rumah sakit itu dengan ijab Kabul, yang begitu sakral, dan sangat mengharukan, itu semua sebagai pembuktian keseriusan cinta nya pada Amara,Rido menerima semua dengan lapang dada.
Amara kini tengah duduk di pinggir ranjang setelah Rido menurunkan nya di sana, Rido pun berjongkok, sambil mengelus puncak kepala Amara, dan terus berlanjut mencium bibir Amara begitu lembut, dan sangat menikmati setiap ciuman tersebut, karena kini Amara membalas ciuman tersebut.
"eummm,,, sayang, kamu tidak lelah sebaiknya kamu istirahat dulu"
ujar Amara pada Rido.
__ADS_1
"tidak sayang, apa boleh aku meminta hak ku sekarang?"
tanya Rido lagi.
"Baiklah , sayang aku berikan hakmu sekarang "
ucap Amara yakin, jujur saja Amara sedari dulu menginginkan itu bersama dengan Rido namun naas, yang ia alami malah sebaliknya kegadisannya harus hilang direnggut paksa oleh orang lain.
"Sayang, aku tidak ingin menyakiti mu.kalo kamu merasa sakit bilang ya agar aku pelan-pelan"
kata Rido.
"tidak apa-apa sayang sesakit apapun demi cinta ku padamu aku rela menderita"ucap Amara. hingga langsung membuat gairah Rido semakin membara iya bahkan tidak perduli lagi Amara merintih kesakitan, karena jujur saja bagian inti tubuh Amara masih terasa sempit untuk di jamah.pergumulan panas pun terjadi selama beberapa jam . berkali-kali, sampai tak terasa, mentari pagi menyinari bumi, mereka masih terlelap di balik selimut tebal dan tanpa sehelai benang pun, yang mereka kenakan.
saat ini Rido tengah membuka mata iya bahkan, membangunkan istri nya yang masih terlelap karena kelelahan setelah, semalam iya menggempur nya habis-habisan.
saat Amara membuka mata tiba-tiba iya menutup mulut nya dan langsung bergegas ke kamar mandi, perutnya seperti di Aduk-aduk, hingga rasa mual yang begitu hebat,Amara, muntah-muntah di wastafel, iya bahkan tidak memperdulikan diri nya kini tengah telanjang bulat, dan Rido yang sedari tadi mengikuti nya kini iya tengah memijit tengkuk Amara.
"Sayang, kamu kenapa apa kamu masuk angin gara-gara, tidur gak pakai baju, sebaiknya aku siap kan air hangat di bathtub sebentar lagi.
kamu harus membersihkan diri"
Rido pun langsung mengisi Air hangat kedalam bathtub, dan setelah itu menyuruh Amara, langsung masuk, setelah itu.dan kini Rido sedang berdiri di bawah guyuran shower, sambil menggosok seluruh tubuh nya untuk. membersihkan diri dari bekas sisa percintaan nya semalam, sementara Amara berendam di bathtub, yang penuh dengan busa sabun dan air hangat lalu ia berjalan menuju shower yang kini ada Rido di dalam dan ia tidak sedikit pun merasa malu karena biar bagaimanapun kini, mereka sudah mengetahui satu sama lain justru yang terjadi kini mereka saling bantu membersihkan diri mereka .
Sementara hal yang sama sedang di lakukan oleh Adryan dan Sania mereka bahkan melanjutkan bercinta di bawah guyuran shower.
"Sayang, hari ini aku sedang tak mood pergi bekerja apa bisa kamu gantikan aku rapat siang' ini, dan satu lagi, tolong belikan aku jajanan pasar saat kau pulang nanti, saat melewati jalan pulang pasar nya terlewati"
pinta Sania.
"Baiklah sayang, tapi yang aku tau dari si mbok katanya jajanan pasar di jual saat pagi buta bukan sore hari"
ucap Adryan menjelaskan perlahan,Agar Sania yang kini sedang mengeringkan rambutnya tidak marah kalo sudah marah bumil itu langit seakan runtuh, bukan karena di lempar barang tapi ngambek nya lama dan iya bisa gak dapet jatah berhari-hari,dan Adryan, sudah mengalami itu satu kali saat di Barcelona, sebulan yang lalu kini usia kehamilan Sania sudah jalan tiga bulan.
"Aku tidak mau tahu pokonya harus dapat,kalo enggak, kamu tau sendiri akibat nya "
ancam Sania, membuat Adryan bergidik ngeri bukan hanya tidak dapat jatah pasti dia di suruh tidur di kamar lain.
Adryan pun kini langsung bergegas berangkat ke kantor, setelah setengah jalan iya melihat pasar yang di sebut kan oleh istrinya tadi, dan iya pun memarkir mobilnya di tempat parkir, tak sedikit orang-orang melirik kearah nya bagaimana tidak sudah mobilnya keren orang nya pun begitu gagah dan sangat tampan paripurna.
"Adryan masuk kedalam pasar iya bahkan rela berdesakan dengan orang-orang, yang sebagian ibu-ibu rempong bahkan bak selebriti, begitu banyak yang mengambil foto dengan nya dan dunia Maya pun sangat heboh di buatnya, dengan caption, Pangeran tampan bermobil mewah memasuki pasar hanya untuk membeli jajanan pasar di pagi hari ini,,, gosip pun menyeruak dengan cepat, Sementara Sania yang sedang iseng-iseng membuka akun sosmed nya, dia begitu terkejut melihat Adryan di kerubutin para ibu-ibu dari yang termuda yang saat ini nemplok di di samping Adryan Sania geram lalu menelpon Adryan.
"Halo sayang, ada apa ini aku. sedang di jalan, sebentar lagi sampai kantor"
jawab Adryan,di balik telpon.
"putar Arah sekarang!!!""'
teriak Sania yang kesal hingga keluar asap dari telinga.
Adryan kalangan kabut di buatnya hingga,kini ia langsung memutar arah depan cepat, dan sangat ngebut, bahkan iya tidak sadar di tubuh nya kini ada bau gas ibu-ibu yang tadi meminta foto, sesampainya di rumah Sania sedang berada di ruang tengah, melotot kearah nya, Adryan langsung mendekat dan memeluk Sania tapi Sania langsung mendorong dada bidang Adryan, dan menyuruh nya menghabiskan kue satu Katong kresek penuh.
__ADS_1
"Duduklah dan habis kan semua kue itu sekarang juga harus habis"
ucap sang istri.