Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Melepas kan untuk sementara#


__ADS_3

Gibran, yang sangat kaget, dengan apa yang dilakukan oleh Michael, membuat dia pasrah, entah kapan Michael, mengambil benda berbahaya tersebut.


"Baiklah ....baik Honey, aku akan mengiklankan mu pergi, jika itu yang kamu mau, maafkan aku karena aku tidak bisa mengabulkan apa yang kamu inginkan"ujar Gibran, meminta maaf, tapi sayang tidak ada respon dari Michael, ekspresi wajah nya datar entah apa yang kini tengah di rasakan oleh Michael, bahagia atau terluka, karena saat ini Gibran, akhirnya memilih satu diantara mereka.


Michael, keluar dari kamar hotel tersebut,ia berjalan gontai, saat Air mata nya jatuh tak tertahankan lagi, entah Michael menangis bahagia atau terluka.


Michael, berlari menuju lift, untuk turun ke arah lobi hotel, tersebut.


sesampainya di sana dia langsung keluar dan menghentikan taksi yang lewat saat itu juga, Michael, pergi dari sana dengan air mata nya yang tidak pernah bisa berhenti, Michael, merasakan sesak di dada nya saat ini dia sudah memutuskan untuk pergi menjauh untuk selamanya.


Michael, sampai di hotel tempat ia menginap bersama Alice, saat ia sampai mereka sudah tidak ada di sana tapi barang-barang milik nya Jason, menitipkan barang-barang milik nya di resepsionis.


Michael, langsung mengambil semua barang milik nya,lalu pergi menuju bandara, setelah memesan tiket pesawat secara online tujuan Jerman.


sementara itu Gibran, yang selalu memantau keberadaan Michael, lewat anak buah kepercayaan Gavin, Gibran hanya bisa menghela nafas panjang, tetesan air mata jatuh dari pelupuk mata nya.


"Sebegitu, ingin nya kamu pergi dari ku, hingga kamu melakukan ini Michael, apa kurang rasa cinta yang selalu kuberikan padamu selama ini, apa kamu tidak pernah mencintai ku, Michael apa kamu benar-benar membenci ku "gumam Gibran.


Gibran, pulang kembali ke pulau as,di mana Serry, dan putra nya kini berada Gio, Stevano Anderson, adalah putra Gibran dan Serry,bayi itu terlihat sangat tampan, maklum saja, Serry adalah wanita yang sangat cantik dan Gibran, juga tampan dan gagah, jadi wajar jika mereka memiliki buah hati yang sangat tampan.


sementara itu di dalam pesawat, Michael, masih merenung meratapi nasibnya, niatnya datang ke Jerman adalah untuk mencari keberadaan keluarga nya yang tersisa, tapi Michael, hanya mendapati rumah kosong yang kini seharusnya ia tempati karena pengurus rumah sudah menyerahkan kunci tersebut pada nya, sementara Tante nya,adik dari ayah kandung nya baru saja meninggal tepat di saat kedatangan Michael ke Jerman, beruntung surat wasiat tentang hak waris tersebut masih tersimpan di notaris yang saat itu menyambut kedatangan nya.


Keluarga Michael, memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti yang sejak kematian kedua orang tua nya,di urus oleh adik dari ayah nya, tapi sayang perusahaan itu bangkrut sebelum ahli waris yang sesungguhnya hadir di sana, hanya tinggal sebuah butik dan beberapa unit apartemen dan satu Mension, yang seharusnya ia huni saat ini.


sesampainya di Jerman, tepat malam hari, Michael menggunakan taksi hingga sampai di depan rumah besar tersebut, Michael, memutuskan untuk menerima apa yang seharusnya di terima, Michael, masuk kedalam rumah besar tersebut, hanya sendiri benar-benar sendirian, Michael menyusuri rumah tersebut hingga sampai di kamar utama tempat kedua orang tua nya semasa hidupnya, Michael,kecil masih terkenang sepenggal kenangan di kamar tersebut, entah kapan ia mendapat ingatan masa kecil nya, sebelum kecelakaan kapal itu terjadi.


"mommy, Daddy, Michael sendiri"ujarnya lirih Michael,duduk di ranjang berukuran king size tersebut,lalu bersandar di kepala ranjang, Air mata nya kembali menetes.


sementara itu di Indonesia Gibran, sedang tertidur sambil memeluk Serry, dari belakang, entah bagaimana perasaan nya pada Serry, mungkin Gibran, sudah jatuh cinta pada nya, oleh karena itu Michael, memutuskan untuk pergi, karena dia melihat cinta untuk orang lain di mata Gibran.


di Jerman,ke esokan hari nya, Michael pergi menemui Alice, kebetulan dia juga ingin mengundurkan diri dari perusahaan milik Jason, saat ini Michael, ingin meneruskan butik milik mommy nya, walaupun dia tidak se pandai mommy nya dalam fashion, dia memiliki pegawai setia yang kini usia nya sudah tidak muda lagi, Michael hanya perlu mengawasi pegawai baru dan lama mengurus keuangan di sana, setidaknya demi menerus kan cita-cita mommy nya sejak ia masih gadis.


sementara apartemen tersebut,ia sewakan.


sesampainya di gedung perkantoran milik Jason, dia langsung masuk, semua orang yang mengenal nya menyapa nya, saat dia hendak masuk ke dalam lift, Piter, datang menghampiri.


"Nona, apa kabar anda??"ujar Piter.


"Baik, Piter, aku minta maaf telah melibatkan mu"ujar Michael,tulus.


"Tidak, apa-apa Nona, tapi saya heran dimana anda mengenal Keluarga mafia kelas kakap"ujar Piter.


"Cerita nya panjang , tuan "ujar Michael, sambil berjalan keluar dari lift,menuju ruangan Jason.


Piter, mengekor di belakang, dia seharusnya menyerahkan surat pengunduran diri nya kepada pihak HRD, tapi Michael, ingin Jason yang membantu nya.


"Permisi tuan boleh saya masuk"ujar Michael,


"Masuklah"Jawab Jason.


Michael, mengutamakan niat kedatangan nya saat ini sekaligus, meminta izin untuk bisa bertemu dengan Alice.

__ADS_1


tapi sayang Jason, mengatakan bahwa Alice, mulai saat ini akan tinggal di asrama sekolah, karena Jason,mengira bahwa Michael tidak akan kembali lagi, Alice, selalu memanggil mommy nya yang tidak mungkin kembali.


"Tuan, aku mohon jangan kirim Alice, kesana kasihan dia jika anda mengizinkan,biar dia tinggal bersama ku, dan aku yang akan mengantar jemput dia sekolah, aku juga kesepian tanpa dia"ujar Michael.


"Aku akan pikiran lagi nanti"ujar Jason.


Akhirnya Michael, pun kembali pulang, saat ini dia masih menggunakan taksi, menuju kediaman nya.


sebenarnya Michael, memiliki beberapa mobil mewah koleksi Tante nya itu tapi Michael, yang baru tinggal di sana dia lebih nyaman naik transportasi umum.


sementara seseorang yang selalu mengikuti nya, dia sedang memberikan laporan pada bos nya ini Michael, tidak tahu itu.


sementara Gibran, dia hanya termenung sesaat setelah menerima laporan tersebut.


"Daddy,Gio sedang ingin di gendong" ujar Serry.


"Kemari lah sayang nya Daddy"ujar Gibran, yang langsung mengambil alih putra nya itu dari gendongan Serry.


kebahagiaan terpancar dari raut wajah Adryan, yang menyaksikan hal itu, akhirnya apa yang di inginkan oleh nya, terwujud juga, dan sebisa mungkin Adryan, terus memantau kondisi rumah tangga putra bungsu nya itu.


sementara itu di Kanada, Emily, yang mengetahui apa yang terjadi dengan Gibran dan Michael, dia merasa sedih, bahkan dia sempat mendiamkan Gavin, yang menurut Emily, Gavin,sama sekali tidak membantu mereka.


🌹💖💖💖🌹


satu tahun berlalu, Michael, benar-benar menjalani hidup baru bersama dengan Alice, gadis kecil, yang selama ini menemani keseharian nya, saat di bepergian atau pun tidur.


Michael, juga menjalin hubungan dengan Piter, pria yang selama ini, selalu ramah padanya,Piter memang tidak kalah tampan dari Gibran, tapi Michael , benar-benar serius ingin menjalani kehidupan normal seperti wanita lain nya, walaupun ia tidak sepenuhnya berharap dari hubungan tersebut, tapi Piter, selalu meyakinkan nya bahwa dia benar-benar ingin menjaga nya seumur hidup nya.


setiap hari setelah jam pulang kantor, Piter, selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Michael,di kediaman nya, setiap sore hari, Michael dan Alice, selalu duduk di taman belakang Mension, tersebut hanya untuk menikmati senja, sambil minum teh.


"Piter, aku baik ahhh jangan menutupi pandangan ku"ujar Michael, pura-pura merajuk.


"Aku punya sesuatu untuk mu"ujar Piter, sambil memberikan sebuah kado kecil pada Michael, entah apa isi nya.


"uncle, untuk ku mana??"ujar Alice.


"Ah aku lupa tapi aku janji lain kali, aku bawa untuk mu juga"ujar Piter, sambil tersenyum tanpa dosa.


"terserah, aku masuk dulu besok bilang sama Daddy, aku ingin membeli tas baru"ujar Alice, yang kini berjalan meninggalkan mereka berdua saat ini.


"Sayang, apa kamu tidak lelah , membersihkan rumah ini sendirian"ujar Piter.


"Aku punya asisten yang tidak tinggal di sini mereka datang pagi hari dan kembali setelah selesai bekerja"ujar Michael.


Piter hanya mengangguk, sedetik kemudian ia mengecup puncak kepala Michael,ada rasa nyaman yang kini Michael, rasakan meski dia masih menutup hati untuk pria mana pun, saat ini tapi demi tekadnya untuk melanjutkan hidup nya, dia menerima Piter, untuk menjadi kekasih nya, dan bahkan mungkin suaminya teman hidup nya hingga tua nanti.


Alice, hanya tersenyum sambil menonton film paforit nya saat ini, dia selalu melakukan itu di saat Michael tengah mengobrol dengan Piter.


sementara itu di Indonesia, Serry, tengah mengandung anak kedua nya, Gibran benar-benar sudah melupakan cinta nya terhadap Michael,itu terlihat dari bukit bahwa hubungan nya dengan Serry, yang lagi-lagi mereka di karuniai dua orang anak dan anak kedua itu kini masih berada di dalam kandungan Serry, Gibran yang dingin, saat ini masih bisa memberikan perhatian kepada istrinya itu.


di Jerman, rencana pernikahan Michael, sudah dekat saat ini dia bahkan sudah mempersiapkan semua itu,di bantu calon suami nya, Piter, juga Jordan,bagi Jordan, Michael sudah seperti adiknya sendiri sebagai ibu sambung bagi putri nya, bagaimana tidak seorang Jordan yang kaya raya di Jerman mempercayakan putri pewaris tahta kekayaan tinggal dengan seorang gadis yang baru di jumpai dan sudahsetahun lebih putri nya tinggal bersama Michael.

__ADS_1


kabar itu terdengar hingga, ke Indonesia tepatnya di sebuah majalah bisnis yang menceritakan kehidupan Jordan dan orang di sekitar nya yang selama ini menjadi pendukung nya, bahkan pernikahan Michael, yang di catat sebagai adik angkat seorang Jordan,kini terpampang nyata di majalah tersebut.


teman-teman kuliah seangkatan Michael dan Gibran, berbondong-bondong memberikan komentar di sosial media nya, tentang surat kabar yang menulis artikel pernikahan adik Sultan tersebut, hampir semua pengusaha sukses mengetahui itu termasuk Gibran, sendiri yang kini tengah mengamuk dan melempar semua benda yang ada di ruangan tersebut.


kurang ajar, berani kau menyentuh istri ku,maka kau akan mati, ujar Gibran, yang mengeratkan kepalan tangan nya, Gibran,meninju meja yang terbuat dari kaca tebal tersebut hingga hancur berkeping keping, dengan sekali sentakan yang sangat keras.


"Siapkan pesawat kita akan pergi ke Jerman, saat ini juga"ujar Gibran pada asisten pribadi nya.


"Michael, aku melepaskan mu hanya karena tidak ingin melihat mu terluka, tapi apa yang kamu lakukan pada ku, sayang kamu berani memutuskan jalan hidup mu yang takkan pernah bahagia, karena hanya aku sumber kebahagiaan mu,maka jangan salah kan aku jika aku membuktikan ancaman ku"ujar Gibran dalam hati.


Gibran berangkat dengan pesawat pribadi nya menuju Jerman, entah apa yang akan terjadi, karena Jordan dan Piter, sendiri sudah tau resikonya terlalu besar tapi Piter, berani bertaruh nyawa untuk membuat Michael, bahagia.


Michael yang kini tengah mencoba gaun pengantin yang akan dikenakan nya nanti saat pernikahan nya dengan Piter, terlihat senyum yang sulit untuk di artikan dari bibirnya, entah lah apa Michael, benar-benar sudah siap menjalani pernikahan tanpa cinta, yang pasti dia akan berjuang untuk hidup nya, bersama Piter, dia ingin meraih bahagia bersama dengan pria yang mencintai nya setulus hati.


Alice, membantu Michael, berjalan dengan memegang ujung gaun yang menjuntai tersebut, untuk keluar dari ruang ganti, dan memperlihatkan itu pada Piter dan Jordan, yang kini ikut serta ke butik tersebut atas permintaan Alice, untuk ibu angkat nya itu.


sementara itu, bukan hanya Piter, yang mengagumi kecantikan wanita yang ada di hadapannya Jordan, bahkan menganga saking terpesona dengan kecantikan Michael yang tidak pernah menggunakan make up , gadis itu seperti bidadari yang baru turun dari khayangan.


"Oh my God....., Michael you are beautiful girl"ujar Jordan, sementara itu Piter, langsung memeluk Michael, dan lalu merangkul pinggang nya, bahkan dia meminta mereka mengabadikan momen itu lewat foto .


"Jordan kau terlalu berlebihan"ujar Michael, sambil menitikkan air mata,di saat seperti ini, dia begitu merindukan sosok, seorang ibu,ya Michael merindukan mommy nya saat ini, karena di pernikahan nya nanti hanya Alice dan asisten pribadi nya,ya itu bibi Debora, wanita tua yang kini ikut mendampingi nya bersama dengan Alice.


sementara Jordan, berada di pihak mempelai pria,di acara pernikahan beda keyakinan nanti, ya Michael adalah seorang wanita muslim,, yang menjadi mualaf, setelah di adopsi oleh pelayan di rumah Gibran, karena kedua orang tua nya beragam Kristen.


setelah mencoba gaun pengantin yang akan dia kenakan satu hari lagi, Michael, dan yang lain nya pulang ke tempat masing-masing Piter, pulang ke apartemen nya sementara Jordan, membawa Alice, pulang ke kediaman nya, hanya untuk satu malam ini, karena Jordan, sudah kangen pada putrinya itu yang hanya di jumpai setiap weekend tiba, sementara hari-hari biasanya hanya berjumpa lewat panggilan video.


saat Michael, tiba di kediaman nya itu dia di kejutkan dengan kedatangan tamu tak diundang, yang tak lain adalah pria yang selama ini, mengunci hati nya.


"Ka kamu ...di...sini??"ujar Michael, dengan tatapan tak percaya, jantung Michael, langsung berdetak kencang, bukan tanpa alasan, Michael,tau saat ini Piter, dalam bahaya.


"Ayo pulang , sudah cukup aku membiarkan mu hidup bebas seperti yang kau mau, aku melepaskan mu hanya untuk sementara, kamu tau sangsinya bukan, jika ada seseorang yang berani menyentuh milik ku,maka orang tersebut akan mati di tangan ku"ujar Gibran dingin sambil menatap tajam kearah Michael.


"Mau sampai kapan kamu menyiksa ku, kenapa tidak kau bunuh saja aku, aku sudah tidak ingin hidup lagi, jika kamu berani menghabisi dia, dia pria yang baik yang selalu menjaga ku selama ini, sudah sepantasnya aku menerima cinta nya"ujar Michael, sambil berderai air mata.


"Tidak, sekali pun dunia ini runtuh, aku tidak akan pernah rela kau di sentuh orang, apa kau dengar itu"ujar Gibran, yang kini terduduk angkuh di sofa ruang keluarga.


"Gibran, tidak kah kau memiliki hati nurani sedikit saja, aku ini siapa bagi mu heuhhhhh, aku tidak punya ikatan apa-apa dengan mu, jangan lah egois, kamu sudah punya dia yang bahkan sudah hamil untuk yang kedua kalinya"ujar Michael, sontak Gibran , berdiri lalu menghampiri wanita yang kini berdiri di hadapan nya.


"Bohong,itu semua bohong, kamu tau itu dari mana??"ujar Gibran, sedikit gelagapan.


"heeuh.... tidak usah menyangkalnya Gibran, aku tau semua tentang mu, meski aku tidak perduli lagi,asal kamu tahu, Daddy,mu yang sangat egois itu yang selalu mengirimkan bukti cinta kalian, hingga video malam pertama mu, aku tau, kamu begitu mencintai nya,lalu untuk apa kamu selalu mengejar ku, bukan kah itu membuktikan bahwa kamu, bukan pria baik kamu itu ba"ucapan Michael terpotong karena Gibran, membungkam bibir nya dengan ciuman panas, Michael yang memberontak dia menampar wajah Gibran, sangat keras.


Michael, hendak pergi dari hadapan Gibran, tapi tangan nya di genggam erat oleh Gibran, pria itu berkata"Aku tidak main-main, sayang besok pagi hanya akan ada kabar kematian calon suami mu itu"ujar Gibran.


"Buktikan lah, dan jika,itu benar-benar terjadi maka kamu juga akan kehilangan ku untuk selamanya karena saat itu terjadi, aku juga akan menyusul nya"ancam balik Michael.


Gibran, semakin mengeratkan genggaman tangan nya, Michael, meringis menahan rasa sakit di pergelangan tangan nya, tapi dia tidak sedikit pun bergeming saat ini.


"Bersiap lah kita akan pulang malam ini juga"ujar Gibran.


"Rumah ku disini dan hingga kematian menjemput ku, aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ku ini, aku juga akan membawa serta ibu kesini, setelah hari pernikahan ku, dengan Piter"ucap Michael,yakin.

__ADS_1


"Buktikan lah, jika kamu benar-benar mampu lolos dari, malam pertama kita, saat ini juga Honey"ujar Gibran, yang langsung mengangkat tubuh Michael,ala bridal style, menuju kamar utama , entah dari mana Gibran,tau seluruh sudut rumah besar tersebut, dan ternyata asisten rumah tangga yang sering datang membersihkan rumah itu adalah anak buah Gibran.


malam, pertama di antara mereka pun terjadi, Michael, tidak bisa melepaskan diri dari Gibran, pria yang kini merenggut kesucian nya.


__ADS_2