
Sania,kini telah menempati sebuah rumah megah hasil kerja keras nya selama di Thailand, iya bekerja kuliah juga mengurus anak tapi penghasilan yang lumayan dia bekerja di perusahaan asing di sana mendapatkan kontrak sesuai ,target dengan kepulangan nya ke kampung halaman nya, Sania mendapatkan uang kontrak yang begitu besar, hingga iya membeli rumah tersebut, dengan harga pantastik yang kini di tinggal Li oleh nya anak semata wayangnya,dan ke empat sahabat nya.
"Sania, rumah ini sangat megah bisa di bilang sama dengan Mension, walau pun memang kurang sedikit luas nya, kamu hebat!"
ucap Sandi.
"Sudah lah yang penting kalian juga harus semangat untuk hidup sukses,dan satu lagi rajin lah menabung"
kata Sania sambil bergegas la membawa Habis ke kamar nya saat ini karena sudah tertidur.
"Do elo gak laper gitu ini udah jam tujuh malam bro, bahkan kita melewatkan makan malam yu ajak Sania makan !"
kata Ari.
"iya RI tunggu yang punya rumah kali, lgi ni Durin Gavin dulu!"
ucap Rido.
percakapan, mereka pun di hentikan Sania, dari arah tangga.
"sejak kapan kalian merasa canggung dengan yang aku miliki ini bukan hanya rumah ku ini juga rumah kalian!,,,, jadi jangan pernah ada perasaan sungkan kalian saudara ku jadi kalian juga berhak atas apa yang ada di rumah ini ingat itu!"
ucap Sania.
"iya Sania kami paham" kata mereka kompak setelah itu mereka pun makan bersama karena pengurus rumah sudah menyediakan makanan sejak tadi, setelah makan mereka berbincang di ruang santai sambil menikmati se cangkir teh hangat.
"Aku ke ruang baca ku dulu ya sob ada sesuatu yang harus aku selesaikan, silahkan nikmati kebersamaan nya sampai nanti malam karena besok kita akan berpencar!"
kata Sania.
sandi pun mengangguk paham,Rido mengikuti Sania dari belakang.
"Mitha, apa besok kita sudah mulai ngantor?"
tanya sandi.
"iya Do!,,, dan sebaiknya sore ini kita siap kan semua materi yang akan di bicarakan besok bakalan ada rapat pemegang saham!"
kamu bisa mulai mempersiapkan diri dari sekarang.
"iya, Mitha, mohon bersabar untuk membimbing ku nanti!"
ucap Rido.
"Aku yakin kau cukup pintar dan akan bisa bekerja dengan baik!"
kata Sania, iya tau Rido orang yang cukup cekatan dalam belajar, jadi tidak memerlukan lama untuk beradaptasi.
"Oya, Rido, mulai besok baju harus mulai baju formal, semua sudah aku atur termasuk baju untuk Ari dan sandi,satu lagi semoga kita bisa melakukan ini bersama-sama karena aku juga ingin kita sukses sama-sama!"
ucap Sania panjang lebar.
tiba lah waktu mereka beristirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul,9 malam.
itu artinya, ini waktu untuk mereka mengistirahatkan tubuh agar besok bisa bekerja sesuai porsi yang teratur, satu lagi bibi Debora, akhirnya mendarat di bandara Soekarno-Hatta, dan di jemput oleh sopir Sania kira kira jam satu malam, mereka sudah tiba di rumah Sania, dia akan menjadi pengasuh, dari cucu angkat nya itu karena Erick sudah menikah dan kini tinggal di Italia.
sesampainya bibi Debora, di rumah tersebut dia di sambut oleh para pekerja di rumah itu dan di persilahkan menempati kamar yang sudah di sediakan Sania, untuk nya kamar yang cukup mewah,bibi Debora pun langsung bergegas untuk membersihkan badan terlebih dahulu, karena merasa lengket setelah perjalanan panjang.
Dan Sania, sengaja tidak di bangun kan karena Bibi Debora mengerti, Sania harus banyak istirahat untuk bekerja besok seperti dulu saat bersama nya,di Thailand.
pagi yang cerah semua orang sudah mulai bersiap untuk sarapan bersama tidak terkecuali Bibi Debora mereka sarapan bareng,dan sang anak di pegang suster sebelum nanti bibi Debora yang akan menjaga nya di bantu oleh suster, karena Sania sangat menghargai Ibu angkat nya tersebut.
"BI hari ini aku akan pergi bekerja di kantor, aku titip Gavin ya maaf aku selalu merepotkan mu!"
ucap Sania.
"kau itu anak ku dan Gavin juga cucuku jadi tidak usah sungkan, tanpa kamu minta pun aku akan, menjaga Nya sepenuh hati ku!"
__ADS_1
"iya aku tahu, Gavin, kamu senang kan nak, mulai hari ini kamu di jaga nenek lagi!"
ucap Sania pada sang putra semata wayangnya.
"Gavin, senang ya nak sama nenek di sini dadah mommy, yang semangat ya kerja nya biar Aku dapat beli susu yang banyak!"
itu yang biasa dia katakan pada Sania sebelum pergi. Sania,kini berangkat bersama Rido, sandi dan Ari juga Siti pergi terpisah.
hari pertama Sania masuk kerja sudah di sambut hangat oleh para pegawai di sana karena CEO, mereka ternyata masih perempuan, seperti Andara dulu.
Sania pun pergi bersama Rido ke lantai teratas tempat di mana ruangan nya berada, iya dan Rido langsung bergegas masuk ruangan, bekas bunda nya dulu yang sudah di Renovasi, sesuai kebutuhan Sania ada ruang istirahat dapur minibar, yang sengaja iya buat di situ dan tetap yang utama adalah kursi dan meja kebesaran milik nya,dan tambahan lagi sofa panjang yang sangat mewah semua perabotan nya cukup mewah untuk ukuran CEO, biasanya, Sania berharap dengan ruang yang sudah di sulap nya sedemikian rupa, akan menambah rasa nyaman dalam bekerja.
tok,, tok,, tok,
suara pintu di ketuk dari luar,
"Silahkan masuk"
ucap Rido pada orang pertama yang akan memasuki, ruangan tersebut, selain mereka,
"Maaf Bu!,, saya ingin memberikan jadwal untuk ibu di hari ini!"
"ya silahkan!"
jawab Sania,
sekertaris yang mempunyai name tag,Ane itu menjelaskan satu persatu jadwal Sania hari ini di antaranya rapat pemegang saham, yang bakal di adakan di perusahaan tersebut yaitu Anderson Grup ...
setelah beres menjelaskan semua nya Rido di suruh masuk,ke ruangan nya yang ternyata di sana sudah ada paman Damar sepupu ibunya yang akan membimbing,Rido, sampai Rido mampu,paman Damar adalah, orang kepercayaan ibu nya selama ini iya menjabat sebagai direktur keuangan di sana orang nya sangat jujur dan berkompeten.
"Maaf Bu , Sania, saya mau ada yang di bicarakan di sini !"
kata Damar, pada Sania.
"paman panggil saja Sania toh kita hanya berdua lagian paman juga bukan orang asing paman keluarga ku!"
ucap Sania.
"makasih paman aku sudah melihat nya semua karena Bunda sudah memberikan laporan asli nya langsung, dan semua nya sama dengan yang paman berikan, Oya paman mohon bimbingannya, untuk ku dan juga Rido!"
"itu sudah pasti Nak, paman akan selalu membimbing mu. sesuai amanat Eyang mu dulu"
ucap sang paman.
🌹💖💖💖🌹
hari pertama bekerja pun di lalui dengan mudah nya oleh Sania, walau pun tanggung jawab yang di berikan oleh sang ibu sungguh luar biasa berat namun ia selalu bisa mencapai kesuksesan dengan mudah nya satu tahun sudah iya memegang perusahaan Ter sebut Sania sudah membuktikan pencapaian yang luar biasa, dengan adanya Sania di perusahaan,para karyawan merasa senang karena gaji mereka naik sesuai, dengan kerja keras mereka, selama di pimpin Sania, dia juga memberikan, bonus yang lumayan besar bagi karyawan yang rajin lembur harian.
Di Belanda, setelah semua akses data Sania,di tutup oleh Erick yang ternyata seorang yang ahli di bidang nya.
Adryan, mau pun ayah Yeslin, tidak bisa melacak keberadaan Sania, saat ini, kabar mengejutkan lagi saat ini Amelia tengah mengandung, jadi semakin, tidak mungkin lagi bagi Sania untuk kembali bersama dengan Adryan.
Namun, Adryan tidak patah semangat, iya selalu mencari keberadaan Sania, lewat mata-mata yang di kirim oleh nya ke kampung halaman nya, Sania,dan berhasil menyusup ke rumah tersebut sebagai tukang kebun, orang itu juga begitu profesional, dalam penyamaran.hingga kini Adryan tau di mana keberadaan Sania di dan kantor nya Adryan, segera kembali ke tanah air saat iya mendapat kan informasi tersebut tiga setengah tahun, Adryan kehilangan jejak Sania, tapi demi rasa cinta nya dia tidak pernah putus asa.
sementara itu di rumah besar milik Sania, dia sedang menikmati hari libur bersama sang buah hati nya ya iya bermain bola di taman belakang rumah tersebut yang sangat luas dan begitu indah, memang kerja keras tidak akan pernah sia-sia selama kita giat berupaya.
sampai seketika terdengar suara keributan di dalam rumah seorang satpam berusaha melarang Adryan, masuk dan ke empat bodyguard,setia yang menemani nya sejak dulu.
Sania, yang tengah asik bermain bola bersama putra semata wayangnya kini, berhenti iya langsung menggendong Gavin anak berusia dua tahun setengah itu merasa ketakutan,
"Ada siapa di dalam bi?" tanya Sania pada Rebecca.
sontak sandi dan kawan mereka yang sedang berenang, sambil menikmati matahari pagi terbit langsung memakai kimono mandi mereka dan berlari ke arah Sania.
sosok pria tampan pun menampakkan wajah nya berjalan ke arah Sania.
"Sayang, kamu kemana saja selama ini aku mencari mu dan anak kita!"
__ADS_1
kata Adryan, yang langsung memeluk Sania yang sedang menggendong putra nya itu.
"lepas, mau apa anda kemari" ucapan Sania cukup memekakkan telinga, Sania berkata penuh penekanan di dalam nya, tapi Adryan mengerti Sania sedang emosi siapa pun akan melakukan itu. apa lagi semua yang telah Adryan.lakukan pada Sania.
"Sandi tolong bawa Gavin masuk kedalam"
kata Sania.
"Gak mau aku mau mommy.. hiks hiks hiks... dengan suara terbata Gavin menolak karena takut mommy nya kenapa-kenapa .
"Gavin mommy, mau bicara dulu sama Om ini nanti Gavin main lagi sama mommy ya sayang
tiba-tiba saja Adryan mengulurkan tangannya ke arah Gavin.
"Sayang, aku Deddy mu sini Deddy peluk"
kata Adryan, yang langsung mendapat penolakan.
"Kamu ngerti kan sekarang, dia tidak membutuhkan Ayah seperti mu!"
"Sayang, dia belum mengenal ku dan sekarang aku dia akan terbiasa, tolong berikan dia padaku, aku ingin memeluk nya!"
Sania membawa Gavin masuk iya memberikan Gavin pada Debora,dan Gavin langsung mau karena Debora orang pertama yang menggendong nya setelah lahir.
"Bibi tolong bersih kan dulu Gavin setelah itu beri susu dan camilan nya jangan bawa dia turun, aku akan bicara dengan tamu tidak di undang ini"
ucap Sania yang cukup membuat Adryan tertenggun, karena sedih mendengar kata-kata Sania.
"Sayang, aku ini suami mu please jangan bicara seperti itu, aku sangat mencintaimu dan gak akan pernah berubah, sampai kapan pun!"
ucap Adryan lantang, tapi Sania tidak bergeming, Sania pergi ke ruang baca dia di ikuti oleh Adryan, yang sedari tadi tidak mau jauh dari nya.
"Duduklah, aku pusing melihat nya!"
Sania langsung duduk di sofa itu. dan langsung memberikan berkas yang ada di tangan nya.
"Apa ini sayang!"
tanya Adryan .
"Di baca dong kamu kan pintar!"
Sania duduk dengan cueknya,
"Apa-apaan ini sayang, aku tidak mau ini !"
Adryan berteriak dan langsung merobek semua, kertas yang ternyata adalah surat gugatan cerai.
"kenapa harus kaget seharusnya dari dulu sudah aku lakukan itu, tapi aku masih berpikir bahwa kamu akan berubah tapi nyata nya kamu malah tidak ada niat baik sama sekali,ya sekarang harus nya kau bisa lega karena satu beban akan terlepas,dan lagi aku tahu niat awal mu mendekati aku, karena balas dendam bukan dan kau mencintai Kaka ku karena rasa bersalah mu, aku tahu semua nya,satu lagi aku tahu Amelia sedang mengandung, jadi kamu tidak usah Repot-repot memikirkan Gavin, anak ku!"
Sania sangat dingin saat berkata seperti itu pada Adryan, tidak terlihat lagi ada rasa sayang, atau pun kesedihan, yang iya alami bersama saat menanti Adryan dulu.
"sayang, aku hanya ingin kita hidup damai bersamamu, aku mencintaimu, kamu tau itu ya aku akui semua yang kau katakan memang benar adanya, tapi itu sebelum kamu hadir dan mengisi hari-hari ku aku melakukan semua itu atas desakan mommy,aku membalaskan dendam ku pada orang yang salah dan semua yang,memicu dendam itu karena aku tidak tega melihat ibuku Depresi, setiap kali iya mengingat semua tentang masa lalu nya itu, dan semua karena begitu cinta nya Mommy pada Om Derry
Dan kamu tau mommy ku tidak bisa tidur tanpa obat dan bahkan obat itu sudah tidak bisa mengatasi nya lagi, mommy berobat bukan karena sakit tubuh nya tapi dia gila, dia Depresi, apa sebagai anak aku harus tidak perduli dengan ibu ku, hingga saat dia meminta ku untuk menikahi Amelia karena dia ingin membalas rasa sakit yang ia derita dari dulu pada keluarga mu,Aku sakit melihat mommy menderita, aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak saat setiap malam mendengar ibuku menjerit dan menangis meratapi nasibnya nya, anak mana yang akan diam saja melihat penderitaan sang ibu,aku memang salah, karena telah melakukan perintah mommy, tapi jujur dari hati ku paling dalam aku teramat mencintai mu,aku sama menderita nya karena kehilangan mu sayang apa kamu tau itu Hiks,,,hiks hiks,,,
Aku salah sayang tapi aku tidak berdaya , bahkan sampai dua tahun terakhir mommy, menyadari, kesalahan nya telah membuat mu jadi korban dari dendam nya selama ini, mommy, selalu berusaha menyembunyikan rasa sakit nya, itu sampai hari ini bahkan dia sengaja membuat ruangan kedap suara agar tangisnya tidak di dengar oleh kami.
sayang, aku memang telah berdosa karena telah menyakiti mu tapi asal kamu tahu itu bukan ingin ku, aku memang pengecut, kamu pantas untuk membenci ku bahkan darah daging ku pun tidak mau menerima ku aku serahkan semua nya pada mu aku ikhlas!"
Sania yang mendengar itu semua kini berderai air mata karena, jujur saja di lubuk hati yang paling dalam, dia masih mencintainya.
Sania, langsung memeluk Adryan, yang masih menangis bersujud di hadapan nya.
"maaf, sayang, semua ini aku lakukan, karena aku tidak kuat kalo harus melihat mu bersama nya dan aku mohon tinggalkan aku sekira nya kau berat untuk melepaskan nya aku sudah mengikhlaskan kau bersamanya,soal Gavin biar dia tetap menjadi tanggung jawab ku !"
Sania pun berlalu setelah mengatakan itu Sania langsung bergegas menuju kamar nya iya tidak kuat kalau harus terus melihat Wajah Adryan,hati nya pasti akan kembali melemah.
__ADS_1
pintu kamar nya di ketuk dari luar dengan sangat kencang oleh pelayan rumah tersebut, dan Sania pun membuka pintu Nyonya tuan Adryan mencoba buah diri dengan memotong urat nadi nya!"
ucap pelayanan itu dan Sania menjerit iya berlari menuju ke ruang baca dimana Adryan sedang di bantu untuk di bawa kerumah sakit darah yang mengenang di lantai dekat sofa tersebut membuat Sania makin sakit Adryan di bawa ke rumah sakit terdekat dan langsung di bawah keruang operasi.