
seminggu sudah Sania dan Adryan berada di Italia, iya mengunjungi Gavin, anak pertama nya, karena merindukan nya saat ini Gavin tidak pernah mau jauh dari Adryan, dan selalu berada di pangkuan nya saat mereka berkumpul siang dan malam mereka selalu bersama mungkin karena Gavin, sudah lama tidak pernah tinggal bersama dengan kedua orang tuanya, dan Adryan hanya bisa menyalurkan kasih sayang nya lewat kado dan hadiah yang selalu ia kirim ke negara tersebut, walaupun Gavin sendiri tidak pernah kekurangan apa pun.
setiap pagi, selama di Italia, Sania selalu memasak makanan kesukaan Gavin yaitu ayam panggang buatan Sania dengan bumbu khas dari daerah pedesaan, teramat sederhana tapi nikmat, mereka langsung menyantap nya, Allan yang juga warga Rusia,sangat menyukai semua masakan khas Indonesia, yang selalu di sajikan, oleh, Sania karena dulu iya telah lama tinggal di sana, saat menikah dengan Tias,ibu Adryan.
"Daddy kangen dengan masakan, seperti ini, dulu saat mommy mu, baru menikah dengan Daddy, iya selalu menyajikan ini awalnya Daddy tidak suka tapi lama kelamaan Daddy terbiasa hingga Daddy, mengidolakan masakan itu" ucap Allan pada Adryan yang kini sama-sama menikmati nya, lain halnya dengan Debora, yang kini tengah, merapikan, hidangan penutup khas negara itu.iya hanya bisa memandangi mereka makan sambil mengobrol, sesekali Debora tersenyum ke arah Allan.
"Hanny, kemari lah dan cobalah ini" ucap Allan sambil menyiapkan,ayam bakar dengan sambal kecap, dari tangan nya, Debora perlahan menikmati nya, iya tersenyum.
"tidak buruk rasanya lumayan enak", ucap Debora, yang kini mendekat kearah suaminya.
"hmmm, kamu suka itu Hanny,lain kali kamu bisa. belajar untuk membuat nya, dari menantu kesayangan ku ini" ucap Allan lagi.
kini mereka selesai menikmati hidangan, sederhana itu dan langsung bergegas menuju ruang santai, mereka bercengkrama,di sana di mana mereka kini tengah membahas kedua putrinya yang di asuh oleh kedua orang tuanya, seperti Gavin yang tinggal bersama dengan, Allan.
"Adryan, sebaiknya kamu segera punya anak lagi, karena Daddy mau cucu Daddy, bertambah lagi,biar kediaman ku ini ramai dengan suara anak-anak Daddy sudah semakin tua, saat nya Daddy berbahagia bersantai sambil memanjakan cucu Daddy semua harta Daddy sudah terlalu banyak, sayang kan kalo harus Daddy berikan hanya kepada tiga cucu Daddy dan lagi Daddy ingin semuanya bisa mengurus perusahaan yang Daddy miliki saat ini.sepuluh cucu, itu cukup.
Sania langsung, ternganga, dan menjawab.
"Daddy, aku bukan mesin, dan kalo harus memiliki anak sampai segitu mungkin aku, angkat. tangan saja lebih baik Daddy berikan Adryan sepuluh istri padanya,agar dia bahagia dan Daddy bisa punya banyak keturunan, aku mundur saat ini juga" kata Sania yang langsung membuat Allan terdiam mendengar perkataan menantunya itu dan Sania langsung pergi ke kamar nya saat semua orang memandang ke arah nya, dan saling menatap heran.
"Daddy, jangan bicara soal itu di hadapan nya saat ini kondisi mental nya masih kurang baik, lagian Daddy apa tidak berlebihan, punya cucu sebanyak itu,maaf aku susul istri ku,dulu Gavin tunggu di sini saja ya sayang, Daddy mau nenangin mommy dulu" ucap Adryan yang kini langsung bergegas menuju kamar yang sedang Sania tempati saat ini Sania tengah menangis karena kecewa.
"sayang, kamu di sini rupanya, apa ini hmm kenapa kamu menangis, sudah jangan pikirin ucapan Daddy, dia hanya bercanda, dan saat ini Daddy minta maaf padamu , sudah ya sayang" Adryan memeluk Sania untuk memenangkan, istrinya itu.
"aku tidak mau hamil lagi untuk apa coba, semua anak kita, tidak ada satu pun yang ikut kita semua memilih kake dan neneknya, aku dapat apa, coba" ucap Sania yang masih menangis pilu.
"sudah lah sayang aku tidak akan memaksamu jika kamu juga tidak siap untuk itu, dan semua itu tidak terlalu penting bagi ku yang terpenting adalah dirimu, bukan sepuluh istri yang kau bicarakan, aku hanya mencintai mu sampai kapan pun, dan aku juga sangat takut kehilanganmu, sampai saat ini, aku bahagia, bisa mengenal mu menjadikan kamu istri dan ibu bagi anak-anak ku" Adryan berkata begitu, dan di akhiri dengan ciuman lembut di bibir keduanya, saat itu juga.
"Yan aku ingin pulang saat ini juga" ucap Sania yang kini sangat manja pada suaminya itu.
"apa sayang, aku tidak salah dengar, coba katakan sekali lagi, kamu memanggil ku apa?" ucap Adryan pura-pura tidak mendengar.
"sayang, aku ingin pulang" ulang Sania saat itu.
"hmmm, tadi aku rasa bukan itu deh ayo ulang sayang" pinta Adryan lagi.
"ya udah kalo kamu tidak mau aku bisa pulang sendiri ko"Sania ngambek iya pun bergegas mengambil koper miliknya, dan merapikan semua barang nya.
"Hey,,, sayang jangan begini aku hanya bercanda, baik'lah, aku tidak akan bertanya lagi hmmm sayang ku gitu saja ko marah sih,ayo kita pulang bersama tapi kamu harus izin dulu sama Daddy, Ok" kata Adryan.
Sania langsung mengangguk paham dan bergegas menemui Allan yang kini sedang membaca koran.
"Daddy, aku ingin bicara" ucap Sania.
"mau bicara apa hmmm,sini duduk lah" ucap Allan yang menepuk sofa di samping nya.
__ADS_1
"Daddy sebelum nya Sania minta maaf karena Sania tidak sopan tadi terhadap Daddy tapi Sania tidak sengaja, Sania hanya kesal, tapi tak bermaksud menyinggung perasaan Daddy" ucap Sania tulus.
"hehehe, sudah lah sayang bahkan Daddy tidak merasa tersinggung Daddy,tau ucapan Daddy membuat mu kaget, Daddy sangat menyayangi mu, kamu adalah. putri Daddy yang paling baik dan tercantik satu-satunya yang Daddy miliki, Daddy tidak ingin yang lain nya lagi apa lagi kalau,ada sepuluh menantu bisa-bisa Daddy terkena serangan jantung, mendadak, Daddy hanya bercanda sayang sekali pun kamu mampu memberikan Daddy,cucu yang banyak itu adalah anugrah terindah dari Tuhan baik dan buruk nya, keadaan mu Daddy hanya akan tetap menyayangi mu, karena kamu adalah sumber kebahagiaan Daddy" ucap Allan panjang lebar.
"Daddy, aku harus segera kembali, ke Indonesia, saat ini juga karena ada yang harus di urus,lain kali aku kemari lagi untuk berkunjung, dan saat itu, aku harap Daddy sehat terus" ucap Sania yang kini mencium tangan Allan, seperti kebiasaan Nya, kepada kedua orang tuanya,di kampung.
"baiklah, sayang, ingat jika ada apa-apa segera hubungi Daddy, dan jika Adryan berbuat kesalahan, kamu hanya boleh telpon Daddy,biar Daddy yang mengajari nya" ucap Allan.
πΉππππΉ
Sesampainya, di Indonesia, Adryan, langsung menuju rumah nya saat ini, Sania kaget' Adryan tidak membawanya,ke rumah milik nya, tapi Adryan juga tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum bahagia, kepada istri tercinta nya.
"sayang, kenapa kita kesini,ini rumah siapa dan apa tujuan mu membawa ku kemari" pertanyaan itu meluncur begitu saja.
sayang,ini adalah rumah ku saat aku belum menikah, dan tempat ini juga, adalah rumah yang aku sengaja bangun untuk mu, saat pertama kali kita bertemu, aku langsung jatuh cinta pada mu, dan aku sengaja membangun rumah ini untuk kita, jadi aku tidak perlu memberikan alasan untuk, membawa istri ku, tinggal di rumah ini, dan ini adalah kali pertama, kamu aku bawa kemari, Oya selamat datang Sayang di rumah kita ini semoga selalu di berikan kebahagian, selama nya" ucap Adryan yang kini mengulurkan tangan kepada sang istri tercinta.
"terimakasih, sayang, tapi bagaimana dengan rumah kita yang itu" tanya Sania.
"untuk sesekali, kita akan menginap di sana" jawab Adryan yang kini merangkul pinggang istrinya dan masuk, kedalam, Sania sangat terkejut, ketika belasan pelayan menyambut nya di Mension tersebut.
"selamat datang, Nyonya, semoga bahagia" ucap para pelayan kompak.
"dengarkan, semua nya dia adalah ratu di Mension ini dan ucapan nya adalah perintah, jadi siapapun tidak boleh mengabaikan ucapan nya" ucap Adryan sambil berjalan masih dengan posisi merangkul pinggang istrinya itu dengan penuh sayang.
"sayang mereka hanya bekerja dini hari sampai pagi sudah menghilang, kembali ketempat mereka, di belakang sana jadi semua tidak ada yang mengganggu kita, hanya ada dua orang yang akan selalu stenbay di Mension ya itu koki dan satu asisten yang akan membantu mu,di sini, tenang saja mereka semua sudah terlatih untuk semua hal jadi tidak perlu cemas" kata Adryan menjelaskan.
"ya baik'lah," ucap Sania.
"nah ini kamar kita, sayang apa kamu suka,di sini memiliki dua kamar utama dan sepuluh kamar, lainnya itu bisa di gunakan untuk seluruh keluarga kita nanti kalau sedang berkunjung" ucap Adryan yang kini membawa Sania duduk di pangkuan nya.
"sayang aku mau mandi dulu rasanya tidak enak lengket setelah perjalanan jauh"ucap Sania.
"baiklah ayo kita mandi bersama, dan aku akan memanjakan mu di dalam sana sayang bisik Adryan sensual di telinga, Sania .
"sayang jangan nakal deh aku mandi sendiri saja, dan Daddy,nanti setelah ku" kata Sania lagi.
"Baiklah, sayang, apa pun itu, aku akan sabar menunggu mu" Ucay Adryan pasrah.
"gitu dong sayang eummm,,,, ahhh eummm. Daddy, kamu itu nakal sekali sih udah ah aku mau mandi dulu" ucap Sania yang melepaskan tautan bibir mereka.
Sania kini, memasuki,kamar mandi yang sangat mewah bak hotel berbintang,malah lebih mewah lagi di sana terdapat, semacam sofa singgel tanpa kepala lurus lumayan panjang seperti tempat santai, saja bathtub, yang luas ukurannya khusus,di desain oleh arsitek dari Turki, bukan nya langsung mandi iya malah melihat lihat area kamar mandi tersebut,di sana juga sudah terdapat meja rias dan ada pintu yang tersambung antara closed room dan kamarnya,kini ia bahkan tercengang semua gaun limited edition ada di sana baju dan aksesoris nya semu sudah tersedia di sana Adryan,sangat memuja Sania, hingga setiap detail,hal yang Sania suka semua nya ada di sana.
sayang, kenapa malah ada di sini bukan nya mandi?" ucap Adryan yang kini masuk kedalam room closed.
"aku mau mandi tapi, tidak ada handuk atau kimono mandi, jadi keliling melihat-lihat Daddy" ucap Sania yang kini menatap suaminya.
__ADS_1
"sayang, aku lupa memberitahu kan,kimono mandi nya,ada di dekat ruang shower, ya sudah tanggung ayo mandi bareng saja sayang ku" ucap Adryan,sambil memeluk Sania dari belakang mereka berjalan sambil dempetan kaya pengatin baru saja.
ya Adryan merasa seperti pengantin baru karena dari awal mereka bertemu selalu saja ada masalah menghampiri mereka, cinta tulus mereka harus terus-terusan di uji, sampai mereka memiliki tiga anak pun cobaan masih selalu datang silih berganti,namun tidak mampu menghapus cinta suci mereka.
Adryan,kini sedang membantu Sania mandi dengan membatu mencuci rambut Sania yang panjang,karena dua tahun belakangan ini Sania tidak memotong rambut nya itu.
"sayang aku suka rambut mu yang hitam lebat ini, dan sangat cantik aku minta jangan di potong lagi Ok,kau lebih terlihat cantik lagi, saat ini" ucap Adryan sambil mengecup kening Sania yang kini mendongak ke arah nya.
"sayang, jangan begini aku lelah, segera lah selesaikan mandi mu aku ingin segera tidur ucap Sania, pada Adryan, yang saat ini menginginkan Sania.
"Baiklah sayang, jika kamu lelah ayo ikut aku " Adryan,membawa Sania ke ruang shower, dan mereka membersihkan diri mereka setelah bersih ia langsung masuk ke,room closed,mengambil dan memakai piyama tidur yang sama.
"ayo tidur lah sayang biar aku peluk dirimu"ucap Adryan yang langsung membawa Sania kedalam dekapannya, saat ini.
sementara,di kampung,Andara sedang menemani,Amara memeriksa kandungan nya,ke rumah sakit, untuk pemeriksaan rutin kontrol setiap bulan.
"Asmara, masuk dulu bersama Bunda yah, ayah tunggu di sini" ucap Danang sambil melepaskan pegangan tangan nya dari Amara.
Danang benar-benar memperlakukan,Amara seperti putri kandungnya, iya bahkan memegang tangan,Amara sedari turun dari mobil, iya sangat memperhatikan langkah Amara, karena takut Amara kenapa-napa.
"iya ayah, ayah tenang saja,ada Bunda, yang menjaga Amara" ucap Amara, yang kini di dampingi suster.
tiba-tiba, ponsel Danang berbunyi panggilan dari Rido, yang ingin menanyakan keadaan Amara dan bayi nya.
"π±halo ayah,apa kabar kalian semua di sana?"
"π± alhamdulilah,baik na Ayah juga lagi nunggu Amara periksa kandungan, sesuai jadwal nya hari ini"
"π± syukur lah ayah kalau semua baik-baik saja, sekalian, ayah aku mau melihat kedalam, apa Amara sudah di periksa"
"π±ya baik lah nak ayah sambungkan pada bunda dulu, karena ayah di larang masuk"
"π± iya ayah maaf merepotkan"
"π± kau itu anak ku, jadi sudah seharusnya, ayah melakukan ini untuk kalian semua"
"π± iya ayah"
"π±tuh Bunda, Bun...Rido ingin melihat Amara dan bayi nya saat ini"
"π±hmmm baiklah nak,ini Amara dan itu lihat lah si kembar sangat aktif di dalam mereka sehat"
"π± owh anak Daddy, semoga semua nya baik-baik saja, Daddy kangen kalian,tunggu Daddy bulan depan menengok kalian kesayangan Daddy"
telpon pun terputus,Rido takuasa menahan tangisnya, pasalnya, iya rindu istri, dan kedua anak nya saat ini.
__ADS_1