Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Cinta !!... aku tidak mengenal nya#


__ADS_3

"Anu den"belum sempat satpam itu berkata lagi Rio, langsung berlari ke luar gerbang, dia melihat mobil, dari wanita yang selama ini ia rindukan.


"Alice, sayang"ucapan nya tercekat di tenggorokan, Rio, melempar paper bag tersebut ke dalam mobil nya, dia juga langsung masuk dan tancap gas, tanpa menghiraukan keadaan sekitar.


"sayang tunggu aku, kenapa kamu tidak masuk ke dalam, jika kamu tau aku sedang berada di rumah"gumam nya lirih.


Rio, sudah berusaha mengejar mobil wanita yang berhasil memporak porandakan hati nya, tapi saat ini dia kehilangan jejak.


"kamu dimana sayang "ujarnya lagi.


Rio, berhenti sejenak dia langsung membuka isi dari paper bag tersebut, dia terkejut melihat sebuah jaket, yang sudah dua tahun ia titipkan pada wanita itu.


Rio, tidak sengaja menemukan sepucuk surat.


Teruntuk Rio:



Maaf Rio, jaketnya aku kembali kan pada pemilik yang seharusnya, karena aku sudah lelah menjaga nya, selama dua tahun ini.



aku juga ingin minta maaf jika aku punya salah padamu selama ini.


oh, iya satu lagi, selamat ulangtahun, semoga panjang umur sehat selalu dan jangan lupa bahagia, selamat juga atas kehamilan istri ya, aku tidak sempat untuk menemui kalian saat di cafe waktu itu,oh iya mungkin ini adalah pesan dari ku untuk yang terakhir kali nya karena sore nanti aku sudah pulang ke Jerman, terimakasih atas kepura-puraan mu mencintai aku, selama dua tahun ini bahkan aku baru mengerti apa itu cinta.


tapi cinta yang aku rasakan, sungguh sangat menyakitkan, tidak semanis di awal,maaf terlalu panjang lebar, aku pergi dan mungkin takkan kembali .


Alice.


Rio, yang membaca itu kini langsung kembali tancap gas, dia ingin menemukan Alice, bagaimana pun caranya, Alice, tidak bisa pergi begitu saja tanpa ada penjelasan lebih detail dari nya.


tatapan, seorang gadis, yang begitu penuh luka dan air mata, Alice, dialah wanita itu, saat ini tengah menatap ombak yang datang silih berganti.


Rio yang memiliki bisikan hati yang kuat, dia pun sampai di pantai indah itu,kini tengah berdiri seorang yang ia rindukan, saat ini Rio, tidak menyimpan keraguan.


Rio, berjalan mendekati wanita itu untuk lalu langsung memeluk nya erat dan mendarat kan kecupan di leher Alice.


"Lepas, kamu siapa ??.... lepas"ucap Alice, yang kini terus berontak.


"maafkan aku honey, selama dua tahun ini aku tidak mengabari mu karena ponsel ku hilang otomatis semua hilang"ujar Rio, Alice, terdiam tak berontak lagi tapi juga tidak bergerak sama sekali dia mematung tangis nya semakin deras saat ini.


beberapa detik kemudian Alice, melepaskan pelukan Rio, dia langsung bergegas pergi namun tangan Rio, menghentikan langkahnya Alice, berbalik "maaf kan aku terlalu sayang pada mu, tapi itu dulu sebelum aku tau kamu memiliki wanita lain, bahkan saat ini dia tengah mengandung anak mu kak, selat ya"ucap Alice, sambil melepaskan genggaman tangan Rio, tapi tidak kunjung terlepas, saat ini malah semakin kuat hingga Alice, meringis kesakitan.


"sakit... lepas, kenapa??... kamu menahan ku semu tidak berguna lagi sekarang kamu sudah bahagia,lalu mau apa lagi??"ujar Alice.


tapi Rio, tidak sedikit pun bergeming,kini pria itu terdiam tanpa kata, sengaja membiarkan Alice, mengungkap kan semua nya setelah Alice, tidak berkata apa-apa lagi hanya terlihat lelehan air mata kini dia berucap.


"sudah selesai, bicara nya,atau apa masih ada yang ingin kamu bicarakan,ayo bicara lagi"ucap Rio di Jeddah karena ia ingin mendengar kata-kata Alice yang lain nya.


"lepas aku ingin pergi"ujar Alice.


"Baik lah aku akan melepas mu, tapi tolong jawab dulu pertanyaan ku ini, Apa kamu mencintai ku Alice??...."kata Rio, yang kini membuat Alice,bisu benar-benar diam seribu bahasa.


"kenapa??.... tidak kamu jawab Alice, ayolah aku hanya bertanya hal itu, apa sulit untuk kamu menjawab nya"ucap Rio lagi.


"heeuh cinta.... aku tidak mengenal nya"jawab Alice.

__ADS_1


"kamu berdusta Alice,kalau kamu tidak mengenal cinta,lalu apa ??....arti kemarahan mu itu"ucap Rio.


Alice, masih terdiam sambil mencoba melepaskan tangan nya itu.


"sekarang katakan apa artinya aku untuk mu"kata Rio lagi.


Alice, lagi-lagi tak bisa menjawab, bibir nya bergetar menahan tangisnya sedari tadi, dia bahkan menggigit bibir bawahnya hanya untuk menahan air mata nya agar tidak jatuh lagi.


"kamu bisa pergi Alice, tapi ingat jangan pernah sesali kepergian mu itu, karena kesalahpahaman akan membuat mu tersakiti selama nya , sekarang pergi lah, aku juga tidak ingin menahan, dan memaksa orang untuk mencintai ku buka sifat ku"ucap Rio, yang kini melepaskan genggaman tangan nya, namun Alice,tak kunjung pergi dia malah terduduk di pasir putih itu, Air mata nya me nganak sungai Alice,meremas ujung dress nya.


"hiks hiks hiks"hanya suara tangisnya yang terdengar tanpa mau berucap sedikit pun, beberapa menit kemudian, Rio pun berjongkok mensejajarkan diri nya dengan Alice, tangan nya terulur mengusap air mata di pipi Alice yang tak kunjung berhenti,cup, Rio mencium bibir Alice, saat ini begitu lembut dan penuh cinta, Alice , yang kini hanya terdiam, Rio pun mengigit kecil bibir bawah Alice, dan itu berhasil membuat Alice, membuka mulut nya Rio, semakin memperdalam ciuman tersebut sambil menahan tengkuk Alice.


Alice pun mulai memejamkan mata nya saat ini dia langsung membalas ciuman itu, hingga akhirnya, mereka semakin terbawa suasana kecupan itu, bisa mengobati rasa sakit karena rindu, Alice, menatap lekat wajah pria yang semakin tampan dan gagah itu yang kini berusia 25, tahun itu.


"Aku akan kembali ke Jerman, mungkin tidak akan pernah kembali, aku harus kuliah di sana dan Daddy ingin aku segera mengambil alih perusahaan"ucap Alice.


"Lalu aku"ucap Alice.


"Aku... tidak tau terserah kamu mau tetap bersama ku, atau menikah dengan wanita lain, yang pasti semua keputusan ada di tangan mu"ucap Alice.


"Alice, seberapa??.... berarti nya diriku bagimu"ucap Rio.


"kamu terlalu berarti bagi ku,kak, aku menyayangimu"ucap Alice.


"Maka, aku akan tetap bersama mu,memilihmu dan mencintai mu juga menyayangi mu, apa kamu percaya itu"ucapan nya di jeda, dia menatap lekat wajah yang kini di pegang oleh kedua tangannya, Rio, meyakinkan Alice"maka pergilah, sejauh apa pun, kita nantinya, aku akan tetap mencintai mu dan akan tetap mengejar mu, hingga ke ujung dunia sekalipun, Alice, aku hanya akan menikah dengan mu,ingat itu"ucap Rio,sambil kembali ******* bibir tipis itu.


"Aku tidak ingin berpisah lagi dengan mu, tapi apa boleh buat, aku tidak bisa menolak nya, Daddy, selama ini sudah memberikan aku kebebasan untuk memilih, tapi tidak untuk yang satu ini, aku mencintaimu kak, aku mencintaimu , aku tidak ingin lagi berpisah dari mu"ucap Alice.


Rio, memeluk erat tubuh itu, Alice, hanya bisa memejamkan mata nya, jika iya bisa ia ingin melakukan apa yang ia mau tapi dia tidak bisa egois, dia memiliki keluarga yang harus ia utama kan saat ini.


"Ikut aku sayang"ucap Rio,sambil berjalan menuju villa, yang tak jauh dari tempat mereka saat ini.


Rio, membawa Alice, langsung masuk ke dalam kamar nya, Alice merasa bingung tapi kemudian dia langsung mematung saat Rio, mengeluarkan sebuah kalung berlian yang tersimpan di dalam laci di samping ranjang nya itu.


"Aku sudah lama menyimpan ini,ibu pernah bilang pada ku, untuk memberikan kalung ini pada wanita yang sangat ku cintai, dia bahkan pernah bilang , jika kelak aku memiliki anak dari nya,kalung itu harus di wariskan kepada nya, Alice, aku mencintaimu sepenuh hati ku sekuat jiwa'dan raga ku maka menikah lah dengan ku"pinta Rio.


"Tapi kak, sekarang aku masih kecil, aku harus menyelesaikan pendidikan ku dulu dan harus benar-benar siap, semua nya"ucap Alice.


"hehehe.... kamu itu lucu sekali sih sayang nge gemesin tau gak,ya tentu saja kita tidak akan menikah nanti setelah kamu lulus kuliah, aku hanya sedang melamar mu honey,satu lagi mulai saat ini, kita resmi bertunangan"ujar Rio, memberikan dua buah cincin bertuliskan nama mereka Alice dan Rio .


Alice tersenyum bahkan tertawa kecil dia mengingat gelagat Rio, saat mereka baru pertama kali bertemu, Alice .


"Sayang kamu tertawa, apa ada yang lucu heumm"ujar Rio,sambil menyatukan kening mereka saat ini.


" kamu itu kak,lucu dulu kamu melamar kekasih mu ,dulu di pasar malam apa kamu masih ingat itu saat kamu meronta minta tolong pada ku, hahahaha"ujar Alice, tertawa lepas.


"Heumm, terus aja tertawa ayo yang puas, sebelum kamu menerima hukuman dari ku"ucap Rio, yang kini langsung mengangkat tubuh Alice,ke atas ranjang dia me ngelitik tubuh Alice, dan itu membuat Alice, tertawa terbahak-bahak sambil meminta ampun, tapi beberapa detik kemudian.


cup...


sebuah kecupan mendarat di pipi Alice,di seluruh wajah dan terakhir di leher jenjang milik Alice.


"Stop kak, jangan keterlaluan kita belum menikah"ujar Alice.


"Tentu saja Sayang, aku tidak akan melakukan hal lebih, aku hanya ingin ini saja"ujar Rio, yang kembali menciumi bibir Alice, hingga puas, saat ini, mereka pun tertidur pulas Sambil berpelukan di atas ranjang, hingga sore tiba,suara dering ponsel terdengar nyaring.


📱"halo... momm... aku masih di rumah teman,momm boleh aku berangkat nya, besok saja, aku hanya ingin melepas rindu dengan sahabat ku"ujar Alice,pelan.

__ADS_1


📱"Sebentar sayang kamu sedang berada di pantai mana"ujar Michael.


📱"tidak momm... ini suara di bioskop, aku sedang nonton film, dan mungkin aku akan menginap di rumah teman ku ini momm"ucap Alice.


📱"baiklah sayang, terserah kamu saja, tapi ingat jaga diri baik-baik, jangan lupa makan dan jangan tidur terlalu malam,besok pagi kamu harus sudah pulang karena sore nya, kamu harus segera berangkat"ucap Michael.


tanpa Alice, sadari, saat ini ada yang tersenyum di samping nya.


"Teman yang mana lagi"ucap nya yang mengejutkan Alice.


"Tidak ada,ko aku hanya ingin mengunjungi seseorang sebelum aku pergi"bohong Alice.


"Tidak ada apa itu berkunjung ke tempat lain hanya di sini bersama ku ingat itu"ucap Rio, yang kini tengah merasa cemburu, dengan kebohongan Alice.


"Tapi besok aku sudah harus berangkat"tatap Alice, melihat ekspresi wajah marah yang kini terlihat dari Rio.


"Kamu hanya boleh menghabiskan waktu mu bersama ku "ucap Rio, sambil pergi menuju balkon.


"Kak, jangan marah aku "ucapan Alice, terhenti saat Rio menarik tengkuk nya mencium bibir nya dengan kasar tapi beberapa detik kemudian ciuman itu berubah menjadi lembut dan menuntut, tapi Rio masih bisa mengontrol nafsu nya, saat ini hanya mencium bibir dan sekitar leher jenjang Alice, sesekali meninggalkan bekas merah keunguan di samping lehernya Alisa yang tertutup oleh rambut .


"kita akan menginap di sini, segera matikan ponsel mu"ucap Rio,sambil bergegas turun ke bawah,ia ingin memasak sesuatu, tapi saat melihat kulkas nya kosong, hanya ada minuman dingin Rio, langsung kembali ke atas mengambil handphone nya, menelpon seseorang untuk mengirim bahan makanan saat ini.


setelah dia membersihkan tubuh nya, Rio langsung menuju wal-k in closed, yang berada di villa itu, dia langsung berganti pakaian.


sementara itu Alice,sibuk dengan handphone nya, dia sedang chat dengan seseorang saat ini hingga membuat dia tidak menyadari tatapan tajam dari Rio, yang merasa cemburu, Alice, masih tetap anteng hingga Rio, merampas ponsel nya dan memasukkan nya kedalam saku celana nya.


"Kak,..... kembali kan handphone ku"ucap Alice.


"Diam.... atau aku lempar saja ponsel mu ini"ujar Rio, kesal.


"Baiklah, sayang aku minta maaf, tolong kembalikan ponsel nya ok"ujar Alice, lembut.


"Tidak,sekali aku bilang tidak ya tidak kamu ngerti nggak sih honey"ujar Rio,sambil mengusap pipi Alice.


"Ya, baiklah-baik, kakak,menang ujar Alice.


tidak lama seseorang datang mengetuk pintu.


"Tuan muda makanan nya sudah siap, anda mau makan di atas atau di bawah"ucap penjaga villa.


"Kami turun ke bawah saja"jawab Rio.


Rio, membawa Alice, turun ke bawah dan sesampainya di bawah terlihat sudah terpanggang di meja makan, Rio langsung menggeser kursi untuk Alice, Alice, merasa sangat bahagia saat ini tidak hanya itu saat mereka makan, Alice,di suapi oleh Rio, mereka seperti sepasang pengantin baru saja.


hingga jam menunjukkan pukul tujuh malam, mereka pun kembali ke kamar untuk beristirahat, Alice, yang kini tidak membawa baju ganti, dia memakai kaos kebesaran milik Rio, beruntung dia masih menggunakan celana pendek, sebagai dalamnya dress tadi.


Rio, menuntun nya ke atas ranjang, mereka berbaring bersebelahan, Alice, masuk ke dalam selimut, sementara Rio, masih sibuk dengan ponselnya mengecek email.


"kak..."ucap Alice.


"heumm"jawab Rio.


"Kak"ucap Alice, lagi.


"Heumm"jawab Rio lagi.


"ih gak ada jawaban lainnya apa"ujar Alice, kesal.

__ADS_1


"Apa sayang"ucap Rio,sambil tersenyum manis ke arah Alice.


"gak jadi, udah kesel"ucap Alice, yang bikin Rio , semakin gemas terhadap Alice.


__ADS_2