
"aku sangat bahagia Daddy" jawab Amara sambil mencium punggung tangan suaminya, saat ini.
sementara kebahagiaan yang di rasakan Rido saat ini, tidak sama dengan Sonya, Sonya harus menerima kenyataan,bahwa anak satu-satunya, harus meregang nyawa, Karen, kecelakaan yang menipa nya, Sonya begitu syok bahkan dia seperti orang, yang kehilangan jiwa'nya dia mengalami terauma hebat bagaimana tidak , suami, nya kini harus di rawat intensif di ruang ICU, dan jenajah sang anak di kirim ke Indonesia untuk di makamkan di sana beruntung nya saat ini Sonya tanpa sadar tengah mengandung anak keduanya dan selamat dari maut, Sonya mengalami syok berat tapi untungnya janin yang di kandung nya saat ini sangat kuat dan dokter pun memberikan suntikan penguat kandungan, pada Sonya.
Danang yang mendengar berita kecelakaan tragis yang di alami Sonya,ia langsung meminta bantuan Adryan untuk, pergi ke London, sementara jenajah cucunya itu di urus oleh Andara dan juga Rido, di desa semua orang tengah fokus merawat Sonya, beruntung saat Danang datang Sonya langsung mengenali ayah nya dan menangis sejadinya,atas derita yang di alami nya saat ini, ia mulai sadar dari syok yang di deritanya setelah tiga hari itu pun saat kedatangan ayah tercinta nya saat ini.
sonya juga meluk Sania, adiknya iya kembali menangis di pelukan Sania dan berbicara tentang kejadian yang menimpa mereka.
"aku turut berduka,atas meninggalnya keponakan ku yang sangat tampan itu, tapi kakak tidak boleh terus-terusan terpuruk dalam kesedihan, karena di sini masih ada nyawa yang harus kakak lindungi dengan baik, aku yakin keponakan ku sudah tenang di surga dan nanti dia yang akan menyambut kita di sana" ucap Sania menenangkan Sonya.
tiba-tiba saja,dokter mengabarkan bahwa Nanda sudah sadar dan akan di pindah keruang perawatan VVIP, saat ini juga.
"tuh kan Kak, apa aku bilang semua akan baik-baik saja, jangan sia-sia kan pengorbanan anakmu, kamu harus segera bangkit kita akan tinggal bersama lagi di Desa,atau di Jakarta yang penting kita tidak terpisah lagi" ucap Sania sambil memeluk kakak nya itu.
saat ini mereka tengah berada di ruang perawatan Nanda, laki-laki tampan dan gagah ini saat ini sedang tergolek lemas, tapi keadaan nya, sudah mulai membaik,dia menanyakan sang anak namun Sonya hanya bisa menangis.
"sabar lah na kamu harus tegar, anak mu sudah tenang di surga, dan saat ini masih ada anak yang perlu kamu jaga, Sonya tengah hamil saat ini, mungkin kalian tidak sadari kandungan nya sudah memasuki delapan Minggu beruntung dia kuat" ucap Danang yang kini memeluk menantunya yang sedang menangis sesenggukan.
"sayang kemari lah, maafkan aku semua ini salah ku andaikan aku tidak mengajak kalian untuk pergi makan di luar mungkin semua ini tidak akan terjadi,maaf... maafkan aku sayang, maafkan Daddy mu ini nak, Daddy tidak pernah ingin semua ini terjadi, kalau boleh memilih lebih baik Daddy saja yang mati" ujar Nanda dalam tangis nya Sonya memeluk nya erat,ia memberikan ketenangan pada Nanda.
"Daddy, semua sudah takdir yang maha kuasa, kita sebagai manusia hanya bisa pasrah kan semua nya pada sang pencipta, dia mengambil satu anak kita dan memberikan anak yang lain nya, semua yang terbaik menurut minta belum tentu menurut tuhan itu baik, aku masih bersyukur di antara kita masih ada yang selamat kalau Daddy juga pergi, aku tidak tahu harus bagaimana, selama ini hanya kamu yang menjadi semangat hidup ku dan juga anak kita saat aku jauh dari keluarga kau adalah penguat hidup ku"ucap Sonya sambil mengelus puncak kepala suaminya dengan sayang.
semu yang ada di sana saat ini merasakan rasa haru yang teramat sangat, beruntung mereka cepat datang kalau tidak mungkin Sonya saat ini bisa masuk rumah sakit jiwa.
ya, keluarga adalah segala nya saat kita susah saat kita senang hanya keluarga, yang mampu membantu melewati segala macam problem hidup jadi seberat apapun cobaan hidup di keluarga kita harus terus saling bahu-membahu, meringankan beban dari cobaan tersebut jangan malah tercerai berai, karena tidak akan ada solusi atau pun penyelesaian nya.
ingat pepatah lama mengatakan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
seperti saat ini dengan keikhlasan hati, Rido, seberapa besar nya kesalahan yang di lakukan oleh Nanda dulu, pada istrinya itu, dia tidak pernah menaruh dendam mungkin di awal Rido sempat kecewa berat, tapi setelah tau yang terjadi kepada Nanda dia sudah memaafkan nya, dan kini dengan ikhlas Amara dan Rido membantu mengurus pemakaman, anak dari Nanda, dan Sonya.
"Bunda,ayo kita pulang semua sudah selesai Bunda harus kuat,Oya Bunda Adryan tadi sempat mengirim pesan bahwa, Sonya saat ini tengah mengandung,dua bulan beruntung nya,janin nya kuat dan saat ini, Nanda juga sudah siuman, jadi Bunda, harus kuat,agar Bunda bisa merawat kak, Sonya nantinya" ujar Rido.
"apa, benarkah itu? masih ada cucu ku yang lain,ya Allah terimakasih, atas semua karunia mu, dan aku titip kan cucu tersayang ku ini pada mu, semoga kelak kita bisa berkumpul di surga mu, amiinn yrbl alamin" ucap syukur Andara di balik duka nya saat ini, Andara pun bangkit,sambil berkata.
"nenek,pilang dulu ya sayang, nanti nenek ke sini lagi" ucap Andara, sambil mengelus batu nisan, yang bertuliskan nama sang cucu.
mereka berdua pun pulang kerumahnya untuk mengadakan tahlilan,sore ini.
sementara itu di London Inggris, Sania kini tengah, merebahkan badannya di atas ranjang empuk, di kamar hotel tersebut ruangan swetroom yang sengaja Adryan pesan untuk mereka berdua karena Danang memilih tidur di rumah sakit menemani putri sekaligus menantunya yang masih dalam tahap pemulihan, beruntung Nanda hanya mengalami benturan, ringan, dan tidak ada yang perlu di khawatir kan saat ini Nanda syok saat kejadian itu anak semata wayangnya, terlempar dari mobil mungkin,hal itu yang memicu dia tidak sadarkan diri selama tiga hari itu.
"sayang, aku kangen pada mu" ucap Adryan.
" hmmm.. Daddy, kita itu tidak pernah jauh kamu itu selalu gombal deh" jawab Sania.
"sayang aku beneran deh, aku gak bohong aku saat ini, aku terlalu sayang pada mu" kata Adryan.
"memang nya, pernah gitu kamu tidak sayang aku" tanya Sania sambil melotot kearah Adryan.
__ADS_1
"tidak pernah Sayang ku aku selalu mencintaimu dan selalu merindukan mu" jawab Adryan tegas.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di Hongkong,sandi dan Ari tengah sibuk, dengan urusan pekerjaan, Ari yang kini tengah sibuk, dengan laporan keuangan perusahaan, sementara sandi sedang meeting, di pagi hari ini.
sementara para istri mereka kini tengah menunggu mereka di ruang istirahat, untuk memberikan bekal makan siang memang tidak setiap hari mereka kesana karena harus mengurus restoran, itu pekerjaan Siti sementara, Yena di larang beraktivitas, saat ini karena sandi ingin mereka segera memiliki momongan.
Yena kadang suka membantu Siti di restoran, biarpun sandi selalu melarang, bekerja tapi Yena,bosan kalau terus menerus tinggal di apartemen nya.
"📱 Halo yank, lagi apa kamu sudah makan,ini sudah siang "
" 📱 sudah ini lagi nemenin ka Siti di restoran Oya gimana bekal yang aku kirim tadi enak tidak, aku sudah belajar masak dari KA Siti"
"📱 owh, terimakasih sayang ini baru' akan aku makan, ucap sandi"
"📱hmmm... sendiri nya, juga belum makan ucap Yena"
"📱 iya sayang, maaf kan aku baru selesai meeting, saat ini maafkan tadi pasti bidadari cantik ku menunggu ku iya kan"
"📱 iya aku kangen kamu yank,,, tapi kamu meeting nya lama jadi aku ikut KA Siti ke restoran saat ini"
"📱 tunggu aku di situ yank aku akan pulang sebentar lagi, mungkin dua jam lagi oke sayang"
"📱 iya sayang ku hati-hati kerja nya jangan keterlaluan,ingat selalu jaga kesehatan ok sayang muachh"
"📱kak, jangan bandingkan aku dengan mantan mu, aku bukan dia dan tidak akan pernah seperti dia, aku hanya ingin kita bisa hidup bahagia berdua dan menua bersama-sama, semoga, kita selalu bersama hingga akhir hayat kita"
"📱 kamu, adalah wanita yang sangat baik dan aku sangat mencintaimu, bersabar lah sayang, aku akan berusaha untuk membahagiakanmu "
telpon pun terputus, mereka hanya saling tersenyum bahagia.
seperti janji sandi, setelah dua jam iya datang menjemput Yena ke restoran yang di pegang oleh Siti.
"sayang kamu sudah lama menunggu,ku" ucap sandi sambil memeluk Yena saat ini dan mencium bibir nya sekilas.
"santai saja sayang, aku juga bosan kalo di rumah terus aku ingin buka butik kan sayang bakat ku tersimpan sia-sia " ucap Yena yang kini bergelayut manja di lengan suaminya.
"kak, Siti aku duluan ya!!""pamit Yena.
sementara itu Siti tengah bermanja-manja pada Ari, saat ini, mereka tengah melepaskan rasa rindu nya setelah seharian tidak bertemu.
Yena dan sandi kembali ke apartemen, dan mereka pun melepas rindu nya dengan bercinta,di sore hari.
di London, setelah Nanda pulih kini mereka pergi ke Indonesia di temani Adryan dan Danang,dan Sania juga Sonya.
Nanda, saat ini tengah berbaring di ranjang dalam pesawat,jet pribadi,milik Adryan, sementara pemiliknya sedang menemui pilot pesawat pribadi tersebut.
__ADS_1
Adryan, sedang berbincang dengan seorang pramugari yang ia sewa untuk menyuruh nya menyiapkan makan malam untuk seluruh keluarga nya.
perjalanan yang di tempuh sangat lah melelahkan hingga akhirnya mereka mendarat bandara Sukarno Hatta.
tidak menunggu waktu lama jemputan sudah menunggu mereka langsung bergegas,ke rumah, Sania karena, Adryan tidak mau ada orang lain yang masuk ke Mension milik nya selain istri dan anak-anak nya itu peraturan ketat, dari Adryan dan Sania sangat mengerti itu.
Sania mempersilahkan semua nya masuk, setelah iya turun terlebih dahulu, dan dia masuk ke dalam kamar nya, saat ini di susul oleh Adryan.
sementara, ayah nya masuk ke dalam kamar, pribadi nya yang Sania sengaja bangun dengan kemewahan di dalam nya tidak kalah dengan kamar milik nya saat ini.
Sonya juga memiliki kamar pribadi di rumah itu, termasuk ketiga saudara angkatnya Sania ya itu sandi Rido dan Ari.
"yang kamu mandi dulu gih aku tunggu di sini" ucap Adryan.
"kita mandi bareng saja Daddy, lagian aku sangat, merindukan mu saat ini" ucap Sania sambil menarik kerah baju Adryan sengaja berlagak menggoda suami nya itu, padahal mereka baru tiba saat itu di rumah itu.
"sayang, ingat semua ini kamu yang mau jadi jangan salah kan aku kalau saat ini aku membuat mu sulit untuk berjalan ya" seringai licik Adryan perlihatkan saat itu juga iya langsung membawa Sania kedalam bathtub, dan melucuti semua pakaian nya, saat itu juga, dan benar saja Adryan tidak mau melepaskan Sania yang sedari tadi, menggoda nya hingga Sania berteriak meminta ampun di balik ******* yang lolos itu.
hampir dua jam mereka di dalam kamar mandi.
sementara di kamar Sonya setelah selesai mberikan diri keduanya langsung berbaring dan Nanda mengelus,perut, Sonya sambil berkata.
"sehat-sehat ya sayang, Daddy sangat menyayangi kalian" ucap Nanda.
"sayang anak nya belum di USG, jadi belu ketahuan, satu atau dua nya"
"tidak sayang aku yakin anaku lebih dari satu" ucap Nanda, bersikukuh menjawab bahwa anaknya lebih dari satu.
dua hari setelah kedatangan mereka di Jakarta mereka memutuskan untuk pergi ke desa.
Sania sengaja tidak mau ikut karena, dia harus menemani Adryan yang sibuk bekerja saat ini.
"sayang kamu gak ikut padahal ayah ingin berlibur dengan kalian saat ini" ucap Danang Setiaji.
"lain kali saja ayah, aku mau menemani mas Adryan bekerja saat ini karena sudah lama tidak masuk kantor" jawab Sania sambil tersenyum.
"Baiklah tapi jangan terlalu lama di sini ayah pasti sangat merindukan mu tuan putri ku sayang muach" kecupan di puncak kepala, Sania, adalah bukti begitu besar pada putri bungsu nya itu.
Sonya dan Nanda juga Danang pun berangkat dengan satu mobil bersama dengan ayah nya.
begitu lah saat ini Sonya lebih membutuhkan pelukan nya sang Bunda. dan Sonya adalah anak yang beruntung bisa mendapatkan seorang ibu yang sangat baik hati, sedari iya kecil.
sesampainya di kampung halaman, tangis kesedihan Sonya pun pecah saat ini Andara sedang memeluk erat putri sulung nya itu.
"Sonya sayang Bunda... Bunda mohon tetap lah tinggal di sini bersama kami untuk selamanya, biarkan Nanda, membuka bisnis Baru di sini" ucap Andara sambil mengelus sayang puncak kepala Sonya dan mencium nya berkali-kali, Sonya tidak jauh dari rangkulan Andara seperti biasanya.
"aku terseh Bunda, saja aku tidak mau jauh lagi dari Bunda, aku takut bunda aku akan tetap berada di sisi bunda saat ini dan selamanya" ujar Sonya.
__ADS_1