
Kini, pria baik,itu telah tiada, bahkan dendam keluarga nya belum sempat terbalas kan Piter, mati demi membalas, mereka yang telah menyakiti sang istri tercinta, yang selama ini menerima dirinya apa adanya yang selalu berusaha untuk mencintai nya sepenuh hati, yang selalu merawat nya dikala ia sakit dan memanjakan nya ketika ia libur kerja, Piter, begitu mencintai Michael, yang selalu menghujani nya dengan ribuan kebahagiaan, hingga,ia memiliki rumah untuk pulang, dan tidak merasa kesepian seperti yang selalu ia rasakan, sebelum ia bertemu dengan Michael, pria kesepian itu menemukan rumah, menemukan kebahagiaan yang hadir dari seorang wanita cantik, bahkan Piter, begitu lapang dada menerima putri Gibran yang sedang di kandung oleh Michael saat itu.
kini, Michael, masih di rawat di rumah sakit, milik Jordan, dia dibawa kembali ke Jerman, oleh Jordan, setelah berunding sengit dengan Gavin, bukan Gavin,kalah karena itu tidak akan mungkin sampai dunia berakhir sekalipun, karena mafia, yang di pimpin oleh Gavin, bukan kelompok kecil melainkan perhimpunan dari seluruh negara terkemuka.
Gavin, sengaja mengalah demi kebaikan, Michael dan, putri nya, biarlah Gibran, yang akan berusaha mendekati mereka lagi, Gavin, tidak perduli.tentang hal itu jujur saja fokus, Gavin, saat ini adalah membersihkan penyusup yang ada di kelompok nya kini setelah melihat bukti, dari kamera pemantau yang ada di area pulau tersebut.
setelah selesai, dokter, memeriksa kondisi, Michael, pasca operasi, dokter, menyatakan bahwa Michael, saat ini tengah mengandung buah hati nya, dari mendiang Piter, usia kandungan sudah masuk delapan Minggu, Michael, sudah berada di ruang rawat inap VVIP, dengan penjagaan ketat, dari Gavin, dan Jason, saat ini mereka tau ada penyusup.
sementara itu Gibran, kembali dengan raut wajah kecewa, dan yang histeris di sini saat ini adalah Alice, gadis itu mengetahui kepergian Piter, untuk selamanya, seorang teman, seorang paman, dan juga sosok, seorang ayah yang selalu melindunginya selama ini.
"Daddy, kenapa kau tinggalkan kami Daddy, aku mohon bangun, bangun Daddy, siapa yang akan menjaga ku, jika mommy,marahin aku, siapa yang akan menjaga ku, ketika aku dibully siapa yang akan melindungi kami Daddy"ujar Alice, didepan jenazah Piter, yang kini sudah akan di kebumikan, menurut, kepercayaan nya selama ini.
Michael yang kini belum sadarkan diri, Jason, hanya bisa pasrah jika kelak, Michael marah pada nya, karena tidak menunggu nya, untuk melihat jenazah suaminya itu, untuk yang terakhir kali nya.
"Maaf kan aku, Michael, maaf kan aku Piter, aku tidak bisa melindungi kalian, seperti janjiku, tapi satu hal yang harus kamu tahu Piter, adikku, sampai ke ujung dunia sekalipun, akan aku kejar, orang-orang yang telah menghabisi mu, dan keluarga mu, sebagai bukti kasih sayang ku, pada mu, selama ini, kamu adalah adik terbaik bagiku, pelindung ku, dan Alice, terimakasih untuk semua nya, semoga kamu tentang di alam sana, dan satu lagi, kamu akan menjadi Daddy, yang seutuhnya sebetar lagi, aku janji akan menjaga nya, bahkan dengan nyawaku"ujar Jason, yang kini bersimpuh di hadapan makam Piter.
Piter, adalah anak yang di bawa oleh ayahnya, sesaat setelah, tragedi yang menimpa keluarganya yang saat itu melindungi ayah nya itu dengan nyawa mereka, karena, ayah Jason, adalah teman baik dari ibu Piter, mereka merelakan nyawa mereka melayang.
Jason, memperlakukan Piter, seperti adiknya sendiri, walaupun selama ini Piter, selalu bersikap formal pada nya, tapi pria baik hati itu, sangat menyayangi nya dan putri nya, hingga akhir kematian nya saat ini.
"Maafkan aku honey, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu, aku memang bodoh, seperti apa yang di katakan oleh kakak, tapi sumpah demi apapun aku tidak melakukan itu"ujarnya lirih, Gibran, saat ini tengah berada di Kanada, Gavin, sengaja menahan Gibran di rumah nya,biar Emily, yang akan mengurus nya.
sementara itu Gavin, yang sudah mengetahui siapa saja yang telah menjadi penghianat saat di pulau tersebut, dia langsung menghabisi nya langsung saat itu juga tanpa ampun.
Gavin, mengabadikan gambar mayat itu lewat foto, sebelum menjadi santapan bintang peliharaan nya, saat ini.
Jordan, yang mengetahui hal itu, langsung meminta bukti foto dan Vidio, pengakuan mereka, saat ini.
beberapa orang di antaranya,ada lah pembunuh keluarga Piter, yang Daddy nya cari selama ini.
"Piter,satu persatu telah lenyap saudara ku, seharusnya kamu menyaksikan ini kematian mereka begitu mengenaskan, bahkan mungkin lebih menyakitkan kematian mereka, tapi itu sedikit bisa mengurangi kepedihan di hati ku, karena kematian mu"ujar Piter, sambil mengepalkan tangannya.
Jason, saat ini tengah membawa Merry, untuk melakukan terapi,agar terauma atas kejadian yang menimpanya bisa segera hilang, Jason, tidak tega melihat kondisi, Merry, yang kini hanya terdiam tanpa kata, bahkan seperti kosong jiwa nya, saat mengetahui bahwa Daddy nya telah tiada.
"Sayang,yu ikut Daddy, kita akan membeli es krim, kesukaan mu,membeli permen raksasa yang selalu kamu minta setiap kali, Daddy berangkat kerja"ujar Jordan, yang selalu mengetahui, kebiasaan putri angkat nya itu, dari Piter, seperti pagi itu, saat Piter, akan berangkat kerja.
"flashback on"
"Pagi, princess nya Daddy"ujar Piter, yang sengaja membangunkan Merry, karena tidak biasanya dia bangun terlambat.
__ADS_1
"Daddy, aku cinta Daddy, Daddy,tau itu jadi nanti, saat Daddy, pulang bekerja, belikan aku es krim dan permen raksasa, Ok, Daddy"gadis itu berceloteh sambil tersenyum manis pada Piter, yang saat itu langsung mengecup seluruh bagian wajah Merry, sesaat sebelum Michael, mengambil alih.
"Merry, sayang jangan buat Daddy mu pusing dengan permintaan mu itu,sini mommy, bantu mandi"ujar Michael.
"honey, jangan terlalu keras, kasihan putri ku,belum mengerti apa-apa"Ujar Piter.
"Tapi, sayang, kamu pasti repot, jika harus terus memberikan apa yang dia mau, belum lagi, semua nya itu menguras tenaga"ujar Michael, sambil menatap lekat wajah tampan yang kini ada di hadapannya,cup satu kecupan mendarat di bibir, Piter.
"Aku mencintai mu, Honey"ujar Piter.
"Aku juga sayang, sekarang nikmat sarapan pagi mu, aku mau mandikan dia dulu"ujar Michael.
"hari ini aku tidak meeting, jadi aku santai"ujar Piter.
"baiklah, tunggu aku di meja"ujar Michael, yang tau Piter, ingin sarapan bersama di pagi ini.
setelah selesai mengurus Merry, dengan sangat buru-buru Michael, menghampiri Piter, dan mendudukkan putri nya itu di kursi nya, sementara Alice, gadis itu baru turun.
"Pagi momm, Daddy"ujar Alice.
"pagi sayang"ujar keduanya.
"wah kamu tau itu sangat enak, bahkan kakak, sudah sering membeli itu dengan mommy dulu iya kan momm??"ujar Alice, gadis kelas satu SMP,itu mengompori, Merry,agar terus minta di belikan permen tersebut, hingga Merry, benar-benar memohon.
"flashback off"
🌹💖💖💖🌹
Setelah, tiga hari, akhirnya Michael, siuman, dia menangis sesenggukan tak kuasa menahan kepedihan di hati nya, saat ini, setelah mengetahui bahwa, suaminya telah pergi untuk selamanya, tidak ada lagi senyum, tidak ada lagi,kata cinta yang selalu menghujani nya, setiap pagi dan malam hari, bahkan dia teramat kehilangan sosok pangeran tampan berkuda putih yang telah memberikan dia, sebuah rumah untuk berteduh di kala hujan atau panas menerpa bahkan badai sekalipun, Michael, benar-benar merasa dunia nya runtuh saat ini.
niatnya,berbalik untuk melindungi sang suami dari, kemurkaan pria yang telah merampas hati nya, malah menjadi petaka bagi suaminya, hingga kehilangan nyawa nya, Michael, sempat melihat, Piter, ingin menghabisi orang yang ada di balik Gibran, yang sudah menembak nya, tapi puluh peluru langsung datang menghujani tubuh yang selalu tampak gagah itu.
Michael, sangat menyesal andaikan ia mengikuti, kemauan Gibran, dia tidak mampu melihat, harga diri suaminya terluka, tapi jika saat itu, Michael, tidak roboh, sebelum sampai di kamar, untuk memberitahu kelemahan Gibran, mungkin itu bisa di hindari, tapi ada satu hal yang mungkin sedikit membuat Michael,lega saat ini, karena kematian Piter, membuktikan rasa cinta nya yang begitu besar, dan dia meninggal secara terhormat,demi untuk melindungi istri tercinta nya itu.
"Sayang, apa kamu tau, kita akan menjadi orang tua seutuhnya, kamu akan menjadi Daddy, aku janji, akan selalu melindungi anak kita dan membesarkan nya, penuh cinta, seperti rasa cinta ku padamu, aku mencintaimu, terimakasih atas waktu dan cinta yang sempurna yang kau berikan untuk ku, semoga kamu tenang di surga"ujar Michael lirih.
sementara itu Gibran, tengah mengerjakan pekerjaan nya dengan serius, dia tidak bisa terus larut dalam kesedihan, karena orang-orang terdekat nya, terluka karena dirinya mungkin rasa penyesalan yang kini ia rasakan.
Gibran, saat ini tengah mengalihkan sebagian aset milik nya, untuk putri nya, Merry, yang saat ini mungkin sangat membencinya, Merry, adalah putri nya buah cinta nya terhadap Michael, Merry, seharusnya, menjadi putri kandung nya yang sah, tapi Michael, menolak untuk menikah dengan nya saat itu, hingga insiden kecelakaan yang menimpa istri tua nya itu terjadi.
__ADS_1
Michael, sempat ingin bunuh diri, setelah mengetahui bahwa dia hamil, saat itu, tapi janin, yang ada di dalam perut nya,kala itu tidak memiliki dosa dan dia berhak untuk lahir ke dunia ini, dari saat itu Michael pun memutuskan untuk melanjutkan hidup, dengan bantuan support dari Jason, hingga Piter yang baru sadar dari koma, walaupun dia sempat syok, tapi pria itu memutuskan untuk melanjutkan rencana pernikahan nya.
Michael,kini sudah di izinkan pulang, ke rumah nya, dia kembali tinggal di rumah besar peninggalan keluarga nya, sementara rumah milik, Piter, hanya akan ia bersihkan hingga si kecil lahir, barulah ia akan pindah kesana dan membesarkan nya di sana.
"Alice, mommy, akan pergi berbelanja, apa kamu dan Merry, akan ikut"ujar Michael.
"Ikut,momm... siapa tau aku ketemu Daddy,di sana Daddy,kan selalu janji mau belikan aku permen raksasa, Daddy, kerja nya ko, lama sih momm"ujar gadis kecil itu antusias, Merry, saat ini sudah sembuh, tapi ada satu ingatan yang mereka hapus,yaitu saat tragedi, kepergian Piter, mereka menanam kan sugesti pada Merry, bahwa, Daddy nya, saat ini sedang pergi bekerja.
Michael, mematung sesaat, hati nya begitu perih, melihat kehilangan yang teramat dalam di hati putri nya pada Daddy, sambung nya itu.
"sayang, Daddy, pergi bekerja di tempat yang sangat jauh, jadi mungkin Daddy, hanya akan menelpon mu, dia tidak bisa kembali, dan, Daddy, berpesan agar Merry, jadi anak yang baik, dan tidak rewel,satu lagi kata Daddy, Merry, harus bisa melindungi adik bayi, dan menyayangi nya, seperti Merry, menyayangi Daddy, Ok, anak cantik dan baik hati"ujar Michael, berusaha tersenyum walau rasanya menyakitkan.
sementara Alice, memalingkan wajahnya dan mengusap air mata nya yang hampir jatuh, gadis yang sebentar lagi masuk usia remaja itu,tau semua nya dan sudah bisa mengerti.
"Ayo, Merry, saat Daddy, kerja biar kakak, yang akan membelikan mu, permen raksasa itu"ujar Alice.
"Ok,ayo go. mommy let's go...!!"ujar si kecil berseru, sambil memegang tangan kedua nya, mommy dan kakak, perempuan nya itu.
mereka pun, pergi ke sebuah pusat perbelanjaan,di ikuti enam orang pengawal yang sengaja Jordan, pekerja kan untuk menjaga keamanan mereka bertiga.
Michael, sibuk dengan keranjang belanja an nya, dibantu oleh pengawal, perempuan yang sengaja Jordan, siapkan, untuk bisa lebih dekat dengan Michael, yang kini tengah hamil muda.
Michael, sibuk mengambil ini dan itu, hingga empat keranjang itu penuh dengan belanjaan mereka bertiga, karena kedua nya punya selera yang beda.
mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang menyajikan olahan ikan, seperti yang di sukai oleh mereka
setelah selesai makan, Merry, menagih janji nya, saat ini"momm...mana eskrim sama permen raksasa itu"ujar bocah kecil itu.
"Iya bunda belikan, sekarang juga"ujar Michael,
Michalel pun pergi bersama dengan mereka menuju tempat terindah.
Gibran, saat ini tengah memantau keberadaan Michael, Gibran, tidak berani gegabah, selama untuk mendekat apa lagi meminta maaf itu tidak mungkin ia dapatkan "Syukur lah kalian berdua baik-baik saja"gumam nya lirih Gibran tidak tau kalau saat ini, Michael tengah berbadan dua
Sania,tau Merry, anak dari Gibran dan Michael, dia begitu bahagia saat ini, diam-diam dia selalu menyuruh orang kepercayaan nya, sendiri untuk memberikan sebuah kalung bertahtakan berlian.
sepulang dari belanja saat ini, Michael dan kedua nya tengah membongkar belanjaan mereka, dengan langkah riang gembira, Merry, dan Alice, tertawa bareng saat menemu belanjaan nya itu tertukar dengan kakak nya, hingga mereka menukar nya, setelah memutuskan bahwa barang siap yang akan di tukar dengan barang dari masing-masing yang sangat mereka suka.
Michael, hanya geleng-geleng kepala, hingga tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Sayang kalian itu seharusnya beli barang yang sama.