Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
pulang ke Desa


__ADS_3

Dua tahun sudah, Sania tidak pernah pulang ke kampung halaman nya, ya setelah melewati beberapa cobaan hidup yang silih berganti Adryan,kini berjanji pada diri sendiri, untuk selalu,setia terhadap istri yang selama ini selalu sabar, menghadapi sikap nya yang kadang melalui,batas.


kini saatnya, mereka, beristirahat dari kesibukan dan dari aktivitas yang melelahkan,


mereka memutuskan, untuk pulang kampung, semua nya, dan saat ini Adryan bersama kedua anak, kembar nya, beserta sang istri, tengah di perjalanan, pulang menuju kampung, halaman sang istri,di ikuti beberapa rombongan, ya itu sandi ,Rido dan Ari mereka sama-sama membawa mobil masing-masing, setiap mobil berpasangan suami istri kecuali Sania Adryan, dan,Danang juga kedua anak nya, mereka berenam di satu mobil yang sama.di ikuti para bodyguard, yang berenam dengan baby sitter kedua putrinya,itu semua rombongan,kini tengah menikmati perjalanan menuju Desa yang sangat indah dan asri.


Sesampainya di Desa, semua orang memutuskan untuk berpisah termasuk sandi dan Ari kecuali Rido yang sudah tidak memiliki sanak saudara, iya ikut kerumah Danang.


padahal Rido masih memiliki rumah peninggalan sang ibu dan juga kakak nya,hanya saja dia tidak mau tinggal di sana katanya selalu mengingatkan akan kesedihan, dari sang ibu juga kakak nya yang selama ini, telah berjuang untuk nya, Rido hanya berjiarah ke makam sang ibu dan kakak nya.


jujur saja, Rido tidak memiliki ayah di karena kan,dulu ibunya hamil saat bekerja di luar negeri, Rido bahkan tidak tahu siapa ayah nya dan yang menjadi kakak nya, adalah anak angkat dari sang ibu.


jadi dia tidak memiliki keluarga di sini, keluarga dari ibunya pun sudah meninggal semua jadi tepat nya Rido sebatang kara.beruntung Danang adalah orang yang sangat baik, dia sangat perhatian terhadap sahabat Sania itu dan ia tidak pernah menganggap nya sebagai, orang lain, tapi sebagai anak nya.


"Sayang, bangun sudah sampai, apa kamu akan tidur terus di mobil"


kata, Adryan, yang baru memarkir mobil mewah nya di halaman rumah Sania.


"huammm dah sampai ya sayang, perasaan cepat amat" ucap, Sania.


"hemmm ya cepat lah sayang, kamu kan gak nyetir, jadi tidak akan merasakan, betapa melelahkan perjalanan ini,awas aja kalo nanti kamu gak pijitin aku dan pegal banget lagi"


Adryan,mengeluh dan langsung bergegas turun dari mobil nya sementara sang bodyguard, semua menurunkan barang bawaan, ibunya,membawa sandrina,dan ayah membawa Sandara, jadi Adryan cukup menggandeng tangan istrinya saat ini.


sementara itu Sonya lebih memilih tinggal di Inggris bersama dengan Nanda, suaminya itu dengan, anak mereka yang baru berusia dua bulan,kini.


Sania masuk lebih dulu kedalam kamar nya karena semua kebutuhan di rumah itu telah di siapkan, meski Andara telah lama tinggal di ibukota, bersama sang putri untuk mengasuh kedua anak cucu nya.


dan saat ini rencananya,Andara tidak akan membiarkan Sania membawa kedua cucunya itu ke kota, dia akan membesarkan mereka di,Desa.


saat ini di kamar Sania.


"'sayang, aku mau mandi cepetan dong mandi nya ko lama amat sih, undah gak tahan nih lengket" ucap Adryan, yang kini menggedor-gedor pintu.


"iya sayang, kamu tuh ya jadi laki-laki gak sabaran banget sih" jawab Sania yang langsung ngeloyor gitu saja ke luar dari kamar.


" bentar sayang kamu mau pergi kemana hmm"


Adryan, langsung mencegah, Sania pergi keluar kamar nya.


"Sayang, aku mau lihat keadaan Amara sebentar siapa tahu dia, membutuhkan sesuatu" jawab Sania.


"owh gitu ya boleh sih tapi jangan lama-lama, aku sudah gak tahan mau di pijitin"


ucap Adryan.


"iya sayang ku, kamu tenang saja tidak akan lama ko"jawab Sania,sambil berlalu menuju ke arah kamar Rido saat ini.


tok...tok.tok..suara pintu di ketuk.


"siapa, ucap Rido" yang langsung membuka pintu.


"ini aku do,, Amara sedang, apa apa dia punya keluhan atau butuh sesuatu, mungkin?"


tanya Sania.


"hmmm coba deh kamu tanya soal nya aku kurang mengerti dengan wanita hamil"


jawab Rido, ya Amara sudah dua kali mengalami keguguran, dan kini kehamilan yang ketiga, sudah memasuki usia tujuh bulan.


"Amara, apa kamu ada keluhan,ayo beritahu aku"tanya Sania.


"tidak KA hanya saja kaki aku bengkak mungkin karena terlalu lama diam di mobil kali ya KA"


ucap Amara.

__ADS_1


"hmm itu hal wajar biar nanti di rendam oleh air hangat, dan di olesi luluran yang anget-anget biar tidak pegal.


Sania,pun turun ke bawah sebagai saudara perempuan sudah seharusnya, Sania memberikan perhatian lebih apa lagi saat ini Amara, sedang,hamil tua.


"sayang,ada apa kenapa kamu bawa air di wadah besar untuk apa hmm?"


tanya Danang.


"itu yah...kaki Amara bengkak jadi Sania bawakan air untuk meredam kakinya dengan air hangat,biar bisa sedikit membantu"


jawab Sania.


Danang pun mengikuti nya dari belakang menaiki tangga dan ikut Sania ke kamar yang di tempati Rido.


"Rido buka pintunya, aku sudah bawakan air hangat" pinta Sania dari luar dan pintu pun terbuka Amara, terlihat sedang duduk tak nyaman, Karena, merasa pegal di bagian kakinya.


"Kamu kenapa nak seperti nya tidak nyaman apa kasurnya kurang empuk?" tanya Danang.


"Kaki Amara,serasa pegal ayah"


jawab Amara.


"sini, aku rendam dulu dengan air hangat, setelah itu aku pijit pake minyak oles yang hangat, ucap Sania sambil membantu, menurunkan,kaki Amara, dan Sania langsung memijat pelan kakinya,Amara.


"jangan KA aku tidak enak dengan mu terlalu merepotkan" ucap Amara yang kini menahan tangan Sania.


"Amara, aku ini kakak mu jadi jangan merasa malu, ingat aku melakukan ini karena aku sangat sayang sama kamu,dan kita adalah keluarga"ucap Sania menegaskan, Rido yang melihat itu meneteskan air mata.


"Rido ayah ingin bicara sebentar di bawah"


ucap Danang yang kini pergi dari kamar, Rido di ikuti oleh Rido.


Danang sudah duduk di sofa menunggu Rido, yang kini baru berjalan kearah nya.


"Rido,ayah ingin berbicara mengenai Amara, ayah minta kamu tinggalkan Amara di sini sampai anak mu lahir karena, ayah ingin yang terbaik untuk Amara dan cucu ayah nantinya, lagian di sana juga kamu terlalu sibuk bekerja jadi tidak mungkin, untuk mengurus Amara, dan kedua anak mu sekaligus"


"Tapi ayah apa tidak akan merepotkan ayah di sini, dan lagi ayah, juga harus menjaga sandrina dan Sandra,di sini"jawab Rido.


"Rido aku ini ayah mu, bukan orang lain, jadi sudah seharusnya memberikan perhatian, untuk anak cucu ayah, kamu jangan khawatir, ayah masih mampu membayar orang untuk membantu, mengurus istri dan anak mu kalo ayah sedang sibuk setidaknya istri dan anak mu aman terjaga di sini Ayah dan Bunda, akan merawat nya dengan baik, toh di sini juga sudah ada rumah sakit yang memadai seadanya istri mu akan melahirkan, jadi serahkan saja semua kepada ayah Ok, dan kau bisa tenang, mengurus perusahaan di sana"


ucap Danang panjang lebar, dan Rido menyetujui itu.


🌹💖💖💖🌹


saat ini Sania sedang menerima hukuman dari Adryan, karena beberapa menit telat kembali ke kamar nya.


"Eummm,,, sayang, eummm,, kamu eummm,


Sania sedang berada di bawah, Kungkungan, Adryan, yang tengah menghukum nya setelah beberapa,kali pelepasan.


ya mereka sedang berolahraga di atas ranjang, hingga larut malam entah mendapatkan energi dari mana, bisa melakukan itu, sampai beberapa jam, lama nya.


kembali ke lantai bawah, saat ini Andara, sedang membuat susu, untuk sang cucu, yang kini, tengah terbangun kehausan dan,Danang dengan sabar, menimang, Sandra yang kini sedang menangis, kedua paruh baya itu saat ini sedang bernostalgia teringat kedua anak nya dahulu, saat mereka memutuskan, untuk tinggal di kampung sebelum,Andara mengambil alih perusahaan.


"Bun... ayah jadi teringat masa-masa dulu saat Sonya, dan Sania menangis berbarengan karena terbangun dari tidurnya,kala itu"


ucap,Danang Sabil menerawang.


"iya ayah,nanti bukan hanya ada dua cucu tapi juga ada empat Rido anak nya kembar juga, jadi kita akan, semakin bahagia di hari tua nanti, kita bisa punya banyak cucu belum lagi anak sandi dan Ari.


malam, berganti siang, pagi ini semua orang telah berkumpul, di taman belakang yang sangat luas, dan di penuhi bunga-bunga yang cantik, semua orang kini sedang menikmati nasi liwet,buatan Danang dan sandi, dengan lalapan dan sambal, yang sungguh menggoda iman,ti tambah ayam bakar dan beberapa ikan asin, yang sengaja di beli dari pasar,subuh tadi oleh asisten rumah itu semua penghuni rumah itu,sangat, bahagia saat ini, semua bisa bercanda dan bersadagurau.


"Sayang, aku kepedesan, saat ini, cium aku sekarang juga" ucap Adryan, yang kini memonyongkan bibirnya.


"Sayang,kalo pedes itu minum, bukan di cium, ngerti gak sih, lagian so-soan makan sambal sih,ini minum air putih saja biar sembuh"

__ADS_1


ucap Sania, tapi Adryan ngambek, dan langsung bergegas pergi, ke kamar nya,di susul oleh Sania, saat ini.


"sayang, gak seru ah kamu main ngambek-ngambekan gini, lagian aku gak salah kan nyuruh kamu minum, tadi"


ujar Sania, namun Adryan mematung tidak mau bicara.


"Sayang, ayo bicara, jangan diam saja, begini kalo, kamu mau di cium sekarang aku cium ya sayang eummm,, ahhh jangan ngambek lagi ya sayang ku" bujuk Sania tapi tidak di gubris, Sania langsung mengalihkan tangan nya saat ini,ke leher Adryan, lalu ******* bibir Adryan sambil merem melek,namun Adryan tidak membalas nya,Sania pun berhenti dan berkata.


"Baiklah sayang, kalau kamu masih marah lebih baik aku telpon Bryan Adam, saja biar aku cium dia" ucap Sania, yang langsung di respon oleh Adryan.


" silahkan saja telpon sekarang juga kalo kamu ingin lihat dia mati di tangan ku, saat ini"


ucap Adryan.


"Habis suruh siapa kamu ngambek begitu"


ucap, Sania lagi.


"kamu itu yang, semakin kesini semakin tidak pernah menghargai, aku sebagai suami, bukan nya,di bantu malah kamu olok-olok di depan orang banyak, apa kamu tidak sadar mereka, saat ini sedang menertawakan aku,di mana harga diri ku sebagai suami mu"


Adryan saat ini sangat serius, dan Sania langsung menunduk.


"Maaf, aku hanya bercanda tadi, tidak bermaksud mengolok-olok dirimu sayang ku"


Sania berurai air mata, dan Adryan langsung memeluk nya kini Happy birthday, sayang ku, muachh,,, muachh..." Adryan mengalungkan kalung berlian,di leher istrinya itu, dan di susul oleh, ayah dan bunda yang membawa cake ultah, beserta lilin yang menyala saat ini Sania,di semprot, serba-serbi,,, peralatan ulang tahun hingga seluruh tubuh nya dan tubuh Adryan tempat nya berlindung kini penuh, dengan bekas semprotan seperti jaring laba-laba,bersarang saat ini.


"Happy birthday to you,,,, happy birthday to you happy birthday,, happy birthday,,,, happy birthday to you....."


ucap semua nya.


"owh thanks for all,,,"


ucap Sania yang kini mengecup bibir Adryan,dan juga memeluk sang Bunda, juga, memeluk sang ayah di lanjut oleh saudara angkatnya, itu dan istri-istri ya.


"sayang, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu, dan semoga selalu jadi istri yang lebih sabar lagi menghadapi, tingkah laku,ku semoga, selama nya di berikan kebahagian"


ucap Adryan, saat ini langsung membawanya ke kamar mandi, mereka mandi bersama, dan bisa di bayangkan, mereka sedang ngapain berlama-lama, di sana.


"Sayang, aku mau makan mangga muda yang yang ada di samping rumah ini" pinta Amara.


"Baiklah sayang tunggu sebentar, aku ambilkan dulu" ucap Rido.


"tidak sayang, aku ingin ka Adryan, yang mengambil nya"pinta Amara, sontak Adryan yang baru bergabung, di sana siang ini.


"Aku sudah lama tidak pernah memanjat Amara lagian,di sini kan ada banyak orang, kenapa harus aku" protes Adryan.


"sayang, tinggal panjat saja,kan gampang, kasihan Amara, nanti keponakan kita ileran gimana"kata Sania membela,Amara.


Adryan pun mengalah, dan pergi memanjat, pohon mangga itu dengan cekatan, dia memang sudah terlatih untuk itu, hanya saja Adryan, tidak mau, memperlihatkan, kepada semua orang, tentang ketangkasan nya, dan sebenarnya, dia bisa melakukan apa pun, Allan pernah memasukkan nya ke tempat pelatihan, saat itu.


"Ini,, mangga nya semoga tidak ngiler lagi nanti keponakan ku"ucap Adryan tulus.


"terimakasih,KA"


Rido,mencuci mangga itu dan mengupas nya sandi membantu membuat bumbu rujak, saat ini di dapur, setelah beres,ia, memberikan nya pada Amara.


"Thanks for all"


ucap,Amara.


"Boleh gak aku nyobain,rujak nya kayanya enak tuh?"ucap Yeslin, yang menelan ludah nya ngiler.


"Sayang, kamu mau juga, mau aku ambilkan juga, atau gimana?" tawar Adryan, yang langsung merangkul istrinya yang kini duduk di paha kiri nya itu.


"Gak, usah sayang, aku gak doyan mangga muda, aku doyan kamu aja, hehehe muachh"

__ADS_1


"hmmm,ini baru juga tertidur eh sekarang sudah bangun lagi.


__ADS_2