Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
Penyesalan Sonya


__ADS_3

saat, ini Sania, pergi mendatangi klub malam, sendirian tanpa sepengetahuan, Adryan.


Sania, sedang merasa kan sakit yang teramat,di lubuk hati nya yang paling dalam, karena perkataan Sonya, yang menyebut sang Bunda, adalah seorang ibu tiri, apa lagi Sonya.


sempat mengatakan kalau semua yang telah terjadi kepada nya adalah ulah nya, Sonya menyalahkan Sania dan Bunda nya atas kesialan yang terjadi pada nya tanpa sadar itu adalah hasil dari keserakahan nya.sonya bahkan dengan sengaja memaki sang Bunda.


Sania, kini telah minum-minuman yang bahkan baru kali ini dia sentuh, Sania, mabuk hingga tidak sadar kan diri kini ia terkulai lemas di meja bartender itu.seorang pelayan di sana membangun kan Siena, untuk meminta nya menghubungi seseorang, yang akan menjemput nya, dengan mata teler Sania memberikan ponselnya,dan bartender itu menghubungi no Adryan suamiku.


"Halo tuan, apa benar ini dengan keluarga wanita yang tengah mabuk ini tolong jemput dia di klub xx ,,,, istri anda sedang mabuk berat!!"


seru seseorang,di sebrang telpon.


Adryan, yang sedang di jalan mencari istri nya sedari tadi pun dia langsung bergegas menuju klub tersebut.


sesampainya di sana benar saja Sania sedang tertidur, dengan posisi kepala di atas meja bar tersebut.


"sayang, apa-apa an ini kenapa kamu jadi lemah begini sih, ayo pulang!"


kata Adryan, tapi Sania tidak menjawab, dan dia saat ini sedang de gendong oleh Adryan,ala bridal style, hingga seseorang, menghampiri


"Tuan,ini tas nona ini ketinggalan dan coba di cek takut nya ada barang yang hilang!"


tapi Adryan, tidak menghiraukan saran dari pemuda itu.


Adryan hanya mengambilnya.lalu pergi membawa istrinya itu.bergegas pulang sesampainya di rumah, Sania langsung di bawah ke kamar mandi dan di masukan ke dalam bathtub yang sudah di isi lima menit sebelum ia sampai oleh pelayan rumah tersebut.


"Aduh ini apa, sih ko bisa ada air di bar jangan-jangan banjir!"


ucap Sania.


Adryan, yang saat ini sedang membuka kancing bajuku Sania iya malah mendapat kan ciuman di bibir nya saat ini.


"Hay cowok,,, kamu mirip banget sih dengan suamiku, udah ganteng,gagah tapi ada satu penyesalan ku, kenapa aku di sebut, wanita yang sudah merebut cinta pertama kakak ku, padahal, aku sama sekali belum tau kalo iya adalah kekasih dari kakak ku dan bodohnya aku lagi-lagi harus tertipu, karena dia juga memiliki wanita lain selain kakak ku bahkan dia sering mencumbui nya de depan, ku hingga Akhirnya, dia memilih menikahi Amelia,si gadis yang sangat di cintai nya Aku bahkan sudah mau merelakan nya, walau susah untuk bisa menerima kenyataan, kalau untuk melupakan dia itu butuh perjuangan dan rasa sakit, aku sudah meninggal kan nya dua kali tapi kenapa dia selalu datang menghampiri ku untuk mengusik hidup ku lagi, hingga saat aku membencinya, karena tau dia mengejar ku untuk membalas dendam pada keluarga ku.


apa kau tahu yang kurasakan, saat itu, aku sakit-sakit yang teramat sangat, hingga aku pergi untuk kedua kali nya saat itu aku berharap selamanya, tidak akan pernah bertemu dia lagi bahkan di kehidupan berikutnya aku sangat membenci nya saat itu hingga dia datang menemui ku lagi aku sebenarnya tidak ingin dia menemui ku lagi tapi saat itu dia malah bunuh diri, jadi terpaksa aku memberikan dia kesempatan walau sedikit sulit bagi ku untuk percaya pada nya.


tapi kini kakak ku sendiri juga menyebut ku sebagai perebut dari cinta pertama nya itu, sekarang bukan hanya itu kakak ku juga menyalahkan aku dan Bunda, yang jadi penyebab semua yang terjadi kepada nya itu.bahkan yang lebih menyakitkan lagi iya menyebut orang yang paling menyayangi nya sebagai ibu tiri yang munafik.bahkan Bunda, sendiri saja tidak pernah menyebut nya sebagai anak tirinya, hiks,,, hiks,, hiks,, kenapa semua nya begitu menyakitkan, kenapa kalian tidak membunuh ku saja, aku lebih baik mati ketimbang, harus melewati semua ini ,,,Hiks,, hiks hiks!"


Adryan, yang membiarkan istrinya itu mengeluarkan unek-unek nya.

__ADS_1


Adryan, menyelimuti Sania, yang sudah di mandikan. hingga Sania tertidur.


"maaf kan aku sayang, aku lah penyebab semua ini!"


ucap Adryan.


ke esokan pagi nya Sania merasakan sakit kepala yang begitu hebat, karena sisa kemaren malam, iya mabuk berat, Adryan, langsung memberikan, obat pereda nyeri karena kasihan terhadap istrinya itu yang dengan berusaha untuk bangkit, dari tidurnya namun tidak bisa.


"Sayang, jangan bangun dulu berbaring lah dan istirahat, kamu pasti sakit kepala,dan kepala mu masih terasa muter-muter, akibat minum banyak semalaman !"


ucap Adryan.


"Maafkan aku, kemaren aku tidak tahu harus bagaimana, dan semua rasa sakit ini masih terasa sampai sekarang!"


kata Sania.


"tenanglah sayang, kamu pasti bisa melewati ini semua seperti dulu, kamu adalah wanita kuat dan terhebat yang aku punya!"


ucap Adryan.


Sania, pun di peluk oleh Adryan, yang kini sudah mandi, dan Adryan, begitu wangi maskulin, dari tubuh nya Sania mencium aroma itu hingga rasa pusing nya menghilang perlahan.


kata Sania.


"tidak apa-apa, sayang, kamu masih wangi ko walau gak mandi satu Minggu pun paling cuma sedikit bau asem, hahahaha!"


Adryan, tergelak dia sengaja menggoda sang istri. yang kini telah berada di bawah Kungkungan nya, Adryan sangat merindukan istrinya yang manja bila sedang bersama Ayah, atau pun sandi, tapi kadang Adryan, suka iri karena Sania hanya bermanja-manja pada mereka tapi di hadapan Adryan, dia selalu bersikap,tegas dan tetap tenang seperti tidak punya masalah, tapi Adryan, mengerti mungkin karena sedari kecil mereka selalu bersama, dengan sandi bahkan ayah mertua nya pun bilang sedari balita sandi dan Sania sudah hidup bersama.


"sayang, boleh gak aku memanggil mu tuan putri, seperti yang sandi lakukan?"


Adryan, langsung, mencium bibir Sania, yang kini berada di bawah nya mereka pun ber***ya


di pagi hari dengan beberapa ronde hingga terlewat untuk sarapan, dan bangun saat makan siang, saking asyiknya.


"Sania, apa kamu baik-baik saja ini sudah siang apa kamu tidak kekantor, ucap Rido yang kembali untuk makan siang bersama dengan Sania di rumah sambil ingin memberikan, sedikit, laporan, tentang pembahasan rapat tadi pagi yang di pimpin oleh Om Nya Sania.


"sebentar, aku baru selesai mandi, kamu tunggu saja di bawah ucap Sania, yang baru keluar dari kamar mandi.


🌹💖💖💖🌹

__ADS_1


Sementara,dua hari setelah kembalinya Sonya, tepat nya saat pertama kali Sonya datang.


"Flashback on"


setelah sampai di rumah besar itu, Sonya, langsung di sambut tatapan, dingin menusuk dari sang ayah, padahal Andara, sudah mengelus-elus punggung sang suami agar, bersabar menghadapi,sang anak yang jelas-jelas sudah melukai batin nya.


"Ayah, sabar, jangan pakai emosi, dia itu belum ngerti, dengan cara kita mendidik nya mungkin dia sedang keliru dan tidak paham cara kita mendidik, mereka!"


ucap Andara, yang mengingatkan, sang suami, untuk tetap bersabar.


"Kau bisa lihat, Sonya begitu lapang dada nya wanita, yang telah kamu lukai hati nya, apa kamu tidak pernah sadar selama ini Bunda mu lah yang selalu berbuat lebih untuk mu dia selalu mengikuti keinginan mu, dia begitu memanjakan mu, apa pun dia telah korban kan untuk mu untuk kita yang bahkan bukan siapa-siapa, untuk kita yang bahkan ibu kandung mu dulu membuang kita, karena ketidak berdayaan,ku sebagai seorang suami yang miskin, kamu bahkan harus tau bunda mu melakukan, semua yang dia bisa untuk mencukupi, kebutuhan mu dan kasih sayang untuk mu hingga, dia mau hidup di Desa, seperti sekarang ini. apa kau pernah berpikir seorang, wanita bermartabat tinggi ratu di keluarga kaya,rela mengorbankan, kebahagiaan nya untuk merawat seorang putri sambung, apa kamu tau bahkan demi kebahagiaan, Bunda,mu Eyang rela memberikan nama besar nya pada mu yang bahkan, tidak ada hubungan darah dengan nya itu semua demi sang putri, yang paling berharga satu-satunya di keluarga nya bahkan iya tidak pernah ragu menyambut sang sopir, menjadi menantu nya sekaligus menerima mu sebagai cucu nya dia tidak membeda-bedakan antara kau dan Sania,kasih sayang nya sama kamu bahkan sama-sama di berikan asuransi pendidikan,sama dengan Sania, tapi kamu menyia-nyiakan, semua dengan keserakahan mu itu.


kau bahkan tega melukai hati Bunda,mu dengan sebutan ibu tiri, apa ada ibu tiri yang melebihi kasih sayang dari ibu kandung, yang akan menangis jika melihat mu sakit, rela mengorbankan waktu istirahat nya demi menjaga,ibu mu dan rela mengorbankan nyawa demi menolong, mu saat keluarga ibumu ingin menghabisi mu, dengan keji siapa yang menyelamatkan mu dari mereka hingga Bunda, mu mengalami cedera di bahu kiri nya hanya untuk melindungi seorang anak tiri, sadar lah Sonya, jangan biarkan hasutan setan membutakan mata hati mu, wanita yang kini berdiri di samping mu bahkan merelakan putri nya, di asuh orang lain, karena cedera yang menimpa nya, bahkan ia tidak bisa untuk sekedar menggendong Sania adik kandung mu.kau tau Sonya, Bunda mu ingin mewariskan perusahaan, yang sekarang di pegang oleh Sania, tapi ayah membuat pertimbangan baru, karena melihat sikap,mu yang kini serakah, mirip seperti nenek kandung mu hingga memakai segala cara untuk mendapatkan yang dia mau sampai akhirnya, ibumu meningal karena dengan kejam nya nenek mu menjodohkan nya dengan pria jahat, yang sering menyiksa Nya. hingga akhirnya ibumu meningal dunia.itu semua karena harta yang di inginkan, oleh nenek mu.saat itu dia bahkan merelakan,nyawa sang putri untuk di tukar dengan harta itu. sekarang, kamu pasti sudah mengerti, apa yang ayah dan bunda mu lakukan kau sudah Dewasa dan kau pasti,bisa membedakan, mana yang baik dan mana yang buruk, aku membesarkan kedua putri ku dengan cara yang sama, dan dengan cinta yang sama, hanya satu hal perlakuan ayah yang mungkin lebih dominan terhadap adik mu karena dia tidak mendapatkan, perhatian penuh seperti dirimu dari Bunda, mu karena cedera itu dan juga sibuk mengurus perusahaan,agar kau dan Sania juga kita tidak pernah kekurangan,apa masih belum puas heuhhhh!!!"


Ayah Sonya pun, berteriak dan hampir menampar sang putri yang kini sedang merem sesaat setelah ayah nya mengangkat tangan ingin menampar nya,namun lagi-lagi Andara menahan tangan sang suami dan langsung memeluk nya agar dia tenang.


"Ayah, sabar jangan lakukan itu, kamu juga jangan pake emosi, Bunda tau ayah marah tapi jangan sampai terbawa nafsu, dia putri kita ayah!!"


ucap Andara yang kini menahan suaminya dengan memeluk nya hingga dia pun menangis Sabil ber kata.


"pergilah Nak ke kamar mu istirahat lah biar Bunda, berbicara dengan ayah istirahat lah jangan banyak pikiran, Bunda, sangat menyayangi mu, pergilah cepat ke kamar mu!!"


teriak, Andara yang sudah mulai kewalahan menahan suaminya yang kini sedang emosi.


"Sayang, sadar lah hey lihat aku di sini ini aku sayang, jangan biarkan amarah merasuki mu, kamu itu suamiku, dan segala nya untuk hidup ku , Andara mengecup bibir suaminya sekilas sambil memeluk nya erat, perlahan, suaminya, melemah dan sadar, dia bahkan beristighfar, sambil mengusap wajah nya.


"Bunda, baik-baik saja kan tidak ada yang luka, sini ayah lihat, yang mana yang sakit,biar ayah obati maaf ya bunda, ayah, tidak sengaja ayah khilaf,!"


ucap ayah Sania sambil memeluk erat istri nya yang selama ini di cintai nya bidadari tak bersayap, yang datang memberikan kebahagiaan, untuk nya dan untuk putri pertama nya membawanya dari jurang kesedihan, dan menepatkan diri nya dan Sonya,berada di istana nya kini.


"Flashback off"


saat ini Andara sedang menyuapi bubur, pada Sonya, yang jatuh sakit mungkin karena syok, selama hidup nya baru kali ini melihat sang ayah marah besar,dan iya juga begitu menyesali sikap nya yang salah selama ini, dan mungkin itu penyebab, sakit nya Sonya, yang sedang meneteskan air mata di saat terasa susah untuk menelan bubur nya itu, karena kini iya sadar kasih Bunda nya. benar-benar sepanjang masa, dia benar-benar merasa bersalah saat ini.


"sayang, makan lah,ingat kamu tidak boleh sakit, kalo kamu sakit Bunda juga ikutan sakit nanti, jangan menangis lagi ya lebih baik kamu berdo'a semoga badai ini segera berlalu hidup kita, akan selalu bahagia, anggap lah itu semua ujian, bagi kita, dan kita harus menganggap yang terjadi kemarin adalah sebuah pelajaran hidup !"


ucap Andara.


dan tiba-tiba, Sonya memeluk erat sang Bunda, memohon maaf pada nya sambil menangis sesenggukan dan begitu menyesal nya dia saat ini, karena sepat membenci bidadari tak bersayap yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


sementara itu di sebuah halaman, Gavin, sedang bermain dengan sang kakek, dengan sepeda mungil nya.


__ADS_2