
Dua Minggu,sudah tak terasa Sania,sudah mulai terbiasa bekerja di restoran tersebut, hingga iya mendapatkan perhatian lebih dari teman kerja nya, karna dia itu orang baik dan periang, jadi teman-teman kerja nya sangat menyukai nya.
"Sania tar malem kan dapat libur dari bos kedua ,jadi kita mau malam mingguan kemana nih?..." kata Dewa teman kerja laki-laki nya.
"Aku belum tau sih, tapi rencananya aku mau main kerumah eyang ku, mudah-mudahan,sih paman ku sudah kembali dari luar negeri,tpi kalau belum sih ya paling aku istirahat di kosan"
jawab Sania, aga pelan karena dia merasa sedih,biar bagaimanapun ia sudah terlalu lama menunggu, entah kapan pamannya itu akan kembali sementara sang ibu sudah mulai kurang baik kondisinya sekarang,sering sakit ,di tambah lagi, pencarian sang kakak belum juga mendapat kan titik terang, tentang keberadaannya,
🌹💖💖💖🌹
jam menunjukkan pukul 16:30 menit karna hari ini iya bagian sip, pagi sampai sore jadi sebentar lagi jam nya pulang kerja.
"Sania,kau sedang apa di situ?... emangnya pekerjaan mu sudah selesai" tanya seseorang dari pintu masuk.
"Ehh... tuan Adryan, sudah ko tadi sudah selesai sekarang mau siap-siap mau pulang" jawab Sania.
"kalo begitu bisa temani saya makan sebentar,karna saya lapar,tadi saking sibuknya di kantor saya melewatkan jam makan siang perut ku sakit rasanya, boleh..." tanya Adryan yang pura-pura meringis kesakitan.
"baiklah tuan saya akan temani anda makan tapi saya gak makan ya hanya nemenin doang gimana?..." jawab Sania terpaksa.
" ko gitu sih, kenapa gak sekalian saja makan bareng saya"
"temenin atau tidak sama sekali " potong Sania langsung, membuat Adryan tiba-tiba langsung bengong karna kaget dengan penolakan Sania , yang tidak biasanya.
"ok baiklah, yang penting Aku makan sambil di temenin kamu"
sahut Adrian cepat.
Sania, pun bergegas cepat iya memesan makanan yang biasa di pesan oleh bos nya itu, lebih tepatnya anak dari bos nya tersebut
setelah selesai menyajikan menu nya di meja iya langsung duduk berhadapan dengan Adryan, tak ada obrolan saat makan hanya sesekali, Adryan melirik Sania yang sibuk menatap layar ponselnya itu, Adryan yang merasa di abaikan iya tiba-tiba menyimpan sendok dan juga garpu nya dengan kasar,
"ke... kenapa makan nya ko gak di habiskan?...apa sudah kenyang perasaan baru sedikit makanya"..
"Gak enak makan nya kalo sambil di cuekin "
__ADS_1
"maaf,aku tadi balas pesan grup teman-teman ku ngajak aku jalan,ya udah ponsel nya kan udah aku taro, silahkan lanjutkan makan nya" jawab Sania agak heran dengan sikap Adryan, setelah seminggu lebih tak bertemu.
Adryan, hanya diam iya tak melanjutkan makan nya rasa laparnya hilang berganti rasa kesal di hati nya...
"ya sudah sana kalo mau jalan, sorry aku dah ganggu kamu semoga malam mingguan nya happy" kata Adryan dengan wajah muram...
"aku gak malam mingguan ko hanya "
"Hanya jalan bareng pacar gitu" potong Adryan kesal..
"siapa yang bilang,aku kan gak ngomong kayak gitu, ...ya udah aku minta maaf kalo makan mu ke ganggu aku gak ada niat begitu sumpah de sorry ya..ya.." Sania meminta maaf kepada Adryan, dengan sedikit senyum..namun tetap di cuekin sama pria yg sedang merajuk itu.
"ya udah deh kalo gak di maafkan juga aku pergi aja "
Sania beranjak dari duduk nya iya berniat untuk pergi meninggalkan Adryan yang masih terdiam karena merasa kesal, namun tiba-tiba, tangan Adryan, mencekal lengan Sania berani pergi aku pecat kamu hari saat ini juga" Sania tiba-tiba mematung mendengar kan kata yang di ucapkan laki -laki itu .
"bagaimana masih bisa di pertimbangkan kalo kamu masih mau temani aku, tapi terserah sih keputusan ada di tangan mu" perkataan Adryan seperti, sebuah silet menggores di benak nya entah kenapa ada perasaan itu dari mana datang nya Sania sendiri, merasa aneh .
tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunan Sania,
"Adryan, sayang kamu kemana saja, aku nyariin kamu kekantor,tapi gak ada, ternyata kamu di sini rupanya" wanita tersebut tak menghiraukan keberadaan Sania, iya langsung duduk di samping Adryan,dengan bergelayut manja, Sania yang kala itu bagai di timpa batu yang sangat besar,dada Sania merasakan sakit yang teramat sambil menahan air mata nya,iya pun pamit pada Adryan, sambil melepaskan genggaman tangan Adryan.
"bos hari ini tugas saya sudah selesai saya pamit pulang dulu,"
"kamu belum boleh pulang sebelum aku yang mengijinkan nya" sahut Adryan,yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua.
"tapi tuan muda dia, sudah harus pulang karna jam kerjanya telah habis" sahut wanita paruh baya tersebut.
"siapa di sini bosnya,asal kamu tahu saja aku sekarang ambil alih restoran ini karna mommy belum bisa kembali dan dia jadi asisten pribadi ku, paham"
"terus saya bagai mana tuan " tanya sang asisten ibu nya tersebut,
"posisi mu masih tetap ya kecuali kalo kamu dah mau pensiun dari sini itu c terserah kamu"
"baiklah tuan, saya masih ingin bekerja di sini "
__ADS_1
"Bagus, dan kamu Sania saya minta kamu keruangan saya, Sekarang."
Sania yang mematung karna kaget dan tak bisa menolak, iya masih menahan air matanya yg sudah penuh di pelupuk mata nya,
"tapi tuan saya hari ini harus pulang, karna sudah janji sama paman saya harus kerumah nya "
"sekarang atau saya, pecat" mendapat bentakan dari sang bos dia hanya tertunduk sambil menyeka air matanya yang jatuh,sudah tak terkendali lagi, tiba-tiba....
"sayang kamu ko ke toilet nya lama banget sih "sambil bergelayut di lengan Adryan manja.
"kamu sebaiknya pulang duluan nanti aku nyusul ok, hari ini aku ada urusan penting,dan gak bisa di tunda" Adryan pun bergegas keruangan nya baru setengah jalan iya langsung berhenti karna Amelia, memanggilnya .
"sayang Aku tunggu kamu di apartemen kita ya, jangan lama-lama aku tunggu malam ini" Adryan yang merasa donkkol iya tak menggubris wanitanya tersebut,dan langsung berjalan di ikuti Sania yang berjalan pelan di belakang nya , sesampai nya di ruangan itu, Adrian langsung duduk di sofa mewah yang ada di ruangan tersebut,
"duduklah,kau ini kenapa jalan gak biasa nya kaya siput gitu"
"maaf tuan tapi saya harus segera kembali ke kosan saya mau menemui paman saya, menurut kabar dari tetangga nya hari ini dia akan kembali dan saya harus segera kesana soalnya sudah mepet, waktu aku beri alasan pada orang tua ku besok hari terakhir mencari Kaka, kalo sampai besok gak ketemu juga aku di suruh pulang kampung karena ibu sedang sakit" Sania mendapatkan alasan untuk bisa memperlihatkan wajah sedih nya itu.
"hmmm lalu bagaimana dengan pekerjaan mu di sini,kamu kira pekerjaan itu mainan yang bisa se enak nya kamu keluar masuk, begitu" Adryan sedikit marah dengan menekan kan kata-kata nya,
"maaf tuan" Sania berderai air matanya, yang tak bisa lagi di tahan nya.
Adryan, yang kala itu melihat Sania menangis diya langsung berdiri dan membawa Sania dalam dekapan nya.
"aku tak tahu apa yang terjadi tapi aku tidak bermaksud membuat mu sedih, aku hanya ingin kau, bisa menyempatkan waktu untuk ku, entah kenapa aku merindukan mu Minggu ini,dan aku tak mau kau mengacuhkan aku maaf...."
Adryan membelai rambut Sania dan aneh nya lagi Sania tidak bisa menolak nya , sampai ketika dia teringat wanita tadi, dia langsung melepaskan dekapan Adryan,dan menjauh dari Nya.
"ada apa Sania ?..."
"maaf tuan saya takutnya ada yang salah paham, saya mohon pamit "
Sania langsung bergegas pergi,namun tiba-tiba saja tangan nya di tarik oleh Adryan,iya langsung memeluk Sania dan mencium bibir nya dengan rakus nya , Sania yang kaget iya refleks menampar Adryan,, plakkkk...Sura tamparan keras mendarat di pipi Adrian
"jangan kurang ajar tuan,kau sudah berani mencuri ciuman pertama ku"Adryan...yg terdiam sejenak , langsung tersenyum penuh arti dia bahagia mendapatkan ciuman pertama dari Sania yang beberapa hari ini ia rindukan,
__ADS_1
Sania berlari keluar dan menangis iya bahkan lupa mengambil uang tips yang selalu di berikan sama asisten bos nya itu .
"Aku, tidak akan membiarkan mu menjauhi ku Sania apapun yang terjadi " gumam Adryan dalam hati Nya...