Gadis Desa Ku

Gadis Desa Ku
#Tragedi#


__ADS_3

Tangis, Michael, pecah saat ini dia bahkan tidak punya keberanian untuk menatap, calon suami nya kelak karena, harta berharga nya telah hilang direnggut oleh pria yang telah menghancurkan seluruh jiwa nya.


Isak tangis, masih keluar dari bibir,ranum Michael, meski pria yang sangat di cintai nya, yang melakukan kejahatan itu padanya bahkan hingga saat ini, pria itu masih memeluk nya erat dari belakang, karena posisi Michael meringkuk di dalam selimut tebal tersebut sambil bercucuran air mata, dan Gibran tak henti mengecup puncak kepala nya saat ini Michael benar-benar merasa dunia nya telah hancur.


"Honey, apa?? kamu, menyesal dengan semua ini"ucap Gibran yang di ikuti senyum devil dari bibir nya.


"Ini,baru permulaan Honey, kamu bisa lihat besok pagi kejutan selanjutnya"ujar Gibran, sambil mengelus dan mengecup puncak kepala Michael.


"lebih baik, kamu bunuh saja aku sekarang juga, dari pada aku harus mendengar,kabar kematian calon suami ku"ujar Michael.


"Hapus,kata calon suami, aku semakin bersemangat untuk mengikutinya"ujar Gibran.


"Gibran,hiks hiks hiks hiks"apa mau kamu heuhhhhh, kamu sudah merenggut nya dari ku, satu-satunya harta berharga untuk calon suami ku, apa kamu belum puas heuuhh!!!"teriak Michael yang kini menghadap ke arah Gibran, wajah penuh amarah itu bisa Michael, lihat saat ini, hanya karena Michael, menyebutkan kata calon suami.


"Habis sudah kesabaran ku"ujar Gibran yang kini mengenakan bokser dan bathroob yang tersedia di sana.


Gibran, mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang, dia meminta seseorang untuk melenyapkan Piter, saat itu juga, tiba-tiba, Michael merebut ponsel tersebut dan langsung berkata kepada seseorang di seberang telpon.


"Jangan coba-coba untuk melenyapkan Piter, karena aku tidak akan pernah memaafkan tuan mu camkan itu"ujar Michael, dan melempar handphone itu ke dinding, hingga pecah berkeping-keping.


"Gibran, aku benci kamu!!!.... apa kamu dengar itu"ujar Michael, sambil berlari menuju pintu keluar kamar, setelah menggunakan seluruh pakaiannya ia hendak pergi mencari Piter, tapi lagi-lagi, langkah nya terhenti, karena Gibran, menelpon seseorang saat ini, Michael bingung Gibran menelpon seseorang menggunakan apa, sementara handphone, milik Gibran hancur, Michael yang penasaran dia langsung berbalik dan Gibran, tersenyum manis kearah nya sambil memperhatikan ponsel milik nya.


Sial, jika itu ponsel milik nya,lalu ponsel siapa yang ia banting tadi, Michael, melirik ke arah ponsel tersebut .


Michael menangis semakin kencang saat ini dia bahkan memukul-mukul dada Gibran, saat ini lumayan keras Michael, semakin kesal karena handphone nya yang menyimpan foto prewedding nya dengan Piter, lenyap sudah.


"Honey, apa kau tau siapa, pria yang tadi kau ajak bicara, heuhhhhh, dia adalah Piter,si calon mayat"ujar Gibran,sambil berbisik di telinga Michael, saat ini.


"Hentikan, Gibran aku mohon, hentikan baiklah-baiklah, aku akan tetap hidup menyendiri seperti yang kau mau, tapi aku mohon jangan lakukan itu pada Piter, dia pria yang baik, aku mohon jangan buat aku semakin merasa bersalah, atau kamu bisa lakukan itu sekarang juga dan aku akan membenci mu sampai akhir hayat ku besok"ujar Michael.


"permohonan, ditolak... kamu masih tidak sadar telah melakukan kesalahan besar, karena telah memuji pria lain di hadapan ku"ujar Gibran terjeda"Oh iya,satu lagi aku tidak mengizinkan mu hidup sendirian karena, kamu hanya boleh hidup dengan ku untuk selamanya bersama anak kita"ujar Gibran.


"In your dreams"ujar Michael, sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Aku bisa buktikan semua itu honey, dan kamu tinggal tunggu saat itu, tidak akan lama lagi"ujar Gibran.


Michael, pergi menuju kamar milik nya, sewaktu ia kecil dulu,di sana terdapat ranjang berukuran king size, dengan desain kamar ala putri raja, terdapat banyak foto, sedari ia bayi hingga usia tiga tahun, karena tahun ke empat dia mengalami koma, akibat kecelakaan tersebut.


Michael, merebahkan tubuh nya yang terasa sangat lelah dengan langkah di seret, karena ada bagian yang menyakitkan akibat perbuatan Gibran,dua jam lalu.


Michael,m membaringkan tubuhnya yang lelah, saat itu juga, dia terlelap dalam tidur nya,saking lelahnya, dia bahkan pasrah, dengan apa yang akan terjadi besok, dirinya benar-benar sudah lelah.


"Honey, kamu memang sangat cantik sedari bayi, aku tidak pernah salah memilih, kamu adalah satu-satunya wanita yang sangat kucintai, bertahan lah di samping ku, kita akan berjuang bersama, maaf kan aku jika, harus melakukan cara ini agar tidak ada yang akan bisa merebut mu dari ku"ujar Gibran lirih, sambil memeluk erat tubuh wanita yang terlelap di samping nya, Gibran, mengikuti Michael, ke kamar nya.


ke esokan pagi nya, tiba-tiba saja Jordan, datang memberikan kabar kecelakaan yang dialami oleh Piter, hingga pria itu mengalami koma, saat ini, dan begitu mendengar kan hal itu Michael, berteriak histeris.


"Tidak.....!!!! Piter aku mohon jangan tinggalkan aku, maafkan aku Piter, maafkan aku, semua ini salah ku, tuhan tolong kembalikan dia, dia tidak bersalah aku lah biang dari semua kejadian ini, aku mohon, jangan sakiti dia, dia pria yang baik aku mohon"ujar Michael, yang kini terduduk lemas di lantai, bagaimana tidak ini adalah hari pernikahan mereka yang seharusnya sebentar lagi mengikat janji suci.


Jordan, langsung bergegas menghampiri wanita yang terlihat putus asa itu,ia merangkul pundak nya, menyalurkan kekuatan, hingga memberikan sepucuk surat, dari Piter, sebelum kecelakaan.


"Hay, honey maafkan aku sebelum nya, jika sebelum janji suci itu terjadi, aku ingin kau tahu, aku siap mati untuk mu, kamu mungkin tau seberapa besar cinta ku, untuk mu,mari kita berjuang sama-sama untuk hidup yang lebih baik, aku akan selalu mencintaimu, segenap jiwa raga ku, Oya,ada satu hal lagi, aku merasa sebelum kita bersumpah di hadapan tuhan kita,ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan, yaitu aku mencintaimu hingga aku mati, dan ini bukti cinta ku, aku akan menyimpan kenangan terindah tentang kita,di saat bidadari secantik dirimu muncul di hadapan ku, aku sudah mencetak banyak kenangan itu, dan ada satu yang akan abadi itu tersimpan di hati ku, semoga esok hari kita benar-benar bisa mewujudkan impian kita, untuk menua bersama,dari calon suami mu Piter"I love you so much Piter.


dan Michael semakin menjerit hati nya semakin merasa bersalah, saat ini, dia benar-benar mengira, semua nya yang terjadi pada Piter, adalah ulah Gibran, padahal Piter,murni kecelakaan setelah ia kembali dari club'malam untuk pertama kalinya, pria itu merayakan melepas masa lajangnya bersama sahabat terbaik nya, tapi tuhan berencana lain manusia boleh punya rencana tapi tuhan berkehendak lain.


Michael, berjalan gontai, menuju kamar nya yang kini tengah terbaring pria yang teramat ia benci saat ini, karena menurut Michael, Gibran,lah pelakunya yang membuat Piter kecelakaan.


"Bangun,kau pria berengsek,kau tidak beda dengan, iblis sudah puas kah kau saat ini ia, sudah puas, dengar kan aku Gibran Stevano Anderson, mulai detik ini,kau adalah musuh bagiku, dan segera pergi dari rumah ku, detik ini juga, aku tidak ingin melihat seorang pembunuh di rumah ku ini, semoga tuhan menghukum mu"ujar Michael, murka.


Gibran, yang melihat kobaran api amarah di mata Michael, dia tidak berkata apa-apa, meski hatinya saat terasa sangat sakit,atas makian yang Michael lontarkan.

__ADS_1


🌹💖💖💖🌹


setelah hampir satu jam, Gibran,diam di tempat sambil memeriksa handphone nya tanpa menoleh ke arah Michael, yang kini hendak pergi, karena percuma bicara dengan pria dingin tersebut, yang menurut nya sangat tidak tahu malu.


"Mau kemana Honey, sampai bukti kecelakaan ini kamu lihat dengan jelas, aku tidak akan pernah mengizinkan mu, keluar dari kamar ini, satu langkah pun"ujar Gibran, yang kini menyalahkan televisi.


"Wajah Michael, memucat saat dia, melihat seluruh rekaman Cctv, yang di mulai dari club'malam hingga saat kecelakaan itu terjadi tepat setelah Piter, mengantar teman wanita nya itu.


"Bagaimana Honey, apa iblis, seperti aku akan mau mengotori tangan ku sendiri"Michael, menggigit bibir bawahnya setelah mendengar kata-kata, Gibran, yang benar-benar, membuat dirinya merasa bersalah karena telah menuduh Gibran saat ini ada rasa takut yang menggerogoti nya.


"Kamu,tau hukuman apa yang pantas untuk semua kesalahanmu itu honey "Gibran, mendekat dan berbisik sensual di telinga Michael.


"Aku akan membuat mu, lupa cara untuk berjalan"ujar Gibran.


"Ma ma maafkan aku Gibran aku tidak sengaja"Ujar Michael.


"ko, aku tidak melihat itu , tadi"ujar Gibran lagi yang langsung membopong tubuh Michael saat itu juga, terdengar suara teriakan menggema di dalam sana, karena kedap suara jadi hanya mereka yang menikmati suara ajaib tersebut.


Michael, hanya bisa pasrah percuma dia melawan Gibran, karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah menang.


Sore, hari nya Michael, sedang duduk termenung di balkon kamar nya sesaat setelah membersihkan diri.


sementara itu Gibran, sedang menelpon seseorang saat ini untuk menyiapkan pernikahan mereka, walaupun Michael, berkali-kali, menolak itu,bagi Michael, biarlah saat ini dia sudah ternoda, dan berdosa, dia tidak ingin menambah dosa lagi, dengan merebut suami orang.


"Sayang bersiaplah, kita akan pulang"ujar Gibran.


"Rumah ku,di sini , dan aku mohon kamu mengerti lah"ujar Michael.


"honey, please jangan buat aku marah lagi, aku mengajak mu kembali, untuk pernikahan kita"ujar Gibran.


"Gibran, tidak akan ada pernikahan di antara kita"ujar Michael.


Deg..


ada rasa sakit yang luar biasa yang saat ini Michael, rasakan kata-kata itu keluar dari mulut pria yang selama ini meluluhlantakkan perasaan nya.


"Biarlah, dari pada aku jadi perebut suami orang, lagian aku sudah putuskan akan hidup sendiri mulai saat ini"ujar Michael.


Gibran, mengeratkan genggaman tangan nya saat itu, dia sedang menahan kesal yang membuncah di dadanya, Gibran, benar-benar telah di uji oleh Michael.


"mommy!!"""seru Alice, yang kini datang dengan koper nya setelah kemarin memutuskan untuk menginap di kediaman Jordan,sang Daddy, rumah itu menjadi rumah persinggahan sementara bagi Alice, dan rumah Michael,lah yang jadi tempat menetap nya saat ini.


"sayang kamu sudah datang"ujar Michael, yang langsung menghambur memeluk gadis kecil itu.


"mommy,mu bukan istri ku, kenapa"ucapan Gibran, terpotong saat Michael,membekap mulut Gibran dengan tangan nya saat ini, sambil memberikan pengertian kepada Alice, bahwa Gibran, hanya sedang bercanda.


"sayang jangan di ambil hati, uncle Gibran, hanya sedang bercanda dan, mommy, benar-benar sayang kamu"ujar Michael lagi.


"Ok,momm"ujar Alice.


gadis kecil itu di bantu oleh bibi Debora, menuju kamar nya, saat ini.


"Gibran, bisa tidak jangan egois seperti ini, kamu hanya mementingkan perasaan mu sendiri"ujar Michael.


"Apa gak kebalik sayang, justru kamu yang memikirkan diri sendiri, tidak dengan ku"ujar Gibran, tidak kalah tegas, pria itu bahkan langsung berlalu pergi begitu saja entah akan kemana tapi yang pasti, Michael, tidak perduli.


di Indonesia, saat ini Serry, tengah dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami kecelakaan, bersama dengan seorang pria, yang di gadang-gadang sebagai sepupunya dari Taiwan.


Gibran, yang mendengar kabar tersebut, dia langsung mengambil mantel nya,lalu beranjak pergi, menghampiri Michael, dan mengecup bibir nya sekilas"Aku pergi ada sesuatu yang harus ku urus "ujar Gibran.

__ADS_1


"Terserah, saja lebih baik lagi jika kamu tidak pernah kembali lagi"ujar Michael.


Gibran, langsung mengangkat tubuh Michael, menuju kamar nya saat itu juga Bukk...suara pintu terbuka dengan kasar karena tendangan kaki Gibran, sementara Michael, langsung dihempas keatas sofa.


wajah Gibran,merah padam saat ini,saking murkanya setelah mendengar kata-kata Michael.


"Apa maksud perkataan mu itu , kenapa kenapa kamu bisa berkata se egois itu,jawab!!!..."bentak Gibran.


"Apa aku salah, dengan kata-kata ku, Gibran, kamu pulang demi dia, jadi silahkan kamu bebas, kenapa kamu harus marah heuhhhhh, aku yang seharusnya marah pada mu,kau datang dan pergi sesuka hati mu, tega nya dirimu pada ku, apa kau sadar itu Gibran, tapi aku sadar diri, aku bukan siapa-siapa bagi mu, aku bukan siapa-siapa,hiks hiks hiks pergilah"ujar Michael yang langsung bangkit, dari sofa tersebut, berlari menuju kamar mandi.


"Michael,buka pintu nya kita harus bicara, sayang"ujar Gibran, setelah menyadari bahwa saat ini dia telah melukai perasaan wanita yang sangat di cintai nya.


"Pergilah , pergi"ujar Michael lirih.


"Sayang aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk"ucapan nya terhenti.


"Sudah lah jangan pernah, beralasan lagi, pergilah cinta mu itu tengah membutuhkan mu"ujar Michael yang kini terduduk di lantai tepat di pintu masuk kamar mandi dia bersandar di sana tangis nya pecah.


Gibran, semakin bingung, tapi sesaat kemudian, dia kembali pamit pulang, bahkan tidak menghiraukan perkataan Michael, yang berkata


"Tidak perlu lagi berpura-pura, aku tau, semua nya palsu, kamu tidak pernah mencintai ku"ujar Michael.


Gibran, pulang ke Indonesia, saat itu juga menggunakan pesawat pribadi nya saat itu juga, dia begitu takut akan kehilangan wanita yang menjadi ibu bagi kedua anak nya, tepat nya janin yang kini masih berada di dalam perut Serry.


empat tahun berlalu, seorang wanita cantik, yang telah lama menghilang saat ini tengah duduk termenung di tepi pantai bersama suami yang menikahi nya dengan tulus, meski wanita tersebut, sudah memiliki anak dari mantan kekasih nya, entah lah, apa hubungan mereka masih bisa di sebut pasangan kekasih.


"honey, kemeja ku yang warna biru, dimana"ujar Piter, pada Michael, yang kini tengah menatap ombak yang datang silih berganti, sementara Alice, dan Merry, saat ini tengah bermain istana pasir, bersama bibi Debora.


"Sayang, mau sampai kapan, kamu terus sibuk dengan kemeja mu itu, sementara istri mu ini sudah tidak di perduli kan"ujar Michael pura-pura merajuk.


"Owh, ya ampun sayang, apa kurang percintaan kita semalam"ujar Piter, sambil mengecup seluruh bagian wajah Michael, yang kini nampak tersenyum.


"Aku menyembunyikan nya, karena aku tidak ingin, suamiku yang tampan ini dilirik oleh wanita lain"ujar Michael, sambil mengecup bibir Piter, sekilas.


kebahagiaan mereka tidak ternilai harganya, Michael, sudah berusaha melupakan masa lalunya yang tidak pernah bisa tergapai.


Gibran, yang saat itu, hanya pamit pulang untuk sementara waktu, nyata nya, dia tidak pernah kembali, hingga Michael, mengandung benih cinta mereka, selama lima bulan sudah Michael, menunggu pria itu kembali seperti janjinya untuk menikah dengan Michael, tapi itu hanya mimpi semata, Michael mengandung dan melahirkan,di temani oleh Piter, yang saat itu sadar dari koma nya.


Piter, bahkan memutuskan untuk tetap melanjutkan pernikahan mereka, tidak perduli dengan seratus Michael saat itu, pria itu begitu mencintai Michael, hingga dengan lapang dada menerima semua nya.


"Kapan, kita kembali ke Jerman, sayang aku rindu rumah"ujar Michael.


"Aku juga rindu,negara ku, tapi kita tetap harus bertahan di sini agar tidak ada siapapun yang akan mengusik kehidupan kita lagi, aku tidak ingin menyia-nyiakan pengorbanan Jordan untuk kita"ujar Piter.


Ya... mereka bisa merasakan kebahagiaan dan kebebasan seperti sekarang ini, karena Jordan, yang saat itu, menukarkan kebebasan hidupnya, dengan kembali bergelut di dunia bawah,atas desakan seseorang yang tentunya keturunan dari Jordan, dengan jaminan akan melindungi Michael, yang sudah seperti ibu bagi putri satu-satunya hingga saat ini, Jordan kembali menjadi manusia yang kejam seperti saat dia muda dulu sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan dunia bawah.


"Aku tau Sayang"ucap Michael.


"Mommy .... Daddy"ujar Merry, yang masih sangat cadel tersebut kini menghambur ke dalam dekapan sang Daddy, sambung yang begitu mencintai dan menyayangi nya.


"Owh, princess Daddy,kakak Alice mana"ujar Piter.


"Dia, sedang menerima panggilan vidio dari Daddy, Jordan"ujar Merry, yang juga memanggil Jordan, sebagai Daddy nya.


"Benarkah itu, sayang lalu kenapa kamu tidak bergabung dengan ka Alice"ujar Michael.


"Aku mau minum susu dulu,momm"ujar Merry, yang kehausan.


putri nya itu, memang tidak pernah berhenti sehari pun, harus terus meminum susu, meski pun mereka kini tinggal di pulau terpencil, yang di jaga ketat oleh anak buah Jordan, dan Piter, bolak-balik ke luar masih dengan pengawalan, beruntung nya di sana mereka tidak pernah hidup kekurangan, karena anak buah Jordan, selalu mengirim semua kebutuhan mereka selama tinggal di sana, dan Piter, mengurus perusahaan milik Jordan.

__ADS_1


__ADS_2